Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 11


__ADS_3

Chanyeol pulang sampai di rumahnya bersamaan dengan Han Sung. Namun belum sempat dia masuk ke dalam gerbang, Han Sung yang tadi lebih dulu masuk ke dalam rumahnya memanggilnya.


"Chan, gue numpang ke rumah lo ya. Bokap nyokap gue pergi nih. Gak bawa kunci gue." ucap Han Sung melihatkan tulisan tangan pada kertas yang di bawanya.


"Tumben banget nyokap lo ninggalin tulisan tangan kaya gini? biasanya telfon." ucap Chanyeol.


"Gak tahu deh. Ya udah masuk yuk, gue udah pengen baring di kasur nih." ucap Han Sung lalu mendorong Chanyeol masuk ke dalam gerbang rumahnya.


"Ehh Hans, kok pintu rumahnya terbuka? Bibi kan gak pernah buka pintu rumah walaupun bibi ada di rumah. Siapa yang sengaja buka nih." ucap Chanyeol sedikit panik.


"Jangan-jangan ada maling Chan?" ucap Han Sung dengan panik.


"Ahh ini kan perumahan mewah. Mana ada maling Hans." kata Chanyeol ingin menyangkal tapi dalam hatinya juga gelisah. Karena meskipun ini perumahan mewah, namun hanya rumah Chanyeol lah yang paling mencolok. Karena satu perumahan tahu kalau itu rumah peninggalan milik keluarga Lin dan keluarga Park.


"Chan.. apaan itu? Kenapa ada darah di lantai?" tanya Han Sung membuat Chanyeol melihat ke lantai.


"Darah beneran Hans." ucap Chanyeol ketika mencoba memegang tetesan berwarna merah itu. Dan di cium baunya bahwa benar itu bau darah.


"Chan, rumah lo berantakan Chan." ucap Han Sung membuat Chanyeol mengalihkan pandangan dan kembali berdiri.


"Jangan jangan bener kalau ada maling. Tapi ini darah siapa?" ucap Chanyeol.


"BIBI!" seketika mereka berdua berteriak.


Mereka mencari Bibi di lantai satu namun tak ada tanda tanda keberadaannya. Pintu penghubung untuk keluar ke taman juga semuanya terkunci dan tak ada yang tahu dimana bibi menaruh kuncinya. Lalu Han Sung terpaku pada tetesan darah di lantai tadi.


"Chan.. lo perhatiin deh. Tuh darah arahnya kemana." ucap Han Sung kepada Chanyeol.


"Bekas darahnya ke lantai atas Hans. Kayanya korban di seret ke atas." ucap Chanyeol. Meskipun penasaran dia juga harus memberanikan dirinya. Karena dia juga takut jika itu benar Bibi yang menjadi korbannya.


"Ayo kita ke atas." ucap Han Sung.


Chanyeol dan Han Sung pun berjalan perlahan ke atas. Chanyeol memasang kuda-kuda dan waspada karena takut jika penjahatnya masih berada di rumah itu. Sedangkan Han Sung berjaga di belakangnya.


"Arahnya langsung naik ke balkon atas Hans." ucap Chanyeol.


"Ya udah ayo kita naik ke atas. Gue takut kalau benar itu Bibi." desak Han Sung.


"Ya sama. Ya udah lo aja duluan. Gue belakang." ucap Chanyeol yang ketakutan.


"Alah badan ae lo yang gedhe, nyali ciut. Ya udah sini gue yang di depan." ucap Han Sung lalu berada di depan Chanyeol.


Perlahan dengan perlahan namun pasti, Han Sung membuka pintu balkon. Han Sung memberi isyarat kepada Chanyeol untuk tetap di pintu berjaga-jaga terlebih dahulu dan Chanyeol pun langsung menganggukkan kepalanya. Namun baru beberapa detik Han Sung pergi, Chanyeol mendengar teriakan keras dari Han Sung.


"Aaaarrggghhhh....."


Teriakan itu terdengar begitu menyakitkan. Chanyeol yang mendengar itu tanpa basa basi langsung saja keluar dari pintu itu dan berlari menuju ke arah dimana dia mendengar teriakan Han Sung. Namun apa yang dilihatnya membuatnya terpaku tak bisa berbicara. Dia berdiri seperti patung, tak bergerak dan tak dapat berbicara.


"SURPRISE........." teriak semua orang.


Ternyata itu hanyalah prank yang dilakukan oleh Han Sung dan teman-temannya. Dia sengaja meminta bantuan Bibi, orang tua Han Sung dan juga Yura dan Yohan agar pulang segera untuk merayakan ulang tahun Chanyeol hari ini.


"Apa-apaan ini? Gue di kerjain?" ucap Chanyeol dengan mata memerah menahan tangis karena tadi dia mengira Bibi kesayangannya kenapa-kenapa.


"Hehe... sorry bro. ini ide dari sobat lo Hans." ucap Taeyong sambil menunjuk Han Sung yang hanya cengengesan menunjukkan wajah tak berdosanya.


"Bibi, bibi gak papa kan? Bibi gak sakit kan?" ucap Chanyeol yang begitu khawatir dengan Bibinya.


"Bibi gak kenapa-kenapa den. Itu hanya darah hewan kok den. Dan itu idenya Tuan Yohan." ucap Bibi.


"Darah hewan gimana? Kok bisa nyeremin banget kaya begitu?" tanya Jihoon yang pertama kali datang langsung berteriak ketakutan.


"Darah hewannya di lumurkan pada bantal kaya begini lalu di tarik ke atas. dah jadi deh." ucap Yohan enteng.

__ADS_1


"Kak Yura juga ikut andil?" tanya Chanyeol.


"Iya dong, kalau gak, ngerjain adik kesayangan gak akan seru dong." kata Yura.


"Om dan tante juga?" tanya Chanyeol pada Jin-young dan Yuna.


"Iya dong. Ini kesempatan langka buat Om ngerjain anak dekil kaya kamu gini." ucap Jin-young.


"Oke fix. Kalian semua bikin aku jantungan." ucap Chanyeol menahan haru.


"Udah sekarang ayo kita berpesta. Mommy udah beli banyak daging. kita akan pesta barbeque an. dan untuk kekacauan di bawah sedang di bersihkan." ucap Yuna.


"Yeay... pesta... ini nih yang gue tunggu. Kita nunggu lo lama banget tahu. Pergi kemana aja sih lo?" tanya Taeyong.


"Iya, ngamen dulu ya?" ucap Jihoon.


"Gak, nih anak salah naik bus. Tahu kalau salah pas udah sampai di pemberhentian dekat cafe langganan kita." ucap Han Sung.


"Berarti lo juga dong?" tanya Jihoon.


"Ya iyalah. Kan kita pulangnya bareng. Tu anak yang asal naik." kata Han Sung memberi alasan palsu agar orang tuanya gak curiga kenapa Chanyeol mengikuti gadis itu.


"Chan, nyanyi dong.. kakak kangen suaramu nih." ucap Yura.


"Nyanyi apa kak?" tanya Chanyeol.


"Christopher - Moments." sahut Yohan.


"Oke.. kakak juga ikut nyanyi." sahut Chanyeol yang sudah mengambil gitarnya.


Chanyeol mulai memainkan melodi yang indah dari jari-jarinya yang lentik. Dia mengalunkan melodi yang membuat semua orang disana yang mendengarnya begitu terpesona. Mereka terhipnotis dengan kelihaian Chanyeol memainkan gitar.


Jihoon yang sebagai juru kamera mengarahkan kameranya ke segala penjuru untuk melihat semuanya bereaksi untuk Chanyeol. Mereka semua ikut menyanyikan lagu bersama Chanyeol. Lagu yang begitu bagus di dengar.


...Please don't say a word...


...Like a journey coming to an end...


...You say...


...Let it run like the river...


...Wild and without a care...


...Just like the days, we were young and fumbling...


...Everything fades away...


...Let it go by with a flow...


...Really wish I could stay, but you know me...


...All the moments we shared...


...Are not going anywhere...


...Never quite understood it when you told me...


...Just close your eyes...


...And I be right by your side...


...Cuz memories don't say goodbye...

__ADS_1


...Everywhere I go...


...You are always there with me...


...And I was always scared to face the truth...


...Now I'm still...


...Waiting right here for you...


...To hold you in my arms again...


...Just like the days, we were young and fumbling...


...Everything fades away...


...Let it go by with a flow...


...Really wish I could stay, but you know me...


...All the moments we shared...


...Are not going anywhere...


...Never quite understood it when you told me...


...Don't go easy into the good night...


...A part of me always be with you...


...And I'm never gonna let you go from my heart...


...Just close your eyes I'm by your side...


...Cause memories don't say goodbye...


...Ooh everything fades away...


...Just go with the flow oh you know me...


...All the moments we shared...


...Are not going anywhere...


...Never quite understood it when you told me...


...Just close your eyes...


...And I be right by your side...


Malam itu mereka habiskan untuk pesta ulang tahun Chanyeol yang indah. Bagi Chanyeol meskipun pesta itu tak semegah dan semewah pesta kedua kakak kembarnya kemarin yang diadakan di Namsan tower, namun kehadiran mereka orang yang menyayanginya membuatnya begitu hangat dan merasakan kekeluargaannya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2