
Scarlett dan juga Chanyeol jalan bersama menuju ke toserba yang berada di pinggir jalan. Ternyata lumayan jauh. Membutuhkan waktu sepuluh menit untuk mereka berjalan sampai di toserba yang di maksud oleh Scarlett. Dan ternyata itu tepat berada di samping kedai subway langganan Scarlett.
"Ini kamu mau menemani Oppa ke toserba atau mau lihatin subway terus sih?" ucap Chanyeol ketika dia melihat Scarlett hanya berdiri di depan toserba sambil terus melihat ke arah kedai subway yang tengah menyajikan subway untuk yang memesannya. Kedai itu kecil tapi lumayan ramai, Chanyeol pikir karena di sini khawasan kampus jadi tempat kedai itu ramai karena pasti harganya juga ramah di kantong mahasiswa.
"Hehehe... Oppa, Scarlett nanti di beliin subway ya." ucap Scarlett mengeluarkan puppy eyesnya, jurus andalan nya jika dia ingin memiliki sesuatu.
"Baiklah, tapi setelah dari toserba ini, kamu temenin Oppa ke toko buku ya.xucap Chanyeol yang mulai mendorong trolinya dan mencari apa yang ingin dia beli.
" toko buku? Oppa mau membeli buku apa?"tanya Scarlett.
"Buku untuk kuliah lah Scar. Masak buku komik." ucap Chanyeol.
"Kalau buku untuk kuliah tidak bisa sekarang Oppa. Kalau buku komik biasa di toserba juga ada. Tapi kalau toko buku literatur bukanya besok pagi. Sekarang sudah tutup." ucap Scarlett yang melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Harus nunggu besok dong? Tapi besok kamu kan sekolah." kata Chanyeol.
"Setauku besok kak Freya mau keluar. Oppa bareng sama kak Freya saja. Pasti Kak Freya juga mau ke toko buku buat beli buku kuliahnya." usul Scarlett.
"Bener juga. Ya sudah besok Oppa bareng sama Freya saja." kata Chanyeol.
Chanyeol terus mendorong trolinya. Tangannya tak berhenti mengambil barang yang dia butuhkan. Bahkan bukan cuma barang, tapi juga makanan ringan, coklat, jelly, agar-agar, minuman kalengan yang bersoda dan juga susu coklat untuk mengisi stok di kulkas mini di kamarnya.
Mata Scarlett berbinar tatkala Chanyeol mengambil begitu banyak camilan untuk di kamarnya. Scarlett yang begitu suka camilan, langsung girang saat Chanyeol membeli begitu banyak makanan bahkan hampir memenuhi trolinya.
"Wah, Oppa mau memenuhi kulkas mini di kamar ya?" tanya Scarlett.
"Iya, tapi kayanya kulkas Oppa butuh scan QR untuk membukanya deh. Kalau tidak nanti tiap pintu kamar Oppa kebuka, pasti kelinci kecil akan masuk dan mengambil semua makanan Oppa." ucap Chanyeol yang dimaksud dengan kelinci kecil itu Scarlett.
"Oppa... Aku janji tak akan ambil semuanya, tapi jangan di buat kode QR untuk kulkas Oppa ya." mohon Scarlett.
"Kamu ambillah sendiri saja sana taruh di kulkas dapur." ucap Scarlett.
"No.. no.. no.. kalau di kulkas dapur, nanti yang ada di makan sama kak Freya. Walaupun dia vegetarian, tapi dia penyuka makanan manis kaya begini. Apalagi coklat. Dia bahkan pernah sakit gigi karena dalam sehari menghabiskan sepuluh bungkus coklat waktu pulang ke rumah, libur dari asrama." ucap Scarlett.
__ADS_1
"Benarkah? Kalau begitu kamu ambil lagi, nanti taruh di kulkas Oppa. Tapi sebagian taruh di kulkas dapur untuk kakakmu." ucap Chanyeol.
"Baik Oppa. Makasih." kata Scarlett memeluk lengan Chanyeol dengan erat.
Kalau mungkin yang seperti itu mantan-mantan kekasihnya dulu pasti Chanyeol akan mencoba untuk melepaskannya dan merasa jijik. Tapi ini adiknya sendiri, dia sedikitpun tak merasa jijik. Justru dia suka kalau Scarlett bisa bergantung pada dirinya. Baginya Scarlett sudah seperti adik kandungnya sendiri. Meskipun banyak yang melihatnya, mengiranya mereka sepasang kekasih. Padahal bukan.
Akhirnya setelah membayar semua belanjaannya, Chanyeol dan Scarlett keluar dari toserba dengan dua kantung besar di tangan Chanyeol dan satu kantung besar di tangan Scarlett. Mereka mampir sebentar ke kedai subway yang berada di samping toserba tadi. Scarlett memesan dua subway untuk dirinya sendiri. Lalu setelah itu Chanyeol membayarnya dan merekapun pulang kembali dengan berjalan kaki.
Meskipun berat tapi mereka tetap sempat berbincang-bincang selama perjalanan menuju ke apartemen mereka. Sampai di lobi mereka di sambut oleh dua orang pegawai yang hendak membawakan barang barang mereka. Namun Chanyeol menolaknya dengan lembut.
"Biar kami saja yang membawakannya Tuan, Nona Muda." ucap salah satu pegawai itu, Scarlett hendak memberikannya tapi lebih dahulu Chanyeol berkata.
"Sudah, tidak perlu. Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian. Aku masih kuat membawanya." ucap Chanyeol. Meskipun dia mempunyai uang dan kekuasaan, tapi dia bukan orang yang harus melulu di layani oleh para pegawai di bawah naungan keluarganya.
"Tidak Tuan, ini juga bagian dari pekerjaan kami. Biar kami saja yang membawakannya Tuan." ucap pegawai yang satunya lagi yang terlihat lebih tua dari yang berbicara pertama tadi.
"Kamu sudah bekerja dengan baik di sini. Istirahat lah. Ini tidak terlalu berat untuk ku bawa sendiri." ucap Chanyeol masih menolak niat baik pegawai itu. Kedua pegawai itu masih ingin mendesak untuk membantu Chanyeol tapi Scarlett sudah lebih dulu berkata.
"Baik Nona muda. Maafkan kelancangan kami Tuan. Kami mohon undur diri." ucap keduanya lalu pergi dari hadapan Chanyeol dan Scarlett.
Chanyeol kembali melangkahkan kakinya menuju ke dalam lift, masih dengan bawaan di kedua tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Belum terlalu larut untuk malamnya di Los Angeles. Namun saat mereka berdua memasuki apartemen, hanya ada Freya di depan TV. sedangkan Krystal dan Yong Bin sudah berada di kamarnya. mengistirahatkan tubuh dan pikiran mereka yang lelah.
Chanyeol langsung membawa belanjaannya ke dalam kamar. Di dalam kamar, baju baru dan sepatunya pun sudah berada di dalam kamar nya. Dia membongkar semua belanjaannya. Menaruh di tempatnya masing-masing. Juga membongkar seluruh camilan dan dia taruh di dalam kulkas mininya. Kini kulkasnya sudah penuh dengan makanan dan minuman dingin. Jika sebelumnya kulkas itu kosong tak berisi sekarang sudah penuh dengan segala makanan dan minuman kesukaan Chanyeol. Kini tinggalah Chanyeol menyusun barangnya yang berada di kamar mandi.
"Oppa, subway Scarlett mana?!" teriak Scarlett masuk ke dalam kamar Chanyeol. Chanyeol yang masih sibuk dengan beberes di kamar mandi pun balas berteriak.
"Ohh, masih ada di dalam kantung plastik kayanya. Tapi kalau tidak ada coba kamu lihat di dalam kulkas. Siapa tahu Oppa lupa malah menaruhnya di sana." teriak Chanyeol dari dalam kamar mandi.
Karena jarak Scarlett dengan kulkas lebih jauh daripada dengan kantung plastiknya, maka Scarlett memilih mengecek isi di kantung plastik tersebut. Dan ternyata subwaynya sudah berada di luar samping kantung plastik itu. Saat Scarlett sudah memegang subwaynya, tanpa sengaja matanya menangkap sebuah foto yang terjatuh di lantai tak jauh darinya. Scarlett pun memungutnya dan melihat foto siapa yang berada di sana. Scarlett melihat wajah seorang gadis yang tengah tersenyum, sudah jelas kalau itu foto colongan karena sang gadis seperti tak tahu kalau dia tengah di foto. Scarlett juga bisa lihat kalau gadis itu gadis Korea.
"Oppa, ini foto siapa?" tanya Scarlett saat mendengar langkah kaki Chanyeol yang keluar dari kamar mandi.
"Foto mana?" tanya Chanyeol karena rasanya dia tidak memajang foto satupun di kamarnya.
__ADS_1
"Foto ini. Aku menemukannya terjatuh di lantai. Siapa dia? Apa dia pacar kakak?" tanya Scarlett sembari menunjukkan foto itu kepada Chanyeol.
Chanyeol mengambil foto itu lalu di tatap nya sebentar. Setelah itu dia masukkan kedalam almari dan menaruhnya di bawah tumpukan kaosnya. Kilatan kesedihan bisa di tangkap oleh Scarlett melalui mata Chanyeol.
"Foto siapa itu Oppa?" tanya Scarlett.
"Bukan foto siapa-siapa." jawab Chanyeol dan kembali di sibukkan merapikan barangnya.
"Kalau bukan siapa-siapa kenapa di simpan lagi lalu kenapa aku tak boleh melihatnya?" tanya Scarlett.
"Emm... kamu sudah mendapatkan subway mu kan? Kalau sudah keluarlah. Oppa ongin istirahat. Oppa ngantuk." ucap Chanyeol sambil mendorong Scarlett keluar dari kamarnya.
Scarlett masih ingin bertanya karena penasaran. Namun Chanyeol sudah lebih dahulu menutup pintu kamarnya dengan cepat sehingga Scarlett tak mendapatkan kesempatan untuk kembali masuk karena pintunya pun di kunci. Scarlett pun menggerutu di luar kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1