Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Six Years Later


__ADS_3

"Copet... tolong.. copet..." ucap seorang ibu paruh baya yang tengah berlari mengejar copet.


Bugh.. Bugh.. Bugh..


Copet itu jatuh kelimpungan karena mendapatkan tiga pukulan bertubi yang membuat tubuhnya limbung dan terjatuh. Lelaki yang memukul tadi langsung menarik krah milik pencopet itu dan segera berbicara dengan nada yang membuat siapapun takut mendengarnya.


"Siapa yang menyuruh kamu mencopet di desa ini? Siapa, Ha!" ucap lelaki itu dengan tegas membuat si pencopet takut pada akhirnya kabur.


"Eomma.. ini dompetnya. Lain kali bilang sama saya saja kalau mau ke swalayan. Biar saya antar Eomma, kalau Hyung tidak bisa mengantar." ucap lelaki itu.


"Sudahlah Woodz, lagian kamu sudah sibuk ngurus anak-anak. Lagipula Hyung mu juga seringnya ngurus dapur bersama Eomma. Namun hari ini Hyung mu tiba-tiba ada acara di tempat kerja barunya." ucap wanita paruh baya yang menyebut nama lelaki itu Woodz.


"Biarlah Eomma. Hyung kan sudah tua. Dia juga sudah mau punya anak. Jadi biarkan dia bekerja dengan giat disana." ucap lelaki yang dipanggil Woodz itu.


"Kamu sama Hyung mu juga cuma selisih satu tahun. Umur kamu juga sudah mau tiga puluh dua. Kapan kamu mau menikah Woodz?" kata eomma.


"Nanti lah Eomma. Aku belum kepikiran itu. Aku masih ingin di samping Eomma dan anak-anak." ucap Woodz.


"Terserah kamu saja. Ohh ya, tadi kanu di cariin sama kembang desa lagi. Kamu beneran gak suka sama dia? cantik lho." ucap Eomma.


"Enggak Eomma. Aku masih belum mau berkomitmen." ucap Woodz sedih.


"Mau sampai kapan nak? ini sudah tahun ke enam. Apa kamu akan menjadi seperti ini terus kedepannya? Apa kamu tidak iri melihat Hyung mu itu sudah menikah dan mempunyai keluarga?" ucap Eomma.



Woodz.. lelaki yang berpenampilan seperti preman. Namun dia hanyalah lelaki yang lari dari rasa sakit hati. Ya, dia adalah Vin's.


Enam tahun yang lalu, Vin's memesan tiket pesawat ke tiga tempat tujuan sekaligus. Hong Kong, Indonesia dan Brazil. Namun itu hanya untuk mengecoh sekretaris Hans saja. Sedangkan dia pergi keluar dari bandara menuju stasiun kereta bawah tanah.

__ADS_1


Dari Seoul dia pergi ke Busan menggunakan kereta. Dia memakai nama Kevin Junior. Nama waktu kecil. Namun saat sampai di Busan, dia mengganti namanya menjadi Woodz. Tak ada satupun yang mengetahui nama asli dari Vin's.


Dan disinilah dia berada. Panti asuhan kecil tempatnya tinggal adalah panti yang di dirikannya berkat bantuan keluarga han Seungwoo. Awalnya dia bertemu dengan Han Seungwoo karena hampir di co0et. Namun Han Seungwoo menolongnya. sejak itu mereka menjadi seperti saudara. Apalagi Han Seungwoo hanya tinggal bersama Eomma nya.


Niat Vin's ingin mendirikan panti asuhan berawal dari sebulan dia tinggal bersama keluarga Seungwoo. Ada penemuan bayi yang di buang dibawah jembatan. Hal itu membuat Vin's mengingat anaknya. Sejenak dia langsung berpikiran untuk membuat panti asuhan. Dan ternyata itu di setujui oleh Eomma. Dan berdirilah Panti Asuhan Saranghae.


Meskipun Eomma dan Seungwoo tahu cerita kelam tentang Vin's, namun mereka berdua tak tahu siapa nama asli Vin's. Karena Vin's sudah tak punya identitas. Yang akhirnya Seungwoo membuatkan identitas untuk Vin's dengan Nama Han Ci Ghan. Marga yang sama. Namun di panggil Woodz.


"Aku masih trauma untuk menikah lagi Eomma. Lagipula, aku sudah mempunyai janji kepada Tuhan untuk tidak menikah lagi setelah bertemu dengan istriku kala itu. Dan sebuah janji terlebih jika dengan Tuhan, maka aku tak akan mengingkarinya Eomma." ucap Woodz dengan nada yang tenang.


Sudah enam tahun. Perlahan Vin's bisa melupakan semuanya. Kecuali ketika eomma ataupun Seungwoo mengungkitnya seperti ini. Barulah Vin's ataupun Woodz akan mengingatnya. Mengingat kisah kelam yang menyisakan rasa sesak didadanya.


Dia juga merasakan rindu kepada kedua orang tuanya, adiknya dan juga keponakannya yang lucu. Entah, mungkin Ela dan kedua keponakan nya sudah berbeda dari yang dulu dia kenal. Karena dia yakin bahwa Ela akan berubah menjadi pribadi yang tak dikenalnya. Tapi sedikitpun niatnya untuk kembali, tak ada. Dia sudah tenang hidup disini sebagai pengurus panti asuhan. Uang yang diberikan oleh Hans dulu itu dulu itu memang sudah habis. Namun tabungan atas namanya yang tak pernah diketahui oleh siapapun masih menyisakan banyak sekali uang hingga milyaran. Karena Woodz masih menjadi pemilik saham anonim di perusahaan dibawah naungan group Lyn. Maka dia juga tahu bahwa Ela lah yang menjalankan bisnis keluarga kali ini. Jadi meskipun dia tidak bekerja, uang di tabungannya terus mengalir.


*


*


*


"Hei.. melamun aja sih, hmm.." ucap Yong Jin sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Maaf suamiku. Aku hanya merasa lelah." ucap Ela menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.


"Kamu kenapa? Masalah kerjaan apa karena rindu dengan anak-anak?" tanya Yong Jin.


"Aku hanya rindu dengan anak-anak kak." ucap Ela.


Ela dan Yong Jin memang sering bepergian mengingat usaha keluarga Lyn dan Park banyak di luar negeri. Untungnya Yong Bin ikut membantu Yong Jin. Jadi Yong Jin bisa ikut membantu usaha Keluarga Lyn yang semakin tambah berkembang diberbagai cabang karena hasil kerja keras Ela.

__ADS_1


"Kamu kalau capek, kamu kan bisa berhenti bekerja. Biar aku dan Yong Bin saja yang mengurusnya." ucap Yong Jin.


"Tidak sayang. Aku tak bisa tinggal diam gitu aja. Aku harus tetap membangun perusahaan Lyn menjadi lebih maju lagi. Aku tak ingin membuat Kak Vin's kecewa ketika dia kembali nanti." ucap Ela kembali teringat kakaknya.


"Sayang, ini sudah enam tahun. Dan kita tidak bisa menemukannya. Apalagi negara terakhir. Brazil. Kalaupun dia memang ikut pesawat ke Brazil, Brazil itu luas lho sayang. Apa mungkin Hans dan Nam Ju Wan bisa menemukan nya?" kata Yong Jin yang selama enam tahun tak pernah berhenti mencari Vin's.


"Mereka harus menemukannya. Mereka harus menemukannya." ucap Ela dengan suara bergetar.


Rasa rindu kepada Vin's membuatnya menjadi wanita yang gila pekerjaan. Dia juga menjadi wanita yang mengharuskan semuanya seperti yang dia mau. Terutama tentang pencarian Vin's. Tak boleh ada hasil yang menyatakan bahwa mereka gagal mencari Vin's.


"Sudahlah sayang. istirahatlah sekarang. Lusa kita akan pulang ke Korea. Ada acara di sekolahan anak-anak yang mengharuskan orang tuanya ikut. Soalnya mereka akan sampai ke Busan." ucap Yong Jin.


Ela pun mengangguk dan berjalan ke ranjang. Disusul suaminya yang merasa kuatir dengan sikap istrinya yang seperti ini. Selama enam tahun dia kehilangan sikap manja dan kanak-kanak istrinya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2