
Pagi harinya, pagi sekali Chanyeol dan Han Sung pulang dari apartemen Taeyong. Mereka langsung menuju ke rumah masing-masing. Dengan siap Chanyeol menerima teriakan dan marahan dari Papanya karena tak datang ke pesta semalam.
Namun apa yang di lihatnya pagi ini membuat hatinya semakin sakit. Dia sudah tak melihat semua keluarganya di rumah. Mobil mewah kembali hanya ada satu mobil itupun milik Chanyeol yang belum bisa dia pakai sendiri karena dia belum memiliki SIM. Mobil mewah milik anggota keluarganya yang lain sudah tak ada.
"Aden sudah pulang?" ucap Bibi melihat majikannya pulang.
"Yang lain kemana bi? kok sepi?" tanya Chanyeol.
"Semalam, sepulang dari pesta, Tuan berpesan kalau mereka akan langsung ke bandara dan pulang ke America bersama Nyonya. Dan tadi pagi Tuan Muda dan Nona muda sudah berangkat ke bandara pagi sekali." ucap Bibi.
Chanyeol hanya menatap kosong ke arah meja makan. Dia tak pernah menyangka bahwa memang keluarganya tak pernah merasa dirinya ada. Bahkan Mamanya yang kemarin baru saja bilang sayang sayang, ternyata sekarang juga ikut pergi di hari yang tak akan terulang lagi.
"Ya sudah bi. Aku mau sarapan. Bibi sudah masak?" tanya Chanyeol.
"Sudah den. Ohh iya den, Nyonya semalam juga berpesan, kalau aden mau minta kado apa pun itu, suruh menghubungi Nyonya. Nanti Nyonya akan mengirimnya." ucap Bibi sebelum pergi dari hadapan Chanyeol. Bibi sendiri sebenarnya tak kuat menyampaikan itu. Tapi mau bagaimana lagi.
"Kado? Di kirim? Kalau gue minta mereka semua berhenti bekerja demi gue apa mereka tepati?" batin Chanyeol.
Chanyeol tengah menyantap makanannya saat tiba-tiba Bibi masuk membawa cupcake kecil dan juga sup rumput laut yang pasti di sajikan ketika ulang tahun.
"Aden, selamat ulang tahun den. Maaf kalau Bibi hanya bisa memberi ini untuk aden. Tapi semoga aden suka." ucap Bibi.
Bukannya meniup lilin di cupcake yang sudah di taruh di meja, Chanyeol justru memeluk Bibi nya dan menangis dalam diam. Dia tak tahu harus bagaimana. Di saat semua keluarganya justru tak pernah memberinya ucapan selamat ulang tahun, Chanyeol mendapatkannya dari sang pembantu yang selama ini menemaninya tinggal di rumah mewah itu.
"Makasih.. makasih ya bi. Bagiku ini ulang tahun paling spesial karena masih ada Bibi di sampingku. Makasih ya bi." ucap Chanyeol tulus.
"Kalau begitu di tiup dong den. Nanti keburu habis itu lilinnya." ucap Bibi yang lalu dituruti Chanyeol.
"Bi ayo kita foto ya." Chanyeol pun mengambil HP nya dan berfoto bersama Bibi.
Untungnya Bibi sudah sering diajak foto oleh Chanyeol jadi dia tak pernah canggung lagi. Lalu Chanyeol mengunggahnya di sosial media. dia menambahkan caption "My Mom, My Father, My Family." mungkin sebentar lagi dia akan mendapatkan banyak pertanyaan dari teman-temannya juga pertanyaan dari keluarganya melalui pesan pribadi.
*
*
*
"Chan-Chan... Happy birthday.."
__ADS_1
"Chan-Chan... ini kue buat kamu."
"Chan-Chan.. aku buat ini sendiri lo.."
"Chan-Chan.."
"Chan-Chan"
"Chan-Chan"
Suara para siswi yang berebut untuk memberikan hadiah kepada Chanyeol yang sekarang tengah berada di kelasnya membuat riuh seluruh isi sekolah. Berkat postingan dari Chanyeol tadi pagi, seluruh sekolah tahu bahwa hari ini ulang tahun Chanyeol.
Seluruh sekolah heboh di buatnya. Chanyeol sampai bingung harus bagaimana menyikapinya. Sampai dia mendengar teriakan dari seseorang yang duduk di depannya. Zie.
"Ya! Kalian datang sekolah mau belajar atau mau cari jodoh? Kalau mau cari jodoh sana jangan disini. Disini ruang kelas." ucap Zie dengan keras membuat para wanita itu menatapnya.
"Lo yang kenapa. Kita disini mau ngasih kado buat Chan-Chan. Bilang aja lo mau ikut beri kado buat Chan-Chan tapi gak mau ngantri." ucap salah seorang murid disana.
"Ya! ini kelas gue. dan ini bangku gue. Kenapa gue gak boleh disini. Lagian kenapa juga gue mesti ngasih kado ke dia. Kalo kalian gak mau pergi jangan salahin gue ya bertindak kasar." ucap Zie tegas.
"Berani apa lo?" tantang salah seorang siswi.
Tubuh Zie yang kuat karena dia bisa bela diri pun dengan mudahnya mengangkat gadis kecil di depannya itu. Gadis itu pun langsung terangkat begitu saja, bahkan kakinya sudah tak menapak di lantai. Gadis itu meminta tolong namun tak ada yang berani menolongnya karena melihat Zie yang begitu menakutkan.
"Lo masih berani nantangin omongan gue? Mau gue lempar lo sampai lantai bawah dari jendela ini, hmm?" ucap Zie.
"Gak gak gak.."
"Pergi gak lo pada." ucap Zie, dan dengan secepat kilat para gadis itu pun berjalan keluar dari dalam kelas itu meninggalkan Chanyeol yang bisa bernafas lega.
"Akhirnya pada pergi juga. thanks." ucap Chanyeol dingin.
"Hmm.."
Tring... tring... tring...
Bel istirahat berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas untuk ke kantin. Chanyeol ingat bahwa hari ini dia harus ke taman belakang. Tapi dari tadi dia tak melihat Gladis. Akankah gadis itu tidak masuk? Tapi tak ingin membuat Gladis kecewa, dia pun menunggu Gladis di taman belakang sesuai janji mereka.
Chanyeol terpaksa berbohong kepada temannya hanya demi bertemu dengan Gladis. Sudah lima menit dia menunggu namun Gladis tak kunjung datang. Chanyeol pun semakin gelisah. Namun kegelisahan nya pun hilang saat melihat gadis yang ditunggu nya datang sambil membawa dua benda di tangannya.
__ADS_1
"Hai, sorry lama. Gue tadi habis rapat OSIS buat pembentukan osis baru. Jadi lama deh." ucap Gladis.
"Gak papa kok. Gue juga belum lama." ucap Chanyeol dengan senyumnya.
"Lo kalau senyum gitu ternyata ganteng ya. Biasanya mukanya serem." canda Gladis.
"Baru tahu ya kalau gue tampan." pedenya Chanyeol sambil berpose di depan Gladis.
"Gak mempan lo di depan gue. Udah ayo makan." ucap Gladis.
"Wah... ini semua lo yang buat?" tanya Chanyeol.
"Iya ini gue yang buat. Ohh iya satu lagi nih." ucap Gladis sambil membuka sebuah bungkusan berbentuk persegi di mejanya. Gladis lalu menambahkan lilin. Ternyata itu kue ulang tahun.
"Selamat ulang tahun Chan-Chan... semoga panjang umur. Selalu di sayang sama keluarga dan mendapatkan kasih sayang dari semua orang." ucap Gladis sambil menyodorkan kue itu tepat di depan Chanyeol.
"Wah... gue make a wish dulu ya." ucap Chanyeol. Dia membuat harapan agar apa yang di katakan Gladis tadi terwujud. lalu meniup lilin itu.
"Yey... sekarang makan sup rumput lautnya. Ini buatan nyokap gue lho. Tadi pagi sebelum gue berangkat, nyokap gue nyuruh gue mampir ke tempat kerjanya untuk mengambil sup ini. Kebetulan majikannya juga berulang tahun hari ini. Dan nyokap gue membuat lebih karena gue semalam bilang bahwa gue akan membuat kue ulang tahun untuk lo." ucap Gladis membuat Chanyeol semakin berbunga-bunga.
"Makasih ya. ini ulang tahun spesial gue pokoknya. makasih ya." ucap Chanyeol yang tiba-tiba memeluk Gladis.
Gladis yang di peluk oleh Chanyeol pun hanya diam karena tak tahu harus berbuat apa. Dia tak menyangka akan di peluk oleh cowok setampan Chanyeol yang selama ini hanya bisa dia pandang dari jauh.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1