
"Aish... mana sih benderanya. " ucap Gladis yang terlihat kelelahan di samping Chanyeol.
"Lo kelelahan? Sini naik di punggung gue." ucap Chanyeol.
"Gak usah. Gue gak mau di cap sebagai pelakor." kata Gladis.
"Emangnya gue udah jadi suami orang?" kata Chanyeol.
"Ya walaupun bukan pun, bukti bahwa lo tunangan Zie itu sudah pasti. Gue gak mau ada orang lihat dan gue dipastikan sebagai pelakor karena gue.... Aaaaaaaa....."
"GLADIS!"
Chanyeol melihat Gladis terperosok di jurang yang lumayan dalam. Chanyeol melihat bagaimana Gladis berhenti berguling karena tersangkut di sebuah batang pohon.
"Gladis!" teriak Chanyeol memanggil Gladis sambil berusaha untuk turun.
Namun naas, dia ikut terpeleset dan jatuh tepat di samping Gladis. Gladis yang hanya merasakan kakinya terkilir pun tak bisa menahan tawanya.
"Kenapa lo ketawa?" tanya Chanyeol.
"Ya lo bodoh apa. Buat apa lo ngikutin gue turun kesini. Seharusnya lo pergi cari bantuan baru turun kesini bantuin gue." ucap Gladis setelah mengontrol tawanya.
"Iya ya. ehh tapi gue mana mungkin ninggalin lo sendiri. Ini kan hutan. kalau ada hewan buas gimana?" ucap Chanyeol yang mencoba berdiri.
"Gak bakal kenapa-kenapa ini. Aww.." Gladis mencoba berdiri tapi ternyata kakinya terasa sakit.
"Lo gak bisa jalan?" ucap Chanyeol melihat Gladis kesakitan ketika berdiri.
"Iya nih. Kaki gue kayanya terkilir deh." ucap Gladis.
"Ya udah, pelan-pelan turun yuk. itu ada jalan kecil. Gue yakin pasti ada ujungnya. Kita ikutin jalan itu aja." ucap Chanyeol yakin.
"Pelan-pelan aja ya jalannya." kata Gladis dan Chanyeol hanya mengangguk sambil memapah Gladis agar bisa berjalan dengan benar dan tidak terjatuh.
Mereka berjalan menyusuri jalan sekiranya sampai lima ratus meter namun tak segera menemukan ujungnya. Karena kelelahan, Chanyeol dan Gladis duduk di sebuah pinggiran danau.
"Chan, kayanya kita semakin dalam ke hutan deh. Tadi kan kita gak ngelewatin danau kan?" ucap Gladis.
"Iya lo bener. Sorry ya, gue buat lo nyasar." ucap Chanyeol yang sambil mengumpulkan kayu bakar lalu hendak membakarnya.
"Gak papa. Gue yakin kita bakalan keluar dari hutan ini. Lo lagi ngapain?" tanya Gladis.
"Ini gue lagi coba buat bikin api unggun. Semakin malam hutan semakin dingin. Apa lo gak lapar?" tanya Chanyeol.
__ADS_1
"Emangnya lo bawa apa?" ucap Gladis yang sebenarnya ingin bertanya apa yang dibawa Chanyeol di tas ranselnya.
"Gue bawa perlengkapan yang gak bakal lo duga. Entah kenapa gue dari tadi punya firasat kalau bakal bermalam di hutan. Jadi gue bawa makanan, bawa ramyeon cup, bawa minum juga. buat masak ramyeon kita bisa ambil air di danau. Jadi minuman kita gak akan berkurang. Gue juga bawa tenda lipat kecil buat jaga-jaga." ucap Chanyeol membuat Gladis menganga.
"Lo kaya udah mau camping di alam liar aja deh Chan. Feeling lo kuat lagi. Sampai apa yang lo pikirin tadi kenyataan juga kan sekarang." ucap Gladis.
"Nah udah jadi. Sekarang lo tunggu sini diam ya. Sambil biarin tetep hidup apinya. Gue mau ambil air dulu di danau. Gak lama kok. bentar aja." ucap Chanyeol dan Gladis pun hanya mengangguk.
Di sisi Han Sung.
Han Sung yang memang penghafal peta dengan mudah kembali ke tenda karena dia tidak membawa p3k. Kaki Zie tergigit oleh seekor serangga yang untungnya tidak beracun. Namun cukup membuat kaki Zie sedikit berdarah. Karena takut kalau makin parah jika di paksa buat berjalan, Han Sung membawa Zie kembali ke penginapan.
"Zie kenapa Hans?" tanya salah satu guru yang bertugas di posko.
"Kakinya di gigit oleh serangga. Karena takut kalau lukanya makin parah maka saya bawa kembali saja." ucap Han Sung.
"Baiklah kalau gitu tinggalkan disini saja biar saya obati." ucap guru itu lalu dengan cekatan menangani Zie saat Han Sung sudah menaruhnya di sebuah brangkar.
"Lo mau kemana?" Zie menahan baju Han Sung saat melihat Han Sung hendak pergi keluar.
"Gue mau cari Taeyong sama Jihoon. Gue lihat mereka udah balik. Dan gue juga mau cari Chanyeol. Siapa tahu dia juga udah balik. Lo tunggu aja disini sampai pulih. Nanti gue kesini lagi." ucap Han Sung.
Entah kenapa perkataan Han Sung yang lebih lembut dari tadi membuat Zie sedikit tenang. Padahal tadi dia ketakutan karena dia takut kalau serangga yang menggigitnya itu merupakan serangga beracun. Akhirnya Zie pun melepaskan genggaman tangannya pada baju Han Sung dan membiarkan Han Sung pergi.
"Tinggal berapa kelompok lagi yang belum pulang pak?" tanya Han Sung.
"Tinggal dua kelompok lagi. Tapi karena kamu sudah pulang maka tinggal satu kelompok yang belum pulang." ucap panitia itu lalu melihat ke catatannya. "Ohh tinggal Chanyeol dan Gladis yang belum pulang." lanjutnya.
"Chanyeol?" Han Sung lalu mengingat lagi sebelum dia berangkat tadi.
...Flashback On...
"Lo ngapain bawa banyak barang Chan?" tanya Han Sung ketika mereka berempat hendak berkumpul di halaman sebelum kegiatan ini berlangsung.
"Gue punya firasat aja. Kalau nanti gue bakal bermalam di hutan. makanya gue bawa korek, makanan, selimut, tenda lipat, minum dan masih banyak lagi yang bakal gue gunakan untuk ngasih tanda ke kalian kalau gue beneran tersesat nanti." ucap Chanyeol.
"Lo ngomong apaan sih. Lo gak akan tersesat. Dan kalaupun lo tersesat, gue orang pertama yang bakal nemuin lo." ucap Han Sung.
...Flashback off...
"Pak, jangan jangan Chanyeol tersesat pak." ucap Han Sung.
"Kamu jangan ngaco ahh Hans. Paling juga cuma terlambat." ucap panitia itu dengan sedikit panik.
__ADS_1
"Gini aja deh pak. Kalau sampai dalam waktu setengah jam lagi Chanyeol dan Gladis belum kembali, kita cari dia." ucap Han Sung dan sang panitia pun menganggukkan kepalanya.
Han Sung berjalan ke arah Taeyong dan Jihoon yang ternyata berhasil mengambil bendera masing-masing. Han Sung memasang muka khawatir saat sampai di depan dua temannya itu membuat Taeyong dan Jihoon pun ikut mengerutkan dahinya.
"Ada berita buruk. Tim Chan-Chan belum pulang." ucap Han Sung dan seketika sukses membuat Taeyong dan Jihoon kaget.
"Ahh serius lo? Jangan main-main deh Hans. Lo kan tahu sikap Chanyeol yang aneh tadi sebelum berangkat?" ucap Taeyong.
"Gue serius. Tinggal satu kelompok yang belum kembali. Dan itu cuma tinggal Chanyeol dan Gladis aja." ucap Han Sung menyakinkan kedua temannya itu.
"Terus gimana dong? Ayo kita cari. Gue takut kalau dia kenapa-kenapa." ucap Jihoon yang memperlihatkan kepanikan nya. Dia bahkan sampai lupa ekspresi senangnya ketika mendapatkan daging tadi pertama kali.
"Kita tunggu setengah jam lagi. Baru kalau Chanyeol benar-benar tidak kembali, kita cari melalui rutenya. Kalau tidak salah dia pakai rute timur. Siapa disini yang tadi melewati rute timur?" ucap Han Sung bertanya pada yang lain yang ikut mengerubunginya.
"Ohh gue Hans. Ini tadi gue pakai peta timur." ucap salah seorang lelaki memberikan petanya.
"Oke thanks." ucap Han Sung sambil menerima petanya.
"Oke kalau begitu kita standby di tenda panitia saja. kita tunggu di sana." ucap Jihoon dan langsung di ikuti oleh Han Sung dan Taeyong kesana.
Berita tentang Chanyeol dan Gladis yang belum pulang pun langsung cepat menyebar keseluruh siswa. Mereka semua saling berkasak kusuk membicarakan Chanyeol dan Gladis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.