
Han Sung masih terus memandangi seluruh pemandangan yang terlihat dari dalam kantornya itu. Tiba-tiba saja Han Sung jadi teringat akan pertemuan pertamanya dengan Zie. Cinta pertamanya yang kini tengah menunggu untuk Han Sung menjemputnya kembali ke Korea. Namun waktu belum mengizinkan Han Sung untuk menjemput Zie. Bahkan anak buah yang kemarin di suruh oleh Chanyeol untuk menjemput Zie pun gagal membawa Zie kembali ke Korea.
Semua itu karena Zie menolaknya. Dia berkata kalau bukan Han Sung sendiri yang menjemputnya kesana, dia tidak akan kembali ke Korea. Berapapun uang yang di bayarkan untuk orang tuanya, Zie tetap menolaknya. Dia seperti itu karena ingin melihat seberapa besar usaha Han Sung untuk membawanya kembali ke Korea. Jika memang Han Sung serius mencintainya, pasti dia akan mencari cara agar bisa membawa Zie kembali.
"Tunggu aku Zie. Aku janji akan membawamu kembali ke Korea. Mungkin tidak sekarang, tapi nanti ketika aku sudah lebih kuat dari sekarang." gumam Han Sung.
Saat Han Sung masih memandangi keindahan Seoul, tiba-tiba ia di kagetkan oleh suara seseorang yang berteriak di depan pintunya. Han Sung yang pada dasarnya tengah melamun memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan pun kaget karena orang itu.
"Ehh setan, kagetin gue aja. Lo pada mau gue besok muncul di koran dengan judul 'wakil CEO perusahaan Park mati jantungan di kantornya'. Mau lo gue kaya gitu?" tanya Han Sung sambil mengelus dadanya melihat tingkah laku dua orang yang ada di depannya. Siapa lagi kalau bukan Taeyong dan Jihoon.
"Salah siapa lo kita ketuk pintu lo gak ada sahutan dari dalam. Ya udah gue buka aja pintunya. Gue lihat lo lagi ngelamun ya gue teriak aja. Gak guna kalau gue panggil pelan tapi lo kagak denger." ucap Jihoon.
"Mulut lo aja yang udah kelewat kaya toa. Gue bisa bisa tuli kalau tiap hari denger suara teriakan cempreng lo itu." ucap Taeyong yang dari tadi ternyata merasa risih dengan suara teriakan Jihoon.
"Lo pada ada urusan apa di sini? Mau ngajakin main? Kagak bisa, kerjaan gue masih numpuk noh." ucap Han Sung.
"Gue kangen lah sama Lo. Lagian gue juga udah ke rumah Chanyeol tapi kata bibi seluruh penghuni rumah tengah pergi ke Amerika. Ada acara apaan? Tumben tuh anak ngikut ortunya." ucap Jihoon.
"Kalau Om dan Tante tadi pagi berangkat ke San Francisco buat urusan bisnis. Kalau Chanyeol udah pergi dari kemarin ke Los Angeles untuk kuliah di sana." ucap Han Sung.
"Apa lo bilang? Los Angeles? Kuliah?" tanya Taeyong dan Jihoon bersamaan saat mendengar tentang kabar kemana perginya Chanyeol.
"Iya, Chanyeol pergi ke Los Angeles kemarin siang. Dia akan masuk kuliah di Los Angeles College of Music." ucap Han Sung semakin membuat yang lain kaget.
"Ya! kenapa dia tidak memberitahuku?" tanya Taeyong dengan nada sedikit membentak sembari menggebrak meja.
"Ya mana gue tahu?" ucap Han Sung sambil mengangkat bahunya.
"Lo juga, kenapa gak beritahu gue kalau Chanyeol udah berangkat ke Los Angeles kemarin?" kali ini Jihoon bertanya.
__ADS_1
"Ya mana gue tahu kalau kalian belum di kasih tahu. Ya gue pikir kalian juga udah tahu kalau Chanyeol mau kuliah di sana." kata Han Sung enteng. Dia tidak menghubungi Taeyong dan Jihoon karena dia pikir bahwa dia orang di depannya itu sudah tahu. Dan mereka tidak datang karena di minta Chanyeol untuk tak perlu ikut mengantarnya.
"Terus kapan dia akan balik ke Korea?" tanya Jihoon lagi.
"Dia bilang katanya dia akan kembali ke Korea enam sampai delapan tahun lagi. Tapi gue juga gak tahu pastinya. Kalau mimpinya sebagai musisi terkenal belum juga tercapai, dia tidak ingin kembali ke Korea.
" Kalau sampai dia berumur empat puluh tahun tapi belum juga sukses dengan karir yang di jalaninya gimana?"tanya Taeyong.
"Ya dia gak akan pulang ke Korea. Itu yang dia katakan." ucap Han Sung. Tapi dia tak pernah berpikir kalau Chanyeol akan gagal. Kalaupun Chanyeol gagal sekali, dia pasti akan terus berjuang sampai sukses. Han Sung tahu bahwa Chanyeol bukan orang yang patah semangat.
"Yah, kita gak ketemu dia dong." ucap Jihoon.
"Makanya doain Chanyeol supaya dia cepat berhasil dan segera kembali dengan kemenangan." ucap Han Sung kepada Taeyong dan Jihoon. Dalam hatinya pun dia juga berdoa semoga Chanyeol bukan hanya mendapatkan kesuksesan nya tapi juga bisa melupakan trauma hatinya. Han Sung berdoa yang terbaik untuk Chanyeol.
"Lo jadi kuliah dimana?" tanya Taeyong tiba-tiba.
"Gue udah masukin ke Universitas Seoul jauh-jauh hari. Dan gue udah ketrima di sana. Jadi gue minggu depan udah masuk kuliah." ucap Han sung.
"Serius lah. Masak iya gue bohong. Ngapain juga gue bohong, gak ada untungnya ini buat gue." jawab Han Sung.
"Yeay.... akhirnya kita barengan lagi..." teriak Jihoon kegirangan sambil memeluk Han Sing dan Taeyong yang terlihat sekali bahwa keduanya tidak suka melihat perlakuan Jihoon yang kaya anak kecil itu.
"Maksud lo kita barengan lagi apaan?" tanya Han Sung yang belum tahu apa maksud dari perkataan Jihoon. Dia juga mendorong Jihoon agar melepaskan pelukannya.
"Sebenarnya ni anak ngajakin gue kesini cuma mau bilang ke elo kalau dia juga ke trima di Universitas Seoul. Jadi kita bertiga bakalan bareng lagi kalau lo juga ketrima di Universitas Seoul. Soalnya gue juga ketrima di Fakultas Manajemen Universitas Seoul." ucap Taeyong terlihat sekali bahwa dia pasrah dengan nasib karena harus satu sekolah lagi dengan Jihoon.
"Wah... nasib gue soal banget sih bisa satu kampus sama lo. Lo fakultas apa coba?" tanya Han Sung.
"Gue akuntansi. Kalau lo?" tanya Jihoon balik.
__ADS_1
"Ya ada untungnya lah. Gue di bisnis. Jadi kita gak sering ketemu. Bosen gue ketemu lo terus." ucap Han Sung.
"Iya bener Hans, kita gak akan pernah ketemu karena beda fakultas." ucap Taeyong yang bernafas sedikit lega karena berbeda fakultas dengan Jihoon. Mereka bukannya tidak suka dengan Jihoon. Mereka hanya malu saja jika sifat Jihoon masih seperti anak kecil di umurnya yang sudah mau kepala dua itu.
"Siapa bilang kita gak akan pernah ketemu?" kata Jihoon tiba-tiba. "Asal kalian tahu ya, gedung bisnis, manajemen dan akuntansi itu berada di komplek yang sama. So, kita satu parkiran. Kita bisa berangkat bareng atau pulang bareng kalau jadwalnya kebetulan sama. Kita juga bisa sering ketemu di kantin gedung kita. Jadi kita gak akan terpisahkan lagi meskipun fakultasnya berbeda. Lagian apa salahnya sih kalau kita jadi satu lagi?" jelas Jihoon panjang lebar.
"Salahnya lo kaya anak kecil." ucap Taeyong dan Han Sung bersamaan.
Taeyong dan Han Sung menunjukkan muka tak enak di pandang. Mereka begitu muram mendengar apa yang dikatakan oleh Jihoon. Sungguh dunia memang sempit karena mereka harus bertemu lagi dengan Jihoon yang super cerewet dan seperti anak kecil itu. Ya walaupun juga kalau gak ada dia mereka pun terasa sepi.
"Tau gitu gue ikut Chanyeol aja ke Los Angeles." gumam Han Sung.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.