
Sejenak hanya ada keheningan diantara mereka berlima sampai akhirnya Ae Ri bersuara kembali. Ae Ri sadar bahwa semuanya terdiam karena merasa kalau kenangan itu sebagai kenangan yang begitu dalam dan bermakna.
"Sungguh perjuangan yang mengharukan. Apakah ini alasan anda begitu sayang kepada sepupu anda Tuan Hans? Bahkan anda sampai membuat produk yang seperti itu. Apakah produk itu juga di dedikasikan untuk Tuan Chan?" tanya Ae Ri kepada Han Sung.
"Anda benar Madam. Saya melakukan itu semua karenanya. Dia yang sudah memberi saya kelangsungan hidup. Kalau saja dia tidak menolong saya, mungkin saya tidak ada lagi di dunia ini. Sebenarnya dia bisa saja lari menyelamatkan dirinya sendiri. Namun entah, apa alasannya dia lebih memilih membahayakan nyawanya sendiri hanya demi menyelamatkan aku." ucap Han Sung.
"Tidak Hans. Mana mungkin aku akan meninggalkan kamu sendiri dalam keadaan tak berdaya seperti itu. Kamu adalah saudaraku. Aku tidak bisa bertingkah seolah kamu orang asing. Lagipula aku juga akan melakukan hal yang sama jika Scarlett atau Freya mengalami hal yang sama seperti mu." ucap Chanyeol. Walau sebenarnya juga, alasan terbesarnya adalah karena Jin-young.
"Sungguh persaudaraan yang erat. Se erat-eratnya aku dan kakakku, tidak se erat hubungan kalian yang hanya seorang sepupu." ucap Ae Ri yang teringat akan kakaknya. Dia memang sayang dengan kakaknya, tapi karena suatu alasan, kakaknya sering menjauhinya dan dia pun menjadi renggang dengan kakaknya.
"Benar. Itulah yang kami lihat setiap hari sejak kami tinggal bersama." ucap Scarlett.
"Lalu, kemana para orang tua kalian? Sudah lama saya tidak bertemu dengan Madam Yovanka. Biasanya kami akan bertemu walau hanya sekedar minum teh di sore hari." ucap Ae Ri membuat mereka terkejut.
"Anda mengenal Mommy?" tanya Han Sung yang bingung kenapa bisa Ae Ri kenal dengan Mommynya.
"Madam Yovanka merupakan panutanku dalam hal kecantikan. Di umurnya yang sudah melebihi kepala empat, beliau masih saja aktif dalam tutor kecantikan kelas dunia. Dia begitu cantik alami. Aku kagum dengannya. Dan kami sudah dekat selama setahun. Apa diantara kalian ada anak dari Madam Yovanka?" tanya Ae Ri.
"Saya adalah anak Madam Yovanka satu-satunya." ucap Han Sung. "Sedangkan Chan adalah anak dari Madam Angela. Scarlett dan Freya anak dari Madam Krystal." lanjutnya. Kini ucapan Han Sung lah yang membuat Ae Ri terkejut.
"sungguh? Aku sungguh beruntung bisa bertemu dengan anak-anak dari tiga wanita yang paling berpengaruh di Paris lima tahun ini. Saya pikir mungkin kalian tidak sengaja saja memiliki marga yang sama. Bahkan tadi ketika saya membicarakan Madam Yovanka, saya hanya sembarang bicara saja. Saya benar-benar tidak mengira kalau akan bertemu dengan kalian." ucap Ae Ri tidak percaya.
"Tidak. Kami benar-benar anak mereka. Dan kami benar-benar bangga bisa lahir dari rahim mereka. Mereka adalah wanita terhebat di dunia ini." ucap Freya. Walaupun semuanya selain Ae Ri tahu bahwa Freya hanyalah anak angkat saja, namun dia tidak pernah menganggap dirinya anak angkat. Mereka selalu menganggap dirinya anak kandung.
"Benar. Ibu kita adalah wanita terhebat di dunia ini. Tidak akan ada wanita lain yang yang bisa menggantikan posisi mereka." ucap Ae Ri.
"Benar sekali Madam. Terlebih saya bangga sekali bisa lahir dari seorang Yovanka Nightingale. Mommy saya membesarkan saya sendiri tanpa seorang suami. Dia menjadi Mommy dan juga Daddy bagiku. Dan tidak semua orang bisa sepertinya. Tapi saya bangga karena dia bisa melakukannya tanpa kesusahan apapun." ucap Han Sung yang bangga bahwa Mommy nya tidak terlarut dalam kesedihan yang mendalam.
"Saya juga bangga dengan Madam Yovanka. Dia lebih tegar dari wanita di luar sana." ucap Ae Ri yang terlihat begitu kagum dengan Yovanka.
"Ohh iya Madam Ae Ri. Apakah anda sudah menentukan dimana tempatnya kita akan melakukan syuting nanti? Saya penasaran, akankah tempatnya bagus? kenapa sampai Hans menyembunyikan dari kami. Dia tidak memberitahukan kepada kami dimana tempat untuk syuting nanti." ucap Chanyeol kepada Ae Ri.
"Anda belum tahu? Saya pikir Tuan Hans sudah memberitahukan kepada Anda." ucap Ae Ri yang melihat ke arah Han Sung.
"Saya memang sengaja belum memberitahukan kepada Chan. Tapi kalau anda mau memberitahu kepada Chan, silahkan. "ucap Han Sung.
"Baiklah. Tuan Chan, sebelumnya apa anda bisa naik pesawat jarak jauh dengan kondisi anda yang seperti ini?" tanya Ae Ri. Karena percuma kalau dia menetapkan tempatnya tapi ternyata Chanyeol tidak bisa pergi perjalanan jarak jauh sekalipun itu menggunakan pesawat.
__ADS_1
"Bisa. Saya bahkan pernah pergi ke Indonesia, Thailand, India, Maldives, dan Hawai." ucap Chanyeol. Walau sebenarnya kalau di tarik dari pengalamannya sejak masih bermarga Park, dia lebih banyak lagi mengunjungi negara-negara yang lain.
"Wah benarkah? Kalau begitu syukurlah. Karena saya ingin syuting dengan lokasi di Korea. Kita akan mengambil syuting di sana. Dan diharapkan bertepatan dengan musim bunga sakura." ucap Ae Ri membuat Chanyeol sedikit terdiam. Ada rasa takut dia untuk ke Korea. Tapi juga banyak rasa rindu yang dia rasakan ketika mendengar nama Korea. Bahkan dia ingin sekali bertemu dengan Yohan. Bagaimana kabarnya apakah dia sudah keluar dari rumah sakit jiwa atau belum.
"Korea? Bolehkah saya ikut?" ucap Freya yang begitu antusias ketika mendengar nama Korea. Karena dia belum juga bisa ke sana lagi. Apalagi setelah kejadian delapan tahun yang lalu.
"Boleh. tentu saja boleh. Karena saya pastinya membutuhkan tenaga anda untuk selalu mendampingi Tuan Chan yang akan sendiri jika saya, Tuan Hans dan Nona Scarlett tengah sibuk menyiapkan semuanya." ucap Ae Ri.
"Apakah anda sudah menentukan waktunya Madam?" kali ini Scarlett yang bertanya.
"Kalau untuk waktunya saya belum bisa menentukannya. Saya masih melihat waktu yang tepat saat bunga sakura sudah bermekaran. Kita juga harus menyamakan agenda kita. Tidak mungkin kan kita akan pergi jika salah satu diantara saya dan Tuan Hans tidak memiliki waktu luang?" ucap Ae Ri.
"Anda benar Madam. Tapi jika anda sudah menentukan waktu yang pas untuk kesana, maka saya akan langsung mengosongkan jadwal saya selama dua minggu. Sekalian nanti selesai syuting biar saya bawa keluarga saya untuk berkeliling Korea." ucap Han Sung.
"Tentu Tuan. Dengan senang hati saya akan memberitahu anda." ucap Ae Ri.
"Kamu kenapa diam saja? Apa kamu keberatan jika kita akan syuting di Korea?" tanya Han Sung kepada Chanyeol yang terlihat diam saja.
"Ahh tidak. Aku tidak keberatan. Sungguh aku ingin sekali pergi ke sana. Sudah banyak negara Asia yang aku datangi, tapi sekalipun aku belum pernah ke Korea. Dan aku begitu suka melihat bunga sakura yang tengah bermekaran." ucap Chanyeol berbohong.
"Baguslah kalau begitu. Saya senang mendengarnya. Ohh ya Tuan Chan, apakah anda benar-benar lahir dan besar di Paris? " tanya Ae Ri yang mulai curiga dengan nama Chan yang di pakai oleh Chanyeol.
Sebenarnya Bright sudah menyiapkan nama inggris untuk Chanyeol. Tapi Chanyeol kukuh hanya akan memakai nama Chan saja. Dan menambahkan Nightingale di belakangnya. Kalau orang yang peka, mereka akan bisa menebak hanya dari namanya saja kalau Chanyeol bukan orang Paris. Terlebih dengan wajahnya yang memang tak memiliki wajah bule dari seperti Hans, Scarlett dan Freya. Kalau Scarlett dan Freya sendiri memang ada keturunan dari England. Kalau Han Sung, walaupun orang tuanya murni dari Korea, tapi sudah dari kecil dia mirip dengan bule.
"Saya benar-benar lahir dan besar di Paris. apa karena nama saya?" tanya Chanyeol kepada Ae Ri.
"Benar Tuan. Nama anda mirip dengan nama Korea. Awalnya saya pikir kalau anda ada keturunan dari Korea." ucap Ae Ri yang melihat diantara ke empat orang di hadapannya hanya Chanyeol lah yang tidak memiliki wajah bule.
"Entahlah. Saya juga tidak tahu kenapa nama dan wajah saya sedikit mirip orang Asia. Mungkin Mama saya waktu hamil saya pernah mengidam bertemu dengan orang Asia." ucap Chanyeol mengarang.
"Ahh begitu. Saya pikir kalau anda dari Korea." ucap Ae Ri.
"Tapi Madam, saya dengar dari Kak Hans, andalah yang sebenarnya yang memiliki keturunan Korea. benarkah itu?" tanya Freya.
"Anda benar. Saya memang berasal dari Korea. Lebih tepatnya ibu saya yang berasal dari Korea." ucap Ae Ri.
"Tapi kenapa sedikitpun anda tidak memiliki wajah Korea? Justru anda begitu bule." ucap Chanyeol.
__ADS_1
"Itu karena ayah saya asli dari New York. Cuma dia selalu bekerja di Venezuela." ucap Ae Ri.
"Saya dengar kalau di Korea memiliki nama belakang marga. Siapa marga anda Madam?" tanya Chanyeol.
"Marga saya Han. Han Ae Ri. saya ikut marga ibu saya." ucap Ae Ri.
Han Sung pun melihat ke arah Chanyeol. Han Sung pun berharap bahwa Chanyeol akan paham dengan apa yang ada di pikiran Han Sung. Chanyeol pun juga melihat ke arah Han Sung. Chanyeol jadi kembali teringat akan marga Han yang ikut andil dalam hancurnya keluarga Park. Akankah hanya kebetulan semata atau memang Tuhan sudah mengirim Ae Ri sebagai keturunan keluarga Han yang selama ini mereka cari keberadaannya.
"Berarti anda sering pulang ke Korea madam?" tanya Freya.
"Ahh tidak. Saya hanya mungkin datang ke Korea ketika tahun baru saja. Saya tidak akan datang ke sana kalau tidak memiliki tujuan yang pasti. Karena ibu saya merupakan anak yatim piatu. Dia tak memiliki keluarga satupun di Korea, jadi kalau bukan karena tahun baru Korea kita jarang datang kesana." ucap Ae Ri.
Mendengar itu dugaan Chanyeol semakin kuat. Dia pernah di ceritakan oleh Bright kalau Han Bo Reum itu anak yatim piatu dari Korea yang sekolah di England.
"Kalau boleh tahu, siapa nama ibu anda Madam?" ucap Chanyeol dengan rasa penasaran.
"Ibu saya bernama Han Bo Reum. Tapi beliau sudah pergi dari Korea sejak umur delapan belas tahun ke England untuk sekolah di sana." ucap Ae Ri.
"Han Bo Reum!" pikir Chanyeol dan Han Sung bersamaan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1