
Ela menjalani pekerjaannya dengan bersungguh-sungguh. dia begitu sibuk untuk persiapan fashion week bulan ini di Jepang. Dan kebetulan tim pelaksanaan kelompok Ela yang mengerjakannya.
"Ela, kamu sudah bereskan design kemarin?" ucap salah satu teman se timnya. Boa.
"Udah kak. nih, coba kakak periksa." ucapnya sambil memberikan hasil design yang Boa berikan kepada Ela untuk diperbaiki jika ada yang kurang sebelum disetorkan ke ketua tim.
"Wah... ini mah udah seperti design kelas atas La." ucap YingYing.
"Memang pantas disebut sebagai anaknya designer Key." ucap Boa.
"Itu bukan apa-apa kak. kalau dibandingkan dengan Bunda, masih belum ada apa-apanya." kata Ela.
"Ohh ya, boleh ku pakai namamu untuk gaun yang ini? kurasa ini murni designmu? soalnya aku dan YingYing tidak merasa membuat gaun ini." ucap Boa.
"Betul ini Bo. kurasa kami sendiri kan yang membuatnya." timpal YingYing.
Ela yang bingung dengan gambar mana yang di maksud pun langsung ikut melihatnya. matanya kaget saat melihat gaun itu. itu gaun coretan yang dia gambar saat masa-masa tak ada kerjaan di rumah.
"Duh jangan kak. itu hanya gambar kasar aja. masih kurang bagus itu. jangan ya..." ucap Ela memohon.
"Gambar kasar gimana? ini mah gambar final. iya gak Bo?" kata YingYing yang tiba-tiba melihat ketua tim yang jarang tersenyum berjalan ke arah mereka.
"Kenapa pada gerombol. bukannya kerja." ucap ketua tim dengan ketusnya.
"Maaf ketua. ini kita lagi bahas perihal designnya. coba ketua lihat kurang apa." ucap Boa yang langsung menyerahkan semua design yang berada di tangannya.
"hem.. bagus bagus.." ucapnya sambil melihat design dan manggut-manggut. "Nah ini nih yang bakal jadi primadona nya. ini selera Tuan Jungkook." ucap ketua saat memperlihatkan hasil design Ela tadi.
"Nah kan La, apa kataku. pasti punyamu itu yang paling bagus. itu hasil gambar Ela ketua." kata YingYing.
"Serius La?" tanya ketua tak percaya.
"I-iya ketua." jawab Ela.
"Oke kalau begitu, untuk gaun utama kita pakai rancangan ini. Dan minggu depan kamu ikut kita ke Jepang." ucap ketua.
"Sa-saya ketua? ta-tapi bukankah anak magang tak ikut ya ketua?" tanya Ela.
"Kamu memang anak magang, tapi karena gaun utama kamu yang men design, jadi kamu juga ikut." kata Ketua.
"Wah makasih ketua." ucap Ela bahagia.
"Ya sudah kalau gitu kalian lanjut kerjanya." ucap ketua meninggalkan ruangan itu.
Sepeninggalan ketua, mereka bertiga pun langsung melanjutkan kerja mereka tanpa bicara. karena bagi mereka, acara ini sungguh peluang emas untuk bisa dilirik oleh CEO mereka. CEO yang jarang sekali terlihat di perusahaan. Namun setiap perusahaan ikut acara fashion, dia selalu hadir. dan bagi mereka yang rancangannya sesuai seleranya, maka akan mendapat bonus, bahkan bisa naik jabatan.
Tanpa terasa, jam makan siang telah tiba. Ela merenggangkan tangan dan tubuhnya yang kamu karena terus menghadap layar komputer.
"Ela makan yuk. anggap aja ini perayaan karena kamu akan ikut ke Jepang minggu depan." ucap Boa.
"Waduh kak, timingnya gak tepat. siang ini aku mau makan sama suamiku. dia pasti udah nunggu di restoran depan." ucap Ela.
"Wah iya deh.. yang mau makan sama suami. kalau gitu besok kamu harus traktir kita." ucap YingYing.
"Siap kak. tenang aja. kalau gitu Ela pergi dulu ya kak. bye."
"bye"
*
*
__ADS_1
*
Ela berjalan sedikit terburu agar cepat sampai di restoran depan. dia melihat parkiran belum ada mobil milik Yong Jin. akhirnya Ela pun mereservasi terlebih dahulu mejanya. Dan Ela juga memesan makanan untuk dua orang. Saat menunggu pesanannya, Ela mendapat telfon dari Yong Jin.
📱Halo sayang...
📲 Hai, aku sudah sampai di depan restoran.
📱Aku sudah menunggumu di restoran. masuk aja,tanya sama pelayan meja atas nama Ela.
📲 Oke cantik.
Yong Jin pun langsung mematikan telfonnya. Ela kembali menunggu sang suami dengan senyum yang tak pernah luntur. sampai dia melihat Yong Jin berjalan kearahnya dengan senyum yang mengembang. Namun senyum Ela luntur saat melihat Yong Jin datang bersama seorang wanita.
"Hai sayang.. sudah lama ya nunggunya?" ucap Yong Jin yang hendak memeluk Ela namun tangan Ela mencegahnya.
Ela menatap gadis di samping Yong Jin dengan tatapan mengintimidasi. Ela memandang dari bawah sampai atas. Ela mengakui kalau tubuh wanita itu begitu menggoda. bahkan pakaiannya membuat bentuk tubuh sekretaris itu semakin terlihat karena dia memakai pakaian yang sexy.
"Kak, dia siapa?" tanya Ela pelan.
"Oh dia.. tolong kamu perkenalkan dirimu." ucap Yong Jin tegas.
"Selamat siang Nona. Perkenalkan nama saya Kim Hana, nona." kata wanita yang bernama Kim Hana itu.
"Dia sekretaris baru ku di kantor." kata Yong Jin sambil duduk di kursinya. Ela berada di samping kanan dan Hana berada di samping kirinya.
"Loh.. Nam Ju Wan kemana? kok kakak punya sekretaris baru?" tanya Ela yang selama ini tahu kalau hanya ada seorang Nam Ju Wan di sisi Yong Jin.
"Dia menghandle pekerjaan Vin's. meskipun dia masih jadi asisten pribadi kakak. jadi kakak cari sekretaris baru agar bisa membantu pekerjaan kakak. kamu sih gak mau magang di tempat kakak." jelas Jin.
"Gak perlu dibahas lagi kak." ucap Ela.
"Siapa sih gadis ini? kelihatannya deket banget sama bos. bahkan bos yang biasanya banyak diam dan juga tak pernah tersenyum, saat bersama gadis itu bisa selalu tersenyum. apa jangan-jangan dia adiknya si bos ya?" batin Hana.
Ela yang peka terhadap apa yang di pikirkan Hana pun langsung menatap Hana. Ela juga baru sadar kalau hanya ada dua piring disini. Dan Ela pun memanggil pelayan agar Hana bisa memesan makanannya.
"Hana, kamu pesan sendiri ya. aku gak tahu kalau suamiku akan kesini bersama kamu." kata Ela yang membuat Hana terkejut. karena Ela memanggil Yong Jin dengan sebutan suami.
"ti-tidak apa-apa nona." ucap Hana masih dalam mode terkejut. Dia melihat kearah Ela dan Yong Jin bergantian. Yong Jin terlihat begitu dewasa sedangkan Ela masih terlihat begitu muda dan kekanak-kanakan.
"Kenapa kamu ngelihatin kita seperti itu? heran kenapa aku bisa menikahi gadis kecil ini?" ucap Yong Jin membuat Ela yang tengah lahap dalam makannya pun mendongak.
"Maaf tuan. bukan maksud saya..."
"Udah gak papa Hana. kamu gak perlu minta maaf. memang kita selisih umurnya banyak. dan kita menikah juga berawal dari perjodohan. tapi kita sudah mulai saling mencintai." beber Hana.
"Maafkan saya bukan maksud saya menghina selisih umur anda nona." kata Hana tak enak.
"Tenang saja. selama Ela tidak mempermasalahkan, maka kamu aman." kata Yong Jin.
"Kakak.. apaan sih. Ohh iya, kayaknya umurmu lebih tua dari ku. aku panggil kak Hana ya. dari dulu aku ingin punya kakak cewek." ucap Ela.
"Bo..." Hana ingin menjawab tapi sudah dipotong oleh Yong Jin.
"Boleh. asal kamu tidak melupakan suamimu ini." ucap Yong Jin posesif.
"Tenang saja sayang. gak usah posesif gitu. Ohh ya kak Hana, apa kakak sudah punya pasangan?" tanya Ela.
Sedangkan Yong Jin beranjak dari duduk nya karena ada telfon masuk. dia mengisyaratkan kepada Ela untuk mengangkat telfon dahulu dan Ela mengangguk.
"Emm... sebenarnya aku tunangannya Nam Ju Wan, Nona." ucap Hana malu-malu.
__ADS_1
"Sungguh? apakah suamiku tahu?" tanya Ela kepo.
"Emm.. kalau itu sepertinya Tuan belum tahu. kata Nam Ju Wan, sebenarnya Tuan sempat menolak sekretaris wanita karena takut kalau anda akan cemburu Nona. tapi Nam Ju Wan meyakinkan Tuan kalau aku bukan seperti wanita j*l*ng diluar sana yang suka merebut lelaki orang." kata Hana.
"Wah.. Nam Ju Wan ternyata bermain tak tik ya biar bisa dekat denganmu. Kalau begitu, aku titip suamiku ya kak. jangan sampai ada serangga yang mencoba hinggap menggoda suamiku." ucap Ela membuat Hana tertawa.
"Kamu itu seperti Nam Ju Wan ya. dia juga posesif banget jika terhadapku. bahkan masalah pekerjaan aja harus mengikuti dia. tapi aku bersyukur sih mempunyai dia. karena dia membuatku bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik." ucap Hana menerawang keluar jendela.
"Emm... kak, aku mau tanya. Kakak... pernah berhubungan intim dengan Nam Ju Wan?" tanya Ela sedikit malu.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Emm tanya aja kak."
"Hem... jujur ya, aku udah sering melakukannya dengan Nam Ju Wan setelah kita resmi tunangan. tapi ini rahasia ya. memangnya kenapa?" tanya Hana heran karena orang yang bertanya seperti itu justru orang yang sudah menikah.
"Emm... kata orang rasanya akan sakit. apa benar?" tanya Ela sambil menunduk malu.
"Apa kamu belum pernah melakukannya?" tanya Hana heran.
Ela hanya menggelengkan kepalanya dengan muka yang cemas. karena jujur saja dia kepikiran perkataan orang yang bilang kalau pertama kali melakukan itu akan sakit sekali.
"Aduh gimana ya mau ngomongnya. sebenarnya itu tergantung dari lelakinya juga sih. kalau si lelaki brutal ya kamu gak akan bisa berjalan." kata Hana membuat mata Ela melotot.
"Sungguh? sampai segitunya?" tanya Ela yang ketakutan.
"Tapi kamu gak usah ketakutan seperti itu. setelah kamu melakukan itu, aku jamin Tuan akan semakin cinta kepadamu. hubungan kalian akan jadi lebih intim. Tapi aku punya solusi agar kamu bisa mengurangi rasa sakitnya dan juga bisa memuaskan suamimu walaupun itu baru pertama kali." ucap Hana sambil memberi sesuatu dan membisikkan kata-kata yang hanya Ela yang mendengar.
"Terimakasih kak. mulai sekarang kita jadi sahabat." ucap Ela setelah bertukar nomor handphone.
Yong Jin berjalan mendekati mereka setelah menyelesaikan telfonnya. Dia melihat Ela yang sudah akrab dengan Hana, diapun tersenyum.
"Sayang, sudah selesai telfonnya?" tanya Ela.
"Sudah sayang. sudah mulai masuk kerja lagi kamu. aku juga harus meeting lagi." kata Yong Jin.
"Ohh iya kak, nanti kamu beneran gak bisa jemput aku?" tanya Ela saat mereka sudah beranjak dari duduknya.
"Maaf ya sayang. soalnya aku harus ada jamuan makan malam. bareng sama Nam Ju Wan juga." kata Yong Jin merangkul Ela dengan penuh kasih sayang.
"Emm.. apa kak Hana ikut?"
"Tidak, kenapa?" tanya Yong Jin heran.
"Boleh gak kalau Ela jalan bareng sama Kak Hana?" pinta Ela.
"Tentu.asalkan jangan sampai malam." kata Yong Jin mengijinkan.
"Kalau begitu, nanti sepulang kerja, aku tunggu kak Hana di kantorku ya kak. nanti kita girls time bareng." kata Ela dengan tersenyum.
"Baik Non." Hana kembali bersikap profesional jika bersama dengan Yong Jin.
Akhirnya Ela berpisah dengan Yong Jin dan Hana. Ela menatap mobil Yong Jin pergi dari sana. saat masuk ke dalam kantornya, Ela bertemu dengan Boa dan YingYing disana yang tengah tersenyum - senyum.
"Ada apa nih kak? kenapa kalian berdua tersenyum sendiri seperti orang gila disini." tanya Ela heran.
"Kita gak gila kok. tadi lagi lihatin seorang istri yang habis ketemu sama suaminya. mesra banget yah." kata Boa menyindir Ela.
"Apaan sih kak. udah ahh yok kerja." ucap Ela malu.
"Cie ileh.. malu dianya. hahaha" kata YingYing mengekori Ela masuk ke ruangannya.
__ADS_1