Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 42


__ADS_3

"Ma.... lihat, keponakan kita sudah datang!" teriak Yong Bin kepada Krystal yang berada di rumah. Namun bukan Krystal yang menyambut mereka justru seorang gadis yang baru saja beranjak dewasa datang dan langsung memeluk Chanyeol.


"Oppa.....!! " teriak gadis itu dengan berlari dan langsung memeluk Chanyeol. Chanyeol pun refleks untuk melepaskan pelukan itu membuat sang gadis itu cemberut karena pelukannya justru di lepaskan. "Ma, lihatlah, Oppa tak mau memelukku." rengek gadis itu memanggil Krystal.


"Chanyeol~ahh... keponakan tante yang tampan." sambut Krystal dengan pelukan untuk Chanyeol dan Chanyeol pun membalasnya.


"Halo tante. Bagaimana kabar tante?" tanya Chanyeol.


"Baik nak. Mama dan Papamu juga sehatkan? Tante dengar Mamamu berhenti bekerja?" tanya Krystal.


"Benar Tante, Mama kini tinggal di rumah." jawab Chanyeol.


"Oppa... apa Oppa melupakanku?" tanya seorang gadis yang kehadirannya di abaikan oleh Chanyeol.


"Makanya kamu berhentilah untuk berdandan seperti ini. Oppamu sendiri saja tidak mengenalimu." ucap Yong Bin.


"Apakah dia Scarlett?" tanya Chanyeol.


"Ya! Oppa kamu jahat. Bagaimana bisa kamu melupakanku. Aku adikmu yang paling cantik di dunia." ucap Scarlett anak bungsu Yong Bin dan Krystal.


"Maafkan aku cantik. Terakhir kali kita bertemu kamu masih kecil sekali. Bahkan Oppa goda sedikit saja kamu sudah menangis lalu merajuk. Sekarang kamu sudah berbeda sudah lebih dewasa." ucap Chanyeol mengusak rambut Scarlett.


"Tentu Oppa. Aku sudah mirip anggota Twice kan Oppa?" tanya Scarlett sambil memutar badannya menunjukkan penampilannya pada Chanyeol.


"Kecantikanmu memang sudah mirip dengan mereka. Tapi kalau kamu makin ingin mirip dengan mereka, kamu harus lebih bertalenta dan lebih hebat dari mereka semua. Baru kamu bisa menyaingi mereka." ucap Chanyeol.

__ADS_1


"Nah bener tuh kata Oppa kamu. Kamu latihan sana sama Oppa kamu. Dia pintar dalam hal musik. Kamu bisa berlatih menjadi orang yang profesional dengannya." ucap Yong Bin.


"Memangnya Papa ngebolehin aku terjun ke dunia entertainment?" tanya Scarlett.


"Kenapa tidak boleh? Selama kamu terus bertekad dan berhenti main-main Papa akan mendukung apapun pilihanmu. Dan ingat jangan menyerah di tengah jalan apapun itu rintangannya." ucap Yong Bin.


"Makasih Pa. Ingat ya Pa, kalau apapun pilihan Scarlett Papa akan mendukungnya." ucap Scarlett.


"Tentu. Tapi Papa tidak mau kamu memakai jalan yang instan. Papa ingin kamu berusaha sendiri dari titik nol." ucap Yong Bin tegas.


"Siap Pa." Scarlett pun berkata sambil tangannya melakukan hormat kepada Yong Bin layaknya tentara.


Sekali lagi Chanyeol iri dengan keluarga mereka. Bagaimana Yong Bin dan Krystal dengan mudah memberikan pilihan kepada Scarlett untuk memilih apapun yang dia sukai. Tak peduli itu berhubungan dengan usaha keluarga atau tidak. Yang terpenting anaknya mau berusaha dan serius untuk berjuang di jalan yang ia pilih. Tidak seperti keluarganya yang mengkehendakinya untuk ikut di jalan bisnis atau design seperti darah di keluarganya. Bahkan dalam hal percintaan pun Chanyeol yakin bahwa sudah ada nama yang di siapkan oleh Yong Jin untuknya. Tinggal menunggu waktu sampai saatnya gadis itu di keluarkan oleh Yong Jin.


"Ohh iya, Chanyeol, kamu pasti capek kan setelah penerbangan jauh? Tante sudah menyiapkan kamar untukmu di ruang tengah. Istirahat lah. Itu akan menjadi kamarmu. Kalau ada interior yang tidak kamu suka, bilang saja dengan Om dan Tante. Nanti kami akan menggantinya." ucap Krystal sembari membawa koper milik Chanyeol dan menunjukkan kamar untuk Chanyeol.


Namun kini berbeda. Bahkan di samping ranjangnya terdapat seperangkat alat komputer yang begitu canggih yang di siapkan oleh Yong Bin untuk Chanyeol membuat lagu. Benar-benar seperti studio mini di dalam kamarnya. Bahkan dinding kamarnya di lapisi kedap suara. Ini membuat orang di rumah ini tidak akan mendengar suara bising dari Chanyeol jika dia menyalakan musik sekeras dan sekencang apapun.


"Om... Tante..." Chanyeol tak bisa berucap apapun karena ini begitu membuatnya terharu.


"Anggap saja ini sebagai hadiah dari kami untuk kelulusan kamu. Om yakin kamu sampai ke sini tidak mungkin tanpa tujuan dan mimpi yang tinggi. Om ingin melihat kamu sukses sesuai mimpi kamu." ucap Yong Bin dengan tersenyum.


"Terimakasih Om, terimakasih tante. Chanyeol suka sekali hadiahnya." ucap Chanyeol memeluk Om dan tantenya dengan erat.


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat lah. Kami tinggal dulu." ucap Krystal lalu meninggalkan Chanyeol sendiri di dalam kamarnya.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya Chanyeol betah berada di kamarnya sendiri. Dia biasanya selalu lompat ke balkon milik Han Sung. Mengingat balkon, Chanyeol membuka tirai dan tersenyum karena meskipun ada balkon di sana tapi tak ada balkon Han Sung yang bisa dia lompati seperti biasa. Chanyeol melihat ke arah jauh dan bisa dia lihat gedung kampus yang akan dia jadikan tempat untuk menuntut ilmu nantinya. Chanyeol tersenyum lega karena sedikit mimpinya mulai dia rakit dan akan menjadi kenyataan jika dia bersungguh-sungguh dan tak kenal menyerah. Dia akan kembali ke Korea bertemu dengan Han Sung, membanggakan namanya yang sudah terkenal di seluruh dunia sebagai musisi dan juga produser terkenal.


Chanyeol kembali ke dalam setelah menutup kembali tirainya agar sinar matahari panas tidak masuk ke dalam. Dia berjalan menuju kearah piano. Dia memainkan nada indah sebentar untuk menghilangkan rasa rindu di hatinya akan suara indah yang di hasilkan dari alat musik itu. Alunan nada indah terus terdengar di seluruh ruangan yang kedap suara. Chanyeol kembali tersenyum, senyum yang sudah lama tidak dia dapatkan setelah kepergian Yura.


Kini Chanyeol membaringkan tubuhnya di kasur yang berada di tengah ruangan itu. Diapun langsung mematikan lampu pintar yang akan hidup dan mati hanya dengan sekali tepukan tangan. Dan sekali lagi Chanyeol di buat terharu dan juga kagum dengan pilihan design dari Om dan Tantenya. Saat lampu ruangan padam, langit-langit kamarnya berubah seperti bintang di langit malam. Sungguh indah sekali. Chanyeol menjadi semakin tenang dalam tidurnya. Dia merasakan seperti di alam bebas.


Ini pasti ulah Omnya. Yong Bin tahu kalau Chanyeol suka dengan alam. Maka Yong Bin mendesign ini dalam waktu semalam saja. Semalam orang suruhan Yong Bin benar-benar di buat sibuk karena permintaan Yong Bin dan Krystal yang harus benar-benar sempurna untuk keponakan jauhnya itu. Bahkan Scarlett sampai cemburu melihat Mama Papanya antusias seperti itu.


Dan hal ini membuat Chanyeol tak membutuhkan waktu lama untuk tertidur lelap. Hal ini di tambah dengan lagu mozart yang di putar dari ringtone HP Chanyeol. Chanyeol bisa tidur sangat lelap bahkan tanpa merasa khawatir setelah kepergian Yura beberapa bulan terakhir.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2