Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 60


__ADS_3

Tepat pada tengah malam mereka semua pergi dari rumah sakit itu. Mereka pergi setelah menyelesaikan administrasi dan juga kremasi jazad Joanna. Mereka langsung menuju ke sebuah motel yang tadi di sebutkan oleh Chanyeol. Hanya butuh beberapa puluh menit untuk sampai di motel tersebut. Di sana sudah banyak sekali penjaga yang di tugaskan oleh Yong Jin. Dan benar saja, di depan pagar tertulis nama Chan Lin di sana. Bukan Park Chanyeol. Namun ada perasaan tak enak dalam hati Bright. Tapi dia belum menemukan kejanggalan nya. Baru saja mereka masuk ke dalam ruangan, ponsel Jin-young sudah berbunyi. Dia mendapatkan telfon dari nomor yang tak di kenalnya. Anak buah Bright langsung menyadap ponsel Jin-young.


"Halo?" dengan ragu Jin-young mengangkat telfon itu. Namun Bright terus menyuruh Jin-young berbicara dan meng loudspeaker ponselnya agar semuanya mendengar.


^^^"Kakak... tolong aku kak.... tolong.." terdengar teriakan dari Cassie di seberang.^^^


"Cassie... Cassie.. kamu tidak apa-apa dek?" tanya Jin-young yang terlihat sekali kalau dia khawatir dengan adiknya itu. Semua yang berada di sana terlihat khawatir mendengar suara minta tolong Cassie. Mereka bisa menebak kenapa Cassie meminta tolong. Pasti karena dia sedang bersama Dawn. Mereka takut kalau Dawn akan mencelakai Cassie.


^^^"Kakak iparku tersayang... akhirnya kamu muncul juga. Tapi sayang sekali ya, kamu tidak bisa menyelamatkan keponakan dan juga ibumu tercinta. Kasihan sekali. hahahaha." terdengar suara Dawn yang tertawa keras sekali di sana. Semua yang mendengarnya pun geram.^^^


"katakan dimana kamu sekarang! Cepat lepaskan Cassie, atau kalau kamu berani melukainya, maka seumur hidupku tak akan pernah melepaskanmu." ucap Jin-young dengan tegas.


^^^"Kakak iparku tersayang... Santai saja kakak, jangan emosi terlebih dahulu. Aku tidak akan menyakiti adikmu tercinta. Asal kamu membawa semua surat pemindahan saham perusahaan yang awalnya menjadi namamu berubah menjadi namaku. Maka aku akan melepaskan adikmu ini dengan selamat tanpa kurang suatu apapun." ucap Dawn.^^^


"Baiklah. Katakan dimana kalian?" ucap Jin-young sambil melihat Han Sung. Han Sung terus menggelengkan kepalanya. Dia tidak sudi apa yang sudah di bangun oleh Daddy nya dengan keringatnya justru malah jatuh kepada lelaki biad*b seperti dia.


^^^"Bukanlah anak buah mu sudah melacaknya? Mereka pasti sudah menemukan lokasi dimana aku berada. Jadi aku tidak perlu mengatakannya. Dan ingat, jangan coba-coba kamu kesini dengan membawa polisi. Jika tidak, kamu hanya akan menemui jasad adikmu tercinta. Hahaha." Dawn mematikan sambungan telfonnya setelah tertawa keras sekali. Tawanya menggelegar keluar dari ponsel Jin-young. Namun itu makin membuat semua yang berada di sana menjadi kesal dan menahan amarah.^^^


"Aku harus segera ke sana." ucap Jin-young setelah Dawn mematikan sambungan telfonnya.


"Jangan sendirian uncle. Biar di temani oleh anak buah ku." ucap Bright.


"Tidak bisa Bright, bukankah dia adalah buronanmu? Kamu tidak boleh terlihat. Karena hanya kamu yang dia takuti." ucap Jin-young.


"Tapi, aku tidak bisa membiarkan Daddy pergi sendiri." ucap Han Sung. "Biarkan aku ikut juga." lanjutnya.


"Biarkan aku dan Brught juga ikut. Aku akan mendampingi Om dan Han Sung. Lalu Bright bersama anak buahnya biar berada di mobil yang lain. Jika ada apa-apa dengan kita, Bright dan anak buahnya bisa langsung menolong kita." ucap Chanyeol.


"Begitu saja, aku akan masuk ke dalam jika dalam waktu lebih dari lima belas menit kalian tidak segera keluar. Kita tangkap mereka dengan tangan kita sendiri." ucap Bright.


Akhirnya sesuai rencana Jin-young, Chanyeol dan Han Sung berangkat dengan satu mobil. Sedangkan Bright berada di dalam mobil bersama anak buahnya Namun dia juga sudah mengerahkan anak buahnya untuk mengepung lokasi dimana Dawn berada. Namun mereka tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Mereka tidak pernah tahu apa yang di siapkan oleh Dawn sebagai perangkapnya.


Mereka akhirnya sampai di tempat yang dimaksud oleh anak buah Bright yang melacak alamat Dawn. Ternyata rumah yang di gunakan untuk mengurung Cassie berada di tengah hutan yang gelap dan jauh dari keramaian. Rumah itu lebih tepatnya seperti rumah kosong. Dawn benar-benar sudah menyiapkan semuanya.

__ADS_1


Jin-young turun bersama Han Sung dan Chanyeol. Pada tubuh Chanyeol sudah terdapat alat perekam. Dan pada tubuh Han Sung juga sudah tersimpan sebuah pistol untuk berjaga-jaga jika Dawn berani bermain senjata.


Mereka masuk ke dalam rumah kosong itu dengan sedikit ragu. Namun mereka tak bisa mundur lagi. Mereka harus segera melepaskan Cassie. Sampai di dalam mereka melihat Dawn bersama dua anak buahnya dan juga Cassie yang duduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki di ikat pada kursi. Mulut juga tersumpal dengan kain dan mata tertutup.


"Akhirnya, kakak iparku tersayang sudah datang." ucap Dawn yang langsung membuka penutup mata Cassie. "Lihatlah istriku tersayang, kakakmu tercinta sudah datang. Dia datang untuk menyelamatkan mu." ucap Dawn. Cassie menatap pilu ke arah Jin-young. Dia menggeleng kan kepalanya tanda tak suka kakaknya berada di sini.


"Aku kesini dengan membawa surat yang kamu inginkan. Semua saham atas namaku akan berpindah untukmu." ucap Jin-young. Dia menatap Cassie yang terus menggeleng kan kepalanya. Bahkan kini dia juga sudah menangis.


"Kamu hanya memberiku saham untuk perusahaan di Venezuela saja? Apa kamu pikir aku bodoh? Aku tidak akan membebaskan Cassie kalau kamu hanya memberiku sahan perusahaan di Venezuela saja. Aku ingin semua perusahaan atas nama mu menjadi milikku." ucap Dawn.


"Dasar lelaki biad*b kamu. Atas dasar apa kamu meminta seperti itu?" ucap Han Usng yang emosi melihat Daddy nya di peras dan di ancam seperti itu.


"Baiklah, kalau kalian tidak mau memberinya, maka kalian bisa membawa Cassie dalam keadaan tidak bernyawa." ucap Dawn sambil menodongkan pistol kearah kepala Cassie.


"Jangan coba-coba kamu melukai Cassie. Oke oke. Aku akan memberikan semua perusahaan ku untukmu. Tapi lepaskan Cassie." ucap Jin-young.


"Daddy, dia hanya mengancam Dad. Kenapa Daddy dengan mudah memberikan semuanya kepada lelaki itu?" ucap Chanyeol. Sedangkan Cassie semakin menangis mendengar apa yang dikatakan oleh Jin-young.


Akhirnya semua perusahaan Jin-young menjadi milik Dawn seutuhnya. Setelah tanda tangan pemindahan saham yang begitu menegangkan itu selesai, Dawn segera pergi dari sana meninggalkan mereka. Chanyeol curiga kalau ada sesuatu di balik tenangnya Dawn yang sedikitpun tak memberikan pemberontakan. Dawn justru meninggalkan senyum misterius kepada Chanyeol ketika dia melewatinya.


Chanyeol hanya melihat kearah Jin-young yang tengah menyelamatkan Cassie dalam jarak lima meter dari mereka. Dia terus merasa waspada dengan situasi di sekelilingnya. Sedangkan Han Sung terus mengikuti Dawn sampai di depan pintu. Tangannya tak henti menodongkan pistol kearah Dawn. Karena takut kalau Dawn melakukan serangan dadakan. Han Sung juga memberikan kode kepada Bright yang berada di dalam mobil bersama anak buahnya bahwa percakapan mereka sudah selesai.


"Cepatlah pergi Kak. Pergi dari sini sejauh mungkin." ucap Cassie masih dalam tangisnya.


"Tidak, kakak tidak akan pergi dari sini tanpamu. Kita akan meninggalkan tempat ini bersama." ucap Jin-young yang masih terus mencoba melepaskan ikatannya.


"Gak kak. Aku gak bisa pergi karena setelah kakak melepaskan ikatan ini maka bom yang berada di dalam jaket ku juga akan meledak. Remot kendalinya berada di tangan Dawn. Lebih baik kakak pergi dari sini sebelum bom itu meledak." ucap Cassie terdengar putus asa. Dan benar saja. Jin-young mendengar bunyi hitung mundur pada bom nya. Jin-young membuka jaket yang di pakai Cassie. Dan dia melihat bahwa tinggal sepuluh detik lagi bom itu akan meledak. Chanyeol melotot kan matanya ketika melihat bahwa ada bom pada tubuh Cassie.


"Om...." teriak Chanyeol. Dia terus memperhatikan antara Jin-young dan Han Sung. Dia bingung mau bagaimana. Dia mau menarik Jin-young keluar atau mau mendorong Han Sung agar terlempar dari sana. Dia tidak bisa berpikir sampai melihat Jin-young menggerakkan bibirnya seperti berkata sesuatu.


"Tolong jaga Hans dan Yuna." hanya itu yang di tangkap oleh Chanyeol. Dia juga melihat wajah putus asa pada Cassie yang mengisyaratkan untuk Chanyeol pergi dari sana. Jin-young masih bisa tersenyum kepada Chanyeol. Senyum terakhir yang dia lakukan untuk Chanyeol. Chanyeol langsung berlari kearah pintu keluar sambil berteriak.


"Hans... lari.." teriak Chanyeol.

__ADS_1


Namun Han Sung hanya berbalik bingung tak tahu apa maksud dari Chanyeol berkata seperti itu. Hingga akhirnya Han Sung paham ketika Chanyeol mendekap nya. Bertepatan dengan Han Sung melihat senyum terakhir dari Daddy nya dan juga wajah putus asa Cassie yang setelah itu hilang di telan oleh sebuah ledakan bom. Ledakan itu membuat Chanyeol dan Han Sung terpental ke halaman depan rumah. Ledakan itu tidak besar tapi cukup untuk menghancurkan rumah itu.


Bright dan anak buahnya kaget saat mendengar suara ledakan yang amat keras dari arah rumah. Semuanya menatap tak percaya bahwa Dawn sudah membuat jebakan bom untuk mereka. Jin-young dan Cassie yang terjebak di dalam sudah di pastikan meninggal dunia. Sedangkan Chanyeol benar-benar bisa melindungi Han Sung dari ledakan itu. Han Sung tidak terluka sedikitpun. Hanya merasa sakit karena terhenyak ke tanah. Namun tidak untuk Chanyeol yang sempat terkena serpihan dari tembok yang terlempar kearahnya. Chanyeol tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir pada tangan dan tubuh Han Sung. Han Sung menatap langit. Matanya semakin terpejam. Dia menangis sekencang-kencangnya.


"Tidaaaaaaakkkkk...... Daddy....... Chanyeol....... Tante......" teriak Han Sung.


Dia merasa orang paling buruk yang tak bisa menjaga keluarganya. Bahkan Chanyeol rela melindunginya dan sekarang Chanyeol tak sadarkan diri diatasnya. Bright dan anak buahnya langsung menolong Chanyeol dan Han Sung. Mereka membawa Chanyeol ke rumah sakit terdekat. Sedangkan Han Sung dan Bright menunggu di TKP sampai bantuan dari polisi datang. Han Sung berharap masih bisa menemukan serpihan jasad Daddy nya meskipun itu tidak mungkin.


"Aku tidak akan melepaskanmu." batin Han Sung. Di hatinya sudah tertanam dendam kepada Dawn. Dia tidak akan melepaskannya sampai kapanpun.


...***...


"Hahahaha..... mereka memang mudah di bodohi. Memangnya aku akan melepaskan mereka begitu saja? Aku tidak akan melepaskan mereka walaupun aku sudah mendapatkan semuanya. hahahaha... Akhirnya aku bisa hidup dengan tenang bersama Bo Reum dan anakku tercinta." ucap Dawn di dalam mobilnya sembari meninggalkan hutan itu. Dia tertawa bahagia bahwa akhirnya dia bisa mendapatkan semuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2