Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Mama?


__ADS_3

"Hahaha... Lo bilang ini toko Lo? Halu ya lo?" ejek Yuna.


"Mungkin dia pikir dia nikah sama Tuan Park kali. hahaha." sahut Hye won.


"Kalau gak percaya ya udah. Lagian kalian harus bayar barang yang kalian ambil kan? Aku taksir palingan kalian menghabiskan hampir satu milyar lebih." ucap Ela karena tadi dia mengambil barang yang harganya ratusan juta. Bahkan tas terakhir yang dia ambil harganya mencapai setengah milyar yang artinya lima ratus juta.


In Jung melihat tiga tas yang diambilnya. Dia melihat harga fantastis yang tertera disana. Dia membelalakkan matanya. Bagaimana bisa dia membayarnya kalau dia mengambil semuanya. Hal itu juga terjadi kepada Hyewon dan juga Yuna yang ikut melihat kearah pakaian dan sepatu yang diambil dari Ela tadi. Mereka menelan ludah nya sendiri karena harga yang tertera disana.


Mereka perlahan menaruh barang itu di kasiran. Mereka langsung menyerahkannya kepada petugas kasir. Dengan sigap petugas kasir langsung menscan harga yang tertera disana.


"Kalian yakin mau mengambilnya?" tanya Ela dengan senyum kemenangannya.


"Yakinlah. gue kan kaya. Gak kaya lo, hidup aja modal sugar daddy." ucap In Jung yang masih sombong dihadapan Ela.


"Kalau gitu berapa totalnya mbak?" tanya Ela.


"Semuanya satu koma tujuh milyar Nona." ucap kasir tersebut.


"Gila, satu koma tujuh milyar? gak salah tuh?" tanya Hyewon.


"Itung lagi deh mbak siapa tahu salah." ucap Yuna.


"Tidak mungkin lah salah. Kan emang harganya segitu. emangnya kalian belinya di pasar loak ya?" ucap Ela degan senyum miring.


"Lo ngatain kita? Emangnya kita elo yang sukanya beli di pasar loak? Kita orang terpandang ya. cuma harga segitu mah buat kita kecil." ucap In Jung sombong dengan mengambil credit card dari tasnya dan menyerahkannya kepada kasir.


"Maaf Nona, saldo anda tidak mencukupi." ucap kasir itu.


"Mana mungkin mbak, uangku banyak. bagaimana bisa gak cukup." ucap In Jung. "pakai kartu kalian aja lah." kata In Jung merujuk ke Yuna dan Hyewon.


"Kita mana ada uang segitu." ucap Yuna.


"Biar aku saja yang bayar." kata seseorang tiba-tiba.


Mereka yang berada di depan kasir pun melihat kearah tiga lelaki yang tengah berjalan menuju mereka. Ela tersenyum manis sedangkan In Jung dan dua temannya terpana melihat ketampanan Yong Jin, Vin's dan Jin-young.


"Maaf Tuan, totalnya satu koma tujuh milyar." ucap kasir itu.


"Kamu kasih saja di tagihanku." jawab Yong Jin dengan sombong nya sambil melihat kearah In Jung.


In Jung, Hyewon dan Yuna yang ditatap mereka pun terlihat malu-malu.


"Wah gila, udah tampan tajir lagi. Memang Tuan Park benar-benar suami idaman. Siapa yang nyangka dia bakal kesini bayarin belanjaanku. Jangan-jangan dia naksir sama aku? Duh bedakku luntur gak ya?" batin In Jung sambil merapikan tampilannya.


"Dih, Tuan muda Lyn tampan banget sih. Memang sih udah gak sejaya dulu. Tapi kalau cuma buat nyukupin kehidupan gue sehari-hari juga cukup." ucap Hyewon dalam hati sambil melihat kearah Vin's dengan genit.


"Ya Tuhan, siapa lelaki bule yang terlihat begitu tampan ini. benar-benar type cowok idamanku." batin Yuna.

__ADS_1


"Lain kali kalau gak kuat bayar tu jangan beli." ucap Jin-young dingin.


"Kalau kaya gini kan malu-maluin orang." ucap Vin's.


"Dah yuk, pulang." kata Yong Jin.


"Ehh.. emm.. makasih Tuan Park sudah mau membayar belanjaan saya. Kalau begitu mari pulang." ucap In Jung membuat Yong Jin menoleh.


"Kamu siapa?" tanya Yong Jin. Ela masih diam melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Bukannya anda sudah tahu saya?" tanya In Jung.


"Aku tidak mungkin kenal dengan orang sembarangan." ucap Yong Jin dingin.


"Saya Shin In Jung. Bukannya tadi anda membayari belanjaan kami karena sudah tahu kami siapa?" kata In Jung.


"Hei Nona, pede sekali ya kamu bicara seperti itu. Kami membayar belanjaan itu ya karena kami mau membayarnya untuk Ela lah. iya gak, sepupu." ucap Jin-young.


"Sepupu?" tanya Yuna tak percaya.


"Iya sepupu, kenapa? Lagian ya La, lo kan punya kakak tajir, kenapa gak minta aja sih sama kakak lo?" kata Jin-young.


"Iya dek. lo kan dari SMA udah sering pakai blackcard kakak." kata Vin's kembali mengagetkan ketiga gadis itu.


"Kakak? adik?" ucap Hyewon.


"Suami?" pekik Hyewon.


"Anak-anak?" pekik Yuna.


"Mama?" pekik In Jung.


"Kenapa? kalian kaget? Bukannya dari dulu kalian pengen tahu ya sugar daddy gue? ya ini sugar daddy gue. Park Yong Jin. Dan dia kakak Gue, Lyn Kevin. Sugar daddynya Nana." ucap Ela dengan tersenyum penuh kemenangan.


"Gak mungkin!" ucap Shin In Jung lalu pingsan di tempat.


"Dah ahh yuk pulang. Anak-anak udah nunggu dirumah. Tadi diambil sama Bunda dan Mama yang kebetulan habis dari salon." ucap Vin's.


"Oke, tunggu. gue mau ambil belanjaan gue. Makasih suami sudah bayarin." Ucap Ela sambil mengecup bibir Yong Jin yang langsung membuat kaget Yuna dan Hyewon.


Bruk.


Yuna dan Hyewon pun langsung mengikuti pingsan. Ela yang melihat itupun langsung pergi begitu saja setelah bilang kepada pihak toko untuk memanggil satpam dan menyingkirkan mereka bertiga.


"Lalu bawa kemana mereka Nyonya?" tanya kasir itu.


"Taruh aja di mobil mereka. Mereka pasti masih memakai mobil van lama. cari aja di parkir ground pasti ada mobil van lama berwarna biru langit." ucap Ela dan langsung dilaksanakan oleh kasir itu.

__ADS_1


Di mobil.


"Kalian tadi dihubungi oleh pihak toko ya?" ucap Ela.


"Iya, katanya kamu dikeroyok sama cabe." ucap Yong Jin.


"Dia yang sering buat masalah sama kamu waktu SMA itu kan dek?" tanya Vin's.


"Iya, yang pernah hampir ceburin aku dan Nana di kolam renang sekolah. Untung ada Taeyong yang bantuin aku. Dia narik aku, jadi gak jadi jatuh deh." ucap Ela.


Vin's melirik Yong Jin sebentar lalu berkata. "Ohh, Taeyong yang dulu nembak kamu pakai boneka sama coklat itu ya dek? yang Nana dulu cerita di rumah kita sampai heboh?" ucap Vin's seketika mengalihkan perhatian Yong Jin dan Jin-young.


"Dulu lo pernah ditembak cowok La?" tanya Jin-young.


"Bukan cuma pernah kak. Tapi sering malah. Cuma ya emang gak mau pacaran aja akunya." ucap Ela yang tahu maksud dari perkataan Vin's, Ela tahu Vin's tengah membuat Yong Jin cemburu.


"Lah kenapa gak diterima dek? apa lagi tuh Taeyong sekarang jadi idol kan? makin tampan lagi." ucap Vin's memanasi Yong Jin.


"Iya juga La. Ingat gak temen SMP kakak dulu yang pernah main ke rumah nama marganya Byun?" tanya Jin-young.


"Ohh Byun Baekhyun bukan? iya iya aku ingat. Kenapa kak?" tanya Ela melirik Yong Jin yang sudah mengepalkan tangannya.


"Dia kemarin nanyain kamu. Dia masih ingat waktu bilang kalau dia suka sama kamu dulu." ucap Jin-young.


"Ohh ya? kenapa dia masih ingat? bukankah dia udah jadi idol ya kak? kenapa.... aww..." omongan Ela terpotong karena Yong Jin menarik agar tidak ikut keluar lalu mengunci mobilnya. "Kamu apaan sih sayang. aku mau keluar." ucap Ela yang tahu bahwa suaminya kini tengah cemburu.


"Sayang, kayanya kita belom pernah kan berhubungan suami istri di dalam mobil." ucao Yong Jin dengan senyum smirknya.


"Gak gak gak.. jangan macam-macam. aww.. Yong Jin!"


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai... hari ini author ulang tahun lho... ucapin selamat dong.. hehe...

__ADS_1



__ADS_2