Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Meet Again


__ADS_3

Hari ini Vin's merasa badannya begitu lelah setelah menempuh perjalanan dari New York ke San Francisco. Dia merebahkan tubuhnya sebentar lalu mengambil telepon pintarnya. Dia mendial nomor istrinya. Dan tak butuh waktu lama, wajah istrinya sudah muncul memenuhi layar.


"Sayang.... I Miss you..." teriak Nana dari seberang sana.


"I Miss you too sayang. Ini aku baru aja sampai di rumah. Baru rebahan. ternyata capek juga ya walaupun gak sampai seharian." ucap Vin's menampakkan wajah lelahnya.


"uluh uluh... suamiku capek ya.. sayangnya gak bisa mijitin kamu. maaf ya." Ucap Nana yang ingin sekali berada di samping suaminya menemani suaminya di San Francisco.


"Gak usah sedih gitu. Aku gak papa kok. Nanti yang ada kalau kamu ikut kesini aku gak jadi kerja." ucap Vin's membuat Nana bertanya.


"Loh kenapa gak jadi kerja? aku ngerepotin ya?" ucap Nana.


"Bukan, kamu gak ngerepotin. Cuma akunya yang bakal gak bisa nahan sayang. Apalagi cuma ad aku tak berdua disini tiap malam. Aku gak akan kuat buat gak nyentuh kamu." ucap Vin's menggoda.


"Ahh kamu, apaan sih yang. Kaya gitu mulu pikirannya." ucap Nana dengan muka yang sudah merah seperti kepiting rebus.


"Tuh kan muka kamu udah jadi merah seperti kepiting rebus." goda Vin's lagi yang menatap lucu pada Nana.


"Udah ahh aku mau tidur. Kamu dari tadi godain mulu." ucap Nana yang benar saja, dia langsung mematikan panggilannya dan tertidur meninggalkan Vin's yang masih tersenyum melihat sikap malu-malu istrinya itu.


"Haih... baru saja berpisah beberapa jam aku udah rindu berat sama kamu sayang." ucap Vin's sambil memeluk guling dan menciumnya layaknya guling itu adalah istrinya.


Saat ini Vin's masih terlelap dalam mimpinya hingga tiba-tiba dia mendengar ketukan pintu dari luar. Namun bukan di pintu utama melainkan di pintu kamarnya. Siapa lagi yang mengetuk nya kalau bukan satpam yang berjaga rumah ini. Karena pembantunya hanya beres-beres saja, yang selalu menginap di rumah ini satu satpam dan satu tukang kebun rumahnya.


"Ada apa pak?" tanya Vin's yang malas beranjak dari ranjangnya.


"Di bawah ada tamu Mister." ucap satpam itu dari balik pintu.


"Tamu?" Vin's pun beranjak dari ranjangnya dan membukakan pintunya. "siapa pak? lelaki apa perempuan?" tanyanya setelah bertemu satpamnya yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Lelaki Mister. katanya teman anda dari Korea." ucap satpam itu.


"Ya udah, suruh saja menunggu. Aku mau mandi dulu." ucap Vin's yang kembali masuk setelah di jawab anggukan oleh satpam tadi.


Lima belas menit kemudian.


Vin's turun ke ruang tamu dan melihat lelaki yang tengah menatap interior di rumahnya itu. Lelaki yang tak asing baginya. Dan dia tahu siapa itu.


"Elo... Ngapain lo kesini?" tanya Vin's saat lelaki itu berbalik.

__ADS_1


"Gue kangen sama lo. Kata Ela sama Yong Jin, lo balik ke Amerika. Makanya gue nyusul kesini." ucap lelaki itu yang tak lain adalah Jin-young alias Jason.


"Iya gue balik ke Amerika. Tapi lebih tepatnya di New York. Gue juga baru kesini hari ini. sedangkan istri gue masih di New York." ucap Vin's duduk di samping Jin-young.


"Pantesan gue kesini dua hari yang lalu kata satpam lo, lo masih di New York. Dan tadi gue kebetulan lewat sini terus lihat ada mobil di rumah lo." ucap Jin-young lagi.


"Iya itu mobil ostri gue yang dulu rusak pas kecelakaan. Baru di benerin sama asisten gue dan belum sempet gue ambil. Makanya gue pakai sekarang. Elo ngapain balik kesini? kata Ela lo balik ke Korea bangun usaha sekalian cari cewek?" tanya Vin's balik.


"Hehehe.. gak ketemu. Lagian usaha gue disana juga udah berjalan. Nantilah tiap bulan gue balik ke sana. Sekarang gue fokus lagi kesini mau nyari tu cewek. biar cepet ketemu. Kangen gue." ucap Jason membayangkan wajah gadis yang sebenarnya istri lelaki yang berada di depannya itu.


"Semoga segera ketemu lah lo sama dia, biar segera nyusul gue sama Yong Jin." ucap Vin's yang tak sadar bahwa orang yang dicari oleh Jason adalah istrinya sendiri.


"Makasih bro..."


Mereka pun melanjutkan pembicaraan dari mulai hal kenangan masa kecil sampai masalah kerjaan. Mereka tak sadar hingga akhirnya jam sudah menunjukkan waktu sembilan malam setelah mereka selesai makan masakan Nana yang sudah di panaskan oleh Vin's. Jin-young pun pulang ke rumahnya setelah berpamitan pada Vin's.


*


*


*


"Tuan mau pesan apa?" tanya sekretaris nya yang kini mereka sudah berada di restoran.


"Pesankanaku steak dan orange jus aja. Aku akan ke toilet sebentar." ucap Vin's lalu pergi meninggalkan meja.


Sesaat setelah selesai dengan urusan nya di kamar mandi, handphone Vin's berdering. Dia menatap layar dan terlihat nama istrinya tercinta tengah menelfon nya.


"Halo sayangku.." ucap Vin's penuh dengan semangat.


"Sayang... sudah makan siang?" tanya Nana dari seberang.


"Ini baru mau makan siang di restoran dekat kantor." ucap Vin's yang hendak berjalan keluar.


"Sama sekretaris kamu sayang?" tanya Nana.


"Iya sayang. Karena sebentar lagi kita juga akan meeting keluar jadi sekalian deh kita makan siang aja." ucap Vin's yang memang tak pernah di curigai oleh Nana jika berdekatan dengan sekretaris nya. Siapa juga yang akan cemburu dengan wanita bersuami.


"Ohh gitu. Salam ya untuk sekretaris mu." ucap Nana.

__ADS_1


"Iya sayang kamu jangan lupa makan lho ya. Hari ini ada jadwal ke rumah sakit kan?" tanya Vin's yang memang selalu tahu jadwal istrinya itu.


"Iya sayang, kamu tahu aja." ucap Nana.


"Iya dong, kamu kan istri tercinta ku.. kamu nanti.."


Ucapan Vin's terpotong saat dirinya menabrak seseorang hinga orang itu terpental dan jatuh. Ternyata dia seorang wanita.


"Awww...." ringis wanita itu yang merasakan pantat nya sakit. Nana yang mendengar suara itu pun bertanya kepada suaminya.


"Sayang, kamu sama siapa?" tanya Nana.


"Ini sayang, aku nabrak orang. Orang nya jatuh. Aku tutup dulu ya telfonnya." ucap Vin's.


"Ya udah kalau begitu lain kali hati-hati ya. Love you."


"Love you too honey." Vin's pun mematikan telfonnya dan segera membantu wanita yang masih sibuk dengan membereskan isi tasnya yang keluar.


"Maafkan saya Miss.. saya tidak sengaja." ucap Vin's tak enak hati.


"Tidak apa-apa Mister. Saya juga salah karena terburu-buru." ucap wanita itu yang dirasa Vin's kenal dengan suaranya.


Vin's pun memberanikan diri untuk melihat wajah perempuan itu. Jantungnya terasa berhenti berdetak. Dia menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kamu!"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2