
Pagi hari Key bangun dalam pelukan Kevin. tubuh mereka masih terpampang polos tak menggenakan pakaian sehelai pun. hanya selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Wajah Key memerah malu. dia masih ingat tadi malam bahwa dia yang lebih agresif.
kenapa juga aku ini bisa se agresif itu? memalukan. batin Key.
Key melihat ke sampingnya. Kevin yang masih tertidur pulas sambil memeluk dirinya. dia membelai lembut pipi calon suaminya itu. entah setan dari mana dia memajukan wajahnya dan memberanikan diri mencium bibir suaminya.
Namun saat hendak ingin melepaskan ciuman itu, Key kaget karena tangan Kevin menahannya. dan kini ciuman itu menjadi *******. sangat lembut hingga Key tersadar dan melepaskannya.
"kamu sudah bangun?" kata Key tergagap.
"iya.untung aku bangun tepat waktu jadi dapat morning kiss dari kamu. makasih sayang." kata Kevin genit sambil tangannya bergerilya mencari bagian sensitif milik Key didalam selimut.
"Kyaaa..." Key berteriak karena kaget dengan ulah Kevin hingga tak sengaja menendang perut Kevin dengan lututnya.
"aww sakit sayang. kamu kenceng banget nendang nya. aku kan cuma bercanda." kata Kevin memegang perutnya.
"ya siapa suruh ngagetin aku. aku juga gak sengaja. reflek aja."
"berarti kalau aku gak ngagetin kamu mau ya?" goda Kevin.
"gak juga." kata Key langsung bangun dan masuk ke kamar mandi mengunci pintunya agar Kevin gak ikut masuk.
Namun yang tidak diketahui Key, bahwa kamar mandi itu mempunyai dua pintu. yang satu langsung terhubung di balkon. saat Key sedang berendam menikmati keindahan menara Eiffel lewat pintu kaca yang Key kira cuma jendela kaca. Key memejamkan matanya menikmati relaksasi dari aroma bunga yang dia campur dengan air untuk merendamnya.
Kevin masuk dari pintu satunya secara perlahan hingga Key tak mengetahuinya. saat dirasakan ada sebuah pergerakan dibawahnya, Key pun terlonjak kaget dan mendapati Kevin sudah berada di depannya ikut berendam.
__ADS_1
"Kamu kok bisa masuk? bukannya udah aku kunci pintunya?"
"aku kan punya kunci cadangannya." alasan Kevin agar Key tak mengetahui pintu daruratnya.
"aku mau berendam, kamu mandi ya mandi aja sana di shower." kata Key yang mulai melepaskan pelukan Kevin yang kini sudah pindah dibelakang Key sambil memeluk Key.
"kamu diem gak? kalau gak diem, aku bakal makan kamu disini." ancam Kevin karena baginya ini posisi yang cepat bikin terangsang.
Akhirnya Key pun tenang. dan dia memposisikan tubuh yang enak dalam dekapan Kevin. dia memandang kota Paris dengan indahnya sambil bercengkrama dengan Kevin.
"ahh sayang, Lama-lama sempit ini. gak leluasa." kata Key yang mulai lagi bergerak mencari posisi yang enak karena dirinya mulai pegal.
"kalau kamu gerak lagi jangan salahin aku berkat kamu disini lho ya sayang." kata Kevin yang merasakan juniornya sudah menegang penuh karena pergerakan Key dan juga dia merasakan kulit Key yang begitu lembut membuatnya ingin selalu menyentuhnya.
"ya habis mau gimana lagi. ini penuh banget Kevin." kata Key yang semakin terus bergerak.
"ahh.. Kevin.. apa yang kamu lakukan? emm.." kata Key yang merasakan pergerakan dibawah sana.
"siapa suruh kamu menggodaku dalam posisi ini sayang. jadi kamu harus tanggung jawab." kata Kevin menggoda ditelinga Key sambil memainkan juniornya menusuk dibawah sana.
Desahan demi desahan keluar dari mulut Key yang merasakan kelembutan dari Kevin. mereka memainkan permainan panas itu kembali dikamar mandi. saat dirasa Key sudah kedinginan, Kevin langsung membawa Key untuk membilas tubuh mereka di shower tapi karena Kevin belum mendapatkan pelepasan, akhirnya Mereka kembali melakukan dibawah guyuran Shower.
Setelah puas mereka menuntaskan hasratnya, mereka kembali bersiap karena akan pulang kembali ke Korea bersama. Key memakai baju putih dengan jaket kulit sintetis warna biru. dia menggerai rambutnya yang panjang.
__ADS_1
Sedangkan Kevin memakai jaket berwarna coklat. dia terlihat gagah dan begitu serasi bersama dengan Key.
Mereka berangkat dengan mobil pribadi untuk menuju ke bandara. mereka berdua dikawal oleh banyak sekali bodyguard milik Kevin. ya namanya yang melambung tinggi dan tersebar sampai seluruh dunia membuatnya terpaksa untuk selalu membawa kemanapun mereka pergi.
"sayang, kapan aku mau diajak bertemu dengan orang tua kamu?" tanya Key yang kini mereka telah berada di pesawat.
"nanti tunggu libur musim panasnya Junior ya sayang. kita akan ke Amerika."
"janji? "
"iya janji sayang. kenapa sih kok takut banget."
"aku pengen kita segera menikah sebelum orang tua kamu nanti tak merestuiku."
"tenang saja. kamu gak usah takut. orang tuaku pasti akan merestui kita. aku bisa jamin itu. karena kamulah wanita pertama yang ada dihatiku."
"lalu angel?" tanya Key pelan.
"dia tak pernah masuk ke hatiku. aku hanya menganggapnya sebagai adik kecilku saja. tak lebih."
"kamu yakin? kamu gak akan ninggalin aku demi dia kan?"
"gak akan sayang. aku sudah pernah kehilangan kamu selama 5 tahun. dan aku gak mau kehilangan kamu lagi. selama aku masih hidup, aku gak akan biarin orang lain mencelakaimu dan Junior. kalian berdua lah hidupku." kata Kevin tulus sembari mengecup punggung tangan Key membuat Key terharu.
__ADS_1