
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang panjang, rombongan sudah sampai di Venezuela. Karena sampai disana dini hari, maka Tuan Park enggan untuk menyuruh Jin-young menjemput mereka. Akhirnya mereka menginap di hotel terdekat yang masih menyediakan kamar untuk tubuh lelah mereka.
Setelah menempuh kurang lebih waktu setengah jam, akhirnya mereka semua bisa merebahkan dirinya di kasur dengan nyaman. Meskipun mereka memesan tiket dengan penerbangan yang kelas nomor satu tapi tetap saja tidak bisa membuat tubuh mereka tak merasakan capek.
Mereka pun langsung terlelap dalam mimpi indah mereka masing-masing. Baby twins pun yang sempat terbangun karena merasakan sudah turun dari pesawat langsung ikut terlelap kembali dalam dekapan orang tuanya.
Pagi pun telah datang membangunkan para kaum hawa dan adam yang masih meringkuk di kamar president suit yang mereka pesan. Dalam kamar tersebut sudah ada empat ranjang double king jadi tak perlu mereka pisah kamar.
"Hoam.... emm... sudah pagi ternyata." ucap Ela yang merasa bahwa sepertinya ia yang bangun pertama kali. Dia menengok di sampingnya. Ketiga malaikatnya masih meringkuk di dalam selimut tebalnya.
"Lebih baik aku mandi lalu menyuruh room service untuk membawakan makanan. Kasihan mereka pasti lelah." gumam Ela.
Ela pun langsung menuju kamar mandi. Selang lima belas menit dia sudah selesai mandi, dia langsung menuju ke telepon yang berada di kamarnya langsung meminta room service untuk membawakan makanan untuk dua porsi makanan baby dan delapan porsi makanan orang dewasa.
Setelah itu Ela pun membangunkan yang lain sambil menunggu makanan datang. Ela berjalan menuju ke ranjangnya untuk membangunkan suaminya dan babynya dahulu.
"Sayang, bangun.. udah pagi. buruan mandi nanti terus sarapan." ucap Ela yang untungnya semenjak punya anak, suaminya paling gampang dibangunin.
Ela pun lalu menuju ke ranjang orang tuanya. Dia membangunkan Key agar Key juga membangunkan Kevin. Lalu setelah itu Ela berjalan menuju ke ranjang mertuanya. Dia membangunkan mama mertuanya. Kalau untuk Papa mertuanya, hanya dengan mendengar suara menantunya itu membangunkan Nyonya Park, Tuan Park pasti akan dengan sendirinya ikut terbangun.
Ela lalu berjalan ke ranjang Vin's dan perlahan membangunkan Vin's dengan kecupan lembut di pelipis Vin's karena Vin's tidur dengan posisi miring.
"Kakak bangun, sudah pagi. buruan mandi. Lalu kita sarapan bersama." ucap Ela lembut.
Semenjak perginya Nana dalam kehidupan Vin's, meskipun dia berubah menjadi lebih cuek dan dingin, namun dia lebih suka ketika Ela dan Key memperlakukan dia dengan lembut. Seperti saat bangun tidur dia suka dibangunkan dengan dicium lembut seperti ini.
"Emm... lima menit lagi Ela.." ucap Vin's sambil merapatkan selimutnya.
"Lima menit lagi nanti makanannya habis kak. Dihabisib baby twins sama papanya." ucap Ela sambil menarik selimut Vin's. Akhirnya Vin's bisa lepas dari bantalnya.
"Iya deh. Ya udah kakak mandi dulu biar wangi." ucap Vin's bangun dari ranjangnya sambil sempoyongan untuk mandi.
*
*
__ADS_1
*
Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan yang sudah di tata oleh room service. Bahkan baby twins juga sudah tampan dan cantik. Mereka makan dengan selingan canda tawa atau hanya sekedar menertawakan tingkah laku baby twins yang begitu menggemaskan.
"Ohh ya, nanti Jin-young jam berapa mau jemputnya?" tanya Vin's.
"Emm.. palingan bentar lagi. Soalnya tadi dia ngontak Ela. Tanya kok kita gak ada di bandara. Seharusnya kan sudah sampai gitu. Tapi Ela bilang aja kalau kita udah mendarat semalam. Dan sekarang masih nginap di hotel. Jadi dia akan kesini jemput kita." ucap Ela sambil menyuapi kedua babynya yang sekarang sudah aktif karena sudah bisa berlari kesana kemari.
Umurnya yang sudah hampir dua tahun membuat Yong Jin dan Ela mengasuhnya kualahan. Untung sekarang mereka menjadi satu rumah dengan para orang tua jadi Ela merasa terbantu.
Benar seperti yang dikatakan oleh Ela. Sebentar lagi Jin-young akan datang. Dan benar saja kamar mereka diketui dari luar yang menandakan bahwa ada tamu yang berkunjung ke kamar hotel mereka. Ela pun membukakan pintu dan muncullah Jin-young didepannya berdiri dengan tampannya.
"Selamat pagi mama muda." ucap Jin-young dengan menampilkan senyum termanis nya.
"Pagi kak. Ayo masuk. yang lainnya masih merapikan sedikit barang mereka." ycap Ela membawa masuk Jin-young.
"Hei bro.." sama Yong Jin saat melihat sepupunya itu masuk.
"Hei... halo baby twins... ketemu lagi kita." ucap Jin-young yang langsung mengangkat tubuh Minky dan diciumnya sampai Minky tertawa kegelian.
"sudah Om. Barang kalian banyak gak?" tanya Jin-young pada Vin's.
"Disini ada tujuh orang dewasa dan dua balita. Jadi disini ada delapan koper besar. Alias masing-masing orang membawa satu koper besar dan satu tas jinjing masing-masing untuk sekedar membawa handphone dan dompetnya. Jangan lupakan satu tas besar yang selalu dibawa kemana-mana untuk baby twins." ucap Vin's.
"Ini kalian mau menghadiri pernikahan apa mau berlibur?" tanya Jin-young.
"Ya dua-duanya kak. Kita gak akan ngebuang kesempatan untuk liburan. kan lumayan irit ongkos." ucap Ela sambil memamerkan gigi rapinya.
"Ya udah kalau gitu kita berangkat. untuk barangnya nanti biar di angkut sama petugas hotel." ucap Jin-young.
"Barang penting gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Tuan Park.
"Nggak kok Pa. semoga aja." jawab Ela.
"Ya udah kalau begitu ayo jalan. Eomma sudah menunggu kalian semua semalam sampai tidak tidur." ucap Jin-young sambil berjalan lebih dulu.
__ADS_1
Merekapun berangkat menuju rumah Jin-young. Mereka menggunakan satu mobil van besar yang muat untuk semua rombongan. Ela menatap keluar jendela dan melihat pemandangan ibukita Caracas.
"Kak, tempat wisata yang paling dekat dengan rumahmu yang tidak memakan waktu ada tidak?" tanya Ela yang begitu ingin menjelajah negara ini.
"Ada. Playa El Agua. hanya satu jam jarak tempuhnya dari rumah." ucap Jin-young.
"Kalau ke Angel Falls?" tanya Kevin.
"Om mau ke Angel Falls?" tanya Jin-young.
"Om pengen bawa tantemu ini. Dia belum pernah. Dulu waktu om masih muda om pernah kesana. Itu pertama dan terakhir. Habis itu om belum ada kesempatan untuk kesana lagi." ucap Kevin yang kecilnya tinggal di Amerika.
"Jauh Om dari rumah. tapi kalau kalian tinggal disini selama sebulan ya mungkin bisa sampai kesana.xucap Jin-young.
" Ya kali sebulan bro. Apa kabar dengan perusahaan? jamuran itu kursi nanti."ucap Yong Jin yang memang merencanakan perjalanan kali ini lebih dari seminggu tapi tak akan lebih dari dua minggu.
"Ya kan aku cuma kasih saran bro. itung-itung mewujudkan keinginan dari Ayah mertua lo bro. iya gak Ngel?" ucap Jin-young.
"Ahh kakak mah bisa aja."
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1