
Pagi hari nya, pagi-pagi sekali Ela bangun dan langsung menyuruh Jin-young untuk segera datang ke rumahnya. Ela juga menyuruh Nyonya Park untuk pulang ke Korea mengurus anakny bersama Key. Ela juga menyuruh Yong Bin dan Krystal untuk liburan di Korea selama kuliah mereka libur.
Ha itu pun menjadi pertanyaan bagi semuanya. Hingga pada akhirnya pagi ini bukan hanya Jin-young. Melainkan hampir seluruh keluarga berada disini kecuali Kevin yang memang dilarang ikut oleh Key karena kondisi badannya tengah tidak sehat. Bahkan Tuan dan Nyonya Park juga sudah berada di sana dengan penerbangan paling awal. Yong Bin dan Krystal yang semalam di kirimi pesan singkat oleh Ela pun pagi ini juga sudah langsung sampai di Korea. Semuanya berkumpul tanpa Yong Jin yang memang masih tertidur. Entah karena tidurnya yang ngebo, atau memang dirinya yang kecapekan karena selama seminggu harus mau menuruti semua yang Eun Bi katakan.
Semuanya berkumpul di ruang keluarga rumah Ela. Semuanya menatap Ela dengan penasaran kenapa Ela sampai menghubungi mereka seperti itu. Semuanya menatap Ela dengan seksama.
"Mohon maaf semuanya kalau Ela mengumpulkan semuanya disini sepagi ini." ucap Ela mengawali pembicaraan.
"Ada apa La? kenapa semuanya disuruh berkumpul? Dan dimana kak Jin?" tanya Yong Bin. Dia bahkan bisa duduk dengan tenang.
"Aku sengaja mengumpulkan semuanya disini dan tidak ada kak Jin, karena ada satu masalah besar yang menyangkut nama baik kak Jin. Bukan hanya kak Jin, melainkan nama baik perusahaan dan juga keluarga." ucap Ela membuat semuanya jadi khawatir.
"Apa maksud kamu nak? ceritakan dari awal sama Papa." kata Tuan Park.
Ela pun menceritakan semua yang Yong Jin ceritakan dari awal sampai akhir tanpa ada pengurangan dan penambahan pada cerita yang Yong Jin ucapkan kepada Ela semalam. Semuanya sama persis dengan apa yang di katakan Yong Jin.
"APA! Kamu sedang tidak bercanda kan La?" tanya Jin-young.
"Aku serius kak. Tapi aku ada yang aneh dengan Eun Bi. Aku tahu bagaimana sifat Kak Jin jika sedang mabuk. Dia tak akan mungkin meniduri seorang wanita. Bahkan kalau memang dia orang yang seperti itu, saat dia mabuk pasti sudah meniduri ku dari dulu ketika aku ikut nongkrong di club malam dengannya." ucap Ela menyakinkan keluarganya bahwa suaminya itu tidak salah.
"Benar yang dikatakan Ela. Aku juga salah satu saksi bahwa Yong Jin tak pernah meniduri wanita. Aku, Yong Jin dan Vin's sering ke club malam saat aku liburan kesini. Dan dia bukan type lelaki yang seperti itu." ucap Jin-young membemembenarkan perkataan Ela.
"Aku juga bisa sebagai saksi. Kak Jin bukan wanita seperti itu. Selama ini aku juga hanya melihat Ela salah satu wanita yang berada di sekitar kak Jin. Dan mantan kekasihnya dulu. Tak ada yang lebih intim dari hubungan Ela dan Kak Jin." bela Yong Bin.
"Lalu, kenapa dia bisa menghamili Eun Bi?"tanya Nyonya Park.
" Kak, tadi kakak bilang kalau umur kandungannya baru delapan minggu? Apa kakak bisa menunggu selama tiga minggu lagi? aku bisa memastikan bahwa janin itu bukan anak kak Jin." ucap Krystal tiba-tiba.
"Maksud kamu apa cantik?" tanya Key.
"Kalian semua kan tahu, disini aku mengambil sekolah kedokteran. Sedikit ilmu tentang kehamilan aku juga tahu. Kita bisa mengambil sampel DNA dari janin setelah berumur sebelas minggu. Aku punya kenalan dokter kandungan terbaik disini saat menghadiri seminar beberapa minggu yang lalu di Newcastle." ucap Krystal.
__ADS_1
"Sungguh? kamu bisa?" tanya Ela.
"Aku akan berusaha kak. Bagaimana pun sebentar lagi aku juga akan masuk kedalam keluarga ini. Aku akan menjadi ipar kakak. Jadi saat melihat kakak kesusahan, mana mungkin aku diam saja disaat aku punya solusi yang baik?" ucap Krystal mengingat kini dia sudah menjadi tunangan Yong Bin beberapa saat lalu.
"Betul apa yang dikatakan Krystal. Sekarang kita harus mencari cara bagaimana Eun Bi tidak curiga dan tetap berpikir kalau Yong Jin menerimanya. Dan Ela juga harus ikut bersandiwara bersama. Demi kelancaran rencana Krystal." ucap Jin-young.
"Kalau begitu, kita atur strategi. Yong Bin dan Krystal kalian hubungi dokter kandungan terbaik itu. Aku percaya pada kalian. Untuk masalah Kak Jin biar aku dan Jin-young yang urus. Dan untuk Baby twins, Ela titip kepada Mama dan Bunda ya. Maaf kalau Ela harus merepotkan kalian. Ini semua untuk keluarga kita." ucap Ela yang sebenarnya juga tak ingin pisah dari kedua anaknya.
"Tidak apa-apa sayang. Mama dan Bunda mu pasti akan mendukung yang terbaik untuk keluarga kalian. Mama justru bersyukur. Disaat Yong Jin tengah mengalami hal seperti ini, kamu justru selalu ada di sampingnya dan tak menghakiminya. Mama tidak salah memilih menantu." ucap Nyonya Park.
"Makasih Ma. semuanya juga berkat Kak Jin. Dia selalu mempercayaiku. Dan akupun juga tak bisa untuk tidak mempercayainya. Karena aku sudah mengenalnya dari kecil." ucap Ela sambil tersenyum.
Mereka pun membubarkan rapat pagi ini seolah tak ada apa-apa. Yong Jin bangun dan melihat semuanya sudah berada di ruang makan. Dia bahkan kaget melihat Yong Bin dan Krystal. Namun dia juga senang bisa melihat keluarganya berkumpul.
Tapi ada sebersit rasa bersalah kalau memang anak yang dikandung Eun Bi itu anaknya. Dia tak mau merusak keharmonisan rumah tangga ini. Dia ingin semuanya tetap seperti ini. Dia tak mau terjadi apa-apa dengan keluarganya.
*
*
*
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Yong Jin.
"Sekarang Ela akan menjadi sekretaris pribadimu. Dan aku akan menjadi sopir sekaligus asisten pribadimu. Agar kamu tak mudah di dekati oleh sembarnag wanita seperti Eun Bi." ucap Jin-young.
"Ka-kamu udah tahu?" ucap Yong Jin menatap Jin-young.
"Iya sayang, aku yang kasih tahu. Dan untuk baby twins, dia akan baik-baik saja kok. Kan ada Bunda juga Mama. ini hanya sampai satu bulan kedepan kok. Setelah itu, aku jamin kalau ini semua akan segera berakhir." ucap Ela sambil memeluk Yong Jin dari belakang kursinya.
"emm.. tapi ngomong-ngomong jangan bermesraan disini dong. Gue jomblo nih." ucap Jin-young melihat kemesraan suami istri itu.
__ADS_1
"Makanya cari pasangan dong. Yong Bin aja sudah mau melepas masa lajangnya masak lo gak mau." ucap Yong Jin.
"Bukannya gak mau. Cuma belum ada yang kecantol aja. Mana gadis itu juga belum ketemu. Aku sudah mencari hampir separuh kota ini namun belum juga menemukannya." ucap Jin-young putus asa.
"Udah gak papa kak. Kakak cari aja temen kampusnya Krystal di England sana." kata Ela.
"Orang bule udah sering lihat La. pengen dapat orang Korea aja." kata Jin-young.
"Iya deh terserah lo aja bro." kata Yong Jin.
"Tapi jujur, gue salut sama lo berdua. Kalian itu pasangan yang beneran goal banget. Udah tampan dan cantik. Sama-sama baik hati dan kaya. Tidak sombong. Saling mencintai dan saling percaya. Bahkan ada masalah segede ini aja Ela tidak gegabah ambil kesimpulan. Justru malah menemanimu menyelesaikan masalah." kata Jin-young panjang lebar.
"Ya itulah kelebihan istriku yang tak pernah kamu temukan pada orang lain. Dia paling sempurna dimataku." cap Yong Jin sambil menoleh ke belakang menebarkan senyum manisnya kepada Ela.
"Makasih sayang. Karena kamu juga berhak aku perjuangkan." kata Ela menyahuti perkataan Yong Jin untuknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1