Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 6


__ADS_3

Chanyeol turun setelah mengganti pakaiannya dan berlalu begitu saja tanpa melihat Mamanya yang berdiri di ujung tangga bawah. Baginya perhatian Mamanya sekarang juga tak ada gunanya. Karena sudah terlambat. Hatinya terlalu dingin untuk sebuah kehangatan dari keluarganya.


Chanyeol keluar dari rumahnya lalu menuju ke rumah Yura. Bukan lagi rumah Chanyeol. Dulu keluarganya masih sering bertanya tentang Yura saat Yura masih tinggal dengan Chanyeol. Namun kini mereka seakan lupa dengan Yura ketika Yura sudah menikah. Bahkan Minky yang terkenal dekat sekali dengan Yura pun sampai menanyakan kabar Minky lewat Chanyeol. Baginya keluarga Park memang sudah berubah.


"Kak, kak Yura.. Kak.." panggil Chanyeol, namun tak ada jawaban dari dalam. Chanyeol pun membuka handphone nya ternyata ada pesan dari Yura.


Chanyeol ah... kamu jangan ke rumah ya, kakak ada dinas ke luar kota selama tiga hari. Akhir pekan kakak baru pulang. Kak Yohan juga sedang dinas ke Jepang selama seminggu. Maaf kakak tidak mengabarimu dari kemarin karena ini dadakan. Love You Chanyeol..


Chanyeol mendesah nafasnya dengan berat. Kini dia tak tahu harus kemana. Mana perutnya semakin dirasa lapar sekali.


"Hais... disini mana ada kedai makanan. Lain kali kalau punya waktu akan ku jual aja rumah itu, aku beli rumah kecil saja kaya punya kak Yura ini. Benar kata kak Yura. Rumah tak perlu besar asalkan keluarganya ada dan komplit bisa menjadikan rumah itu tujuan untuk pulang dan menemukan kehangatan." gumam Chanyeol sembari duduk di lantai teras Yura.


Akhirnya dengan berat, kakinya melangkah untuk kerumah Han Sung. Disana dia di sambut dengan penuh hangat oleh Yuna.


"Darimana saja kamu, sampai kelaparan begitu. Tadi Mama kamu kesini nyari kamu, katanya belum makan." ucap Yuna.


"Tadi niatnya mau ke rumah Kak Yura, tapi ternyata Kak Yura pergi ke luar kota dan kak Yohan pergi ke Jepang." ucap Chanyeol santai.


"Kenapa gak makan di rumah aja sih? Daripada kelaparan kaya begini." ucap Yuna.


Chanyeol berhenti mengunyah lalu menaruh sendok dan garpunya. Dia menjadi tak selera makan dengan seketika setelah mendengar perkataan Yuna barusan.


"Mom, aku pulang dulu." ucap Chanyeol dingin.


"Kenapa gak di habisin dulu.. Chan.. Chanyeol!" teriak Yuna.


"Mommy sih, udah tahu hati Chanyeol itu sensitif kalau di sangkut pautkan dengan keluarga nya. Lagian kalau Mommy merasa gak sanggup buat nanggung makan Chanyeol selama disini bilang sama Hans, biar nanti Hans sama Chanyeol makan di luar." ucap Hans yang langsung keluar rumah menyusul Chanyeol.


"Hais... nih mulut yah udah tua juga masih aja cerewet. Kasihan kan Chanyeol, gak jadi makan dianya." gumam Yuna menyalahkan dirinya sendiri.


Chanyeol keluar dari rumah Hans lalu menatap langit. Dia menghela nafasnya berat. Dia bukannya tak mau makan dengan keluarga, justru dia ingin sekali. Tapi kalau keluarganya yang tak mengharapkannya, apa iya dia harus mengemis di depan mereka? Akan semakin besar kepala mereka.


"Hayolo... mau kemana lo? belom makan kan? ikut gue yok ke cafe. Anak-anak pada di sana. Mereka dari tadi hubungin lo tapi gak bisa." ucap Hans.


Chanyeol pun melihat HP nya dan benar saja notif pesan dan panggilan tak terjawab dari Taeyong dan Jihoon banyak sekali. Akhirnya Chanyeol pun menganggukkan kepalanya. Mereka menaiki taxi yang sudah di pesan oleh Hans tadi.

__ADS_1


Mereka berdua sampai di cafe yang sering sekali di jadikan tempat nongkrong oleh Chanyeol and the genk. Didalam ternyata sudah ada Taeyong bersama Jihoon. Mereka berdua duduk berhadapan dengan seseorang yang dilihat dari punggungnya saja Chanyeol sudah tahu.


"Yoo... ma Bro..." ucap Chanyeol saat melihat orang itu.


"Wah... raja hip hop.. kapan pulang dari Amerika bro?" tanya Hans.


"Gue bukan pulang dari Amerika. Justru gue disini kan sebagai pendatang." ucap lelaki yang sudah kenal dengan mereka sejak dulu, Jordan. Lelaki asal Sidney.


"Ohh iya, lupa." ucap Hans sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Gue denger kakak lo mau ultah ya ntar malam." ucap Jordan kepada Chanyeol.


"Udah gak usah di bahas daripada ada yang kabur dari sini." ucap Hans.


"Masih gak akur aja ya. ohh ya, kalian tahu gak, seminggu sebelum gue kesini, gue ketemu sama Bokap lo di SMA nya adik gue. gak tahu juga ngapain." ucap Jordan.


"Bisnis kali. Kaya bokap gue." ucap Taeyong yang memang orangtuanya memiliki banyak sekolah swasta.


"Iya juga ya." ucap Jordan.


"Nah ini nih yang gue mau omongin. Adik gue itu tiba-tiba kabur dari rumah. Dan katanya dia ke Korea. Ya gila gak, dia selama ini gak pernah bepergian jauh tiba-tiba aja ke Korea. Padahal kan kalau emang dia mau ke Korea dia bisa aja bareng sama gue nanti." ucap Jordan.


"Ada problem kali adik lo." kata Chanyeol.


"Problem gimana, adik gue itu anak baik-baik. Dia gak pernah punya masalah apapun. Dia jago bela diri dan juga berprestasi di sekolah. Nyokap gue nangis pas tahu adik gue kabur tanpa alasan yang jelas. Dia hanya bilang ini demi keluarga. Gitu aja. Ya bingung kan gue." ucap Jordan sambil memijit pelipisnya.


"Di tempat gue ada sih murid baru dari Sidney juga. Cewek juga. Siapa tahu dia adik lo." ucap Hans.


"Nah iya tuh, lo punya fotonya gak?" tanya Jihoon.


"Adik gue itu paling anti yang namanya di foto. Jadi gue gak pernah punya fotonya. Dia juga gak punya sosial media." kata Jordan.


"Ciri-ciri nya aja. Rambutnya warna pirang bukan?" tanya Chanyeol.


"Bukan, adik gue terakhir rambutnya berwarna biru laut. Itu yang gue ingat. Bahkan satu jam sebelum nyokap gue nemuin suratnya di kamar, rambut adik gue masih berwarna biru laut." ucap Jordan.

__ADS_1


"Bukan Zie dong." kata Hans.


"Lagian namanya juga bukan Zie. Namanya itu Ailee." kata Jordan.


"Udah fix bukan orang yang sama dong. hahaha" ucap Taeyong sembari tertawa.


"Ya bantuin dong. stress nih gue." kata Jordan.


"Lah kita mau bantuin gimana kalau lo aja kagak punya fotonya. Ciri-ciri pandangan kasar itu bisa berbeda tau." ucap Chanyeol.


"Iya juga sih. Aih... susah amat sih. Mana Korea luas lagi. Mau di cari dari titik mana dulu." ucap Jordan begitu frustasi dan bingung mau mencari adiknya dari mana. Sedangkan orang tuanya yang berada di Sidney tengah menunggunya.


"Udah, sabar aja. Palingan adik lo itu bukan kabur. cuma mau lihat konser amal aja. Jadi dia pasti bakal balik kok." ucap Chanyeol.


"Konser amal pala lo. Disini mana ada konser amal kali." kata Hans.


"Ya siapa tahu kan. Kita kan gak tahu." kata Chanyeol.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2