Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 45


__ADS_3

Selesai makan malam, tepatnya pukul delapan, semuanya berkumpul di ruang keluarga, namun Scarlett sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap. Padahal Chanyeol sudah lebih dulu bersiap dengan memakai celana jeans sobek di bagian lututnya dan atasan sweater. Chanyeol harus menunggu lima belas menit untuk Scarlett bersiap-siap. Dan saat Scarlett keluar, dia sudah rapi dengan dandanan ala anak muda jaman sekarang. Dia memakai dress berwarna dusty pink dan flatshoes karena dia tidak suka high heels.


"Scarlett sudah siap." ucap Scarlett sambil berdiri di depan TV menghalangi yang lain tengah menonton TV. Jadi mau tak. mau mereka melihat Scarlett yang tengah memutar mutar badannya.


"Uluh.... cantiknya adik kakak. Padahal Chanyeol Oppa mengajakmu jalan itu bukan jalan-jalan keliling naik kendaraan tapi jalan kaki." ucap Freya.


"Biarin aja. Walaupun cuma jalan kaki, tapi kalau ketemu dengan teman sekolah, akunya terlihat jelek kan gak banget kak. Apalagi kita semua tahu kalau Chanyeol Oppa itu tampannya kebangetan. Mereka pasti akan semakin mempermalukan ku karena jalan dengan cowok tampan tapi akunya buluk. Lagian kan, kalau ada aku yang cantik, tak akan ada cewek yang berani deketin Oppa, godain Oppa. Biar Oppa gak pacaran terus." ucap Scarlett.


"Alah, alasan aja. Udah jalan sana. Kasihan Oppa mu sudah menunggu tuh. Keburu bad mood nanti kalian gak jadi jalan." ucap Yong Bin.


Akhirnya setelah percakapan panjang, Chanyeol pun bisa pergi juga bersama dengan Scarlett. Padahal Chanyeol sudah menunggu dari tadi tapi Scarlett justru malah ngoceh tak jelas di depan yang lain.


Chanyeol dan Scarlett keluar dari dalam lift. Semua mata memandang mereka. Mereka takjub dengan visual kedua orang itu yang tampan dan cantik. Bahkan bagi mereka, walaupun Chanyeol hanya menggunakan jeans yang sobek-sobek dan hanya dengan sweater, namun ketampanannya tak kalah dengan mereka yang berada di restauran apartemen dengan menggunakan jas dan dasi tengah bertemu dengan para klien. justru hanya dengan tampil seperti ini malah memperlihatkan sisi asli orang itu.


Chanyeol keluar dari gedung apartemen namun bukan keluar dari komplek apartemen melainkan masuk ke gedung sebelah dimana pusat perbelanjaan dan restauran juga fasilitas lainnya. Gedung itu di lantai satu sebagai mall dan pusat perbelanjaan. Lantai dua untuk restauran dan karaoke, lantai tiga untuk gym dan lantai empat untuk salon and spa.


Chanyeol masuk ke pusat perbelanjaan untuk belanja pakaian. Karena ternyata dia terlalu banyak memasukkan mantelnya di dalam koper. Sedangkan kaos oblong, kemeja atau celana jeans dan piama tidur dia tidak membawanya. Jadilah di sini, di toko pakaian mahal Chanyeol tengah memilih pakaiannya di bantu oleh Scarlett yang memulihkan kemeja kemeja untuk Chanyeol. Untuk kaos oblong dia hanya memilih warna putih dan hitam kesukaannya. Tak ada warna lain. Sedangkan celananya dia memilih celana jeans dan ada juga khusus untuk olahraga nanti jika dia ingin jogging atau nge gym.


"Oppa, ini bagus untuk Oppa." kata Scarlett menunjukkan sebuah mantel berwarna biru dongker dengan aksen sedikit di krahnya.


"Scarlett, Oppa sudah tidak membutuhkan mantel lagi. Mantel Oppa sudah bawa banyak. Oppa hanya butuh kemeja saja. Carikan kemeja yang cocok untuk Oppa." ucap Chanyeol.


"Ini, Scarlett sudah memilihkan banyak. Tinggal Oppa pilih yang tidak suka saja." Scarlett menunjukkan kemeja yang dia pilihkan.


Chanyeol hanya melihat sekilas. Dan tak ada satupun kemeja yang berwarna mencolok. Chanyeol tidak protes dan dia menyuruh Scarlett untuk membawanya ke kasir.


"Warnanya Oppa cocok semuanya. Kamu bawa ke kasir biar di hitung." ucap Chanyeol.


"Ini ya mbak, tolong di hitung." ucap Scarlett kepada pegawai toko itu yang terus mengikutinya. Karena mereka tahu bahwa Scarlett adalah anak pemilik gedung apartemen dan juga mall ini.


"Kamu tidak membeli pakaian?" tanya Chanyeol kepada Scarlett.


"Tidak Oppa." jawab Scarlett saat mereka sudah di toko sepatu karena Chanyeol hanya membawa satu sepatu saja.

__ADS_1


"Kenapa? bukankah anak seumuran mu apalagi cewek suka shopping ya?" tanya Chanyeol kepada Scarlett yang memang sepengetahuannya anak seumuran dia pasti suka sekali shoping.


"Scarlett juga suka Shopping. Tapi Scarlett hanya di beri waktu sebulan sekali. Itupun tidak boleh lebih dari 50.000$. Dan sebelum Shopping, Mama pasti menyuruhku untuk memilih pakaian ku yang sudah tidak pernah ku pakai lagi. Agar tidak menumpuk di lemari. Karena Mama pasti selalu memarahiku kalau di lemari ku sampai tidak muat bajunya. Jadi tiap bulan aku menjual pakaianku secara online dengan harga setengah dari harga beliku. Dan banyak yang beli itu teman-teman ku. Jadi aku juga bisa mendapatkan uang dari itu. Selain dapat baju baru aku juga dapat uang dari baju lamaku."ucap Scarlett.


Selama ini di sekolah memang Scarlett lah yang paling terlihat berkelas karena dari pakaiannya. Meskipun banyak juga anak pengusaha di sekolahnya tapi mereka tak mampu menyaingi Scarlett yang mereka tahu anak pemilik gedung apartemen westgate dan mall. Sedangkan mereka tak tahu pasti siapa ayahnya. Kalau mereka tahu ayahnya bernama Park Yong Bin, seluruh sekolahnya pasti geger. Pasalnya Park Yong Bin adalah pengusaha paling terkenal di seluruh Los Angeles bahkan Amerika karena juga bersaudara dengan Park Yong Jin. Tapi karena Scarlett memakai nama Inggris nya sejak pindah di Los Angeles, maka tidak ada yang tahu nama Ayahnya.


"Bagus itu. Tante tidak hanya mengajarkan kamu dalam mengelola uang tapi juga menghasilkan uang." ucap Chanyeol.


"Oppa, ini ambil ya dua sepatu ini. Cocok buat Oppa." kata Scarlett menunjukkan dua sepatu pilihannya.


"Ya sudah, ambil itu aja. Kamu memang pinter memiliki barang. Semua pilihanmu sesuai dengan selera Oppa." ucap Chanyeol.


"Harus dong. kan kita saudara. Ya udah yuk kita ke kasir. Oppa bayar semuanya." ucap Scarlett.


"Tapi beneran kamu gak ambil barang satupun? Bilang saja sama Mama kalau itu hadiah dari Oppa." ucap Chanyeol.


"Tidak tidak dan tidak. Nanti aku tidak di bolehkan jalan lagi sama Oppa. Besok aja kalau Oppa mau membelikanku baju, di tanggal dua puluh kita ke mall paling besar di Los Angeles. itu tanggal Scarlett shopping."ucap Scarlett.


" Baiklah kalau begitu besok tgl dua puluh Oppa yang belanjain kamu."ucap Chanyeol sambil merangkul gemas Scarlett.


"Ini semua totalnya berapa mbak?" tanya Chanyeol.


"Totalnya 70.635$ tuan." ucap kasir itu.


Beberapa orang yang berada di sana pun kaget mendengar nominal itu. Karena jarang sekali ada yang menghabiskan uang segitu hanya untuk pakaian. terlebih seorang lelaki.


"Wah.. daebak. Oppa lelaki pertama yang pernah kulihat menghabiskan uang segitu hanya untuk Shopping. Bahkan Scarlett saja belum pernah sampai habis segitu." ucap Scarlett.


"Ya karena Oppa memang membutuhkannya. Kalaupun Oppa mau, Oppa bisa membeli gedung ini dari Papamu. Uang saku Oppa selama ini utuh." ucap Chanyeol.


"Ya jangan dong Oppa. Nanti Mama usaha apa?" kata Scarlett.


"Bercanda sayang..." kata Chanyeol gemas.

__ADS_1


"Kak, nanti kirim ke apartemen keluarga Park ya." ucap Scarlett kepada pegawai di sana.


"Baik nona muda."


"Loh, kok di tinggal?" tanya Chanyeol.


"Oppa, kan gedung ini punya Mama. Jadi kalau ada keluarga yang mau beli ya tinggal bayar terus nanti di antar ke apartemennya. Penghuni yang lain juga gitu kok. Cuma kalau untuk keluarga nanti uangnya pasti balik lagi." ucap Scarlett.


Dan benar saja HP Chanyeol baru saja berbunyi. dan saat di lihat ada uang masuk ke rekening nya dengan nominal yang sama sesuai dengan belanjaannya.


"Tau begini tadi Oppa mengajakmu ke mall terbesar di LA aja." ucap Chanyeol lesu.


"Tak apa Oppa. Kalau Oppa mau uangnya tidak kembali, kita belanja keperluan mandinya di toserba pinggir jalan aja." usul Scarlett.


"Nah ide bagus tuh. Ya udah yuk jalan kesana." ucap Chanyeol sambil menggandeng Scarlett pergi dari sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2