
Tepat pukul sebelas siang, semuanya bersiap untuk datang ke Imperial college London. Mereka berangkat menggunakan mobil limousine milik keluarga Park. Saat sampai disana, keluarga Park menjadi buah bibir dan sorotan seluruh hadirin yang datang.
Mereka semua tahu, kalau Imperial college memang kampus ternama di London, tapi keluarga Park juga termasuk keluarga terpandang di negara itu. Tapi siapa sangka kalau ada anak keluarga Park yang bersekolah disana. Bahkan Yong Bin pun tepuk jidat karena melihat keluarganya membuat gaduh semua yang hadir.
"Kalau gini ceritanya, bagaimana bisa aku nutupi identitas ku yang asli. hadeh." gumam Yong Bin namun masih di dengar oleh temannya yang berada di sampingnya.
"Keluarga lo tuh Bin. bikin riuh suasana aja." ucap Bright. Satu-satunya teman Yong Bin disini yang juga tahu siapa Yong Bin sebenarnya. Bahkan kekasihnya sendiri tak penah tahu darimana Yong Bin berasal. karena kekasihnya itu hanyalah seorang wanita biasa yang kebetulan bisa kuliah disini karena beasiswa.
"Udah aku bilang gak usah pakai limousine agar tidak mencolok, ini malah ngeyel. Bro.. kayanya harus ku ucapkan selamat tinggal untuk kebebasanku selama ini." ucap Yong Bin dengan sedih. Karena bisa di pastikan kalau setelah ini akan banyak orang yang mendekatinya demi sebuah nama Park di belakangnya.
Di sisi lain keluarga Park datang bergerombol. Ela melihat halaman sekelilingnya. Dia begitu takjub dengan Imperial college. Dia menjadi ingin kuliah disini.
"Sayang, bagus banget ya bangunannya. Kampusnya bagus juga. jadi pengen kuliah disini yang." ucap Ela.
"Memangnya kamu bisa menuhin standar disini dek?" tanya Vin's.
"Ya! kakak kenapa mengejekku seperti itu? Nilai rata-rataku paling rendah B ya. Emang nya kakak, yg pernah dapat nilai C?" ejek Ela.
"Anak Bunda semuanya pintar. udah masuk yuk." potong Key agar perdebatan adik kakak itu tidak semakin panjang.
Acara wisuda berjalan dengan lancar. Yong Bin pun menghampiri keluarganya. Semuanya menyambut Yong Bin dengan bangga karena dia lulus dengan hasil yang begitu memuaskan.
"Selamat ya sayang." ucap Mama.
"Selamat ya nak. dengan ini Papa melepaskan perusahaan Papa untukmu dengan tenang." ucap Papa.
"Selamat ya adikku yang paling tampan." ucap Yong Jin dan Vin's bersamaan.
"Selamat ya adik ipar.." ucap Ela.
__ADS_1
"selamat ya sayang. Om dan Tante ikut senang" kata Key.
"Terimakasih semuanya. Tapi tante, dimana Om?" tanya Yong Bin yang tak melihat Kevin.
"Om istirahat dirumah. sebenarnya dia kan tidak boleh bepergian jauh, tapi dia nekad kesini demi kamu yang sudah dari kecil sellau bersama dengan Ela." ucap Key.
"iya Bin. pasti ayah bangga denganmu." kata Ela.
"Ya sudah, gimana kalau sekarang kita pulang saja. kita akan pesta dirumah saja." ucap Mama dan semuanya mengiyakan.
*
*
*
Siang pun berganti Malam. kini semuanya tengah berkumpul untuk pesta barbeque di taman rumah. Mereka terlihat begitu bahagia. terlebih Kevin bisa ikut hadir disini. ini juga sebagai syukuran karena Kevin sudah membaik. Tepat di tengah acara, Ela dan Yong Jin berbicara serius.
Semuanya menunggu dengan penasaran. Ela pun tersenyum melihat semuanya penasaran. Kemudian di depan mereka terdapat sebuah layar. Layar yang memperlihatkan sebuah rekaman saat Ela dan Yong Jin berkunjung untuk memeriksakan kandungan Ela. Dan saat sang dokter berkata bahasa Ela hamil bahkan mengandung bayi kembar, seketika semuanya berteriak girang.
"Yey.... aku akan jadi uncle." ucap Yong Bin yang lebih dulu paham dengan maksud kakaknya itu.
"Sungguh? Mama akan jadi Oma?" tanya Mama Park.
"Iya mam, dan Bunda juga." ucap Ela.
"Akhirnya.. sekarang kita sudah benar-benar tua Vin." ucap Papa Park.
"Iya kak. gak nyangka ya." kata Kevin.
"Adikku sudah menikah, dan sekarang sudah mau punya anak. kenapa hidupku masih Jones aja sih." ucap Vin's tiba-tiba. "bahkan Yong Bin yang masih ingusan aja udah punya pacar. sungguh tidak adil bagiku yang lebih tampan ini. " lanjutnya dengan nada memelas.
__ADS_1
Hal itu justru membuat semuanya tertawa melihat kelakuan Vin's. Terlebih Yong Jin yang notabene sahabat dekatnya.
"Makanya cari pacar. jangan cuma pacaran sama laporan doang. kalah kan sama adek lo." ucap Yong Jin di sela tawanya.
"Ehh adek gue bunting juga karena lo ya. kalau adik gue masih single dia juga belum mau kali punya anak. gue gak akan kalah." elak Vin's.
"Udah deh kak, ngaku aja kalau kakak gak laku, kenapa mesti bawa-bawa Ela. kasihan kan keponakan aku." ucap Yong Bin dengan tenangnya sambil mencoba mengelus perut rata Ela.
"Ehh bocah sialan. sini lo. gue kasih makan ikan piranha di sungai amazon." ucap Vin's dengan garang.
"Ya! emang kakak berani sama ikan piranha? sama ikan ****** aja kakak takut. kakak kan phobia ikan." kata Ela tanpa dosanya membuat yang lain kembali tertawa.
"Terus saja tertawa in aku. terus saja. aku trima kok. aku trima. tak apa, yang penting aku masih tetap tampan." ucap Vin's sambil memasang muka sok tertindas.
"Dasar narsis." kata mereka bersamaan.
Malam itu merupakan saksi malam bahagia keluarga Park dan keluarga Lyn.Malam yang penuh dengan hal-hal yang tak terduga. Terlebih malam yang indah bagi dia insan yang tengah di mabuk asmara dengan hadirnya calon bayi mereka yang kini masih berada di dalam kandungan
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.