Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Interview


__ADS_3

"Nah... sudah siap. dua mangkuk ramyeon spesial buatan Nyonya muda Park sudah siap." ucap Ela dengan percaya diri sambil membawa makanan di meja makan.


"Nyonya muda Park?" tanya Yong Jin heran.


"Iya. kan Ela.. bukan, aku. Kan aku udah menikah dengan Park Yong Jin. jadi aku Nyonya muda keluarga Park." kata Ela dengan memamerkan susunan giginya yang rapi.


"Kenapa kamu menghilangkan kebiasaan menyebut namamu sendiri?" kata Yong Jin sambil memakan ramyeon dihadapannya.


"Emm... bukan menghilangkan. aku akan tetap berkata seperti itu jika bersama Mama Papa. tapi untuk bersama kakak, aku akan mencoba untuk tidak menyebut namanya sendiri. karena bagaimanapun kita kan sudah menikah. akan lebih romantis kalau panggilannya aku kamu. lagian memanggil nama sendiri bukankah akan terlihat kekanak-kanakan?" kata Ela panjang lebar sambil memakan ramyeon nya dengan lahap.


"sluurrrpp.. hmm... bukannya kamu memang masih anak-anak?" kata Yong Jin yang kala itu langsung menghabiskan ramyeon nya dalam sekejap.


"Ya! aku sudah berumur dua puluh dua tahun kak. bukan anak-anak lagi." kata Ela sambil membuat angka dua dengan kedua tangannya. dia tidak terima jika harus selalu di bilang kekanakan.


"Tapi sifat kamu masih seperti anak kecil berumur sepuluh tahun La. mirip banget sampai kakak tidak menyangka kalau...."


Brak... perkataan Yong Jin terputus kala Ela meletakkan sumpitnya dengan keras di meja. dia lalu berdiri dari duduknya tanpa menghabiskan makanannya.


"Aku sudah kenyang. karena aku yang sudah memasaknya maka kamu bersihkan sisa masakan itu. aku mau istirahat." ucap Ela lalu berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Hatinya berasa sakit saat mendengar bahwa sampai sekarang Yong Jin masih saja menganggapnya seperti anak kecil. Ela langsung masuk kamar mandi untuk gosok gigi. dia bahkan tidak berniat untuk membongkar belanjaannya. dia langsung menidurkan tubuhnya disisi ranjang sebelah kanan dan menyelimuti tubuhnya sampai sebatas leher.


Sedangkan Yong Jin yang sedang membersihkan mangkuk mereka pun di buat heran dengan sikap Ela yang berubah. Dia bahkan tidak sadar kalau ucapannya itu menyakiti Ela.


"Ela kenapa? emang salah ya kalau aku bilang dia kekanak-kanakan? emang dia masih terlihat seperti anak berusia sepuluh tahun yang manja. hais.. aku seperti mengasuh anak kecil saja. merepotkan. sedikit - sedikit ngambek." ucap Yong Jin pada diri sendiri.


Yong Jin berniat masuk ke dalam kamar dan membuka lemarinya. dia mengambil selimut yang lain dan membawanya keluar kamar. dia berniat tidur di ranjang single yang berada di ruang santai. Dia tidak berani tidur berdua dengan Ela. takutnya kalau sampai dia khilaf, dia tak mau menyakiti Ela. karena bagaimanapun baginya Ela tetaplah anak kecil.


"Pokoknya pernikahan ini tak akan lama. pernikahan ini hanya akan berlangsung selama delapan bulan. Tepat sisa waktu mereka kuliah. tunggu sampai Ela dan Yong Bin lulus, maka aku akan mengajukan perceraian dan Ela akan ku nikahkan dengan Yong Bin." ucapnya dalam hati sebelum dia memejamkan matanya dan tertidur.


*


*


*

__ADS_1


Pagi harinya, Ela terbangun mendapati ranjang sampingnya masih tertata rapi tak tersentuh oleh seseorang. Ela menghembuskan nafas kasarnya. dia langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan menyiapkan sarapan serta membersihkan rumah. Karena hari ini dia ada interview untuk kerja magang selama tiga bulan sebelum menyelesaikan skripsi nya.


Saat Ela keluar kamar, dia melihat Yong Jin tidur dengan pulasnya diruang santai. Ela hanya melihatnya sekilas dengan tatapan kecewa. dia langsung beranjak ke dapur, menggunakan apron dan langsung memasak untuk sarapan.


"Apa harus segitunya sampai kita harus pisah ranjang di malam kedua sebagai suami istri? Akankah kedepannya akan terus seperti ini?" pikir Ela.


Dia menyelesaikan masakannya dengan cepat lalu membersihkan rumahnya tanpa bersuara agar tak membangunkan Yong Jin. setelah itu dia langsung sarapan dengan diam tanpa membangunkan Yong Jin terlebih dahulu.


Ela berangkat tanpa berpamitan dengan sang suami. dia hanya meninggalkan secarik kertas diatas meja agar Yong Jin membacanya. Ela juga sudah menyiapkan keperluan Yong Jin untuk bekerja seperti baju yang sudah di setrika dan juga sepatu yang sudah di semir.


Ela berangkat ke tempat interview memakai mobilnya. tak lupa dia menjemput Nana lebih dahulu karena tempat interview mereka searah. meskipun tak sama tapi setidaknya searah jadi bisa berangkat dan pulang bersama.


"Pagi Nyonya." sapa Nana ketika masuk ke dalam mobil Ela.


"Pagi juga. kamu udah siap untuk interview?" tanya Ela.


"Sedikit gugup sih. tapi aku yakin aku akan diterima."kata Nana mengatur sedikit kegugupan nya dengan menarik nafas panjang.


" Ohh iya, Yong Bin bakalan magang dimana?"tanya Ela.


"Ohh ya? bukannya dia gak mau jauh-jauh dari kita ya?" kata Ela.


"Gak tahu juga sih La. tapi nanti siang dia berangkat."


"Hais.. kita gak bisa mengantarnya."


"tenang, dia nyiapin ini buat kamu. nanti kalau udah sampai jangan lupa di baca ya." kata Nana sambil bersiap turun karena sudah sampai di tempat dia akan magang.


Ela pun melajukan mobilnya setelah Nana turun. dia langsung menuju ke tempat dimana dia akan interview magang. Tak butuh waktu lama, cukup lima belas menit dia sampai di tempat yang dituju.


*


*


*

__ADS_1


Sedangkan di apartemen.


Yong Jin membuka matanya. dia menggeliat merenggangkan tubuhnya dengan matanya yang sipit karena silau terhadap sinar matahari yang sudah menyembul dari jendela di balkon yang terbuka.


"Loh kok kebuka? kapan ke bukanya?" tanya Yong Jin pada diri sendiri. dia pun baru ingat kalau sekarang dia tinggal bersama Ela.


"Ahh pasti Ela. lagian juga udah jam sembilan pagi. pasti dia udah masak. laper juga ini." gumam Yong Jin yang langsung berjalan ke arah meja makan.


Matanya berbinar saat melihat makanan di meja makan. namun matanya tertuju pada sebuah amplop berwarna biru, warna kesukaan Ela.


*Pagi kak. maaf ya kalau aku pergi tanpa pamit. habisnya kakak tidurnya nyenyak banget. gak tega untuk ngebanguninnya. Aku sudah masakin buat kakak. Aku juga sudah siapin pakaian untuk kakak kerja nanti. dan jangan lupa makan siang ya.


ttd. Ela*


Entah kenapa, Yong Jin yang membaca itupun langsung tersenyum. ada sebersit kehangatan dalam surat itu. kehangatan yang selama ini dia cari pada semua wanita yang melemparkan tubuhnya untuknya, namun hanya perasaannya kepada Ela yang membuatnya menjadi merasakan kehangatan.


Saat Yong Jin hendak memakan masakan Ela, Tiba-tiba suara pintu apartemen diketuk.


"Siapa sih yang pagi-pagi bertamu. sebentar!" teriaknya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih untuk dukungannya untuk authorđź’•


__ADS_2