Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 24


__ADS_3

Chanyeol keluar dari ruangan langsung menuju ke penginapan panitia. Semua guru yang sudah tahu siapa Chanyeol pun langsung tunduk hormat kepada Chanyeol ketika hanya ada para guru dan Chanyeol diruangan itu tanpa ada murid lainnya.


"Tuan muda, ada apa anda kesini pagi-pagi sekali?" tanya Kepala sekolah dengan penuh hormat. Walaupun beberapa saat yang lalu kepala sekolah itu menghukumnya karena kejahilan nya, namun tidak mengurangi rasa hormatnya kepada calon pewaris keluarga Park itu.


"Apa benar bahwa kemah tahun ini hanya akan berlangsung selama semalam? apa benar bahwa nanti sore kita akan kembali ke Korea?" tanya Chanyeol dengan tatapan dingin dan mengintimidasi.


"Be-benar tuan muda. Saya seperti ini karena takut kalau tuan muda kenapa-kenapa lagi. Maka semalam saya memberi kabar kepada Tuan besar. dan Tuan Besar menyuruh saya untuk kembali ke Korea sore nanti." ucap Kepala sekolah.


"Jadi ini ulah Papa? Oke, kita boleh pulang sore ini. Tapi kalian siapkan semuanya di sekolah. Rencana yang aku bicarakan sebelum kita berangkat kemarin. Aku ingin rencana itu tetap berjalan. Kalau tidak bisa di Jepang, maka lakukan di Korea setibanya kita disana nanti." ucap Chanyeol dengan tegas lalu pergi keluar ruangan itu.


Semua guru yang tadi hanya menahan nafas melihat Chanyeol dengan tegas berkata kepada Kepala sekolah pun akhirnya bisa bernafas lega.


"Wah gila, tu anak benar-benar mirip dengan orang tuanya. Wibawanya benar-benar tinggi." ucap salah seorang guru.


"Kalau begitu, sore ini kita pulang. Tapi kalian hubungin yang berada di Korea untuk menyiapkan semuanya. jadi nanti setibanya kita disana, Tuan muda tidak menunggu." titah kepala sekolah yang langsung di angguki oleh guru yang lain.


Chanyeol menuju ke tempat makan untuk para siswa. Disana dia sudah melihat Han Sung, Taeyong dan Jihoon. Dia bahkan melihat Zie yang juga duduk disana bersama tiga temannya.


"Hai guys." ucap Chanyeol menyapa temannya.


"Chan? Lo udah sehat?" tanya Han Sung.


"Udah bro. gue cuma luka kecil ini." tunjuk Chanyeol melihatkan luka nya.


"Yaelah bro, kenapa sih lo bisa nyasar sampai sana. Semalam gue gak bertanya karena lihat kondisi lo." ucap Jihoon.


"Ceritanya panjang. Ini juga menyangkut Gladis." kata Chanyeol.


"Jadi dia yang buat lo nyasar?" tanya Zie.


"Jangan suka menyalahkan orang lain kalau lo gak tau duduk permasalahannya." ucap Chanyeol dingin.


"Udah Zie, dengerin aja apa yang akan di katakan Chanyeol. Daripada lo pagi-pagi udah di ajak debat." ucap Han Sung, dan dengan ampuh tiba-tiba saja Zie menurut dan diam. "Gimana ceritanya?" lanjut Han Sung kepada Chanyeol.


"Gue waktu itu lagi debat sama Gladis. Tiba-tiba dia terperosok kedalam jurang. Lalu gue niatnya mau nolongin dia. Tapi gue malah ikutan jatuh ke jurang. Untungnya ransel gue gak hilang. Gue sama Gladis berusaha cari jalan keluar dengan mengikuti jalan setapak itu. Tapi yang gue dapat justru gue bertemu dengan danau dan semakin dalam ke hutan. Ya udah berakhirlah gue disana sama Gladis. Karena kita gak punya petanya." ucap Chanyeol.


"Ini nih jadinya kalau kita gak jadi satu. Gue sama Jihoon berada di peta barat. Lo di timur sedangkan Hans di Utara. terbuktikan gue sama Jihoon gak kenapa-kenapa tapi kalian berdua mendapatkan kesialan.xucap Taeyong.

__ADS_1


" Bener juga yang dikatain Taeyong. Masih untung lo gak kenapa-kenapa Hans, hanya Zie doang yang luka. Sedangkan Chanyeol, dia ikut terluka setelah mau menolong Gladis terjatuh. Gladis pakai acara sakit segala setelah itu." ucap Jihoon.


"Lo terluka?" tanya Chanyeol kepada Zie.


"Iya, tapi untungnya Hans tanggap dan langsung bawa gue pulang ke penginapan. Jadi luka gue gak tambah parah." ucap Zie.


"Iya bro. Dan untungnya itu serangga bukan serangga yang beracun. Jadi tidak berbahaya." lanjut Han Sung.


"Ya syukur deh. Kalau lo kenapa-kenapa yang ada cuma buat gue repot dimata bokap gue. ohh ya, gue bawa makan gue ke ruangan Gladis aja ya. Kasihan dia belum sarapan." ucap Chanyeol lalu pergi dari sana.


"Emangnya sejak kapan mereka dekat?" tanya Jihoon penasaran.


"Sejak lama." jawab Han Sung dan Zie bersamaan.


"Ehh cie.. barengan.. jodoh lo.." ledek Taeyong.


"Ehh... mana ada." lanjut Zie dan Han Sung secara bersamaan lagi tanpa sengaja.


"Tuh kan jodoh. Tapi ya gak mungkin lah. Zie kan tunangan Chanyeol." ucap Taeyong membuat Zie dan Han Sung saling bertatapan.


"Iya juga, masak temen makan temen." ucap Jihoon.


"Gak salah kan? Lagian Chanyeol gak suka ini." batin Han Sung.


Sedangkan Zie mengaduk-ngaduk makanannya juga karena mendengar perkataan Taeyong dan Jihoon barusan.


"Apa iya gue bisa jatuh cinta sama Hans? Sedangkan status gue harus membuat Chanyeol jatuh cinta. Aih... kenapa sih gue mesti suka sama nih anak. Apa gak bisa apa ya perasaan suka gue untuk Chanyeol?" tanya Zie pada dirinya sendiri di dalam hati.


*


*


Chanyeol kini sudah berada di ruangan Gladis. Dia menyuapi Gladis dengan telaten. Sambil saling bertukar cerita.


"Udah sini gue makan sendiri aja. Lo juga pasti belum sarapan kan?" tanya Gladis.


"Gak kok. Tadi gue udah sarapan bareng sama yang lain sebelum gue kesini lagi." ucap Chanyeol.

__ADS_1


"Emangnya Zie gak marah kalau lo kesini nemuin gue?" tanya Chanyeol.


"Marah? bodo amat. bukan urusan gue. gue gak suka di kekang." ucap Chanyeol.


"Hmm... yang penting kalau dia marah, gue gak kena imbasnya aja." ucap Gladis.


"Gak akan berani dia. Kalau dia sampai macam-macam, berurusan sama gue. Ohh ya, tadi gue di kasih tahu kepsek. Kita emang pulang sore nanti. Tapi sampai di Korea, kita akan menginap di sekolah. Dan nanti malam acara puncaknya dari kemah ini. Sesuai rencana kita. pesta topeng." ucap Chanyeol kepada Gladis dengan begitu senang.


"Wah serius lo? kenapa bisa? Lo bilang apa sama kepsek?" tanya Gladis.


"Gak bilang apa-apa. Awalnya mau gue sangkal. Tapi gak tahunya justru gue malah dapat kabar kaya begitu. Ya udah, syukur dong gue." ucap Chanyeol dengan senang.


"Iya juga ya. Tapi bener kan kalau acara itu jadi? Anak-anak pasti suka." ucap Gladis.


"Iya, kalau bisa ini nanti kita jadiin tema untuk promnight nanti." ucap Chanyeol.


"Promnight masih lama Chan. udah mikir kesitu aja. Ujian dulu baru promnight." ucap Gladis dengan senyumnya.


"Ya kan rencanain dulu gak papa Dis." kata Chanyeol ikut tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2