Kisah Keysha

Kisah Keysha
Bagian 23


__ADS_3

Setelah 10 menit didalam kamar ganti, Kevin pun keluar dengan busananya yang begitu pas dan cocok dengan tubuhnya. Key melihatnya kagum tanpa berkedip. dia begitu terpana akan ketampanan calon suaminya itu.


"ganteng." kata Key yang masih menatap Kevin tanpa berkedip.


Kevin yang melihat itu hanya melambaikan tangannya agar Key segera sadar akan lamunannya. melihat apa yang dilakukan Kevin membuat Key tersipu malu.


"nanti lagi lihatnya. kalau pas aku sudah berada diatasmu sayang." bisik Kevin ditelinga Key.


Key memukul pelan dada Kevin karena malu dengan apa yang Kevin katakan.


"sudah ahh Vin, kamu hanya menggoda saja. sudah sana kamu naik ke panggung." dorong Key untuk menyembunyikan malunya. dan Kevin pun naik saat nama Key sebagai designernya dipanggil.



Kevin begitu cocok dengan model baju itu hingga semua wanita yang ada disana seperti terhipnotis olehnya. Mereka semua mengagumi dan memuji ketampanan Kevin. Kevin begitu terlihat indah dimata para semua wanita sampai Key pun jengah dan cemburu melihat mata para gadis seakan-akan menelanjangi Kevin.




"Emm... senengnya dilihatin banyak cewek." sindir Key.


"kan kamu yang nyuruh aku buat jadi model. ya jangan salahin aku dong kalau aku bisa memikat mata penonton." manja Kevin sambil memeluk pinggang Key.


"salah kamunya yang ganteng." kata Key yang benar-benar cemburu.


"kamu gak usah cemburu begitu. kamu sudah tahu kan? tak ada wanita manapun yang bisa menggantikan kamu disisiku. kamu yang pertama dan terakhir." kata Kevin lalu mencium bibir Key lembut.


"ekhm ekhm..." suara deheman mince membuat mereka menghentikan aktivitas panas itu. "kalau mau ciuman lihat tempat dong jeng, ekye kan jomblo. nanti kalau kepengen siapa yang bakal aku jadikan bahan cobaan?" kata mince dibuat sok centil.


"itu banyak banget diluar model yang ganteng. sana cari yang masih lajang. siapa tahu ketemu jodoh." kata Key yang membuat mata mince seolah membentuk hati😍.

__ADS_1


"sayang, udah selesai belum? kalau udah selesai kita jalan yuk mumpung di sini. kita dinner romantis di suatu tempat." ajak Kevin.


"oke, tapi aku ganti baju dulu ya." kata Key yang langsung ingin menuju ruang ganti namun Kevin menahannya.


"ganti disini aja didepanku." bisik Kevin membuat pipi Key memerah menahan malu.


"apaan sih. udah jadi gak ni dinnernya. gak selesai cepet ntar." kata Key melepas pelukannya dan pergi meninggalkan Kevin sendiri yang masih tertawa.


Setelah selesai ganti, Kevin lalu mengajak Key untuk dinner. kebetulan Key juga belum check in hotel. jadi dia sekalian menginap bersama Kevin.


"ini kita mau kemana dulu yang?" tanya Key pada Kevin.


"ini kita mau ke hotel."


"terus dinnernya kapan?"


"nanti pas sampai dihotel kita dinnernya sayang."


Selama perjalanan menuju ke hotel, Key bergelayut manja pada lengan kekar Kevin. Kevin dengan senang hati menerima sikap manja Key.


"ohh iya gimana kabar Junior sayang?" tanya Kevin lembut sambil mengusap kepala Key.


"Dia baik. kemarin waktu aku tinggal kesini juga dia gak rewel minta ikut. dia sedang senang - senangnya main sama yang lain. terlebih sama calon pasutri baru itu."


"pasutri baru? siapa sayang?"


"itu si Jinyoung sama Rina. mereka udah resmi lamaran tinggal nikah aja."


"terus karir dia gimana?"


"ya gak gimana - gimana yang. dia masih berkarir. agensinya menerima kok. dan dia masih dalam grub yang sama juga."

__ADS_1


"ya syukurlah kalau gitu. sebenarnya kalaupun dia keluar dari agensi, dia bisa kerja sama kamu atau sama aku."


"kerja sama aku? jadi apa?"


"ya jadi model lah. kamu kan kekurangan model cowok."


"kenapa mesti nyari yang lain sih kalau disini aja ada model ganteng. terlebih gratis lagi. hahaha"


mendengar itu Kevin hanya tersenyum kecut. dia diibaratkan model gratisan. tapi melihat


istrinya bisa tertawa bahagia itu tak masalah buatnya.


"tuan, kita sudah sampai." kata Sopirnya.


"baiklah sayang. mari kita memanfaatkan quality


time kita." kata Kevin sambil menggandeng Key.


Kevin membawa Key menuju lift dan memencet tombol lantai 8. selama didalam lift, tangan Kevin tak lepas dari badan Key. melingkar manis dipinggang Key. seperti tak ingin kehilangan Key. mereka sampai dikamar nomor 88.Mereka berdua masuk perlahan sedangkan para bodyguard berjaga didepan pintu hotel. karena nama Kevin yang sudah menyebar kemana-mana dan sering ada orang yang menmencoba mencelakai Kevin dengan terang-terangan.


Kevin membawa Key menuju balkon kamar hotelnya. disana sudah ada meja yang berisikan menu dinner mereka. namun bukan meja itu yang membuat Key terkagum. tapi karena pemandangan menara Eiffel yang terpampang jelas didepannya. membentuk seperti background yang indah dan nuansa romantis.



"Gimana sayang? bagus gak?" kata Kevin sambil memeluk Key dari belakang. mencium bau harum tubuh Key di ceruk lehernya.


"cantik banget sayang. makasih." kata Key membalikkan badannya dan mencium bibir Kevin.


Ciuman yang Kevin Terima itu kini berubah menjadi lumatan yang begitu lembut. Kevin yang membalas lumatan itu sedikit terangsang dan tangannya mulai meremas pantat Key sedangkan tangan satunya masuk kedalam blus berkerah Sabrina yang Key pakai. melihat respon Kevin yang seperti itu, membuat Key menghentikan kegiatan panas mereka berdua.


"nanti lagi ya sayang. makan dulu aku lapar. nanti setelah bersi-bersih badan ya." kata Key lembut dan hanya dibalas anggukan Kevin dan kecupan singkat dibibir Key serta remasan manja di payudara Key.

__ADS_1


Mereka menikmati dinner tersebut dengan begitu romantis. Serta obrolan singkat dan tawa bahagia mereka ukir dalam dinner malam ini. setelah selesai dinner mereka membersihkan diri bersama dan melanjutkan ritual yang sempat tertunda tadi. suasana didalam kamar hanya terdengar desahan dan erangan nikmat dari keduanya saat bermain ranjang. untungnya kamar hotel tersebut memiliki sistem kedap suara jadi tak menimbulkan malu kepada orang yang mendengarnya.


__ADS_2