Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Wedding


__ADS_3

Jin-young sampai di rumah sakit bertepatan dengan Hans membawa orang yang akan menikahkan mereka dan juga orang tua Yuna.


"Yuna, apa yang terjadi nak? kenapa ayah sampai di jemput oleh seseorang untuk datang ke rumah sakit? ayah pikir bahwa kamu kecelakaan nak." ucap Ayahnya Yuna yang terlihat begitu khawatir dengan anaknya.


"Aku tidak apa-apa yah. Nanti sampai dalam ayah akan mengerti. Apapun yang terjadi nanti, mohon restui Yuna ya yah." ucap Yuna memohon.


"pasti nak. Apapun itu, karena kamu prioritas ayah sekarang." ucap ayahnya.


"Baiklah kalau begitu, ayo masuk. Semuanya sudah di tunggu oleh sahabatku." ucap Jin-young yang menarik tangan Yuna masuk kedalam rumah sakit.


Sebenarnya banyak pertanyaan yang menghantui pikiran ayahnya Yuna. Namun, dia hanya menurut saja apa kata anaknya. Karena selama ini dia hanya bisa menurut oleh anaknya karena tak bisa memberikan apapun yang menjadi jaminan agar ditakuti oleh anaknya. Jadi apapun yang dikatakan anaknya, dia yakin itu yang terbaik untuknya dan juga keluarganya.


Sampai di ruangan Woodz, semua sudah berkumpul saat Hans memberitahu jika Jin-young akan menikah di hadapan Woodz. Namun tak ada Bo Reum di ruangan itu. Karena yang menikah dengan Jin-young bukan Bo Reum. Melainkan wanita lain yang dibawa oleh Jin-young. Wanita yang tak tahu asal usul dan juga sifatnya bagaimana.


"Semuanya, aku sudah siap menikah. Ini mempelai perempuannya." ucap Jin-young membuat semuanya menatap kearahnya.


Mereka yang berada di ruangan itu terbelalak karena kaget wanita yang dijadikan mempelai wanita bukan Bo Reum melainkan orang lain yang benar-benar asing bagi mereka. Sedangkan ayah Yuna meminta penjelasan lewat tatapan mata dari Yuna. Namun Yuna hanya menjawab anggukan dengan memegang tangan ayahnya sambil tersenyum. Dan itu cukup sebagai jawaban dari Yuna oleh Ayahnya.


"Siapa dia kak? kenapa bukan Bo Reum? kemana dia?" tanya Ela.


"Penjelasannya nanti. Yang penting sekarang nikahkan aku. Bukankah hal ini yang di inginkan oleh kamu Woodz? melihat pernikahanku sebelum kamu pergi?" ucap Jin-young kepada Woodz.


Woodz pun menganggukkan kepalanya tanpa bertanya. Bahkan dari sorot mata Jin-young yang terlihat rapuh sudah menandakan bahwa ada sesuatu padanya. Namun Woodz mengurungkan untuk bertanya.


Akhirnya di ruangan itu, telah terucap janji suci Jin-young dan juga Yuna. Dengan saksi beberapa dokter dan juga perawat yang di sewa khusus untuk hanya merawat Woodz seorang. Akhirnya Yuna dan Jin-young resmi menjadi suami istri mulai hari ini.


"Ayah mertua, maafkan menantumu yang lancang ini langsung menikahi putrimu. Tapi mohon restui pernikahan kami." ucap Jin-young yang kini berada di ruangan bersama Yuna dan Ayahnya. Juga Hans yang nantinya akan mengantar mereka berdua pulang.


"Tak apa nak Jin-young. Pasti ada alasan di balik ini. Apakah alasannya sahabat anda yang tengah berjuang di dalam?" tebak ayah Yuna.

__ADS_1


"Tepat sekali tebakan anda. Terimakasih pengertian anda ayah. Dan mulai sekarang kalian berdua akan tinggal di rumah saya." ucap Jin-young.


"Tapi Tuan, barang-barang kami kan masih di rumah kami." ucap Yuna.


"Barang kalian sudah di bereskan oleh anak buah Hans. Dan sekali lagi jangan panggil saya Tuan. Sekarang kita sudah menikah. Meskipun umur kita terpaut belasan tahun, tapi panggilah aku dengan sebutan yang pantas untuk seorang suami." ucap Jin-young.


"Baiklah, kalau begitu aku panggil kamu Oppa." ucap Yuna dengan tersenyum yang sebenarnya bagi Jin-young itu senyum manis anak SMA yang polos.


"Ya sudah kalau begitu, Hans. Antar Nyonyamu. Ingat, sampai rumah harus dalam keadaan selamat." ucap Jin-young kepada Hans.


"Baik Tuan."


"Dan ini satu lagi. Di dalam kartu ini ada uang saku kamu dalam sebulan. Belilah apapun yang kamu dan ayahmu mau. Untuk keperluan sehari-hari itu sudah di urus oleh Hans. Jadi kamu tak perlu pikirkan itu. Namun ingat, jangan terlalu boros. Satu won saja yang keluar dari kartu itu, langsung masuk di HP ku. Jadi aku tahu berapapu uang yang kamu gunakan dan untuk apa saja."ucap Jin-young.


"Baik oppa. Aku bukan orang yang boros kok. Karena aku selalu menghargai uang. kalau begitu, aku pamit dulu Oppa. Ini sebagai tanda bahwa kamu suamiku. cup." ucap Yuna sambil mengecup pipi Jin-young.


Ada sedikit getaran di hati Jin-young ketika melihat tingkah polos Yuna. Hanya di cium pipi saja sudah cukup membuat pipi Jin-young memerah. Padahal dengan Bo Reum, dia melakukan hal lebih daripada itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu menikahi orang lain yang belum kamu kenal?" tanya Yong Jin.


Kini Jin-young tengah di sidang oleh Yong Jin dan Ela di ruangan Woodz. Woodz juga ikut menyaksikan apa yang akan mereka bicarakan disini.


"Bo Reum memutuskan ku. Dia menolak lamaran ku. Awalnya kupikir dia menolakku karena rasa bersalah dengan Nana. Seperti apa yang selalu dia ucapkan. Namun ternyata saat aku bertanya apakah sudah tak ada cinta di hatinya? Dan ternyata jawabannya bahwa dia sudah tak mencintaiku. Sedangkan aku tak mungkin membuat Woodz menunggu. Akhirnya aku bertemu dengan Yuna. Dan karena suatu kondisi, akhirnya aku dan Yuna bersepakat untuk menikah." ucap Jin-young tanpa menjelaskan bahwa pernikahan itu akan berakhir jika masing-masing menemukan orang yang tepat di hatinya.


"Tapi bagaimana dengan Bo Reum?" tanya Ela.


"Bukankah dia sudah memilih untuk meninggalkanku? Aku tak akan pernah berharap untuk harapan yang semu. Lebih baik aku menjalani kehidupanku dengan Yuna kedepannya." ucap Jin-young.


"Apa kamu yakin bisa melupakan Bo Reum begitu saja?" tanya Woodz.

__ADS_1


"Meskipun tidak, tapi seenggaknya aku punya seseorang yang membuatku untuk cepat melupakannya. Mungkin ini memang sudah karma ku. Dulu aku yang tanpa sengaja membuat Nana mencintaiku dan meninggalkan kamu Woodz. Disaat itu aku tak tahu bagaimana rasanya menjadi kamu. Tapi tadi aku merasakan seperti yang kamu rasakan. Bagaimana rasanya mendengar bahwa orang yang kita cintai ternyata sudah tak mencintai kita lagi. Ini karma ku dulu kepadamu Woodz."ucap Jin-young sambil tersenyum.


"Maafkan aku yang memintamu untuk menikah secepatnya Bro. Hingga akhirnya hubunganmu kandas." ucap Woodz.


"Sudahlah tak perlu di pikir. Mungkin dia bukan jodohku. Itu saja." ucap Jin-young dengan senyum yang lebih lebar kali ini.


"Udahlah kak tak perlu kau tersenyum seperti itu. Geli aku lihatnya. Kalau mau nangis ya nangis saja." ucap Ela memecah suasana yang sedih ini.


"Hais... kamu nih ya dek. Lagi sedih gini malah ngelawak." ucap Woodz sambil tertawa kecil. Yong Jin dan Jin-young pun ikut tertawa.


Namun ada sepasang mata yang menangis di balik pintu kamar Woodz yang tengah terduduk sambil mendekap kedua lututnya. Dia menangisi apa yang menjadi sesalnya karena perkataannya beberapa jam yang lalu membuatnya kehilangan sosok yang benar-benar sudah begitu mendarah daging di hatinya.


Bo Reum menangisi penyesalannya karena tak bisa kembali kepada Jin-young lagi. Dia mendengar bahwa Jin-young sudah menikahi wanita lain demi sahabatnya. Hati Bo Reum hancur. Sahabatnya lebih penting dari pada cinta. Itu bagus, tapi yang salah karena dia terlambat untuk mengatakan maaf kepada Jin-young dan menerima ajakan menikah nya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2