Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Frustration, Anger and Hate


__ADS_3

Vin's yang jatuh terpuruk langsung di bangunkan oleh sekretaris yang tak tahu apa-apa karena lama berada di luar. Dia pun langsung menghampiri bosnya.


"Mister... anda tidak apa-apa?" tanya Sekretaris nya dan dia juga melihat wanita yang tengah memakai pakaian.


Dia sendiri heran kenapa ada wanita di kamar ini karena setahunya dia yang memegang kunci kamar itu. Dan dia juga yang menguncinya dari dalam. Tapi kenapa bisa ada seorang wanita disini? sedangkan dia yadi sempat ke kamar mandi sebentar untuk menaruh jas milik Vin's di keranjang cucian, dia tak melihat siapapun. Kenapa bisa ada wanita disini?


"Mister? apa mister yang memanggil wanita itu kesini? bukannya tadi pintu nya saya kunci ya? Dan kenapa tidak ada Miss Nana? Tadi dia bertanya kepadaku di depan. Dia ingin memberi kejutan untuk anda Mister." ucap sekretaris itu.


Perkataan sekretaris nya itu membuat Vin's sadar akan wanita asing di ruangan ini yang baru saja selesai memakai pakaiannya dan hendak keluar dari kamar.


Namun dengan sigap Vin's menyekal tangan wanita itu. Menariknya kasar dan menghempaskannya di sofa.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Vin's dingin.


"Menyuruhku? tidak ada. Bukannya kamu yang menarik ku sendiri untuk memuaskan aku?" ucap wanita itu yang justru berdiri dan membelai dada Vin's yang masih terbuka karena belum menggunakan baju itu. "Lagian tadi kamu menikmatinya kan? Akupun juga begitu sayang. Punyamu sangat nikmat." ucapnya lagi tanpa malu.


"Dasar j*l*ng. katakan siapa yang menyuruhmu!" ucap Vin's yang sudah geram dengan mencekik leher wanita itu.


"uhuk... lepas.. kan.. uhuk.." wanita itu terus mencoba melepaskan tangan Vin's namun Vin's terlalu kuat baginya.


"Cepat katakan! atau akan kubunuh lo sekarang." ucap Vin's yang terus mengeratkan tangannya pada leher wanita itu.


"Mi-miss.. Ja-janet.. da-dan.. uhuk..." katanya terbata.


"Cla-clara."


Braaakkkkk....


Setelah menyebutkan nama terakhir itu Vin's langsung menghempaskan wanita itu dengan kasar sampai badannya menabrak meja dan diapun pingsan di tempat.


"Panggil sekretaris Hans. suruh dia bereskan ke kacauan disini. Dan aku minta bolpoin perekam punyamu." ucap Vin's kepada sekretaris nya.


Sekretaris nya mendelik karena selama ini dia tak pernah memberi tahu kepada Vin's bahwa dia selalu membawa pena perekam dan akan di pindah ke file di laptopnya. Dan baru kali ini tuannya itu meminta bolpoin itu. Dimana tadi dia sempat merekam percakapan antara Vin's dan wanita itu. Dengan sukarela sekretaris nya memberikan bolpoin itu kepada Vin's.


Vin's keluar sendiri entah kemana sednagkan sang sekretaris menunggu sekretaris Hans untuk membawa wanita itu pergi. Sedangkan Vin's berjalan menuju aula yang ternyata masih ramai orang berpesta. Dia berjalan mencari kesana kemari dimana Janet dan Clara berada. Sampai dia melihat keduanya memasuki sebuah kamar di dekat lorong.


Vin's dengan segera mendobrak pintu kamar tersebut sampai menimbulkan suara yang keras. Janet dan Clara kaget kenapa Vin's berada disana. Vin's mendekati mereka dengan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Plak.... Dia menampar Clara dengan keras sampai jatuh tersungkur di lantai dan bibirnya pun robek.


Plak.... tamparan kedua jatuh di pipi cantik janda muda Janet yang tak bisa menghindar ketika dia hendak membantu Clara yang tersungkur. Dia juga ikut tersungkur sampai menabrak pinggiran ranjang.


"Ada maksud apa kalian menjebakku?" tanya Vin's langsung kepada intinya membuat Janet dan Clara saling menatap tak percaya bahwa rencana mereka ternyata sudah di ketahui oleh Vin's.


"Rencana apa? kita tak tahu apa-apa kenapa lo datang asal main tampar aja." ucap Janet yang mengisyaratkan agar Clara diam saja.


Karena Janet tahu, Clara itu berhati lembut. dia tak mungkin bisa berkata kasar kepada Vin's yang sudah dia cintai.


"Tak tahu apa-apa lo bilang? Ini buktinya apa?" ucap Vin's sambil memutar rekaman yang menampilkan suara Vin's dan wanita yang tadi.


"*Siapa yang menyuruhmu?"


"Menyuruhku? tidak ada. Bukannya kamu yang menarik ku sendiri untuk memuaskanmu? Lagian tadi kamu menikmatinya kan? Akupun juga begitu sayang. Punyamu sangat nikmat."


"Dasar j*l*ng. katakan siapa yang menyuruhmu!"


"uhuk... lepas.. kan.. uhuk.."


"Cepat katakan! atau akan kubunuh lo sekarang."


"Mi-miss.. Ja-janet.. da-dan.. uhuk..."


"Cla-clara*."


Janet dan Clara kaget. Bisa-bisanya wanita itu berkata jujur kepada Vin's. Janet sudah memucat wajahnya. Namun berbeda dengan Clata. Dia bahkan dengan teganya mengkhianati Janet.


"Vin's dengerin aku dulu Vin's, aku tidak ikut serta dalam hal ini. Dia, dia yang merencanakan semuanya. Termasuk membuatmu sampai ketahuan istrimu. Aku tak tahu menahu tentang ini Vin's, tolong percaya padaku." ucap Clara dengan berlutut di kaki Vin's.


"Ehh sialan lo. dadar wanita murahan. Lo lupa? lo juga ikut andil dalam hal ini. Bahkan lo sendiri tadi yang menyuruh gue untuk membawa istri Vin's berkeliling sebelum lo masukin wanita lain di kamar Vin's. Gak ingat lo." ucap Janet yang tak Terima kalau dia di salahkan sendiri.


"Udah! semuanya salah. Kalian berdua akan menanggung akibatnya karena mengusikku." Vin's pun pergi meninggalkan mereka dan mengunci pintu kamar itu.


Akhirnya mereka di beri hukuman oleh Vin's. Vin's memberi mereka pelajaran tampa ampun walaupun mereka berdua adalah perempuan.


*

__ADS_1


*


*


"NANA! NANA! SAYANG! NANA! KAMU DIMANA SAYANG?!" teriak Vin's ketika dia sampai dirumahnya.


Namun dia tak mendapati istrinya itu berada di sana. Dia justru menemukan sebuah kejutan kecil di kamarnya. Kamarnya penuh dengan balon, lampu berwarna warni, bunga di ranjang dan tulisan berbunyi Happy Birthday my husband terpampang besar disana. Mata Vin's menangkap kilatan cahaya di atas nakas.


Ada sebuah kotak kecil dan sepucuk surat. Dia membuka kotak kecil itu dulu. Terdapat sebuah jam tangan bermerk yang mewah. Tangan Vin's meraih surat itu dan membacanya.


Ƚҽ𝓣𝓮𝓻𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴 𝓼𝓾𝓪𝓶𝓲𝓴𝓾 𝓽𝓮𝓻𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪.


𝓣𝓮𝓻𝓲𝓶𝓪𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱 𝓼𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓮𝓻𝓲𝓴𝓾 𝓴𝓮𝓫𝓪𝓱𝓪𝓰𝓲𝓪𝓪𝓷 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪 𝓲𝓷𝓲. 𝓜𝓪𝓪𝓯 𝓪𝓴𝓾 𝓱𝓪𝓻𝓾𝓼 𝓹𝓮𝓻𝓰𝓲. 𝓚𝓪𝓶𝓾 𝓹𝓮𝓻𝓷𝓪𝓱 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓪𝓷𝓳𝓲 𝓴𝓮𝓹𝓪𝓭𝓪𝓴𝓾 𝓳𝓲𝓴𝓪 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓶𝓮𝓷𝔂𝓪𝓴𝓲𝓽𝓲𝓴𝓾 𝓵𝓪𝓰?𝓲, 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓾𝓪𝓽𝓴𝓾 𝓴𝓮𝓬𝓮𝔀𝓪 𝓵𝓪𝓰𝓲, 𝓶𝓪𝓴𝓪 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓶𝓪𝓾 𝓶𝓮𝓷𝓮𝓻𝓲𝓶𝓪 𝓱𝓾𝓴𝓾𝓶𝓪𝓷 𝓭𝓪𝓻𝓲𝓴𝓾. 𝓜𝓪𝓴𝓪 𝓲𝓷𝓲𝓵𝓪𝓱 𝓱𝓾𝓴𝓾𝓶𝓪𝓷 𝓴𝓾 𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴𝓶𝓾. 𝓐𝓴𝓾 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓹𝓮𝓻𝓰𝓲 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓴𝓮𝓱𝓲𝓭𝓾𝓹𝓪𝓷𝓶𝓾 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓷𝔂𝓪. 𝓢𝓮𝓫𝓮𝓷𝓪𝓻𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓾𝓴𝓪𝓷 𝓲𝓷𝓲 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓲𝓷𝓰𝓲𝓷 𝓪𝓴𝓾 𝓴𝓪𝓽𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓱𝓪𝓻𝓲 𝓾𝓵𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓪𝓱𝓾𝓷𝓶𝓾, 𝓽𝓪𝓹𝓲 𝓪𝓴𝓾 𝓽𝓪𝓴 𝓹𝓮𝓻𝓷𝓪𝓱 𝓽𝓪𝓱𝓾 𝓫𝓪𝓱𝔀𝓪 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓮𝓻𝓲𝓶𝓾 𝓼𝓮𝓫𝓾𝓪𝓱 𝓴𝓮𝓳𝓾𝓽𝓪𝓷 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓫𝓮𝓰𝓲𝓽𝓾 𝓼𝓹𝓮𝓼𝓲𝓪𝓵 𝓼𝓪𝓶𝓹𝓪𝓲 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓾𝓪𝓽𝓴𝓾 𝓽𝓮𝓻𝓴𝓮𝓳𝓾𝓽. 𝓣𝓮𝓻𝓲𝓶𝓪𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱, 𝓼𝓾𝓪𝓶𝓲𝓴𝓾.


𝓢𝓮𝓴𝓪𝓵𝓲 𝓵𝓪𝓰𝓲, 𝓪𝓴𝓾 𝓹𝓮𝓻𝓰𝓲. 𝓳𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓹𝓮𝓻𝓷𝓪𝓱 𝓶𝓮𝓷𝓬𝓪𝓻𝓲𝓴𝓾 𝓵𝓪𝓰𝓲 𝓴𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓪𝓴𝓾 𝓽𝓪𝓴 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓹𝓮𝓻𝓷𝓪𝓱 𝓴𝓮𝓶𝓫𝓪𝓵𝓲.


𝓓𝓪𝓻𝓲 𝓲𝓼𝓽𝓻𝓲𝓶𝓾 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓮𝓻𝓼𝓪𝓴𝓲𝓽𝓲.


Vin's pun jatuh lemas dilantai. Dia kembali menatap surat itu. Namun saat dia hendak memasukkan kembali surat itu dari dalam amplop, terdapat surat lain yang ditulis disebuah foto. disitu ada tulisan dan sebuah benda yang membuat Vin's merasa gagal menjadi seorang suami.


𝓢𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓾𝓵𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓪𝓱𝓾𝓷 𝓼𝓾𝓪𝓶𝓲𝓴𝓾 𝓽𝓮𝓻𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪. 𝓐𝓴𝓾 𝓹𝓾𝓷𝔂𝓪 𝓴𝓪𝓭𝓸 𝓼𝓹𝓮𝓼𝓲𝓪𝓵 𝓾𝓷𝓽𝓾𝓴𝓶𝓾. 𝓚𝓪𝓶𝓾 𝓪𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓷𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓪𝔂𝓪𝓱 𝓼𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰. 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽....


Vin's menatap testpack itu. Terdapat dua garis disana. Vin's yang paham apa artinya itupun langsung menangis. Dia merasa frustasi, marah dan benci pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia menyakit istrinya sampai istrinya memilih pergi darinya. Dia terus merutuk dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2