Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 35


__ADS_3

Mereka berempat masih saling diam tanpa dengan pikiran kosong masing-masing. Yohan kembali termenung dengan menatap Yura dari luar. Begitupun juga Chanyeol yang seperti kehilangan harapan hidupnya. Dia terlihat lebih kacau daripada Yohan.


Ela dan Yong Jin juga duduk diam tanpa kata. Mereka masih menatap Yura dari balik kaca. Tak tahu harus bagaimana. Terlebih Ela. Karena baginya penyakit ini adalah momok yang begitu menyeramkan baginya.


Yong Jin tiba-tiba saja bangun dari duduknya lalu berjalan ke luar ruangan. Di rasakan nya handphone dalam sakunya bergetar. Dia melihat nama siapa yang menelfonnya. ternyata anak perempuannya yang menelfonnya.


^^^"Halo Pa. Papa sama mama kemana? Kenapa rumah di San Francisco kosong?" tanya Minky dari sebernag yang ternyata tengah berada di San Francisco. ^^^


"Papa sekarang sedang berada di Korea. Yura masuk rumah sakit. Dia sakit. Ajaklah Jun pulang ke Korea. Temui saudara kalian." ucap Yobg Jin berharap kedua anak kembarnya itu nanti akan kesini.


^^^"Tapi Pa, aku ke San Francisco karena ada seminar penting yang harus aku ikuti. Lagipula Jun juga sedang ada acara Fashion week di Paris. Mana mungkin aku menyuruhnya untuk segera pulang ke Korea Pa." ucap Minky. ^^^


"Batalkan semuanya selagi kalian masih ada waktu untuk bertemu dengan Yura. Karena jika kalian tidak pulang sekarang, maka kemungkinan kalian selamanya tak akan pernah bertemu dengan Yura. Selamanya." ucap Yong Jin membuat Minky semakin penasaran dengan apa yang terjadi dengan Yura.


^^^"Papa, sebenarnya apa yang terjadi pada Yura? Kenapa papa bicara seperti itu seolah-olah Yura akan meninggal." tanya Minky. ^^^


"Yura mengidap penyakit mematikan. Dia mengidap kanker pankreas stadium akhir. Dia mengidap penyakit yang sama seperti ayahnya." ucap Yong Jin membuat Minky terkejut di ujung telfon.


^^^"Yura....." Minky terdengar mulai terisak. Yong Jin yakin anaknya itu menangis. Karena terdengar isakan tangis yang semakin lama semakin keras. ^^^


"Pulanglah nak. Ajak Jun juga. Papa tidak mau kalian menyesal di kemudian hari." ucap Yong Jin lalu mematikan telfonnya.


Setelah mematikan sambungan telfon dengan anaknya tadi, Yong Jin lalu jatuh terduduk dengan bersandar pada tembok. Dia memikirkan perkataan Chanyeol yang dirasa memang benar adanya. Memang benar itu faktanya. Ada sebersit penyesalan yang bersarang pada hati Yong Jin. Dia merasa jauh dari Chanyeol walaupun Chanyeol berada tepat di hadapannya.


Yong Jin baru sadar bahwa dia mungkin orang tua terbaik karena mencukupi semua kebutuhan anaknya dengan materi. Tapi dia orang tua terburuk karena tidak memberikan kasih sayang yang penuh untuk Chanyeol. Bahkan dia tidak tahu apa saja yang di lalui oleh Chanyeol. Bagaimana dia bisa tumbuh menjadi remaja yang beranjak dewasa dengan sejuta bakat dan kepintarannya. Bahkan ketampanannya bak pangeran pun tidak dia sadari. Dia tidak tahu sejak kapan anaknya memiliki pesona seperti itu.

__ADS_1


Selama ini yang dia perhatikan hanya Junnie dan Minky karena mereka berdua memiliki pemikiran yang sama seperti dia dan Ela. Tapi Yong Jin tidak sadar bahwa anak bungsunya juga memiliki bakat terpendam. Dia hanya butuh diasah lebih dalam lagi.


Yong Jin tidak tahu bahwa selama ini Chanyeol merasakan kesepian. Di saat anak seumurannya membutuhkan kasih sayang orang tuanya, dia justru harus sering di tinggal bekerja oleh orang tuanya. Jika bukan karena dia sengaja membuat masalah, dia juga tidak akan di perhatikan oleh orang tuanya. Orang tuanya tak akan pernah pulang hanya demi bercanda dengan anaknya.


Chanyeol selalu iri jika melihat saat weekend teman-temannya bermain di taman bersama keluarganya. Bercanda ria atau menonton bioskop bersama dengan keluarganya. Pernah suatu ketika saat hari keluarga, Chanyeol membeli semua tiket di bioskop hanya demi dia tidak melihat para keluarga yang ingin menghabiskan waktu mereka bersama di bioskop keluarga. Sedangkan dirinya hanya seorang diri tanpa keluarga.


Yong Jin teringat kembali masa dimana Chanyeol bersekolah. Waktu itu wali murid di haruskan untuk datang. Dan datangkah Yong Jin di sana. Saat itu dia tidak tahu kalau Chanyeol akan berada di atas panggung membacakan sebuah puisi. Namun ternyata itu bukan hanya puisi biasa. Melainkan puisi yang isinya tentang curahan hatinya yang selalu kesepian di tinggal oleh keluarganya bekerja.


Yong Jin masih ingat saat itu. Sampai di rumah Yong Jin memarahi Chanyeol habis-habisan. Yong Jin memarahi Chanyeol hanya karena baginya Chanyeol membacakan puisi yang membuatnya malu.


Tanpa terasa air mata Yong Jin mengalir di pipinya. Dia menyesali semua perilakunya kepada Chanyeol. Dia salah menjadi orang tua. Dia telah menjadi orang tua yang buruk untuk Chanyeol. Semua perlakuan Chanyeol kepadanya memang lah hal yang seharusnya Chanyeol lakukan jika Yong Jin berada di posisi Chanyeol. Yong Jin selama ini selalu memarahi Chanyeol bahkan mengancam Chanyeol. Tapi ternyata justru dialah orang yang berperan membuat Chanyeol memiliki sifat seperti itu.


Yong Jin rasanya ingin sekali memutar waktu. Dia ingin kembali ke waktu ketika Chanyeol masih kecil. Bermain bersamanya seperti yang dilakukan banyak anak dengan orang tuanya. Yong Jin ingin memperbaiki kesalahannya yang dulu dia lakukan terhadap Chanyeol. Namun sayangnya, dia bukan Tuhan yang bisa dengan mudahnya memutar waktu jika Dia menginginkannya. Yong Jin menyesali semua waktu yang terbuang percuma itu.


...***...


^^^"Halo Minky, ada apa lo hubungi gue? Gue lagi kerja nih." ucap Junnie ketika dia mengangkat telfon dari Minky. ^^^


"Kita di suruh pulang ke Korea sama bokap. Sekarang! " ucap Minky langsung ke intinya.


^^^"Lo gila? Gue sedang ada acara fashion week sekarang. gak bisa gitu aja gue tinggal. Gila ya lo." ucap Junnie yang merasa bahwa Minky itu sudah gila karena menyuruhnya untuk pulang ke Korea tapi dengan keadaan dia harus segera menyelesaikan tugasnya disini. ^^^


"Gak ada waktu lagi Jun. Lo harus ikut gue balik ke Korea sekarang." desak Minky.


^^^"Memangnya ada apa sih? Kenapa gue harus segera ke Korea?" tanya Junnie. ^^^

__ADS_1


"Yura sakit. dan dia mengidap kanker pankreas stadium akhir." ucap Minky membuat Junnie kaget mendengarnya.


^^^"Lo serius Min? Lo gak bohong sama gue kan?" tanya Junnie uang yang masih tak percaya. ^^^


"Bener Jun. Bokap sendiri yang barusan bilang. Dia barusan telfon gue dan nyuruh kita mesti pulang sekarang. Padahal gue juga udah bilang kalau gak bisa karena harus meeting penting sekarang. Tapi kata bokap ini menyangkut hidup dan mati Yura. Gue juga gak tahu persisnya gimana keadaan Yura, tapi setidaknya kita harus pulang sekarang dan lihat sendiri bagaimana keadaan Yura." ucap Minky.


"Oke, ini demi Yura dan persahabatan. Gue akan melepas fashion week ini. Kita ketemu di Korea besok." ucap Junnie lalu menutup panggilan itu.


Pada akhirnya, mereka berangkat ke Korea hari itu juga dari negara yang berbeda. Negara yang mereka tempati masing-masing. Mereka sudah membatalkan semua schedule untuk beberapa hari kedepan. Mereka tak ingin menyesal di kemudian hari.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2