
Malam harinya.
Freya dan Chanyeol masih berkutat dengan kompor dan masakan di dapur. Chanyeol memaksa untuk memasak sendiri makanan yang akan di sajikan untuk makan malam nanti. Dia hanya ingin di temani saja oleh Freya. Namun Freya juga keras kepala, dia tetap membantu Chanyeol. Karena dia tidak mungkin membiarkan Chanyeol terlihat memasak sendiri sedangkan dia justru malah duduk di kursi meja makan dengan enaknya. Kalau sampai Han Sung tahu, yang ada bulanannya akan di potong oleh Han Sung.
"Wah.... makanannya sudah siap nih. Pasti enak ini." ucap Han Sung saat tiba di meja makan. Perutnya keroncongan melihat makanan enak di depannya. Apapun yang di masak oleh Chanyeol atau Freya pasti rasanya enak sekali.
"Siapa yang memasak ini kak?" tanya Scarlett.
"Siapa lagi kalau bukan orang keras kepala itu. Kakak hanya boleh membantunya memotong sayuran." ucap Freya sembari menunjuk Chanyeol dengan wajahnya. "sudah ahh, kalian berdua bantu Oppa, aku mau mandi." ucap Freya meninggalkan mereka.
"Aku juga mau mandi." ucap Scarlett ikut meninggalkan mereka berdua. Tinggalah Chanyeol dan Han Sung.
Sebenarnya Han Sung sudah sering melarang Chanyeol untuk memasak. Tapi Chanyeol selalu saja kekeh untuk memasak. Karena Chanyeol selalu berpikir kalau dia yang paling tua di rumah itu. Dan jika Chanyeol sudah berkehendak, maka hanya Han Sung yang bisa menasehati nya. Itupun kalau Chanyeol mau menurut. Kalau Chanyeol sedang tidak mau menurut atau suasananya hatinya tengah buruk, dia akan marah dan melempar apapun yang berada di dekatnya. Seperti vas bunga yang dulu sering dia lempar. Makanya sekarang di rumah itu sudah tak ada vas bunga atau gucci. Supaya kalau marah Chanyeol tidak melempar vas lagi. Bukan masalah harga melainkan takut kalau Chanyeol justru terluka akibat pecahan gucci atau vas.
"Sudah di bilangin lo tuh harus istirahat aja di kamar, jangan masak lagi. Emangnya kita juga gak bisa masak apa. Ngeyel banget sih." ucap Han Sung kepada Chanyeol. Dia selalu marah kalau Chanyeol nekad melakukan hal yang dia larang.
"Bukannya lo ingin melihat gue sembuh? Kalau begitu biarlah gue beraktivitas. Dengan begini tulang gue gak akan kaku lagi kalau terapi." ucap Chanyeol.
"Makanya terapi jangan cuma sebulan sekali, setiap hari gitu kek biar cepet bisa jalan." ucap Han Sung.
"Gue juga udah bilang sama Freya kalau gue bakal terapi seminggu sekali. Jadi biarin gue tetep masak. Cuma ini kegiatan yang bisa bikin gue gerak banyak." ucap Chanyeol.
__ADS_1
"Terserah lo lah Chan. Gue udah gak tahu lagi mau bilang apa ke lo. Yang penting gue gak ingin lihat lo terluka. Jadi gue mohon, jangan sampai lo terluka. Lo tahu kan? Gue akan lebih terluka kalau lo juga terluka. Hanya lo orang yang gue pedulikan sekarang."ucap Han Sung seperti memohon. "Gue gak akan pernah memaafkan diri gue sendiri kalau lo terluka" ucap Han Sung tulus. Dia benar-benar begitu menyayangi Chanyeol. Karena Chanyeol rela menukar kakinya demi keselamatan nya.
"Selama lo baik-baik saja, maka gue gak akan terluka." ucap Chanyeol.
Karena baginya, hanya Han Sung lah yang bisa membuatnya merasa terluka. Jika dia mendengar Han Sung berada dalam bahaya atau terluka sedikitpun, hati Chanyeol ikut terluka. Apalagi kalau pada malam hari dia mendengar Han Sung mengigau memanggil Daddy nya, Park Jin-young, Chanyeol ikut menangis. Dia tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa terbangun dalam diam, duduk di ranjangnya yang berada di sisi kamar berbeda dari Han Sung. Dia akan bermain gitar sembari menyanyikan sebuah lagu. Dan itu yang membuat Han Sung terlelap kembali.
"Apakah kalian sudah selesai bicaranya? Itu tamunya sudah datang di ruang tamu. Dia sedang berbincang dengan Scarlett." ucap Freya mengagetkan mereka berdua.
Han Sung pun bangkit dan menuju ke ruang tamu guna menyambut kliennya itu. Sedangkan Chanyeol dan Freya lebih memilih untuk menunggu di ruang makan saja. Toh nanti tamunya juga akan ke ruang makan karena mereka akan makan bersama. Dan di sanalah dia akan berkenalan nantinya.
"Kakak, bagaimana penampilanku? Apa aku sudah rapi?" ucap Freya dengan merapikan kembali pakaiannya sambil berputar untuk di lihat kan oleh Chanyeol. Chanyeol memperhatikan penampilan Freya yang nampak sempurna dengan dress hijau tosca itu. Padahal sehari-hari nya dia hanya menggunakan celana panjang dan kaos kebesaran.
"Sudah, kamu sudah rapi dan cantik. Kenapa kamu jadi terlihat gugup seperti itu? Bukankah yang ingin bertemu dengan dia itu kakak ya? Kenapa kamu yang gugup dan berkeringat dingin seperti ini?" tanya Chanyeol yang merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Freya. Dia terlihat begitu gugup. Padahal yanga kan bertemu dengan klien itu Chanyeol.
"Ya, anggap aja kalau ini adalah latihan. Kamu latihan untuk bertemu dengan klien jika besok kamu sudah membangun perusahaan sendiri. Maka saat itu kamu tidak perlu canggung dan merasa malu jika tengah melakukan meeting dengan klien yang bekerja sama di perusahaan mu. Janganlah selalu menutup dan curiga kepada orang baru. Semakin ke sini kamu semakin cuek jika ada orang baru. lebih tepatnya kamu semakin pendiam dan tertutup."ucap Chanyeol mengutarakan pikirannya tentang Freya selama mereka tinggal bersama delapan tahun. Dia tidak melihat Freya yang dulu, dia melihat Freya yang lain.
"Semua sudah berubah kak. Aku sudah bukan Freya bagian dari keluarga Park. Freya yang dulu sudah meninggal bersama orang ua angkatnya. Sekarang hanya tinggal Freya Nightingale yang selalu tertutup dan tidak percaya penuh dengan orang-orang nya. Apalagi orang asing. Kisah itu membuatku untuk jangan pernah sekalipun percaya kepada orang yang baru di kenalnya selama sebulan."ucap Freya.
Ternyata peristiwa itu membekas bukan hanya di hati Chanyeol, Han Sung dan Bright yang melihat sendiri dan mengalami hal tersebut di depan mata. Tapi ternyata peristiwa itu juga berdampak pada hati Freya. Padahal saat bom itu meledak mereka tak tahu apa-apa.
Namun satu-satunya alasan Freya menjadi pendiam dan tertutup ini adalah Chanyeol. Tapi Freya tak pernah mau berkata jujur. Karena itu pasti akan membuat Chanyeol bersalah. Dia benar-benar tidak ingin melihat Chanyeol sakit dan terbaring di rumah sakit. cukup waktu peristiwa itu terjadi, Chanyeol benar-benar di rawat di rumah sakit lama sekali. Dan itu sukses membuat Freya pendiam karena dia selalu teringat akan Chanyeol yang tengah mengikuti terapi.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.