Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 25


__ADS_3

Seperti rencana kepala sekolah, karena kemarin Chanyeol tersesat di hutan, mereka terpaksa pulang hari ini. Namun acara tak selesai sampai disini. Sesuai permintaan Chanyeol bahwa sepulang mereka dari Jepang, mereka akan langsung menuju sekolahnya setelah tiba di Korea.


Dan kini mereka semua tengah perjalanan ke sekolah setelah mendarat di Korea. Semuanya bertanya ada apa kah gerangan. Terlebih semuanya di suruh memakai pakaian yang rapi dan bagus seperti akan berpesta di gedung mewah. Bahkan para wanita berlomba-lomba memakai pakaian terbaiknya dan saling berlomba siapa yang paling cantik di hadapan para lawan jenisnya.


"Oke anak-anak. Karena adanya suatu kendala yang mengharuskan kita kembali ke Korea, maka acara selanjutnya akan berjalan di sekolah. Untuk malam ini kita akan tidur di sekolah. Dan acara selanjutnya yang akan berlangsung adalah pesta topeng. Pesta perpisahan untuk para OSIS yang akan digantikan oleh adik kelasnya. Selamat menikmati semuanya anak-anak. Dan mulailah masuk satu persatu sesuai nomor di kelas kalian dan pilihlah untuk topeng kalian." ucap Kepala sekolah memberi sambutan kepada para siswa.


Para siswa yang awalnya kecewa pun sekarang sudah mulai terlihat begitu bersemangat mendengar apa yang dikatakan oleh kepala sekolah barusan. Mereka terlihat begitu antusias. Karena setiap anak akan masuk dari pintu yang berbeda dan tak tahu siapa itu kalau mereka tak bisa mengenali pakaiannya, mereka tak akan tahu karena dilarang memberitahu siapa nama asli mereka di balik topeng.


Namun Chanyeol tak kehabisan akal untuk mengetahui dimana Gladis berada. Diam-diam dia menyuruh salah seorang guru yang akan memberi Gladis topeng. Chanyeol menyuruh guru itu untuk memberikan topeng yang berbentuk potongan sayap kepada Gladis. Dan pasangan dari topeng itu adalah milik Chanyeol.


Jadi ketika Chanyeol masuk, dia langsung mencari dimana Gladis berada. Dan dia bisa langsung menemukannya. Gladis duduk di sudut sambil makan camilan yang tersedia.


"Hai, gue boleh duduk disini?" tanya Chanyeol.


"Boleh. ohh iya, kita kan gak boleh menyebutkan nama asli kita ya, tapi gimana kita mau kenalannya ya." ucap Gladis.


"Emm... gue udah tahu lo siapa. Nama asli lo Gladis kan?" ucap Chanyeol sambil berbisik.


"Kok lo tahu? lo siapa?" tanya Gladis.


"Kenalin, nama gue Park Chanyeol." ucap Chanyeol memberitahu nama aslinya. Karena dia yakin kalau Gladis tak akan tahu karena selama ini Gladis tahunya dia bernama Chan Lie.


"Kaya nya di sekolah ini gak ada yang namanya Park Chanyeol deh. Yang bermarga Park itu hanya Park Han Sung." kata Gladis sambil menerawang mencari siapa yang bernama Park Chanyeol.


"Memang tidak ada. Aku sepupunya Hans. Anak bungsu di keluarga Park." ucap Chanyeol.


Hanya ini kesempatannya untuk bertemu dengan Gladis sebagai Park Chanyeol yang sebenarnya. Dia ingin menjadi diri sendiri di depan Gladis.


"Tapi darimana lo tahu kalau nama gue Gladis?" tanya Gladis.


"Karena selama ini gue sering perhatiin lo." ucap Chanyeol.


Jika dia sebagai Chan Lin di tolak oleh Gladis, dia ingin menjadi Park Chanyeol yang di Terima oleh Gladis. Semoga dengan Gladis tahu siapa itu Park Chanyeol, maka dia ingin semakin dekat dengan Gladis.


"Tapi, gue lihat lo baik-baik aja?" ucap Gladis melihat dari atas sampai bawah penampilan Chanyeol.

__ADS_1


"Maksud lo?" tanya Chanyeol bingung kenapa Gladis bertanya seperti itu.


"Maksud gue, selama ini Park Chanyeol yang gue tahu sebagai anak bungsu keluarga park, hanyalah seorang pesakitan. Itu setidaknya yang dikatakan oleh Chan-Chan temen gue." ucap Gladis.


"Gue emang sakit. Tapi bukan sakit fisik. Melainkan sakit hati gue. Yang mungkin cuma lo yang bisa sembuhin gue." ucap Chanyeol dengan keseriusan.


Dari balik topeng yang dia pakai, dia menatap Gladis dengan penuh keseriusan. Dimatanya terlihat sekali ketulusan cinta yang terpancar. Namun Gladis enggan untuk menanggapinya karena dia masih mencintai Chan-Chan. Namun dia sadar diri bahwa jurang diantaranya terlalu dalam. Apalagi dengan orang di depannya ini. Kalau dia benar anak bungsu keluarga Park seperti yang dikatakannya, maka lebih dalam lagi jurang yang memisahkan dia.


"Baiklah. Untuk sekarang gue akan percaya kalau lo anak bungsu keluarga Park. Sampai gue bisa lihat wajah lo dan wajah anak bungsu keluarga Park maka gue percaya kalau lo itu dia." ucap Gladis.


"Baiklah.Tapi bisa kan kalau kita menjadi teman?" tanya Chanyeol.


"Tentu. Kenapa tidak?" kata Gladis.


"Perhatian semuanya... kita akan mulai acaranya kali ini. Bagi kalian yang ingin berdansa, maka turunlah di lantai. Jika yang ingin menyumbangkan bakatnya kalian di persilahkan untuk naik ke atas panggung. Dan untuk kalian yang ingin mencoba tantangan baru bagi orang yang baru bertemu, silahkan ke bagian gedung sebelah timur. Maka kalian akan di uji kejodohannya dengan lawan jenis. Siapa jodoh kalian?" ucap MC tersebut.


"Mau ikut ke gedung bagian timur?" tanya Chanyeol.


"Untuk apa?" jawab Gladis yang dengan pertanyaan juga.


"Gini, kita masuk ke dalam ruangan itu bersama dari pintu yang berbeda. Jika kita bertemu di jantung ruangan yang ada patung hatinya,maka kita akan berjodoh sebagai teman. Bagaimana?" tawar Chanyeol.


Akhirnya mereka berdua berjalan bersama namun mereka terpisah karena masuk melalui pintu yang berbeda. Mereka melewati labirin kaca yang di buat serumit mungkin agar mereka sedikit butuh perjuangan untuk melewatinya.


Tidak mudah untuk mencapai tengah-tengah labirin itu. karena yang dilihat hanyalah banyaknya pantulan disana. Gladis sebenarnya sedikit takut karena banyak sekali pantulan dari cermin membuatnya seperti melihat ilusi bayangan yang seram. Namun dia sekuat mungkin untuk mencapai disana. Entah bertemu lagi dengan sosok Park Chanyeol atau tidak.


"Hah... akhirnya sampai juga." ucap Chanyeol yang lebih dulu sampai disana.


Dia berusaha keras mengingat peta yang tadi di lihatnya bersama Gladis sebelum keluar. Pada akhirnya dia bisa sampai di tempat yang dituju dengan susah payah. Tinggal menunggu Gladis yang semoga saja segera sampai.


Jantung Chanyeol tak berhenti berdetak dengan keras. Ia tak bisa menormalkan detak jantungnya. Karena jika dia tak bisa bertemu dengan Gladis sekarang juga, itu tandanya perjuangannya untuk mendapatkan Gladis akan sirna sudah.


Karena dirasa Gladis belum akan sampai, Chanyeol melepaskan topengnya dan menaruhnya di kantung dengan melipatnya. Topeng yang lentur yang bisa dia simpan. Chanyeol merapikan lebih dahulu rambutnya sebelum bertemu dengan Gladis. Namun siapa sangka, sebelum Chanyeol memakai topengnya lagi, Gladis sudah masuk kedalam jantung labirin dan melihat Chanyeol tanpa menggunakan topeng.


"Chan-Chan? Lo ikut masuk juga?" tanya Gladis.

__ADS_1


"Lo cewek yang jadi pasangan cowok tadi?" ucap Chanyeol untuk menghilangkan kegugupan karena ketahuan sama Gladis. Sebisa mungkin dia akan menyembunyikan rasa kagetnya karena Gladis melihatnya tanpa menggunakan topeng. Yang intinya dia sudah tak bisa menjadi Park Chanyeol, melainkan kembali menjadi Chan Lin.


"Emm... iya. Dimana lelaki itu?" tanya Gladis yang tidak tahu kalau cowok tadi adalah orang yang kini berada di depannya.


"Ohh, tadi dia gue suruh masuk di belakang gue. Gue malas masuk dan bertemu dengan Zie." ucap Chanyeol. "Ohh ya, lo siapa?" tanya Chanyeol pura-pura tak tahu.


"Ehh.. emm.. gak penting lo tahu siapa gue." ucap Gladis mengelak dan hendak keluar dari ruangan itu namun tangannya di tahan oleh Chanyeol.


"Emm.. tanpa sengaja kan kita udah ketemu disini. Siapa tahu kalau kita jodoh." ucap Chanyeol. "Ayolah kasih tahu nama lo." rengek Chanyeol.


"Gak. lupain aja." ucap Gladis hendak melepaskan tangan Chanyeol yang memegang lengannya namun cengkeraman tangan Chanyeol lebih kuat darinya.


"Gak bisa gitu dong. Seenggaknya biar gue tahu wajah lo lah, nanti biar gue cari nama lo sendiri." ucap Chanyeol mencoba membujuk Gladis.


"Gak akan. Udah ahh. kita berdua itu gak jodoh. Ini cuma mainan." ucap Gladis setelah berhasil melepaskan tangannya dari Chanyeol lalu pergi dari hadapan Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya menatap punggung Gladis dengan penuh perasaan sakit di hatinya.


"Kamu menerima ajakan lelaki yang baru kamu kenal tadi, tapi kamu tak mau melihatku yang sudah lebih dulu kamu kenal sebagai Chan Lin. Apa kalau tadi aku berkenalan denganmu sebagai Chan Lin, kamu mau berbicara dengan ku?" gumam Chanyeol.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2