
"kamu siap sayang?" tanya kevin dan Key hanya mengangguk.
Mereka turun dan disambut oleh satpam yang sudah lama bekerja dikeluarga Siregar bahkan sebelum Key lahir.
"non Key!" kata satpam itu kaget.
"siang Pak. bapak sama ibu ada?" kata Kevin sopan kepada satpam itu yang masih terbengong melihat Key, sedangkan yang dilihat sibuk menimang Junior yang tengah terlelap dalam dekapannya.
namun belum sempat satpam itu menjawab, dari depan pintu sudah berdiri Johan Siregar, ayah Key dengan galaknya.
"Siapa pak? kalau gak penting jangan disuruh masuk!" kata Johan dengan galaknya.
"ini Key pa." kata Key sembari mendekat ke arah Johan yang masih menatap tak percaya bahwa anak yang selama ini di buangnya kembali dengan seorang anak kecil dan seseorang yang namanya sudah tersohor sampai diseluruh pelosok negeri beberapa tahun ini.
"masih punya muka kamu kembali ke rumah ini?" kata Johan ketus.
"Tn. Siregar maaf, kedatangan saya dan Key kesini karena ingin membicarakan sesuatu dengan bapak. dimohon bapak bertindak sopan sedikit. bisakah bapak menyilahkan kami masuk dulu?" kata Kevin sedikit pedas.
"baiklah.karena saya memandang anda sebagai tamu agung, mari masuk terlebih dahulu." sambut Johan ogah-ogahan.
__ADS_1
Mereka masuk kedalam rumah siregar. Key melihat sekeliling sudah banyak yang berubah. bahkan difoto keluarga yang dulu terpampang diruang tamu, sebelum dia pergi masih ada dirinya dalam foto itu. kini tak ada lagi. karena dirinya sudah diganti oleh menantu kesayangan keluarga Siregar yang Key tahu bahwa namanya sudah melejit ke kancah internasional.
Namun bagi key rumah ini terasa lebih sepi dari yang dulu. dia bisa melihat kini sudah tak ada lagi para pelayan yang ramai hilir mudik seperti dulu lagi. bahkan lebih sepi lagi karena tak ada suara anak kecil disini.
"Bukannya kakak kamu udah menikah ya sayang? kenapa gak ada suara anak kecil disini?" tanya Kevin.
"entahlah Vin. apa jangan-jangan istri Kak Mike gak mau hamil dulu karena dirinya sedang naik daun Vin?" perkiraan Key.
Mereka kembali terdiam saat Johan membawa semua keluarga yang kebetulan sedang berada dirumah. mereka menatap hormat kepada Kevin tapi menatap benci kepada Key dan anaknya.
"Tuan Kevin, ada perihal apa ini sampai anda datang sendiri kesini?" sambut Mike.
"kamu dengar itu Key? Tuan Kevin ingin membicarakan hal penting. kamu mau ngapain disini?mau minta sebagian harta kami untuk hidupin anak kamu karena kamu sudah jatuh miskin? iya?" sindir Mawar.
"justru saya kesini ingin membicarakan hal yang berkaitan dengan Key dan anaknya." kata Kevin.
"apa Key punya hutang kepada Anda tuan? tapi maaf tuan Key sudah bukan bagian dari keluarga kami lagi jadi kalau dia mempunyai hutang itu bukan masalah kami lagi." kaya Ken.
Mendengar itu, hati Key serasa benar-benar teriris menjadi potongan kecil-kecil. dia tak menyangka bahwa keluarganya masih saja angkuh. dia berpikir bahwa akan berkurang kebencian mereka kalau Key pergi dari kehidupan mereka. namun nyatanya tidak.
__ADS_1
"mohon anda jaga perkataan anda. bagaimanapun dia adalah kakak anda. sekiranya kalaupun anda tidak menganggap dia kakak anda, anggaplah dia orang yang lebih tua dari anda. jadi tolong hormatilah sedikit." kata Kevin yang mulai terpancing emosinya karena omongan keluarga Siregar.
"untuk apa kami menghargai orang yang sudah mencoreng nama keluarga Siregar. terlebih dia melahirkan anak haram." kata istri Mike dengan pedas.
"JANGAN BERANI-BERANINYA KALIAN MENYEBUT ANAK SAYA ANAK HARAM. DIA ANAK SAYA. PENERUS KELUARGA LIN. PAHAM KALIAN!" bentak Kevin yang membuat semua yang ada disana ketakutan. Bahkan kini Key hanya menangis memeluk anaknya yang tertidur dengan nyenyak tanpa terganggu oleh bentakan ayahnya.
"anak tuan? maksud tuan?" tanya Johan.
"iya, anak yang ada dalam dekapan Key, itu adalah anak saya. cucu keluarga Siregar yang tak pernah dianggap. jadi kalian jangan pernah mengusik Key dan anaknya lagi. ohh iya, dan satu lagi. tujuan saya datang kesini bahwasanya saya ingin memberitahukan kepada kalian bahwa sebentar lagi saya dan Key akan menikah.." tutup Kevin lalu beranjak pergi meninggalkan mereka yang masih terbengong dan tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Kevin. sungguh hal diluar dugaan mereka.
"ternyata nasib anak itu lebih mujur dari apa yang kita duga." kaya Johan.
"pa, seharusnya tadi kita baikin Key. siapa tau perusahaan papa bisa lebih maju lagi jika bergabung menjadi anak perusahaan Lin." kata istri Mike. "dan aku bisa mendekati Kevin dan menjadi model paling terkenal didunia dan merebut Kevin dari Key. dia tak pantas bersanding dengan Kevin." batin istri Mike, Martha.
"bener pa kata Martha. seharusnya tadi kita baikin Key biar kita bisa dapat keuntungan dari keluarga Lin." sambung Mike.
"biar besok papa yang urus. kalian tenang saja." jawab Johan. dia lalu pergi meninggalkan mereka menuju ruang kerjanya. dia membuka laci, mengambil sebuah foto bayi kecil yang sedang dalam gendongan seorang wanita.
"anakku yang malang. maafin papa ya nak kamu harus berakhir seperti ini. tapi papa bahagia lihat kamu bahagia menemukan cinta sejatimu. sebenarnya papa sedih ketika harus marah denganmu nak. papa sedih ketika papa harus berpura-pura jahat denganmu nak. itu semua demi agar kamu hidup nak. maafin papa ya nak. jika dulu papa tidak menghamili mamamu, mungkin ini tak akan pernah terjadi. dan jika mungkin anak mama Mawar masih hidup, dia tak akan menyiksamu seperti ini nak. maafin papa ya nak. kamu tetap anak papa. Keysha."
__ADS_1