Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Park Jin-young And Yuna Scene 13


__ADS_3

"AKU JUGA LEBIH PERCAYA DENGAN OMONGAN CASSIE." ucap seseorang yang baru saja masuk dari arah dapur.


Dia itu Joanna. Joanna sudah mendengwr ketika dia menutup pintu dapur dan ingin segera membantu Yuna. Tapi dia justru mendengar percakapan dari Cassie dan Bo Reum. Joanna mendengarkan semuanya dengan jelas tanpa terlewatkan sedikitpun. Terlebih saat mendengar ketika Cassie membongkar rahasianya perihal aborsi.


Hati Joanna sebagai seorang ibu yang mendengar bahwa ia kehilangan cucunya begitu sakit. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika Jin-young mendengarnya. Ingin dia menyembunyikan hal itu namun terlambat karena dia sudah mendengar suara Jin-young disana.


Bertepatan dengan itu Yuna mendekati Joanna yang tengah menangis tanpa suara. Yuna bertanya dengan lirih karena dia pikir Joanna menangis bersembunyi. Namun ternyata salah. Dia justru di tarik ke luar bersama Joanna. Yuna bisa melihat ketegangan di wajah Jin-young.


"Ternyata seseorang yang ku banggakan, aku gadang-gadang untuk menjadi menantuku justru hanyalah seorang wanita berhati iblis dan seorang parasit yang hanya ingin menggerogoti harta anakku." ucap Joanna.


Yuna yang tak pernah tahu apa yang sudah terjadi pun hanya diam. Perlahan Jin-young mendekati Yuna dan merangkul pundak Yuna di depan semuanya. Yuna kaget karena hal itu.


"Mulai sekarang, istriku cuma satu. Yaitu Yuna seorang. dia yang akan menjadi ibu dari anak-anak ku nanti." ucap Jin-young mantap.


"Cassie setuju kak. Cassie gak mau mempunyai kakak ipar berhati iblis seperti dia." ucap Cassie sambil menunjuk wajah Bo Reum dengan kasar.


"Tidak Jason, tidak. Kamu sudah berjanji untuk menikahi ku. Tidak Jason." ucap Bo Reum mencoba mendekati Jin-young tapi tangannya di tepis oleh Jin-young lalu dia terjatuh menabrak meja kecil disana.


"Jangan pernah kamu bermimpi untuk menjadi menantuku. Aku tak mau mempunyai menantu seperti kamu." ucap Joanna.


"Tapi eomma, dia gadis rendahan. Dia hanya anak penjaga sekolah. Tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan aku yang lulusan kampus ternama." ucap Bo Reum masih menyombongkan diri.


"Tapi setidaknya dia jelas asal usulnya. Sedangkan kamu, oke kita memang tak pernah memandang kasta atau darimana asalnya orang yang ingin masuk ke keluarga kita. Tapi karena kamu mengungkit asal usul Yuna. Apa kamu tidak berfikir asal usul mu? Kamu itu besar di panti asuhan. Bahkan ayah ibumu saja kamu tidak tahu. Jadi lebih jelas mana asal usul Yuna atau kamu?" ucap Cassie.


Bo Reum terdiam. Dia memang hanya dari panti asuhan. Tapi berkat kepintaran dan kelulusan yang dia raih dari Universitas ternama di dunia membuatnya menjadi kacang lupa kulitnya. Dia terlalu sombong untuk bilang bahwa dia berasal dari panti asuhan.


"Baik, kalau begitu. Karena aku tak bisa memiliki Jason..." Bo Reum bangkit dari jatuhnya sembari mengambil pisau buah yang ada di keranjang buah di meja. "Maka dia pun juga tidak boleh memiliki Jason. Siapapun tidak boleh.." ucap Bo Reum lantang lalu berlari dengan cepatnya menghampiri Yuna sehingga..


Jleb.... Pisau yang ia pegang tepat menusuk perut Yuna. Karena Bo Reum begitu cepat maka Jin-young pun sampai tak bisa menghalangi nya.


"Hahaha... itulah akibatnya kamu merebut Ja.... bruk" Bo Reum jatuh sebelum menyelesaikan omongannya.


Dia terjatuh karena Cassie memukul tengkuk Bo Reum dengan vas kecil yang terletak di samping lampu mejanya. Guna agar Bo Reum tak bisa kabur.

__ADS_1


"Op-oppa..." ucap Yuna terbata.


"Cassie, kamu panggil polisi segera. Tapi sebelum itu ikat tangan dan kakinya agar saat dia bangun dia tak kabur dan menyalakai kalian. Aku akan membawa Yuna ke rumah sakit." ucap Jin-young yang sudah menggendong Yuna sebelum kesadarannya hilang.


"Hati-hati nak. Nanti eomma akan menyusul setelah semuanya disini selesai." ucap Joanna dan dijawab dengan teriakan dari luar.


"Eomma ini talinya. Ikatlah di kursi makan ini." ucap Cassie. "Aku akan memeriksa cctv rumah kita. pasti ada rekamannya." ucap Cassie.


"Cctv? memangnya rumah ini ada cctvnya?" tanya Joanna yang tak pernah tahu bahwa rumahnya memiliki cctv.


"Kakak memasang cctv di rumah ini setelah membeli rumah ini. Bahkan di tempat yang tak pernah eomma kira. Seperti di kristal yang ada di lukisan itu." ucap Cassie menunjuk lukisan yang memiliki empat kristal di tiap pojok bingkai nya.


"Hais.. anak itu." ucap Joanna karena Jason memang anaknya yang paling perduli terhadapnya.


"Toh ada gunanya kan sekarang eomma." setelah Cassie menunjukkan video keika Bo Reum menusuk Yuna tadi.


*


*


*


Terbukti setengah jam sudah Yuna ditangani kini dia sudah di pindahkan di bangsal rawat. Dia juga sudah siuman. Membuat Jin-young bisa bernafas lega. dia tidak ingin kehilangan Yuna seperti dia kehilangan Woodz. Karena baginya mungkin Yuna di kirim oleh Tuhan untuk menggantikan sosok Woodz yang begitu berarti di hatinya.


Brak....


"Nak bagaimana keadaan menantuku?" ucap Joanna yang baru saja masuk ke ruang rawat bersama Cassie di sampingnya.


"Dia baik-baik saja eomma. Dia sudah siuman." ucap Jin-young.


"Iya Nyonya. saya sudah baik baik saja." ucap Yuna.


"Tidak, kamu panggil aku Eomma. Kamu kan menantuku." ucap Joanna sambil memeluk Yuna.

__ADS_1


"Makasih.. eomma..." Yuna menangis keras sekali ketika Joanna memeluknya.


"Eomma, kamu memeluk kakak ipar terlalu erat. Lihat lah itu, kakak ipar menangis. pasti dia kesakitan." ucap Cassie membuat Joanna melepas pelukannya.


"Maafkan eomma sayang, sakit ya?" tanya Joanna.


"Tidak eomma, aku hanya bahagia karena aku sekarang mempunyai eomma. Aku bahkan tidak pernah merasakan pelukan seorang eomma semenjak eomma pergi belasan tahun yang lalu. Aku juga tak tahu di mana dia." ucap Yuna sedih.


"Apa kamu ingin bertemu dengan eomma mu?" tanya Jin-young.


"Emm... walaupun cuma sekali, aku ingin melihatnya dan memeluknya. Sekali saja. Kalaupun dia sudah bahagia aku akan melepaskannya. Tapi kalau dia tidak bahagia bolehkah aku membawanya pulang? Karena ayah pasti bahagia bisa berkumpul bersama eomma?" tanya Yuna kepada Jin-young.


"Tentu boleh dong. Tapi apa kamu punya foto eomma mu?" tanya Jin-young.


"Sebentar, ayah punya banyak koleksi foto eomma. Bahkan ayah sebenarnyaungkin tahu dimana eomma tapi dia tak pernah memberitahuku. Dan beberapa bulan yang lalu aku menyimpan satu yang ku ambil darinya. Tapi aku tak tahu siapa namanya dan dia seperti apa. karena lagi-lagi ayah tidak menceritakannya." ucap Yuna sambil menunjukkan foto itu.


"Kayanya pernah lihat.. coba kirim ke Oppa nanti biar Oppa bantu carikan." ucap Jin-young lembut.


"Makasih Oppa."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2