Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 16


__ADS_3

"Chan-Chan....." teriakan Gladis membuat riuh satu koridor lantainya.


"Gladis?" ucap Chanyeol yang sudah melihat gadis itu berlari.


"Ohh hai Zie. Lo Zie kan murid baru itu? Emm.. gue pinjam Chan-Chan nya sebentar ya. Gak papa kan?" ucap Gladis pada Zie.


"Ta-tapi..." ucapan Zie terpotong.


"Udahlah Zie. Lagian emang kita gak ada yang mau di omongin kan? Ya udah yuk Dis." ucap Chanyeol sambil hendak menarik tangan Gladis namun Zie mencegahnya.


"Tapi kan Chan, gue..." Lagi-lagi ucapan Zie terpotong. Kali ini oleh Han Sung yang baru saja datang bersama Taeyong dan Jihoon.


"Lo apa? Lo bukan siapa-siapa nya ini. Udah Chan, sono pergi sama Gladis." ucap Han Sung.


"Oke, makasih ya Hans ganteng." ucap Gladis yang kini lebih bersemangat menarik tangan Chanyeol.


Sepeninggalan Chanyeol dan Gladis, Zie menatap tajam ke arah Han Sung. Dia tidak suka kalau Chanyeol di biarkan berdekatan dengan wanita lain.


"Lain kali, lo gak berhak bilang gitu ke gue. Karena lo tahu kan, gue itu tunangannya Chanyeol. Jadi gue berhak ngatur Chanyeol buat deket sama siapa aja. ingat itu." kata Zie sambil menunjuk wajah Han Sung.


"Hei... santai dong. Lo baru tunangannya ini. Dan emangnya Chanyeol mau tunangan sama lo? Nganggap lo aja kagak. Jadi dia bebas dong mau dekat sama siapa aja." balas Han Subg dengan tak kalah sengit.


"Lagian lo jadi cewek ganjen banget sih. Iya kalau lo emang bener temen masa kecil Chanyeol. Tapi gak usah pakai tunangan tunangan segala kali." ucap Taeyong yang tadi sudah di beri tahu oleh Han Sung masalah yang sedang di alami Chanyeol karena kedatangan Zie yang mengaku sebagai teman masa kecil Chanyeol.


"Loh emangnya kenapa? Aku dan Chanyeol dulu itu saling cinta. Hanya karena aku pergi keluar negeri bersama orang tua gue, bukan berarti cinta kita luntur kan ya." ucap Zie tak mau kalah dari ketiga teman Chanyeol itu.


"Sudahlah. Biarin aja dia ngehalu jadi tunangan Chanyeol. Toh kita juga tahu Chanyeol seperti apa. Tak akan mungkin dia suka sama gadis kaya gini." ucap Jihoon lalu mendahului kedua temannya pergi dari sana untuk masuk ke dalam kelas.


Taeyong ikut berjalan mendahului Han Sung dan dengan sengaja dia menabrakkan lengannya hingga mengenai badan Zie. Zie sedikit condong ke arah kiri karena senggolan dari Taeyong sedikit keras untuknya yang seorang wanita.


"Kenapa ya gue punya perasaan kalau lo itu gadis tteokbokki yang palsu?" bisik Han Sung saat melewati Zie lalu berlalu begitu saja seperti tak terjadi apa-apa. Sedangkan Zie mengepalkan tangannya.


Di tempat Chanyeol dan Gladis berada. Gladis menarik Chanyeol untuk sampai di tempat persembunyian Gladis selama ini yang jarang sekali diketahui oleh para siswa. Gladis mendorong masuk Chanyeol yang tanpa protes mengikuti Gladis. Bagaimana mau protes kalau tubuhnya terfokus pada tangannya yang tadi di genggam oleh Gladis. Bahkan dia menatap telapak tangan nya tadi yang mungkin tak akan dia cuci selama seminggu agar bau harum dari tangan Gladis masih menempel.

__ADS_1


"Ya! Chan-Chan... kenapa lo melihat tangan lo sampai segitunya sih." ucap Gladis.


"Eh.. enggak. Ohh ya, ini tempat apaan? Gue baru tahu kalau ada tempat seperti ini di sekolah." ucap Chanyeol.


"Ini tempat rahasia gue. Dan lo orang pertama yang gue ajak masuk kesini." ucap. Gladis dengan menunjukkan wajah sumringah nya.


"Ohh jadi gue orang satu-satunya yang lo ajak kesini. Terus maksud lo ajak kesini apaan?" tanya Chanyeol duduk di depan Gladis yang tengah membuka catatan di meja kecil tengah-tengah ruangan.


"Bantuin gue dong. Gue mau buat malam perpisahan osis di kemah musim panas nanti. Dan gue mau ini jadi surprise buat semuanya. Jadi gue mau ini di rahasiain. Tapi gue gak bisa buat sendiri. Dan di sekolah ini gue gak pernah tahu orang yang bisa nyimpan rahasia selain lo." ucap Gladis.


Dalam hati Chanyeol tersenyum karena dia merasa menjadi orang yang beruntung di mintai bantuan oleh Gladis, gadis yang di sukainya. Terlebih dia orang satu-satunya yang baru diajak ke tempat rahasia Gladis.


"Lo mau gue yang bantuin lo? Emangnya lo kagak takut gue ngerusak acara lo? lo kan tahu kalau gue itu si trouble maker." ucap Chanyeol.


"Se trouble maker nya lo, gue yakin ada alasan lo jadi trouble maker. Entah itu hanya untuk mencari jati diri lo atau alasan yang lain seperti keluarga. Tapi yang gue tahu, lo orang paling baik yang pernah gue kenal. Bahkan lo dengan tidak sungkan nya menolong gue walaupun selama kita sekolah disini, belum pernah sekalipun gue bicara sama lo." ucap Gladis.


"Itu cuma kebetulan aja. Walaupun kita gak pernah saling mengobrol atau hanya bertegur sapa, tapi gue juga tahu kali siapa gadis di peringkat ketiga sekolah ini yang rangking nya selalu berada di bawah gue. Menempel gue. l" ucap Chanyeol.


"Iya sekarang gue di peringkat tiga. Tapi kan dulu sebelum ada Han Sung gue di peringkat kedua. Tu anak makan apa sih? Ngalahin lo aja gue udah susah. Apalagi ngalahin Albert Einstein kaya dia." ucap Gladis yang mungkin berada di luar jalur pembahasan.


"Ya gak lah. Bantuin gue dong. Gue bingung nih mau gimana." ucap Gladis yang tak mempan dengan wajah tampan Chanyeol barusan. Padahal jika mantan-mantannya melihat Chanyeol melakukan itu, mereka akan langsung terpesona akan ketampanan Chanyeol.


Justru sebaliknya, Chanyeol justru terpesona akan senyum memohon Gladis yang terlihat begitu imut dimatanya itu. Selama ini dia merasa tak pernah melihat gadis yang semanis ini. Dia semakin di buat tergila-gila oleh Gladis.


"Terus gue harus bantuin lo apa, hmm? Nyanyi di depan semuanya?" ucap Chanyeol asal.


"Nah boleh tuh. Lo kan pinter nyanyi. Sekalian ajak temen geng lo itu." ucap Gladis.


"Kalau gue mau duetnya sama lo?" tawar Chanyeol.


"He? Gue? Lo gak salah? Gue mana bisa nyanyi. Gue itu kalau buat telinga orang lain rusak itu baru. Tapi kalau buat orang lain memuji gue itu baru hal yang susah." ucap Gladis.


"Nanti gue ajarin." ucap Chanyeol. "Sekalian gue ajarin dance." lanjutnya.

__ADS_1


"Ogah ahh. Lo aja yang nyanyi nanti. Biar pada makin klepek-klepek sama lo. Lagian ya gue itu gak ada bakat musisi sama sekali." kata Gladis.


"Iya deh. Terus acaranya cuma nyanyi doang nih? Gak akan asyik dong. Gimana kalau sambil pesta dansa gitu? Pasti pada suka kan? Apalagi yang pada pacaran." ucap Chanyeol memberi saran.


"Nah boleh juga tuh. Meskipun itu sama aja gali lubang buat gue." kata Gladis.


"Emangnya kenapa pakai gali lubang segala?" tanya Chanyeol.


"Kan pesta dansa itu butuh pasangan, sedangkan gue siapa pasangan gue? pacar aja kagak punya." ucap Gladis, dan itu jujur membuat Chanyeol kaget.


Apakah lelaki di sekolah ini itu buat sampai tak melihat gadis secantik Gladis ini. Sampai sampai tak ada yang mencoba mendekatinya.


"Memang nya lo kagak ada temen cowok yang deket sama lo apa?" tanya Chanyeol.


"Cuma lo doang temen gue. Di sekolah ini gue gak bisa sedekat sama yang lain selain sama lo. Entah kenapa lo itu seperti seseorang yang begitu dekat sama gue. Jadi ya untuk pesta dansa nanti gue gak bakal bisa ikut lah." ucap Gladis.


"Kalau gitu lo sama gue besok. Titik. itu keputusan yang di buat untuk bayaran gue kasih saran lo hari ini." Chanyeol membungkam Gladis dengan omongan itu.


Gladis tak tahu harus menjawab apa. Dia ingin seperti perempuan yang diperlakukan seperti barusan. Namun dia tak pernah bermimpi bahwa Chanyeol lah orang yang akan menjadikannya pasangan di pesta dansa nanti.


Siapa yang tak mau menjadi pasangan pesta dansanya. Dia terlalu tinggi untuk Gladis bermimpi mendapatkan pasangan seperti Chanyeol. Namun ini juga tak bisa membuatnya menolak karena jujur dia juga ingin di perlakukan seperti ini. Sungguh anugerah untuk Gladis.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2