Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Come Back


__ADS_3

Mulai hari ini aktivitas Woodz sebagai Vin's sudah kembali. Ela yang dulu mengatur semuanya kini sudah bisa kembali santai menjadi ibu rumah tangga. Dia kini hanya tinggal menerima hasil dari modal yang dia tanam di perusahaan.


"Ahh... akhirnya aku bisa kembali menjadi ibu rumah tangga dan hanya bersantai dirumah menunggu suami pulang dan mengurus anak-anak." ucap Ela saat di ruang makan.


"Lihatlah adikmu itu Woodz, dia sekarang sudah kembali menjadi anak yang manja." ucao Kevin.


Ya, semenjak perdebatan semalam perihal nama panggilan untuk Vin's, akhirnya Key dan Kevin menurut karena mereka tak ingin kehilangan anaknya lagi. Bagi mereka itu hanya sebuah nama panggilan. Tapi yang penting anaknya tetap berada di sisi mereka.


"Biarkan saja Yah. Memang dari sananya dia tidak bisa dewasa. Dan aku lebih suka dia seperti itu." ucap Woodz.


"Karena kamu sudah tidak bekerja, berarti permintaan ku bisa diwujudkan kan sayang?" tanya Yong Jin.


Semuanya yang berada di meja makan pun melihat kearah Yong Jin karena tak paham dengan apa yang dikatakan Yong Jin. Sedangkan Yong Jin sendiri sudah tersenyum dengan penuh arti.


"Permintaan kamu apa sayang?" tanya Ela yang merasa suaminya itu tidak minta apa-apa.


"Apa anak-anak?" tanya Yong Jin kepada anak kembarnya untuk berbicara bersama.


"Kami ingin adik Ma..." ucap Minky dan Junnie membuat Ela menatap Yong Jin tak percaya.


Sedangkan yang lainnya bertepuk tangan mendukung apa yang dikatakan oleh Minky dan Junnie.


"Iya kak.. berilah kami cucu lagi yang lucu. Kalau bisa kembar lagi." ucap Nyonya Park membuat Ela menganga karena tak percaya.


"Bukan cuma kembar Nek, Junnie pengen punya adik laki-laki enam biar bisa di bentuk menjadi idol K-pop. Boleh ya Ma?" tanya Junnie.


"Ha! ENAM!?" Ela terpekik lalu jatuh pingsan.


"Ela..."

__ADS_1


Semuanya pun langsung bangkit dari kursinya dan menghampiri Ela yang pingsan di kursi. Mereka menatap Ela dengan geleng-geleng kepala. Bisa-bisanya mendengar itu Ela langsung pingsan.


*


*


*


Saat sampai di kantor, semua mata menatap tak percaya kearah dimana Yong Jin berjalan tak seorang diri. Dia biasanya datang bersama Nam Ju Wan. Namun kali ini mata para karyawan menangkap sosok yang tak asing lagi. Siapa lagi kalau bukan Woodz.


"Nam Ju Wan, kumpulkan semuanya di Hall. Ada yang ingin aku umumkan untuk semuanya." ucap Yong Jin kepada Nam Ju Wan.


Dan tak butuh waktu lama, seluruh karyawan pun segera berkumpul di Hall untuk mendengar apa yang akan di katakan oleh pimpinan perusahaan nya itu. Mereka semua bertanya-tanya. Ada apakah gerangan yang membuat pimpinan perusahaan mengumpulkan seluruh karyawannya.


Rasa penasaran mereka bertambah dengan munculnya seseorang yang asing bagi mereka. Namun tidak bagi karyawan yang sudah menetap disana puluhan tahun. Mereka bisa langsung mengenali siapa lelaki itu. Karena meski berambut gondrong, Woodz sudah merapikan nya dengan menyisir rambutnya itu kebelakang dengan rapi.


Tampilan pakaiannya juga tak seacak-acakan seperti biasanya. Dia memakai setelan jas yang selama ini dia tinggalkan. Dengan tambahan topi hitam yang selama enam tahun ini melekat pada kepalanya pastinya.


Ya karena tidak sedikit karyawan yang kena imbas dari frustasinya Ela yang kebingungan mencari Woodz. Ela bahkan yang biasanya terkenal ramah di kantor ketika mendatangi kantor Yong Jin pun seakan berubah menjadi killer. Hal itu juga yang berdampak pada Yong Jin yang menjadi Tuan serba perfeksionis. Tak boleh ada kesalahan sedikitpun.


"Selamat pagi semuanya." Sapa Yong Jin sambil mengulum senyum.


"Akhirnya Tuanku bisa tersenyum. Terimakasih Tuan Vin's, anda sudah mau kembali." ucap Nam Ju Wan dalam hatinya.


"Selamat Pagi Tuan." ucap seluruh karyawan.


"Pagi ini saya ingin mengumumkan. Bahwa mulai hari ini, kita akan mendapatkan wakil CEO baru. Ya mungkin dia memang orang lama. Apalagi bagi kalian yang sudah bekerja puluhan tahun di perusahaan ini, mengenal dengan baik siapa beliau. Tapi saya disini cuma mau menekankan. Sekali saja kalian jangan ada yang memanggilnya dengan sebutan nama yang lama. Panggil dia Tuan Woodz."ucap Yong Jin.


Semuanya yang ada di ruangan pun langsung bergemuruh tanda mereka tak mengerti kenapa Tuan Vin's harus mengganti namanya dengan nama Woodz.

__ADS_1


"Tidak ada pertanyaan lagi. Semuanya silahkan kembali ke meja kerja masing-masing." ucap Yong Jin.


Semua karyawan pun langsung membubarkan diri, dan tinggalah Woodz dan juga Yong Jin beserta Nam Ju Wan yang selalu berada di samping Yong Jin. Hingga tiba-tiba datang seseorang yang lari tergopoh-gopoh kearah mereka.


"Tuan... Tuan... Akhirnya anda kembali Tuan... Aku merindukanmu Tuan.. Aku merindukanmu..." ucap Hans yang mengetahui bahwa tuannya itu kembali langsung saja berangkat ke kantor tanpa peduli bahwa dirinya tengah sakit dan di rawat oleh istri cantiknya.


"Ohh... Hans.. lepaskan.. kau membuatku se-sak nafas." ucap Woodz yang terus berusaha melepaskan pelukan Hans.


"Aku tidak mimpi kan Tuan?" ucap Hans setelah melepaskan Woodz.


Plak... Satu tamparan mendarat di pipi mulus Hans dari Nam Ju Wan.


"Sakit gak?" tanya Yong Jin.


"Sakit Tuan. Berarti ini gak mimpi dong. Yeay...." teriak Hans sambil melompat kegirangan. Dia begitu bahagia karena Woodz sudah kembali.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2