
Setelah berucap kasar seperti tadi, Chanyeol keluar. Dia duduk sendiri di taman sekolah. Dia menyendiri memikirkan apa yang dikatakan oleh Han Sung tadi. Dia tidak menyangka bahwa Han Sung jatuh cinta dengan Zie.
Untuk pertama kalinya Chanyeol melihat Han Sung benar-benar jatuh cinta. Mata Han Sung tak bisa membohonginya. Dia terlihat begitu mencintai Zie walaupun perkenalan mereka begitu singkat.
Chanyeol tahu itu, karena dia tidak di perbolehkan menyentuh Zie barang sedikitpun. Padahal, saat Han Sung berkencan dengan wanita lain, Han Sung biasanya dengan mudah memberikan wanitanya kepada Chanyeol. Karena selama ini mereka berkencan hanya untuk kesenangan sesaat. Benar-benar tak ada cinta sama sekali.
"Gue harus pisahin lo dari Zie Hans. Sorry. Bukan maksud gue jahat. Gue. cuma gak mau lo jadi korban dari bokap gue. Gue gak mau keluarga lo hancur kalau sampai bokap gue tahu Zie memiliki hubungan dengan lo. Sorry bro. Sorry." ucap Chanyeol lirih sambil menutup wajahnya.
Dia begitu frustasi. Dia ingin melihat Han Sung bahagia dengan cintanya. Namun dia tak bisa melihat keluarga Han Sung hancur jika Yong Jin tahu Han Sung menjadi penghambat Zie untuk mendekatinya. Terlebih kalau sampai Yong Jin mengirim mata-mata lagi dan tahu kalau Chanyeol mengejar Gladis. Pasti Gladis juga akan menjadi korbannya.
"Gue harus gimana...." ucap Chanyeol sambil menarik rambutnya dengan kasar karena begitu frustasi.
"Kirim gue kembali ke Sydney." ucap Zie yang tiba-tiba saja berada di samping Chanyeol.
"Lo..." ucap Chanyeol.
"Iya ini gue. Gue tahu lo lagi frustasi kan? Karena lo harus merelakan salah satu kebahagiaan sahabat lo sendiri. Antara cinta dan keluarga." ucap Zie.
"Jadi lo tahu ini?" tanya Chanyeol.
"Iya gue tahu. Karena gue juga di beri tahu oleh Tuan Yong Jin tentang ancamannya jika lo gak mau kuliah di luar negeri. termasuk hancurnya keluarga Hans kalau sampai Hans menjadi penghalang bagimu." ucap Zie.
"Kenapa sih hidup gue seperti ini. Gue gak suka di atur dan di kekang seperti ini. Gue ingin seperti burung elang yang terbang bebas di udara. Gue gak mau terkurung dalam sangkar yang kecil walaupun terbuat dari emas murni." ucap Chanyeol menatap ke langit malam yang penuh dengan bintang.
"Bukan salah lo lahir di keluarga ini Chan. Kalau boleh memilih sebelum di lahirkan, lo pasti tidak akan memilih di lahirkan di keluarga ini kan?" tanya Zie.
__ADS_1
"Ya begitulah. Tapi kita juga tak bisa menyalahkan takdir. Takdir tak pernah salah karena Tuhan sudah menentukannya. Hanya Tuhan menempatkanku pada keluarga yang salah." ucap Chanyeol.
"Lo, serius punya hubungan sama Gladis?" tanya Zie.
"Tidak. Kalau ditanya apa gue serius cinta sama Gladis, gue bakal jawab iya. Tapi karena lo tanya apa gue punya hubungan dengan Gladis, maka jawabannya tidak. Karena Gladis menolak gue." ucap Chanyeol.
"Tapi setidaknya lo masih bisa melihat dan bertemu dengannya sampai lo lulus sekolah. Sedangkan gue, nasib gue dan Hans hanya tinggal menunggu sampai lo kirim gue kembali ke Sydney." ucap Zie.
"Apa lo bakal terbebas dari gue jika gue mau kuliah di luar negeri?" tanya Chanyeol.
"Nasib gue hanya sampai keputusan loau kayaknya kuliah ke luar negeri. Tapi kalau lo lakuin itu hanya karena gue dan Hans, gue pikir lo salah. Karena lo harus ngelepas Gladis." ucap Zie.
"Untuk kebahagiaan gue, itu nomor belakangan. Yang terpenting kebahagiaan Hans. Itu yang gue utamakan. Lagipula bukan cuma Hans. Ada satu lagi yang harus gue lindungi dari bokap gue. Untuk sekarang gue gak punya kekuatan untuk melindungi orang yang gue sayang. Tapi gue yakin, tak butuh waktu lama gue akan lebih kuat dari bokap gue untuk melindungi semua yang gue sayang." ucap Chanyeol.
"Beruntungnya Gladis yang bisa mendapatkan cinta lo. Tapi entah kenapa gue gak bisa cinta sama lo. Gue udah cinta sama Hans." ucap Zie tersenyum.
"Lo benar Chan. Bersyukur gue bisa mendapatkan cinta dari Han Sung dan gue bisa membalasnya. Akan terasa sakit kalau hanya cinta bertepuk sebelah tangan." kata Zie.
"Lo benar. Kaya gue. Mungkin sekuat apapun gue berusaha buat Gladis jatuh cinta sama gue, gak akan ada artinya karena dia tak pernah cinta sama gue." ucap Chanyeol. "Baginya gue dan dia tak akan pernah bersatu. Dia selalu bilang kalau jurang yang memisahkan dan menjadi jarak diantara kita itu terlalu dalam. Tak akan mudah membuat kita itu bersama." lanjutnya.
"Itulah yang akan di katakan oleh wanita yang berhati baik dan tulus. Dia tak akan pernah melihat seseorang lelaki dari penampilan dan hartanya. Gladis sungguh gadis yang baik. Dia bahkan tak berharap menjadi seorang kekasih yang notabene lelaki itu anak orang kaya. Dia merendahkan dirinya. Padahal kekayaan tak bisa menjamin semuanya." timpal Zie.
"Lalu gue harus bagaimana Zie? Gue akan pergi setelah pengumuman kelulusan nanti. Itu hanya sekitar beberapa bulan lagi dari sekarang. gue ingin menciptakan moment yang tak pernah terlupakan dengan Gladis. gue ingin menyakinkan padanya bahwa kita akan bertemu lagi. Kita akan berjodoh di kemudian hari. gue akan melamarnya dan dia akan menjadi ibu dari anak-anak gue nantinya kelak." ucap Chanyeol dengan mantap tanpa keraguan.
"Untuk itu, biar menjadi tugas gue dan Han Sung. Gue dan Han Sung akan membuat kalian berdua dekat. Gue jamin, Gladis akan mulai perlahan membuka hatinya untuk lo. Sampai tiba saatnya lo harus pergi, Gladis akan menunggumu. Dan saat lo sudah memiliki kekuasaan nantinya, lo akan kembali dan Gladis akan menerima lo kembali. Menjadi pendamping hidup lo selamanya." ucap Zie.
__ADS_1
"Thanks ya Zie. Lo udah mau bantuin gue meskipun selama ini gue udah selalu salah berkata kasar sama lo." ucap Chanyeol.
"itu gak ada apa-apa nya dengan lo justru berkorban kebahagiaan lo demi gue dan Hans. Hans pasti akan sedih jika dia tahu apa yang akan terjadi kalau lo menolak sekolah di luar negeri." ucap Zie.
"Gue mohon, jangan lo bilang sama Hans perihal konsekuensinya kalau gue menolak kuliah di luar negeri. Gue gak ingin dia menjadi semakin khawatir dan kasihan kepada gue." ucap Chanyeol memohon pada Zie.
"Lo tenang aja. Gue gak akan bocorin kepada siapapun. Gue juga gak mau kalau sampai Hans menyalahkan dirinya sendiri nantinya. Gue gak mau lihat itu." kata Zie.
"Lo memang gadis baik untuk sahabat gue. tolong jangan sakiti dia." minta Chanyeol.
"Gak akan. Karena gue mencintainya." ucap Zie dengan penuh percaya diri.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.