
Pagi hari nya, Ela terbangun sendiri. Dia melihat di sampingnya, sang suami sudah tidak ada. Dia pun melihat jam dinding di kamarnya, ternyata sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Dia menghela nafasnya. Dia tidak tahu kenapa akhir - akhir ini dia selalu saja malas bangun pagi sampai suaminya berangkat kerja pun dia tak tahu.
Dia mengambil HP di meja samping tempat tidurnya. Menekan tombol panggilan cepat nomor suaminya itu. Tak butuh waktu lama, suaminya langsung memenerima panggilannya.
📲 Halo sayang...udha bangun?
📱Sayang kenapa gak bangunin aku sih? aku kan pengen buatin kamu sarapan.
📲 Gak papa sayang. aku gak tega bangunin kamu. kayanya kamu kelihatan capek banget.
📱Kalau begitu nanti siang aku ke perusahaan aja gimana? aku ingin makan siang bareng kamu. sudah beberapa hari ini kita jarang makan bareng. aku kangen sama kamu sayang. (ucap Ela begitu manja kepada suaminya itu)
📲 Baiklah sayang. kalau begitu buatkan aku bekal makan siang yang enak ya sayang.
📱Siap suamiku. i love you hubby.
📲 Love you too honey.
Ela pun segera memutus panggilannya dan langsung mandi. Dia memakai baju rumahan dulu baru memasak untuk suami tercintanya. Dia turun langsung ke dapur untuk memasak masakan suaminya. Ya tidak sepenuhnya karena banyak pembantu juga di rumah ini.
"Nyonya sudah bangun? Ada yang nyonya inginkan? nanti saya buatkan." sapa kepala koki di rumah itu.
"Emm.. aku cuma mau makan salad buah sama susu saja. Habis itu aku mau masak untuk suamiku sendiri. tolong di bantu ya." ucap Ela sambil duduk di kursi makan.
Biasanya meja makan selalu penuh dengan makanan. Namun semenjak kehamilan Ela, para koki lebih sering membuat makanan dan di hangatkan terlebih dulu karena hormon ibu hamil selalu berubah - ubah keinginannya. Seperti tempo hari. malam hari minta kimbap, paginya Ela minta spaghetti. Akhirnya koki yang mengalah. karena mau protes pun mereka kerja disini.
Setelah menyantap makanan yang di inginkan nya, Ela langsung terjun ke dapur sendiri untuk memasak makan siang untuk suaminya. Dengan lincah dia memainkan pisau dapur di atas talenan. Awalnya koki terkejut. Bagaimana tidak? seorang nona muda keluarga terpandang seperti keluarga Lyn ternyata jago memasak. Tapi kini mereka sudah terbiasa.
Meskipun demikian mereka tak bisa meninggalkan Ela begitu saja. Dan Ela juga sering terbaru dengan adanya koki karena bisa mendapat masukan dan masakannya bisa lebih enak dari biasanya dia masak sendiri di apartemen. Karena Ela yakin lidah para koki disini merupakan panutannya. Karena koki disini bukan sembarang koki. Mereka punya lisensi memasak yang jelas dan terbukti skill masak dewanya.
Setelah selesai dengan bekal makan siangnya, Ela langsung mandi lagi dan bersiap pergi ke kantor suaminya di antar oleh seorang sopir. Ela memakai dress selutut berwarna biru langit dengan motif bunga-bunga kecil. Ddengan memakai dress itu membuatnya terlihat begitu cantik dan juga kehamilannya yang sudah tak bisa di tutupi lagi. Perutnya sudah kelihatan begitu buncit karena kehamilan twins nya.
Ela terus tersenyum sambil memandang jalanan luar. Beberapa hari ini dia sering menghabiskan waktunya di rumah karena Yong Jin jarang membawanya keluar. Kini dia bisa keluar karena mengantar makan siang suaminya. Hal yang membuatnya bahagia meskipun hanya hal kecil.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di perusahaan. Kini Ela sudah berada di lobi. Dia keluar dari dalam mobil dengan di bukakan oleh satpam yang berjaga di depan lobi. Satpam paham dengan mobil yang di pakai Ela. sudah bisa di pastikan kalau itu anggota keluarga Park yang datang.
"Selamat datang Nyonya." sapanya dengan menunduk hormat.
"Terimakasih." ucap Ela ramah seperti biasanya.
Semenjak kepergian Vin's perusahaan itu kehilangan senyumnya karena Yong Jin selalu menampakkan wajah datar dan dinginnya. Namun semenjak adanya Ela masuk keluarga Park alias menjadi Nyonya CEO nya, mereka pun bisa bernafas lega karena sang CEO kadang sering tersenyum jika ada Ela disana.
Ela berjalan menuju pantry sambil menyapa seluruh karyawan yang kebetulan berpapasan dengannya. Termasuk para karyawan yang menunjukkan hormatnya kepada Ela dengan begitu hormat.
__ADS_1
"Alex..." panggil Ela saat sampai di pantry. OB kesukaannya yang memang khusus dia minta untuk melayaninya jika sedang berada di kantor.
"Nyonya Bos. selamat siang Nyonya. ada perlu apa nyonya?" tanya Alex.
"Ini tolong siapkan makan siang buatku dan juga bapak ya. Aku tunggu di ruangan bapak." ucap Ela dengan ramah seperti biasanya.
"Dengan senang hati Nyonya bos." Kata Alex yang langsung melaksanakan titah sang istri CEO itu.
Ela pun berjalan dengan anggun ke ruangan suaminya yang berada di lantai paling atas sendiri. Dia berjalan menuju lift khusus untuk para petinggi perusahaan. Ela memasukinya yang kebetulan berpapasan dengan seorang sekretaris.
Sekretaris itu nampak acuh kepada Ela. bahkan dia seakan tak menganggap Ela ada. Dia bahkan dengan sengaja menyenggol bahu Ela dan lalu melenggang pergi keluar perusahaan. Ela tak mempermasalahkan itu. Dia langsung masuk kedalam dan memencet tombol paling atas untuk sampai di ruangan suaminya.
Dia keluar dari dalam lift dan langsung menuju ke ruangan suaminya. Namun dia tak melihat sang sekretaris yang seharusnya berjaga-jaga di depan. Namun dia kembali ingat kalau itu jam makan siang. Pasti sekretaris itu sedang makan siang. Ela masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung melihat suaminya yang masih sibuk dibalik meja kerjanya.
"Sayang..." sapa Ela agar suaminya itu tahu bahwa ada dia disana.
"Sayang? maaf.. aku tidak tahu kamu datang. sebentar, aku akan menyimpan berkas dulu." ucap Yong Jin yang dengan segera menghampiri istrinya yang duduk di sofa.
"Sibuk banget ya?" tanya Ela saat suaminya sudah merangkulnya dan duduk di sampingnya. Dia pun bisa bersandar di dada bidang suaminya.
"Iya ini sayang. tapi malam ini aku gak lembur kok. Kamu gak usah pulang ya. kita pulangnya bareng terus nanti kita jalan-jalan ke pasar kuliner gimana? aku dengar di pasar kuliner sedang ada festival makanan?" tawar Yong Jin yang sadar kalau dirinya selalu sibuk dan tak pernah ada waktu untuk istrinya itu.
"Sungguh sayang? baiklah.. aku mau." ucap Ela dengan begitu senang sambil mengecup bibir suaminya yang membuat kecupan itu semakin lama menjadi ciuman panas. Ciuman mereka terhenti saat mendengar ketukan pintu.
"Tuan, ini makanan untuk anda dan Nyonya bos." ucap Alex membawa dia nampan besar bersama salah satu temannya.
"Kamu taruh di meja makan sana." tunjuk Yong Jin pada meja makan mini yang sengaja dia siapkan untuk makan siang bersama istrinya di kantor.
Sepeninggalan Alex dan rekannya, Ela pun bangkit menghampiri suaminya yang sudah lebih dulu mendekat ke meja makan mini itu. Yong Jin tersenyum melihat makanan yang berada di atas meja. Sungguh menggiurkan.
"Tak pernah mengecewakan masakanmu sayang. selalu yang terenak." ucap Yong Jin sambil mengambil suapan besar pertamanya.
Ela pun ikut mengambil suapan besar pertamanya. Karena entah mungkin bawaan hamil kali ya, dia hanya bernafsu makan jika ada suaminya. Namun jika tidak ada, dia hanya bisa makan buah, jus, salad sayur dan susu. Dia tidak bisa makan makanan berat seperti ini. Namun jika berada di samping suaminya, dia akan makan bisa dia kali lipat dari porsi makan Yong Jin.
"Makasih sayang. lagian ini juga enak banget kan sayang?" tanya Ela.
"Pasti sayang. masakan kamu adalah yang terenak. tak ada duanya." ucap Yong Jin yang kini selalu mengikuti kemauan istrinya itu jika perihal menu makan. karena ia tahu hormon kehamilan itu pasti selalu ingin makan sesuatu yang tiba-tiba saja dia inginkan. Bahkan kini perut sixpack nya mulai memudar. Namun karena dia tak bisa selalu olahraga jadi dia belum bisa mengembalikan perut sixpack nya.
"Mulai besok, kamu terus bawain aku bekal makan siang ya sayang. Aku mau tiap hari makan siang bareng kamu. karena mungkin kalau aku sibuk gak bisa makan bareng sama kamu sayang." ucap Yong Jin dengan sedih karena waktu dengan istrinya berkurang.
"Iya sayang. dengan senang hati aku akan membuatkan berbagai menu masakan yang berbeda tiap harinya agar kamu makan enak terus." ucap Ela sambil mengelus pipi Yong Jin yang terlihat menggembung karena mulutnya penuh dengan makanan.
Ritual makan siang itu pun telah selesai. Alex kembali datang untuk membersihkan meja makan itu. Dia juga di beri pesan untuk kembali lagi dengan membawa salad buah dan jus melon pesanan Ela. Dengan tulus Alex melaksanakan titah sang Nyonya bos yang baik hati baginya itu.
__ADS_1
Ela kembali duduk di sofa dengan memainkan HP nya. Dia tak ingin membuat keributan untuk suaminya yang begitu fokus dengan pekerjaan nya karena ingin segera membawanya pergi ke pasar kuliner kesukaannya.
Merasa ingin buang air kecil Ela bangkit dari duduknya. dan itu membuat Yong Jin mengalihkan pandangannya dari laptop di depannya.
"Mau kemana sayang?" tanya Yong Jin yang melihat Ela bangun dari duduknya.
"Mau ke kamar mandi. nanti kalau Alex kesini tolong uangnya di kasih ya sayang. jangan lupa tipsnya untuk Alex. dan jangan pelit-pelit." ucap Ela membuat Yong Jin tertawa.
Baru saja beberapa menit Ela masuk kamar mandi, pintu ruangan terbuka. Namun bukan Alex yang masuk melainkan seornag sekretaris baru yang masuk dengan membawa pesanan yang sudah di pastikan yang ia ambil dari Alex.
"Kak, ini pesanan kamu. tumben kakak makan salad? biasanya kakak suruh Alex beli makanan berat. kakak lagi diet?" kata seornag wanita yang terlihat akrab dengan Yong Jin yang ternyata sekretaris barunya itu.
"Ko Eun Bi." kata Yong Jin dingin memanggil nama sekretaris yang tak lain kenalannya dari kuliah.
"Ya kak?"
"Bisa tidak kamu panggil aku tuan atau bos? ini bukan di luar. jadi jangan panggil aku kakak."
"Tapi kan kamu sendiri yang bilang kalau kita hanya berdua kamu bolehin aku panggil kamu kakak? kan sekarang kita hanya berdua jadi boleh kan aku panggil kamu kakak seperti biasanya?" ucap gadis yang bernama Ko Eun Bi itu.
Namun belum sempat Yong Jin menjawab. Ela keluar dari kamar mandi. Membuat Yong Jin berdiri karena kaget.
"Sayang, salad nya udah datang ya?" tanya Ela yang seketika itu memaku ketika melihat gadis yang terlihat angkuh di depannya itu.
"Iya sayang, ini salad kamu." ucap Yong Jin menyerahkan salad itu namun pandangan Ela tak berpaling dari Ko Eun Bi.
"Sayang?" kata Ko Eun Bi heran karena mendengar Yong Jin memanggil Ela dengan sebutan sayang.
"Sayang, siapa dia?" ucap Ela kemudian karena merasa ada yang tak beres dengan tatapan Eun Bi kepada suaminya itu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.