
Chanyeol tertidur sangat nyenyak sampai-sampai dia tidak sadar kalau hari sudah mulai malam. Chanyeol merasakan silau ketika lampu kamarnya tiba-tiba menyala. Dia membuka matanya dan sedikit mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan dengan ruangan yang terang. Sejenak dia seperti melihat siluet seorang wanita berdiri di depan kamarnya. Namun dia tidak menghiraukan nya. Dia memilih untuk bangun dari tidurnya dan duduk di tepi ranjang sambil menundukkan wajahnya. Namun dia baru sadar kalau siluet itu benar
orang ketika dia mendengar suara seseorang.
"Kamu sudah bangun? Baru saja aku mau membangunkanmu." ucap seorang wanita yang berdiri di ambang pintu.
Chanyeol melihat sebentar untuk mengetahui siapa wanita itu. Dia pikir mungkin Krystal, karena tidak mungkin dia Scarlett. Scarlett tidak memanggilnya kamu, tapi dengan sebutan Oppa. Namun saat Chanyeol melihatnya, kening Chanyeol berkerut. Dia tak kenal dengan wanita itu.
"Siapa kamu? Kenapa bisa masuk kamarku?" tanya Chanyeol karena seingatnya dia mengunci pintu kamarnya. Kalau tidak salah.
"Kamu tidak mengunci pintunya saat tadi ku periksa. Makanya aku bisa membuka pintu kamarmu." ucap gadis itu dengan menunjukkan senyum manisnya.
"Lalu kamu siapa?" tanya Chanyeol lagi.
"Nanti saja kamu bertanya. Sekarang kamu mandi dan segeralah keluar menuju meja makan. Yang lain sudah menunggumu." ucap gadis itu dengan lembut.
"Baiklah. Aku akan segera ke sana. Beri aku waktu sepuluh menit." ucap Chanyeol lalu gadis itu pergi menghilang dari depan kamarnya.
Chanyeol pun melihat ke arah jam. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Pantas saja dia sudah tidur lama sekali sampai melewatkan matahari terbenam pertamanya di Los Angeles. Dia sudah tertidur lima jam lamanya. Chanyeol pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan segera bersiap. Dia memakai kaos oblong putih. Dia paling suka dengan kaos oblong polos putih atau hitam. Dan jika ada acara hanya di tambah dengan jas atau kemeja saja.
Selesai mandi, Chanyeol langsung keluar kamar dan segera menuju meja makan dimana semuanya tengah menunggunya. Dia juga melihat gadis berwajah asing yang tadi membangunkannya di kamar. Gadis itu duduk diantara Krystal dan Scarlett pada meja makan berbentuk lingkaran itu. Kepalanya masih penuh dengan pertanyaan siapa gerangan wanita itu? kenapa dia begitu terlihat dekat sekali dengan keluarga Yong Bin? Bahkan Chanyeol bisa melihat kalau Scarlett terlihat lengket sekali dengan gadis itu. Padahal setahun ya, Scarlett bukan orang yang mudah dekat dengan orang asing. Namun dia mengurungkan niatnya untuk bertanya karena cacing di perutnya sudah berdemo ingin makan makanan yang ada di meja makan itu.
"Chanyeol sini nak, duduk di samping Om." ucap Krystal sambil mengambilkan piring untuk Chanyeol.
"Makasih tante." kata Chanyeol.
"Bagaimana tidurmu nyenyak? kamarnya nyaman kan?" tanya Krystal lagi.
"Terimakasih kasih Om Tante, tidurku sangat nyenyak karena design kamar yang kalian buat." ucap Chanyeol sungguh-sungguh berterimakasih.
"Iya, saking nyenyak nya sampai aku harus membuka pintu kamarnya sendiri untuk membangunkannya Ma." ucap gadis yang dari tadi membuat Chanyeol penasaran.
"Ma?" tanya Chanyeol ketika gadis itu memanggil Krystal dengan sebutan Mama seperti Scarlett.
__ADS_1
"Kenapa kaget? Aku memang memanggilnya Mama." ucap gadis itu kepada Chanyeol. Chanyeol menatap Yong Bin untuk meminta penjelasan.
"Om lupa. Kenalin nak, ini Freya, anak angkat Om yang sudah menjadi bagian keluarga kita sejak sepuluh tahun yang lalu." ucap Yong Bin menjelaskan siapa gadis yang ada di depan Chanyeol itu.
"Anak angkat Om? sepuluh tahun yang lalu? Kenapa aku tak pernah sekalipun bertemu dengannya?" tanya Chanyeol yang penasaran kenapa dia sama sekali belum pernah bertemu dengan gadis itu.
"Karena selama sepuluh tahun ini, kak Freya lebih memilih sekolah di asrama. Dia jarang sekali pulang ke rumah. Pulang pun paling lama cuma seminggu. Jadi dia tak pernah ikut acara keluarga." jawab Scarlett.
"Tapi Freya pernah kok sekali ikut ke Korea. Kalau tidak salah waktu itu meninggalnya kakek nenek kalian. Mungkin kalian pernah bertemu. Tapi kalian lupa." ucap Krystal.
"Ma, itu sudah sepuluh tahun yang lalu. Aku aja tidak ingat seperti apa wajah kakakku yang ada di New York apalagi dengan dia yang baru bertemu sekali." jawab Freya yang memang dia benar-benar tak tahu kalau punya kakak sepupu angkat yang begitu tampan seperti Chanyeol.
"Betul tante. Dulu waktu kakek nenek meninggal, memang banyak sekali keluarga besar yang membawa anak kecil. Tapi aku akan masih tetap mengingatnya meskipun sudah berlalu lama sekali. Tapi aku sama sekali tidak ingat tentang Freya karena mungkin dia bersekolah di asrama." ucap Chanyeol.
"Bener juga itu Ma. Ohh ya Ma, kapan kamarku akan di buat seperti kamar milik Oppa?" tanya Scarlett yang tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan.
"Nanti kalau kamu sudah lulus." jawab Yong Bin.
"Makanya kalau mau nonton film dengan keras tu di bioskop. Kalau mau denger musik dengan keras ya nonton konser." ucap Chanyeol membuat Yong Bin dan Krystal tertawa.
"Nah benar tuh kata Oppa mu. Kalau Oppa mu kan memerlukan kamar seperti itu karena untuk bekerja. Dia membutuhkannya untuk membuat lagu, berkreasi. Bukan cuma buat happy-happy di kamar dengan nonton film atau mutar lagu." ucap Yong Bin.
"Ahh papa mah gitu, sama keponakan sayangnya minta ampun, sama Scarlett kok gitu." rajuk Scarlett.
"Udah udah, bahas itunya besok lagi. Ini keburu dingin makanannya." ucap Krystal yang selalu menjadi penengah antara ayah dan anak itu.
Suasana makan malam mereka kembali hening. Namun itu hanya berlaku lima menit saja ketika Yong Bin kembali angkat bicara.
"Chanyeol, kamu mau kuliah dimana?" tanya Yong Bin.
"Aku sudah mendaftar di Los Angeles College of Music Om. Bahkan aku sudah ketrima kuliah di sana." ucap Chanyeol.
"Wah lumayan itu, irit ongkos. jalan kaki pun sampai." kata Yong Bin.
__ADS_1
"Maka dari itu Papa menyarankan aku untuk tinggal di sini saja bersama Om. Daripada harus membeli rumah. Mending uangnya buat beli kebutuhanku selama di sini saja." kata Chanyeol. "Lagi pula aku juga betah di sini." kata Chanyeol lagi dengan wajah yang bahagia.
"Kenapa Oppa tidak kuliah di New York aja? katanya Kak Bright di sana bertemu dengan Junnie Oppa." ucap Scarlett.
"Oppa tidak mau jadi satu dengan kak Jun atau kak Minky. Oppa tidak suka aja." ucap Chanyeol. "Lagipula memang Oppa dari dulu ingin sekolah di sini." kata Chanyeol kembali.
"Tante dengar Minky juga menjadi dosen di Harvard? benarkah?" tanya Krystal.
"Benar Tante. Awalnya mama juga kekeh ingin memasukkanku ke sana. Tapi aku tidak mau. Pokoknya aku mau kuliah di sini. itu sudah menjadi pilihanku. pilihan hidupku." ucap Chanyeol tegas.
"Orang tuamu memang seperti itu." kata Yong Bin.
"Ya Om tahu sendirilah bagaimana sifat dan tabiat kedua orang tuaku." ucap Chanyeol sambil tersenyum. Tapi bukan senyum seperti tadi. melainkan seperti senyum penuh kesedihan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Guys... maaf ya kemarin aku tidak upload. soalnya ada sedikit kendala jadi tidak bisa update. maaf ya...
__ADS_1