Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Park Jin-young And Yuna Scene 14


__ADS_3

Sudah tiga hari Yuna di rawat dan hari ini Yuna sudah di bolehkan untuk pulang. Saat pulang, dirumah Jin-young sudah ramai sekali bahkan karangan bunga sudah terpampang dari ujung gerbang komplek perumahan mereka.


"Oppa, siapakah yang akan menikah? kenapa karangan bunga bertuliskan happy wedding ada di sepanjang jalan?" tanya Yuna.


"Nanti kamu juga akan tahu sendiri siapa yang menikah jika sudah sampai di rumah." ucap Jin-young membuat Yuna penasaran.


Lalu Yuna ingat bahwa di samping rumahnya itu rumah milik Nana. Mungkin yang menikah itu Nana. Tapi dengan siapa? itu yang Yuna pikirkan.


Dan benar saja. Ketika sampai dirumah, rumah mereka yang halamannya luas pun sudah di penuhi dengan dekorasi. Bahkan dari kejauhan dia sudah melihat ayahnya disana sibuk menata vas bunga besar yang baru saja datang.


"Ayah..." ucap Yuna membuat kegiatan Ayahnya berhenti.


"Ohh anakku sayang, kamu sudah pulang. Maafkan ayah yang tak bisa menemani mu di rumah sakit." ucap Ayahnya.


"Ayah, siapa yang akan menikah? apakah eomma menikah?" tanya Yuna dengan polosnya.


"Duh kakak iparku ini yang polos banget. tentu kamu dan kak Jason lah yang akan menikah. siapa lagi." ucap Cassie dan yang lainnya satu persatu ikut keluar menemui mereka. Bahkan sudah ada keluarga Ela juga.


"Sungguh? tapi bukankah aku dan Oppa sudah menikah? kenapa menikah lagi?" tanya Yuna.


"Aduh, Yuna... kamu ini polos atau **** sih." ucap Nana jengkel. "Kalian emang sudah menikah. Tapi kan kalian belum mengadakan resepsi. Mau di taruh dimana seorang pengusaha terkenal menikah secara diam-diam. Pasti nanti endingnya akan muncul rumpr yang tidak-tidak. Kamu mau Jason di rumor ini berpacaran dengan seleb Hollywood?" lanjut Nana.


"Tidak." ucap Yuna sambil memegang erat lengan Jin-young.


"Semua ini atas usul dari suami kamu nak. Jadi Terima saja. Besok kalian akan mengadakan resepsi mewah disini. Sekarang masuk lah ke kamarmu. Cobalah gaun pengantin mu." ucap Joanna.


"Dan juga ayah sudah menyiapkan kado spesial buat kamu di kamarmu. Bukan di kamarmu kemarin. Di kamar pengantinmu." ucap Ayah membuat Yuna penasaran.


Yuna pun berjalan sendiri menuju kamarnya tanpa di ikuti oleh Jin-young. Karena Jin-young ingin membuat Yuna menghabiskan masa mudanya bersama kado dari ayahnya tadi.


Hati Yuna berdebar tatkala ingin membuka pintu kamar nya. Perlahan dia membuka pintunya. Lalu matanya menatap takjub kamar itu yang sudah di sulap menjadi kamar pengantin. Banyak foto yang tergantung disana. Foto masa kecil dan sekolahnya Yuna, juga banyak foto lelaki yang ia yakini itu foto masa masa lalu Yuna.


Yuna melihat satu foto yang tergantung disana. Disana terlihat lima orang anak kecil yang tengah memegang lolipop di tangannya sambil tersenyum di camera. Sudah bisa di pastikan itu Jin-young, Yong Jin, Ela, Woodz dan satu lagi pasti lelaki yang bernama Yong Bin. Adik dari Yong Jin. pikirnya.


Saat tengah asyik menatap foto lamanya dan foto lama Jin-young, Yuna di kaget kan dengan tepukan di pundaknya. Dia melirik ke arah pintu yang masih tertutup. Karena jiwanya yang parnoan, membuat bulu kuduk Yuna berdiri. Perlahan Yuna membalikkan badan, dan...


"SURPRISE......!" teriak ke pat sahabatnya yang dibawa oleh Ayahnya.


Inilah yang dimaksud kado dari ayahnya. Selama ini dia tahu, bahwa Yuna selalu menceritakan semua hal yang bahkan ayahnya tak tahu kepada empat sahabatnya itu. Mereka berempat bahkan rela melepaskan kesempatan untuk kuliah ke luar negeri demi terus bersama dengan Yuna.


Hal itu diketahui oleh ayahnya ketika le empat gadis itu sering menemani ayahnya Yuna di cafe sesuai permintaan Yuna. Dan dari situ ayahnya tahu betapa sulitnya kehidupan Yuna. Namun Yuna selalu terlihat tegar dan tersenyum di depan dia.


"umm.... Kalian... hua...." Yuna menangis kencang memeluk sahabatnya.


Ke empat sahabatnya pun ikut menangis karena terharu bisa bertemu dengan Yuna. Mereka pun menghabiskan malam itu dengan pesta piama. Tentunya tak sampai larut malam karena mereka pun tak mau terbangun dengan mata panda di wajahnya.


*

__ADS_1


*


*


Pagi pagi sekali rumah itu sudah di sibukkan oleh semua kegiatan pesta pernikahan. Tak lu pun si kembar dan Gloria yang ikut sibuk kesana kemari. Namun Ela hanya duduk diam sambil mengunyah buah di tangannya karena pelototan dari Yong Jin yang tak ingin dia dan baby Park yang masih di dalam perutnya kelelahan.


"Bumil... bagi dong." ucap Nana.


"Ye... kenapa lo ikut makan. Bantu in sono tuh masih pada belum kelar." ucap Ela.


"Yaelah bumil. Dikit doang buat tambah tenaga nih. Lagian bentar. lagi acara juga di mulai kan." ucap Nana.


"Ya udah nih." ucapnya sambil menyodorkan apel kepada Nana. "Ohh iya, gimana Yong Bin sama Krystal? jadi bawa artisnya gak?" tanya Ela.


"Jadi dong. kan buat meriah in acara ini." ucap Nana.


"Gila ya, demi seorang Park Jin-young, dia rela membatalkan puluhan schedule nya selama seminggu ini." ucap Ela karena artis yang dimaksud begitu terkenal sehingga tawaran dadakan dari Jin-young membuatnya membatalkan puluhan acara dalam satu minggu. Karena jarak dari Paris ke Venezuela begitu jauh.


"Itu juga ada campur tangan dari Papa kali La. Lo tahu sendiri papa gimana." ucap Nana.


"Iya juga ya."


Acara pun di mulai. Semua berjalan dengan lancar. Bahkan tamu undangan puas dengan acaranya karena di hadiri seorang penyanyi papan atas yang terkenal di Paris. Semua mata menatap takjub suara emas dari penyanyi tersebut.


"Gimana cantik dan bagus kan suaranya?" tanya Jin-young kepada Yuna yang begitu terpesona kepada suara penyanyi itu.


"Iya Oppa. Padahal suara ke empat sahabatku itu udah bagus tapi mereka belum ada apa-apa nya dengan artis itu. Makasih ya Oppa. Aku bahagia menjadi istrimu." ucap Yuna.


Akhirnya acara pun selesai. Dan sesuai perkataan dari Jin-young, Yuna dan ayahnya menunggu di ruang kerja Jin-young. Bahkan Yuna sudah melihat butir air mata uang dari tadi mengalir. Yuna pikir itu air mata karena Yuna telah menikah. Namun tebakannya terjawab ketika seorang wanita yang dia kenali sebagai penyanyi papan atas itu masuk bersama suaminya.


"Yuna..." ucap penyanyi itu dengan derai air mata.


Yuna hanya terdiam karena tak tahu harus merespon apa. Dia bahkan tidak tahu siapa nama dari artis ini. Tapi kenapa artis ini memeluknya? Yuna pun mengedarkan pandangan ke arah Jin-young dan juga Ayahnya yang masih menangis melihat Yuna di peluk wanita itu.


"Ini kado dari ku sayang. Bukankah kamu ingin bertemu dengan ibumu?" tanya Jin-young.


"Ibu?" ucap Yuna masih bingung.


"Iya sayang.. dia ibumu. Ibu kandung mu. Ibu yang melahirkanmu." ucapan ayahnya membuat air mata Yuna mengalir deras.


Dia membalas pelukan wanita itu dan langsung menangis terguguk sambil terus mengucapkan kata ibu. Kata yang sudah belasan tahun tak pernah dia ucapkan.


"Maafkan ibumu ini nak. Maaf dulu meninggalkanmu demi karir. Maafkan ibumu Nak. Sekarang mungkin karir ibu memang sudah begitu bersinar, tapi hidup ibu kosong karena tak ada kamu dan ayahmu nak. Maafkan ibu." ucap wanita itu yang diketahui namanya Jo Yu Ri.


"Kamu tidak salah Yu Ri-a.. akulah yang salah karena tak bisa berhasil menjadi suami." ucap ayah Yuna menghampiri mereka.


"Tidak. Kamu tidak salah chagiya.. akulah yang salah karena menelantarkan anak kita. Sedangkan kamu bisa mengurusnya dengan baik. Lihatlah anak kita sekarang menjadi anak yang begitu cantik. Bahkan dia bisa mengambil hati tuan muda seperti Tuan Jason ini." ucap Jo Yu Ri memuji anaknya.

__ADS_1


"Ibu, apakah ibu mau kembali bersama kita?" ucap Yuna tiba-tiba. Karena itulah keinginannya ketika bertemu dengan ibunya.


"Dengan senang hati sayang. Untuk apa ibu hidup bergelimang harta namun hati dan hidup ibu kesepian. Ibu akan meninggalkan semuanya demi kalian. Harta berhargaku." ucap Jo Yu Ri memeluk kembali Yuna.


"Mkasih ibu.. makasih..." ucap Yuna.


"Emm... Chagiya, kurasa sebaiknya kita pergi. Biarkan lah pasangan pengantin ini menghabiskan waktu merkea berdua." ucap Ayah Yuna.


"Ayah memang mertua yang paling pengertian." ucap Jin-young sambil mengambil alih Yuna dari tangan ibunya.


"Ayah... Yuna masih kangen dengan ibu." ucap Yuna merengek.


"Nanti bisa bertemu lagi. Kasihan suami kamu tuh." ucap Jo Yu Ri lalu meninggalkan mereka berdua dari ruangan itu.


"Nah sekarang saatnya aku meminta ucapan terimakasih itu." ucap Jin-young sambil memeluk Yuna.


"Makasih Oppa, aku bahagia menjadi istrimu..." ucap Yuna.


"Cuma itu saja?"


"Lalu?"


"Aku mau kamu berterimakasih dengan ini." ucap Jin-young sambil mengangkat tubuh Yuna di meja.


"Kya... Oppa ini di meja Oppa."


"Aww... Oppa pelan-pelan..."


"Awas mejanya rusak...."


"Ssttt... jangan berisik sayang, nikmati saja oke..."


"hmm.. akhh..."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TAMAT


__ADS_2