
"Ibu saya bernama Han Bo Reum. Tapi beliau sudah pergi dari Korea sejak umur delapan belas tahun ke England untuk sekolah di sana." ucap Ae Ri.
"Han Bo Reum!" pikir Chanyeol dan Han Sung bersamaan.
Mendengar nama itu di sebut sudah bisa di pastikan bagaimana reaksi dari Han Sung dan Chanyeol yang sebenarnya. Hanya Freya dan Scarlett lah yang memasang wajah tak tahu apa-apa dengan nama wanita itu. Sedangkan Chanyeol sudah mengepalkan tangannya di bawah meja. Amarah pada hatinya sudah berkobar ketika Ae Ri mengucapkan nama Han Bo Reum. Ingatan demi ingatan dekapan tahun yang lalu seketika terputar begitu saja di otaknya.
Sedangkan Han Sung yang masih menghabiskan steak di piringnya pun menggenggam sendok dan pisau makannya dengan erat. Dia memotong steak nya dengan kekuatan penuh. Rasanya ingin sekali dia mengarahkan pisau makannya tersebut kepada Ae Ri yang duduk di depannya. Ae Ri tidak tahu apa yang ada di pikiran Chanyeol dan Han Sung. Kalaupun dia tahu, bisa dipastikan kalau Ae Ri akan kabur dari sana secepat kilat.
Tapi, semua yang ada di meja makan tidak melihat perubahan pada Chanyeol atau Han Sung. Mereka tetap memasang wajah biasa seperti tak ada apa-apa. Padahal di dalam hati mereka memendam perasaan dendam yang amat luar biasa.
Selama ini mereka mencari tahu keberadaan Dawn tinggal. Namun hanya perusahaan nya lah yang mereka temukan. Sekalipun sama sekali mereka tidak bisa melacak keberadaan Dawn yang pasti. Tapi kini justru anaknya sendiri yang mendatangi mereka. Jadi jangan salahkan Chanyeol atau Han Sung kalau sesuatu terjadi kepada Ae Ri. Karena tanpa sadar Ae Ri sudah masuk ke dalam kandang singa yang sebentar lagi singa itu akan siap menyerang. Mungkin Tuhan memang mengirim Ae Ri untuk melancarkan balas dendam mereka kepada Dawn.
...***...
Ekspektasi memang selalu tak sesuai dengan realita. Ekspektasi nya Ae Ri berharap bisa di antar pulang oleh Han Sung, namun nyatanya tidak. Dia harus menunggu asistennya menjemputnya. Butuh waktu lima belas menit untuknya di jemput oleh asistennya.
Namun selama dalam perjalanan pulang ke hotel tempat dimana dia menginap, Ae Ri terus tersenyum senyum sendiri dengan memandang pemandangan di luar kaca mobilnya. Ae Ri menikmati pemandangan kota Paris dengan perasaan bahagia menyelingkupi hatinya.
"Ada apa dengan anda madam? Kenapa dari tadi anda terus senyum senyum sendiri?" tanya asistennya dari balik kemudi.
Sebenarnya Ae Ri bisa saja membeli rumah di Paris tanpa harus menginap di sebuah hotel. Namun entah menurun dari siapa, dia tidak suka boros dalam hal uang tidak seperti kedua orang tuanya. Jadi mobil yang di kendarai oleh asistennya itu juga mobil sewaan. Dia tidak memakai mobil pribadi miliknya.
"Tak apa Sil. Ehh, Sil, apa kamu pernah jatuh cinta? Rasanya bagaimana?" tanya Ae Ri kepada Silla, asistennya. Ae Ri sama sekali belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta kepada siapapun.
__ADS_1
"Emm.. bagaimana ya Madam, saya rasa, rasanya seperti ada bunga-bunga bermekaran dalam hati kita. Apalagi kalau kita terus teringat akan orang itu, kita bisa saja senyum-senyum sendiri." ucap Silla asistennya.
"Silla... kupikir aku sedang jatuh cinta sekarang. Ternyata rasanya begitu indah seperti ini. Rasanya aku terus terbayang akan wajah dan senyumannya itu." ucap Ae Ri dengan terus tersenyum sambil menatap kota Paris yang begitu indah di malam hari.
"Jadi benar, kalau anda jatuh cinta kepada Tuan Hans, Madam?" tanya Silla yang sebenarnya lebih dari menebak. Karena dia sudah bisa memastikan kalau orang itu adalah Han Sung Sebab selama ini Ae Ri tak pernah sekalipun dekat dengan seorang cowok.
"Ku rasa iya Sil. Dan apa kamu tahu Sil?" tanya Ae Ri.
"Ya mana saya tahu Madam kalau Madam sendiri belum memberitahunya." ucap Silla yang merasa lucu dengan tingkah laku Ae Ri tersebut.
"Awalnya aku sempat berpikir kalau artis yang akan menjadi bintang iklannya itu seorang perempuan. Tidak tahunya dia adalah seorang lelaki yang di pilih langsung oleh Tuan Hans karena dia sepupunya. Jadi bisa di pastikan kalau Tuan Hans masih lajang Sill. Sekalipun dia belum menikah. Adapun dia wanita di rumahnya, ternyata itu juga adik sepupunya." ucap Ae Ri yang terus saja terbayang akan Han Sung yang selalu muncul dalam pikirannya. Han Sung adalah lelaki pertama yang membuatnya jatuh cinta dalam waktu satu hari saja.
"Kalau begitu, dekatilah Madam. Saya lihat kalian berdoa sangat cocok Madam. Sama-sama cantik dan tampan. Kalian juga pintar dalam berbisnis. Dari keluarga yang sama-sama terpandang dan juga berpendidikan. Kalian pasti akan terlihat sangat cocok." ucap Silla.
"Cocok sekali Madam. Apalagi ya Madam, saya mendengar dari para kenalan - kenalan ku bahwa belum lama ini Tuan Hans memberikan kaki palsu, tangan palsu dan kursi roda untuk keluarga dari karyawan nya. Dia bahkan membiayai pengobatan bagi keluarga karyawan nya yang mengalami sakit keras. Padahal di jaman sekarang sudah susah mencari atasan yang pengertian kepada setiap karyawannya seperti itu. Banyaknya dari para atasan hanya tahu tentang kinerja karyawannya tanpa tahu bagaimana keadaan keluarganya." ucap Silla yang kagum dengan Han Sung.
"Tapi ya Sil, asal kamu tahu, dia bukan CEO yang sebenarnya. CEO yang sebenarnya adalah orang yang nantinya akan menjadi model iklan untuk perusahaan Nightingale ini." ucap Ae Ri membuat Silla tak percaya.
"Sungguh Madam? Lalu kenapa dia tidak pernah ikut dalam kepemimpinan perusahaan?" tanya Silla.
"Dia tidak memimpin perusahaan karena dia orang yang cacat. Dia berakhir duduk di kursi roda sejak delapan tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan yang dia alami dengan Tuan Hans." ucap Ae Ri.
"Benarkah? Lalu apakah dia tampan Madam?" tanya Ae Ri.
__ADS_1
"Tampan. Dia sama tampannya seperti Tuan Hans. Namun dia tidak bisa berjalan seperti kita. Dia seperti itu karena menolong Tuan Hans dari ledakan mobilnya. Lalu pada akhirnya dia yang terluka parah demi melindungi Tuan Hans. Dan dia harus berakhir di atas kursi rodanya." ucap Ae Ri menceritakan kepada Silla.
"Persaudaraan mereka benar-benar erat sekali. Aku semakin kagum dengan Tuan Hans." ucap Silla dengan tersenyum. "Ohh iya Madam, Tuan besar dan Nyonya besar datang untuk menemui anda di kamar anda." ucap Silla yang sambil menepikan mobilnya karena mereka sudah sampai di rumah sakit.
"Benarkah? Kalau begitu aku naik lebih dahulu ya." ucap Ae Ri yang terlihat bahagia ketika mendengar bapak ibunya datang ke Paris untuk menemuinya. Sedangkan Silla bermain sendiri di casftel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.