
"Pagi semuanya..." sapa lelaki yang baru saja menginjak umur dua puluh enam tahun. Kevin Junior.
"Pagi juga sayang." sapa Key.
"pagi juga Junior." sapa Kevin.
"Ayah.. please.. jangan panggil aku Junior. aku sudah dua puluh enam tahun ayah. bagaimana kalau teman - temanku yang lain mendengar ayah masih memanggilku Junior? apalagi kalau Yong Jin mendengarnya. bisa bisa dia sampai kram perut karena tertawa." kata Junior yang kini di panggil Vin's.
"Maafkan ayahmu nak. karena bagaimanapun kamu dan Angela tetap menjadi anak kecil kami. iya kan yah?" kata Key.
"Benar yang di katakan bunda kamu. berapapun umur kamu sekarang, kamu akan tetap jadi Junior ayah. cuman, bedanya kamu sekarang sudah jagoan. tinggal mencari pasangan buat kamu." kata Kevin.
"Pasangan lagi... apa tidak ada yang bisa..."
"Pagi semuanya..." sapa anak bungsu Kevin dan Key yang memotong omongan Vin's. dengan suara manjanya. gadis yang baru menginjak umur dua puluh satu tahun.
"Ela.. bisa gak sih gak teriak di telinga kakak? bisa ke THT lama-lama kakak." kata Vin's kesal karena sikap adiknya yang tak berubah.
"biarlah dia sayang. memang seperti itu sifatnya." kata Key yang memang tahu kalau anak bungsunya itu sedikit manja.
"Tapi gak gitu juga kali." kata Vin's yang masih sebal.
"baiklah kakak Vin's ku yang tampan. adikmu yang cantik ini tak akan mengulanginya lagi." kata gadis yang lebih suka di sapa Ela itu dengan puppy eyes nya.
"Kalau kamu menatap kakak dengan mata seperti itu, pasti kamu ada sesuatu yang di inginkan? iya kan?" tebak Vin's. Dan tebakan itu pasti tepat.
"Kakak tahu aja. Nebeng dong kak. Mobil Ela lagi di bengkel. besok baru jadi." kata Ela dengan santai sambil mengunyah sarapannya.
"Baiklah. untung sekolahmu searah. coba saja kalau gak searah. bisa-bisa kakak sampai kantor tepat jam makan siang." kata Vin's kesal.
"ya elah kak. buat adik semata wayang ini juga. masak gitu aja ngeluh." kata Ela mencibirnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak masuk ke perusahaan Ayah saja sih nak?" tanya Kevin.
"Iya nak. toh juga kamu kan pewarisnya." sahut Key.
"Kan dari awal Vin's udah gak minat di bidangnya ayah. kan dulu Vin's udah bilang sama ayah. lagian perusahaan bisa di limpahkan kepada Ela. biar Ela punya tujuan buat sekolah. gak main-main aja. dia harus jadi CEO." kata Vin's.
"Tapi kamu gak harus kerja sama keluarga Park juga nak." kata Kevin.
"Bukannya aku mau kerja sama keluarga Park yah. Tapi kan emang itu usaha di bangung oleh aku dan Yong Jin. sedangkan untuk posisi, memang aku menyerahkan posisi CEO kepada Jin karena menurutku dia yang lebih berpengalaman. dia sudah punya usaha restoran dari bangku SMA. Dan aku juga cukup puas dengan usahaku selama ini menjadi wakil CEO." kata Vin's.
"Baiklah.. baiklah.. sudah siang Ayah, kakak. ini saatnya Kakak dan Ela berangkat." sela Ela yang tak ingin pembicaraan seperti ini di pagi hari.
"Maafkan ayah dan kakakmu nak." kata Key.
"tidak apa-apa Bunda. kalau kakak tidak bisa memuaskan ayah, nanti Ela yang akan memuaskan ayah dengan menjadi CEO dan juga Designer ternama seperti Bunda." kata Eka sambil mengedipkan matanya kepada sang Bunda.
"Baiklah.. ternyata putri Bunda sudah dewasa ya.. ya sudah kalau begitu kalian berangkatlah nanti telat." kata Key.
Vin's dan Ela pun berangkat bersama. saat berada di dalam mobil, Ela menatap dalam kepada Vin's. dia menatap penuh arti hingga Vin's yang awalnya cuek pun mau tak mau melayani adik tercintanya itu karena risih jika terus di pandang saat menyetir.
"Iya iya.. terimakasih adikku yang cantik." ucap Vin's.
"Sama-sama kakak. tapi untuk hari ini aku gak butuh cuma ucapan terimakasih saja dari kakak." ucap Ela.
"Lalu apa yang kamu mau? jangan bilang kamu mau minjam Black card kakak lagi?" tebak Vin's. Karena dia tahu kalau adiknya itu shopaholic.
"Nih lihat. sekarang Ela juga udah punya black card sendiri ya." ucapnya sambil memperlihatkan black card pemberian orang tuanya agar dia tak mengganggu black card kakaknya terus.
"ya syukur deh. lalu apa yang mau kamu minta?"
"pagi ini Ela mau ikut kakak ke kantor." kata Ela bersemangat.
__ADS_1
"loh katanya kamu ada kelas?" tanya Vin's heran.
"Iya ada kelas, tapi nanti jam satu. itupun cuma satu mata pelajaran. jadi pagi ini Ela mau ke kantor kakak. ada sesuatu yang mesti Ela lakuin."
"Mau apa kamu ke kantor kakak?"
"Ela mau memberikan ini kepada kak Jin." ucap Ela sambil menunjukkan sebuah kitak kecil dengan nada riangnya.
"Apa itu?"
"Ada deh.. hari ini kan ulang tahun kak Jin. Ela mau menjadi orang yang pertama memberinya hadiah." kata Ela bersemangat.
"Yakin bakalan jadi yang pertama?" tanya Vin's.
"Yakinlah. kan selama ini wanita yang deket sama kak Jin cuma Ela. jadi ya pasti Ela lah yang pertama kali memberinya kado." katanya dengan percaya diri.
"Baiklah terserah kamu aja. kamu akan tahu jika nanti sampai di kantor." ucapnya.
Selang beberapa menit, mobil BMW Seri tiga yang di kendarai oleh Vin's perlahan memasuki parkiran. Saat memasuki lobi, semuanya menunduk hormat kepada Vin's. Namun Vin's hanya melenggang pergi tanpa membalas sapaan mereka. Ela sendiri di buat heran dengan sikap kakaknya yang begitu dingin ketika masuk kedalam kantor.
Sebenarnya Ela baru setahun belakangan ini perhatian kepada Jin dan mulai sering main ke kantor Jin dan Vin's. Meskipun sudah kenal dari dulu tapi baru setahun ini dia dekan dengan Jin karena Jin penolongnya. Jin menolongnya saat Ela akan jatuh ke jurang ketika Ela nekat ingin ikut Vin's dan Jin mendaki.
Awalnya hanya perasaan balas budi. namun semakin lama, perasaan itu berubah menjadi perasaan suka. bukan karena suka seperti terhadap kakak, melainkan suka kepada seorang lelaki. ya, Ela jatuh cinta. dia terpesona akan kedewasaan dari diri Jin. Dia juga suka sifat tenang yang di miliki oleh Jin. Jin dan Vin's itu bagaikan bumi dan langit. memiliki sifat yang yang sungguh bertolak belakang. namun anehnya mereka bisa seperti tumbu yang bertemu dengan tutupnya. mereka saling melengkapi. bahkan Ela sendiri bisa menebak, jika salah satu diantara Vin's atau Jin itu perempuan, pasti mereka akan saling jatuh cinta.
***
Halo guys... sekalian perkenalan tokoh ya..
Ini dia Junior ketika udah dewasa.
__ADS_1