
Saat Chanyeol asyik dengan kesendiriannya, Han Sung datang menghampirinya dengan membawa banyak makanan dan juga minuman. Di belakangnya juga ada Taeyong dan Jihoon. Di pergelangan tangannya juga sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
"Hei bro... sorry lama." ucap Han Sung.
"Wuih banyak banget kalian bawa makanannya." ucap Chanyeol melihat makanan dan minuman yang dibawa mereka.
"Kan kita sekalian lihat kembang api nanti di sini. Ya bawa banyak gak papa lah." ucap Jihoon.
"Dimana Zie?" tanya Taeyong.
"Mana gue tahu. Yang penting jika dia gak datang dalam sepuluh menit, dia gak gabung ke grup kita." ucap Chanyeol dingin. Berbeda ketika dia berbicara dengan Gladis tadi.
"Siapa bilang gue gak datang." sahut Zie yang baru saja datang dan langsung menghampiri mereka. Dia berdiri tepat di belakang Jihoon.
"Ohh.. datang juga lo. Beneran mau masuk ke grup kita?" tanya Chanyeol.
"Kenapa gak? Buat masuk grup kalian tuh gampang banget. Apalagi buat lo jatuh cinta sama gue." ucap Zie dengan percaya dirinya.
"Kenapa bawa bawa cinta segala sih. Gue gak akan semudah itu jatuh cinta sama cewek." ucap Chanyeol. Karena selama ini, meskipun dia sering bergonta ganti pacar, namun dia tak pernah serius memacari gadis itu. Di hatinya sudah mentok nama Gladis, gadis yang bisa mencuri perhatiannya.
"Alah, bilang aja takut. iya gak?" ucap Jihoon kepada Han Sung.
"Tapi emang bener kok. Chanyeol belum pernah jatuh cinta. Percaya apa kagak. Gue saksinya. Dan kurasa benar bahwa Chanyeol gak akan dengan mudah bilang cinta kepada lo." ucap Han Sung kepada Zie.
"Begitu ya. Tapi kurasa sebaliknya. Dia akan dengan mudah jatuh cinta sama gue." ucap Zie masih percaya diri.
"Udah deh. Lo kesini mau ikut masuk ke grup gue atau mau godain temen gue?" tanya Taeyong yang tiba-tiba saja punya firasat tak enak dengan gadis di depannya ini.
"Oke oke. gue kesini mau ikut grup kalian. Sebagai trouble maker. syaratnya cuma kesini malam ini kan?" tanya Zie.
"Gue rasa, gue berubah pikiran. Trouble maker gak nambah personil apalagi personil cewek kaya lo. Gue gak bisa Terima lo." ucap Chanyeol dingin.
"Serius nih gue gak di trima?" tanya Zie.
"Yup." jawab Chanyeol singkat.
"Oke kalau gitu gue pergi ya. Tapi awas kalo kedepannya lo bakal nyesel nanti. bye." ucap Zie dengan senyum misterius nya.
"Kenapa ya gue punya firasat buruk sama tu cewek?" kata Taeyong.
"Firasat lo aja kali." ucap Jihoon menatap kepergian Zie.
__ADS_1
"Beneran. Gue masih penasaran tentang maksudnya mau ikut jadi trouble maker." kata Taeyong.
"Tapi ada benernya lho perkataan Taeyong. Kayanya kita gak bisa terlalu dekat gitu aja sama tu anak." ucap Han Sung.
"Lagian yang mau deket-deket juga siapa sih. Kalian kenapa jadi kaya begini sih?" ucap Chanyeol yang merasa temennya menjadi sangat protek terhadapnya.
"Ya kita kasih saran aja sama lo." ucap Taeyong.
"Udah diem ngapa. Tuh gak kerasa kita udah lama ya disini. Udah mulai aja tuh sesi keduanya. Pesta sesi pertama sudah selesai. pasti orang tua gue udah pulang." ucap Jihoon.
"Gak apa. Nanti nginep di apartemen gue aja." ucap Taeyong.
"Ikut ya gue." ucap Chanyeol.
"Gue juga deh. nanti gue kabarin bokap gue." ucap Han Sung.
"Emangnya nanti setelah pesta kembang api lo gak ngerayain ultah lo?" tanya Taeyong.
"Ngerayain ultah gue? siapa yang mau ngerayain? Ngaco lo." ucap Chanyeol yang merasa selama ini hanya Yura lah yang merayakannya.
"Kalau gitu kita aja yang rayain gimana?" tanya Han Sung.
Kini mereka berempat terus bercakap cakap disana. Menghabiskan malam bersama dengan bersenda gurau dan menghabiskan makan malam mereka disana tanpa di sorot kamera. Karena di tempat pesta, pasti banyak kamera yang menyorot mereka. Dan Chanyeol tak suka itu.
"Ehh... lihat lihat itu kembang api pertamanya sudah mulai." ucap Han Sung.
Chanyeol pun ikut melihatnya. Tak terasa perasaan sedih hinggap di hatinya. Dia melihat HP nya. Tak ada satupun notif dari anggota keluarganya menanyakan keberadaannya. Saat ketiga temannya asyik melihat kembang api, dalam hati Chanyeol berhitung sendiri.
Dia menghitung dari angka ke sepuluh sampai satu. Dan tepat di angka satu, kembang api terbesar meletus di atasnya. Ucapan selamat ulang tahun yang terakhir untuk kedua kakaknya di ucapkan. Sedangkan ucapan ulang tahun untuknya tak ada satupun keluarganya yang mengucapkan.
"Happy birthday bro... my cousin, my brother and my bestfriend." ucap Han Sung sambil memeluk Chanyeol.
"Happy birthday bro... gak ada keluarga lo, masih ada kita." ucap Taeyong.
"Happy birthday bro.. tetap jadi Chanyeol yang paling the best di dunia." ucap Jihoon.
Hati Chanyeol sedikit hangat ketika melihat ketiga sahabatnya satu persatu memeluknya. Mengucapakan selamat ulang tahun untuknya. ini sungguh spesial baginya. Saat masih berpelukan, Chanyeol merasakan HP nya bergetar. Ada sedikit harap bahwa itu dari Yura atau keluarganya. Namun ternyata dari nomor tak di kenal.
"Nomor siapa nih?" tanya Chanyeol pada yang lain.
"Coba di angkat aja. Di loudspeaker biar gue tahu." ucap Han Sung dan Chanyeol pun menurutinya.
__ADS_1
"Halo ini siapa ya?" tanya Chanyeol.
^^^^^^"Halo, ini gue.."^^^^^^
Chanyeol merasa kenal dengan suara cewek yang berada di seberang. Dengan segera dia mematikan loudspeaker itu dan berdiri agak jauh dari temannya. Dia mengisyaratkan pada temannya bahwa dia kenal dengan yang menelfon. Dan ketiga temannya pun kembali duduk di kursi taman.
"Lo... Gladis bukan?" tanya Chanyeol memastikan.
^^^"Iya ini gue, ini bener Chan-Chan kan?"^^^
"Iya bener ini gue. Dapat nomor gue dari mana lo?" tanya Chanyeol yang penasaran namun sedikit senang.
^^^"Lo lupa? Gue kan osis. Gue punya semua nomor satu sekolah. Lagian gue telfon lo karena mau bilang makasih soal bantuan lo tadi. gue juga mau kabarin kalau artikel itu akan rilis besok pagi. jadi besok gue akan bawain lo bekal makan siang. ketemu di taman belakang ya." ucap Gladis. ^^^
"Oke. gue tunggu besok di taman belakang." ucap Chanyeol yang tanpa sadar tersenyum.
^^^"Oke. Sama satu lagi. Gue mau ngucapin, Happy birthday to you... Happy birthday to you.. Happy birthday Happy birthday Happy birthday Chan-Chan... Happy birthday Chan-Chan." ucap Gladis yang lalu mematikan telfonnya. ^^^
Chanyeol tertegun mendengarnya. Namun tak bisa di pungkiri bahwa hatinya begitu bahagia sekali karena mendengar ucapan selamat ulang tahun dari Gladis. Dia kembali ke bangku taman dimana temannya berada. Chanyeol masih terus tersenyum.
"Cie yang baru aja di telfon sama cewek. siapa sih?" goda Jihoon.
"Kayanya bukan suara Kak Yura deh." ucap Hn Sung.
"Kayanya aku familiar sama suaranya. Tapi siapa ya?" ucap Taeyong.
"Apaan sih. gak ada apa-apa. dah yok pulang ke apartemen lo." ucap Chanyeol kembali memasang ekspresi dingin nya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1