Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 86


__ADS_3

"Ayo Eomma, nenek.. Yoon Gi tidak bohong. Yoon Gi benar-benar melihat Lin Chan-Chan. Dia benar-benar ada di sini." ucap Yoon Gi. "Dia ternyata lebih tampan dari di video. Pokoknya kita harus berfoto bersama." ucap Yoon Gi yang terus menarik Gladis dan bibi.


"Nah ini dia orangnya!" ucap Yoon Gi dengan begitu gembira.


Chanyeol pun melihat ke arah Yoon Gi yang datang kembali dengan membawa dua orang wanita yang tidak asing lagi di katanya. Siapa lagi kalau bukan Gladis dan Bibi yang berdiri mematung di hadapan Chanyeol melihat Chanyeol dengan tatapan tak percaya.


"Ini dia orangnya. Lin Chan-Chan. Benarkan? Yoon Gi tidak bohong." ucap Yoon Gi dengan bahagianya bisa bertemu orang yang begitu dia idolakan.


Chanyeol pun menatap ketiga orang di depannya dengan ekspresi yang kaget juga bingung. Namun sebisa mungkin dia mengontrol perasaannya agar tidak terlihat kalau dia kaget. Dia menampilkan ekspresi bingung agar Gladis tidak tahu kalau dia adalah orang yang di maksud oleh anak kecil tadi. Namun Chanyeol bisa melihat mata Bibi dan Gladis mulai berkaca-kaca.


"Tu-tuan muda.. Ini benar tuan muda kan? Saya tidak bermimpi kan?" ucap Bibi yang mencoba perlahan mendekati Chanyeol untuk meraih wajahnya. Namun secepat mungkin Chanyeol menghindari itu. Jika sampai Bibi bisa menyentuhnya, maka dia tak akan bisa mengontrol perasaannya lagi. Karena Bibi orang yang begitu penting dalam hidupnya. Dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya di depan Bibi.


"Sorry, what are you talking about? I don't understand Korean." Chanyeol terpaksa memakai bahasa Inggris karena tak ingin mereka tahu kalau dia benar-benar Chanyeol asli yang selama ini di kabarkan meninggal. Untungnya logat bahasa Inggris nya fasih karena sejak kecil dia sudah cakap dengan bahasa Inggris. Dan Gladis pun juga menguasai bahasa Inggris, tapi hanya bahasa Inggris yang dia kuasai selain itu dia tidak bisa lagi.


"Sorry sir, are you Park Chanyeol?" tanya Gladis. Dia benar-benar masih merasa kalau feeling eomma nya tidak salah bahwa lelaki yang berada di depannya ini adalah Park Chanyeol. Orang yang masih berada di hatinya sampai detik ini.


"Park Chanyeol? Who is that? I do not know. My name is Chan Nightingale. And this is my first visit to Korea. I stayed at this villa overnight." ucap Chanyeol.


Sebenarnya hatinya amat gembira bisa melihat Gladis. Namun dia tidak bisa dengan begitu saja memperlihatkan kegembiraannya. Dia memilih untuk terus menyimpan kegembiraannya. Chanyeol juga tidak menyangka kalau Gladis adalah anak dari Bibinya yang sedari kecil merawatnya.


"Eomma... Lin Chan-Chan ngomong apa? Kenapa bahasa aneh sekali?" tanya Yoon Gi dengan polosnya. Yoon Gi yang baru saja masuk taman kanak-kanak itupun belum paham dengan bahasa Inggris.


Namun sebenarnya bukan itu yang menjadi perhatian Chanyeol. Melainkan dia mendengar Yoon Gi memanggil Gladis dengan sebutan eomma. Berarti tanpa bertanya pun Chanyeol sudah tahu kalau anak itu adalah anak Gladis. Dia juga melihat Gladis berjongkok di depan anak itu dan berbicara dengan lembut sekali.


"Sayang, dia bukan Lin Chan-Chan. Kamu jangan memanggilnya seperti itu. Dua adalah Tuan yang menginap di villa ini. Dia klien Tuan Taeyong. Kamu tidak boleh tidak sopan kepadanya. Mengerti?" ucap Gladis. Yoon Gi pun dengan patuh menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Apakah dia benar-benar bukan Tuan muda?" tanya Bibi yang masih saja matanya terpaku pada Chanyeol.


"Benar Eomma. Namanya Chan Nightingale bukan Park Chanyeol." ucap Gladis menjelaskan kepada ibunya. Karena dia tahu bagaimana frustasinya sang ibu ketika mendengar bahwa keluarga tempatnya mengabdi selama ini meninggal karena ledakan pesawat.


"Eomma, eomma kembalilah ke dapur. Gladis tidak mau melihat eomma terus bersedih seperti ini. Ku mohon, ikhlaskan lah Chanyeol. Dia sudah tenang di sana." ucap Gladis sambil mengelus pundak bibi. Bibi pun pergi dari sana membawa tangisnya.


"Apakah dia anakmu?" tanya Chanyeol yang terus saja penasaran dengan siapa sebenarnya anak kecil itu.


"Benar Tuan. Dia anak saya. Maafkanlah anak saya. Dia pasti mengganggu tidur Tuan karena permainan pianonya." ucap Gladis.


"Ahh tidak. Saya suka dengan permainan pianonya." ucap Chanyeol sambil tersenyum namun dalam hatinya terasa seperti sebuah kaca yang remuk.


"Dia memang suka sekali bermain piano. Cita-cita nya dia ingin mirip dengan pemain piano handal Lin Chan-Chan." ucap Gladis.


"Wow ... you are great. What's your name, son?" tanya Chanyeol kepada Yoon Gi. Yoon Gi tahu kalau Chanyeol berbicara dengannya. Tapi dia tidak paham dengan apa yang di katakan oleh Chanyeol. Yoon Gi pun melihat kearah Gladis dengan dahi berkerut tanda dia bertanya karena tidak paham dengan bahasa yang di katakan oleh Chanyeol.


"Nama saya Yoon Go. Min Yoon Gi." ucap Yoon Gi dengan lucunya.


"annyeonghaseyo Yoon Gi-ssi, je ileum-eun chan Nightingale-ibnida." ucap Chanyeol seperti tengah belajar bahasa Korea. Padahal dia fasih berbahasa Korea. "Benarkah seperti itu ucapannya?" tanya Chanyeol kembali kepada Gladis dengan bahasa Inggris. Dia benar-benar ingin menyakinkan Gladis bahwa dia bukan dari Korea.


"Benar Tuan. Perkenalkan nama saya Gladis. Yoon Gi-eomma." kata Gladis memperkenalkan dirinya.


"Emm... kalau boleh saya tahu, apa yang terjadi dengan bibi tadi? Kenapa dia menangis ketika melihatku? Bahkan Yoon Gi memanggilku Lin Chan-Chan. siapa kah sebenarnya dia?" tanya Chanyeol.


Sebenarnya Chanyeol begitu penasaran kenapa Yoon Gi bisa mengetahui nama yang selalu di pakainya ketika dulu masih SMA. Namun bukan mendapatkan jawaban melalui omongan, Chanyeol justru melihat Gladis sedikit termenung dengan wajah sendunya. Gladis mengambil ponselnya lalu memperlihatkan sebuah video. Dalam sekali lihat saja dia sudah tahu siapa yang berada di dalam foto itu. Siapa lagi kalau bukan dirinya dan juga Gladis yang tengah bermain piano dan juga bernyanyi. Namun Chanyeol berpura-pura untuk tidak mengetahui siapa lelaki yang berada di video itu. Keningnya berkerut menandakan dia tidak tahu siapa lelaki itu.

__ADS_1


"Siapakah lelaki yang bermain piano itu? Kenapa dia begitu mirip dengan ku?" tanya Chanyeol.


"Dialah Lin Chan-Chan. Dia seorang lelaki yang begitu spesial di hatiku. Juga orang yang begitu berarti bagi ibuku. Dia bahkan sudah di anggap seperti anak ibuku sendiri. Tapi dia sudah pergi delapan tahun yang lalu. Dia dan Park Chanyeol adalah satu orang yang sama hanya dengan dua nama yang berbeda. Bagiku Park Chanyeol boleh saja meninggal. Tapi Lin Chan-Chan selamanya tidak akan pernah meninggal sampai aku bisa bertemu dengannya. Makanya aku selalu memanggil nya Lin Chan-Chan bukan Park Chanyeol. Meskipun dia pergi, tapi bagi kami orang yang menyayanginya dia akan selalu hidup. Dia benar-benar mirip sekali dengan anda. Mungkin kalau dia sekarang masih hidup. Namun dia tidak memiliki bekas luka seperti anda di leher anda. Tapi untuk wajah anda, dia benar-benar mirip dengan anda. Maka dari itu anak saya pun menganggap anda adalah Lin Chan-Chan nya." jelas Gladis.


Untungnya ada bekas luka akibat ledakan itu yang membekas tak bisa hilang di leher Chanyeol. Jadi dia bisa terlihat kalau dia benar-benar bukan Park Chanyeol melainkan Chan Nightingale.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2