
Sudah seminggu ini Vin's mengurung diri di rumahnya. Sekretaris ataupun orang yang bekerja dirumahnya tak bisa membujuknya untuk keluar. Akhirnya salah satu cara agar Vin's mau keluar, sekreatrisnya memanggil mertua Vin's yang masih berada di New York.
"Bagaimana keadaan menantu saya?" tanya Rei setelah sampai dirumah.
"Dia tidak mau keluar dari kamar Mister. bahkan saya dan sekretaris Hans juga sudah mencari ke seluruh daratan Amerika kemana Miss Nana pergi namun tak di temukan jejaknya Mister." ucap sekretaris Cloe.
"Sebenarnya apa yang terjadi sampai jadi seperti ini?" tanya Nyonya Kim.
Namun belum sempat menjawab, datang rombongan dari Korea, termasuk Kevin yang selalu ikut andil dalam masalah anaknya. Terlebih kali ini anak lelakinya.
"Ada apa sebenarnya? kenapa Nana sampai kabur dari rumah?" tanya Key yang langsung pada intinya saat masuk dari ke dalam rumah.
"sayang, kamu sama Mama bawa baby twins ke dalam ya. kasihan pasti baby twins capek." ucap Yong Jin kepada Nana. Nana pun masuk kedalam kamar guna untuk menidurkan baby twins di ranjang bersama Nyonya Park.
"Jadi begini, satu minggu yang lalu untuk merayakan keberhasilan perusahaan dalam menangani tander bersama perusahaan Miss Janet, kedua perusahaan membuat pesta perayaan. Waktu itu karena Mister tidak mau mabuk, dia pun hanya meminun jus anggur saja. Tapi entah apa yang ada di dalamnya, Mister merasakan kepala nya pusing dan menyuruh saya untuk membawa ke kamar. Namun saya langsung meninggalkannya karena saya ingin menyarikan penawar mabuk. Tapi satu jam kemudian saya melihat Mister sudah kacau bersama dengan wanita asing. Dan disitu saya baru sadar bahwa tak ada Nyonya, padahal sebelumnya saya bertemu dengan Nyonya di depan. Hingga akhirnya Mister marah kepada wanita itu dan hampir membunuhnya. Ternyata dalang dari itu semua Clara dan Miss Janet. Mereka ingin merusak rumah tangga Mister dan Nyonya agar Clara bisa menikah dengan Mister."ucap sekretaris Cloe dengan panjang lebar.
"Kenapa bisa seperti ini sih." kata Yong Jin.
"Mister... Mister..." teriak sekretaris Hans.
"Ada apa Hans?" tanya Kevin.
"Saya melacak nona lewat atmnya. dan ternyata tiap satu hari, dia melakukan penarikan dari akunnya sebesar sepuluh milyar. dan itu dilakukan sampai hari ini. hari ini terakhir dia melakukan penarikan sebesar lima puluh milyar dari rekeningnya. Lalu setelah itu dia terlihat mentransfer semua uang yang ada di rekeningnya ke nomor rekening Mister. Terakhir saya melacak nya berada di bandara." kata sekretaris Hans.
"Bandara!?" semuanya yang ada disana kaget.
Namun mereka lebih kaget ketika melihat Vin's berlari dari lantai atas dan langsung menyambar mantel serta kunci mobilnya. Dia bahkan tak memperdulikan mereka yang ada disana. Sampai pada akhirnya, apa yang membuat Vin's terlihat terburu-buru, terjawab sudah saat Ela keluar dari kamar sambil memberitahukan kepada semuanya.
"Semuanya, lihat apa yang ada di berita." ucap Ela sambil menunjukkan sebuah berita dari negara ini.
__ADS_1
𝘉𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘱𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯. 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘱𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘉𝘰𝘦𝘪𝘯𝘨 𝘯𝘰𝘮𝘰𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘫𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘐𝘯𝘨𝘨𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴 𝘭𝘢𝘯𝘥𝘢𝘴 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘉𝘢𝘯𝘥𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘯𝘢𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭 𝘚𝘢𝘯 𝘍𝘳𝘢𝘯𝘤𝘪𝘴𝘤𝘰 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵. 𝘒𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘶𝘮𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘳𝘢𝘵𝘶𝘴 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨. 𝘈𝘥𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘯𝘢𝘮𝘢-𝘯𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘸𝘢𝘳𝘨𝘢𝘯𝘦𝘨𝘢𝘳?𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.
𝘒𝘰𝘳𝘦𝘢 𝘚𝘦𝘭𝘢𝘵𝘢𝘯.
-𝘒𝘪𝘮 𝘠𝘶 𝘕𝘢
-𝘕𝘢 𝘎𝘰 𝘌𝘶𝘯
-𝘓𝘺𝘯 𝘕𝘢 𝘠𝘰𝘶𝘯𝘨
-𝘗𝘢𝘳𝘬 𝘉𝘰 𝘎𝘦𝘶𝘮
-𝘏𝘢𝘯 𝘊𝘪 𝘎𝘢𝘯
-𝘔𝘪𝘯𝘠𝘶 𝘑𝘰𝘰𝘯
Melihat nama itu, disana tertera nama Lyn Na Young. Nama lengkap Nana setelah menikah. Dan itu juga di benarkan oleh sekretaris Hans.
Bruukk...
Terdengar orang terjauh. Dan itu Nyonya Kim. dia tak kuat mendengar berita tentang kecelakaan yang menimpa anaknya. Akhirnya Nyonya kim di bawa ke dalam kamar. Sedangkan para lelaki menyusul Vin's yang pasti sudah mengetahui hal ini karena dia langsung pergi dari rumah. Dirumah para wanita di temani oleh sekretaris Cloe untuk memberitahu kabar terkini nantinya.
*
*
*
Mereka mendatangi tempat kejadian dimana kecelakaan pesawat itu terjadi. Namun mereka tak bisa masuk. Mereka juga melihat polisi tengah menangani seseorang. Dan mereka melihat kearah dimana para polisi tengah mencoba menjauhkan seorang yang hendak menerobos ke TKP. Siapa lagi kalau bukan Vin's.
__ADS_1
"Vin's.. Vin's.. Vin's.. sabar Vin's. lo tenang dulu. lo jangan kaya begini." ucap Yong Jin mencoba menenangkan Vin's.
"Gimana gue bisa sabar Jin, gimana gue bisa tenang. Itu disana ada istri gue. dia lagi mengandung anak gue Jin. Gue gak bisa tnenag gitu aja." ucap Vin's yang tak bisa diam.
Pada akhirnya Kevin memakai namanya untuk memanggil bantuan agar bisa masuk ke dalam tempat kejadian. Karena memakai keluarga Lyn, akhirnya mereka dengan bebas keluar masuk tempat kejadian untuk mencari Nana. Karena siapa yang mau melarang keluarga Lyn, keluarga yang berkuasa di daratan Amerika.
Setelah mencari keseluruhan, namun tak ditemukan dengan pasti Nana disana. Mereka hanya menemukan kopernya saja. Sedangkan orang yang meninggal semuanya tak ada yang menunjukkan itu DNA atas nama Nana. Akhirnya mereka menghentikan pencarian.
Vin's terlihat frustasi. Dia hanya bisa memeluk koper yang diyakini milik Nana. dia tahu itu karena koper itu berisikan pakaian bersih milik Nana. Vin's tahu betul pakaian Nana. Bahkan sampai pakaian dalam Nana dia tahu semua.
Kamar Vin's pun masih berantakan. Pesta kejutan kecil saat ulang tahunnya dari Nana pun belum dia bereskan. Bahkan satu balon saja yang di pegang oleh orang lain, dia akan memarahinya. Dia tak ingin ada orang yang menyentuh dan merusak kamar itu.
Vin's terus mengurung dirinya. Dia bahkan tidak mandi tidak makan. Dia memeluk foto dan juga pakaian milik Nana. Menatap keluar dari balkon sambil memegang erat surat dan juga testpack yang seharusnya menjadi kebahagiaannya bersama Nana. Namun hal itu kini harus menjadi kesedihan untuknya.
𝘚𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..... 𝘸𝘩𝘦𝘳𝘦 𝘢𝘳𝘦 𝘺𝘰𝘶?
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.