Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 17


__ADS_3

Chanyeol kembali ke kelasnya dengan hati yang berbunga. Dia tidak menyangka menjadi orang pertama yang mengetahui tentang ruangan rahasia milik Gladis. Chanyeol merasa dirinya istimewa.


Chanyeol bahkan sampai tidak sadar bahwa dia sudah berada di kelas. Dia duduk dengan diam sambil terus tersenyum melihat keluar jendela. Dia bahkan tidak memperhatikan pelajaran. Guru yang mengajar tahu, bahwa Chanyeol tidak mendengarkan pelajarannya. Namun sang guru memilih tak menghiraukan karena dia tak mau berurusan dengan keluarga Park. Guru itu lebih takut berurusan dengan Chanyeol daripada dengan Max yang sok berkuasa di sekolah atau dengan Taeyong sang anak pemilik sekolah.


"Chan, woi.. Chan...." panggil Han Sung nmaun Chanyeol masih diam saja tak menyahut. Dia lebih memilih diam sambil melihat keluar jendela dengan senyum di bibirnya.


"Sayang, kamu di panggil Hans tuh." ucap Zie yang tiba-tiba membuat suasana hati Chanyeol menjadi buruk setelah mendengar Zie memanggilnya sayang.


"Lo barusan panggil gue apa?" tanya Chanyeol dengan nada dan juga ekspresi yang sedingin es di Kutub Utara.


"Sayang." ucap Zie dengan muka tanpa bersalah.


"Sekali lagi gue denger lo panggil gue kaya gitu, jangan harap lo bisa nafas besok pagi." ancam Chanyeol.


"Emangnya kenapa? Bukannya kita itu tu..." ucapan Zie terpotong.


"Lo aja yang tunangan sendiri. Gue mah ogah. Lagian ya gue juga gak mau kali tunangan sama orang kaya lo. Gue aja masih belum percaya orang kaya lo itu gadis tteokbokki yang gue kenal dulu." ucap Chanyeol.


"Kenapa sih lo gak percaya?" tanya Zie dengan nada sedikit meninggi.


"Ya karena lo gak terlihat mencerminkan bahwa lo itu gadis tteokbokki gue." ucap Chanyeol lalu pergi keluar kelas di ikuti oleh ketiga temannya.


Namun sebelum keluar, Han Sung mendekati Zie dan tersenyum dengan penuh kemenangan. Dia berjalan mendekati Zie sampai Zie terpojok di tembok. Han Sung berbisik.


"Lo lihat kan? Dia gak akan semudah itu jatuh cinta sama wanita kaya lo. Bener perasaan gue kalau ada yang gak beres sama lo. Sampai gue bisa buktikan siapa lo sebenarnya, gue jamin seratus persen lo gak akan hidup tenang di sekitar kita." ucap Han Sung dengan penuh ancaman lalu pergi meninggalkan Zie sendiri yang masih terpaku bersandar tembok.


*


*


*


"Lo pada ikut kan di acara kemah musim panas besok?" tanya Chanyeol.


"Ikut dong. Lo ikut kan?" tanya Han Sung.


"Ikut lah. kapan lagi gue bisa kumpul bareng anak-anak." ucap Chanyeol.


"Ehh, ngomong-ngomong lo tadi pagi dibawa kemana sama Gladis?" tanya Taeyong.


"Ehh iya bener tuh. Lo diapain sama dia?" sambung Jihoon.


"Gak di apa-apain. dia cuma minta tolong doang kaya biasanya." ucap Chanyeol menutupi rencana yang akan di buat oleh Gladis.


"Tu anak masih bekerja sama berita lokal? Emangnya semiskin itu ya dia sampai bekerja paruh waktu di tempat tempat yang berbeda coba." ucap Jihoon.


"Orang tuanya memang tak se kaya kita. Dia kalau bukan karena kepintarannya juga gak mungkin kan masuk sekolah elit kaya gini. Swasta lagi." ucap Taeyong.


"Ohh iya, dia ikut beasiswa dari yayasan lo ya Tae?" ucap Han Sung.

__ADS_1


"Bener banget. Asal kalian tahu, dia itu sebenarnya blasteran. Ibunya asli Korea tapi ayahnya orang luar negeri. Tepatnya sih gue gak tahu darimana. Makanya namanya sedikit unik. Gladis Mahendra. Gak ada sedikitpun unsur Korea. Dan ibunya di Korea juga cuma seorang pembantu. Apalagi ayahnya sekarang udah meninggal. Dia awalnya sebelum masuk ke yayasan, dia tinggal sama kakeknya di negara ayahnya. Tapi setelah kakeknya meninggal juga dia kembali ke Korea bersama ibunya. Namun karena kondisi ekonomi ibunya yang pas-pasan bahkan tak punya rumah, akhirnya Gladis di tempatkan di yayasan gue. Nah karena kepintarannya, bokap gue ngasih dia beasiswa."ucap Taeyong panjang lebar dan ketiga temannya setia mendengarkan tanpa menyela sedikitpun termasuk Chanyeol yang begitu tertarik dengan kisah gadis yang di sukainya itu.


"Ngimong-ngomong kisahnya mirip sama pembantu lo ya Chan?" ucap Han Sung tiba-tiba hingga Chanyeol pun mengingat lalu mengiyakan.


"Iya bener lo Hans. Bibi juga suaminya orang negara asing. Gue waktu kecil pernah bertemu beberapa kali sebelum meninggal. Dia orang Indonesia." ucap Chanyeol.


"Wah jangan-jangan Gladis anak bibi lo Chan." ucap Jihoon tiba-tiba.


"Gak mungkin lah. Ya walaupun gue belum pernah lihat anak bibi, tapi dia gak mirip sama bibi. Tingkah lakunya juga. Bibi bukan orang yang urakan dan crewet kaya Gladis ya." ucap Chanyeol mengingat sifat dua orang itu yang begitu berbeda. Tidak mungkin kedua orang itu ibu dan anak.


"Iya juga. bener lo Chan. Lagian lo lupa kalau Gladis itu cewek paling cerewet menurut gue di sekolah ini. Lo lupa waktu masa pengenalan dulu dia yang paling sering di ketawain karena kecerewetan dan kepolosannya?" ucap Taeyong mengingat pertemuan mereka dengan Gladis.


"Gue gak inget tuh." ucap Han Sung.


"Ya! Lo kan telat masuk sini nya. Mana tahu gimana Gladis." jawab Chanyeol.


"Hehe...."


"Ehh, shopping yok buat besok di pakai di kemah musim panas. Couplean gitu kita berempat biar makin keren." ucap Jihoon tiba-tiba.


"Lo kaya cewek aja sih. Gak gak gak. Ogah gue. Mending couplean sama cewek baru gue daripada sama lo." ucap Taeyong.


"Lagian lo tuh kaya cewek. Mana ada cowok shopping sih." ucap Chanyeol.


"Ya kan gue cuma ngajak doang. Siapa tahu lo pada mau." ucap Jihoon.


"Lo sendiri aja sono. Mending gue sama Chanyeol belanja makanan yang banyak buat besok." ucap Han Sung.


"Nah oke tuh idenya." timpal Jihoon.


"Lo juga ikut beli makanannya dong. Masak kita doang." sambung Han Sung.


"Iya deh iya."


"Ya udah masuk yuk." ajak Chanyeol.


*


*


*


Tiga hari berselang kini semuanya sudah siap di bandara untuk terbang menuju ke Jepang untuk kemah musim panas mereka. Perjalanan yang terasa menyenangkan untuk semuanya karena mereka bisa bebas tanpa belajar untuk sementara waktu.


"Chan, gue duduk bareng sama lo ya." ucap Zie yang semakin hari menempel pada Chanyeol. Bahkan seluruh sekolah sudah tahu bahwa keduanya bertunangan.


"Lo gak bisa baca ya. Lo lihat tuh nomor penerbangan lo kursinya nomor berapa?" ucap Chanyeol.


"Kan gue bisa tuker sama anak yang duduk di dekat lo." ucap Zie.

__ADS_1


"Mau tukar? sorry, gak bisa ya. Asal lo tahu, lo itu di penerbangan kelas biasa. Sedangkan kita ada di kelas VIP." ucap Han Sung.


"Kenapa gue gak di pesenenin yang satu kelas sama lo sih Chan?" tanya Zie yang merasa jengkel karena harus di pisah dengan Chanyeol.


"Emangnya lo siapa? Anak pengusaha? bukan. rangking sepuluh besar teratas, bukan. Terus buat apa kepala sekolah harus beliin lo di kelas VIP bareng kita? Mimpi lo." ucap Taeyong.


"Ehh, itu Gladis. Gladis sini." panggil Jihoon yang memang selama tiga tahun tiap kemah musim panas dia selalu duduk di kelas VIP karena ikut sepuluh besar teratas.


"Ohh Hai. Kali ini gue duduk deket siapa? Dua tahun lalu dekat Max. Tahun lalu dekat Taeyong. Kali ini siapa? Apa Lo zie?" tanya Gladis.


"Zie? Gak lah. Dia kan bukan kelas VIP." ucap Taeyong.


"Tapi kan dia tunangannya Chan-Chan." ucap Gladis dengan sedikit ragu menatap Chanyeol.


"Dia bukan siapa-siapa gue ya."kata Chanyeol sengit.


" Sini gue coba lihat tiket lo."kata Han Sung mengambil tiket di tangan Gladis. "Wah kebetulan nih, lo duduk deket gue. ya udah yuk naik. Udah mau berangkat ini. Nanti ketinggalan." ucap Han Sung menarik tangan Gladis untuk menjauhi Zie.


Han Sung dan Gladis jauh agak di depan. Han Sung berbicara sesuatu dengan Gladis. Hal itu membuat Gladis ingat sesuatu kemarin yang terjadi dengan Chanyeol.


"Lo jangan sebut bahwa Zie itu tunangan Chanyeol." ucap Han Sung.


"Emangnya kenapa? bukankah itu kenyataannya?" tanya Gladis. Ada sedikit perasaan yang mengganjal di hatinya.


"Apa kurang cukup kemarin dengan lo lebih memilih menjadi temannya aja daripada menerima cinta Chanyeol, kini lo terus nyebut Zie tunangannya? Asal lo tahu, itu semua ulah Zie. Chanyeol tidak benar-benar menjadi tunangan Zie." ucap Han Sung.


"Sorry." Gladis lalu masuk ke dalam kabin lebih dahulu. Dia duduk di kursi nya yang kebetulan berada di samping jendela.


Chanyeol berjalan perlahan ke kursi nya. Namun tangannya di tarik oleh Han Sung. Dia berbisik kepada Chanyeol.


"Gue tuker kursi sama lo. Lo duduk deket Gladis. Selesaiin masalah lo kemarin." ucap Han Sung memberikan kesempatan untuk Chanyeol menyelesaikan masalahnya dengan Gladis kemarin.


Ada apa dengan kemarin?


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2