
"aku gak ngelamun Rin, kamu tau gak tadi aku ketemu siapa?" kata Key menggebu-gebu, "JB Rin... Aaaaa" lanjutnya.
"Aku udah gak heran Key. asal kamu tahu ya key, kebanyakan trainee ataupun yang udah debut yang berada di naungan JYP itu tinggal di apartemen ini. kaya personil 2pm tuh. siapa yang kamu bilang main di Dream High?" kata Rina.
"Jang Woo Young?" sahut Key.
"nah iya, itu tinggal disini. jadi kamu jangan pingsan ya kalau ketemu mereka. kamu juga harus siap - siap senam jantung, soalnya anggota Got7 hanya berseberangan apartemen sama kita." kata Rina.
"serius kamu.. Aaaaa aku bakal betah disini" sahut Key girang.
Namun tiba-tiba saat lift terbuka dia bertemu sekilas dengan seorang cowok yang selama ini parfumnya masih selalu dia ingat. cowok yang menjadi ayah dari anaknya itu. namun sayang saat dia berbalik, lift itu sudah tertutup.
Sedangkan didalam lift.
"Bagaimana perkembangannya? sudah dapatkan info keberadaan Key?" kata Kevin.
"duh bos, kata bosnya dia sudah pindah keluar negeri bos. katanya dia pindah ke Korea tapi tepatnya aku gak dikasih tahu tempatnya dimana bos." kata Reinaldi di ujung sana.
"baiklah kalau gitu, kamu besok terbang kesini, bantu aku nyari disini. aku ingin secepatnya membawanya bertemu keluargaku sebelum aku terbang ke Amerika bertemu kedua orang tuaku." tutup Kevin.
Ya, orang tua Kevin ada di Amerika sedangkan yang ada dikorea adalah Oma dan Opanya.
\=================================
Key kini sedang berada di ruang keluarga, dikelilingi oleh Rina dan keluarganya. dia diinterogasi oleh keluarga Rina. Key menjelaskan semuanya. tanpa ada sepatah katapun yang terlewatkan.
"sungguh tega sekali orang tuamu itu nak. kamu tenang aja, mulai sekarang kamu akan jadi bagian keluarga kami dan kamu anakmu akan kami anggap sebagai cucu pertama kami." kata Roy.
Perkataan itu membuat Key kembali menangis. dia menangis dalam pelukan Rina dan mamanya. sungguh bahagianya dia ada yang mau menerimanya dalam keadaan yang terpuruk seperti ini.
Setelah melodrama itu berakhir, mereka membiarkan Key istirahat. kini dia sedang membongkar barang bawaannya dibantu oleh Rina. tak banyak yang dibongkar karena memang dia tak memiliki barang banyak saat keluar dari rumah Siregar.
"jadi rencana kamu besok apa Key?" tanya Rina yang tengah memasukkan baju key di almari pakaian.
__ADS_1
"Besok aku mau mendaftar ulang di Universitas Nasional Seoul. kemarin aku masih mendaftar lewat daring, aku harus mendaftar ulang besok." kata Key yang asyik menyusun pernak-pernik aksesorisnya.
"mau aku antar?" kata Rina yang kini telah berbaring di ranjang.
"tidak perlu, tapi ada satu hal yang aku mau kamu menolongku." kata Key bersemangat.
"apa itu?"
"bantu aku bikin kue yuk, terus bagikan ke tetangga sebelah apartemenmu." kata Key memohon.
"oke." kata Rina.
Akhirnya mereka berdua menuju supermarket untuk membeli bahan. tak butuh waktu lama mereka sudah kembali lagi ke apartemen karena apartemen mereka sudah dilengkapi dengan supermarket, cafe, clubbing, tempat karaoke dan mall.
mereka mulai berkutat dengan tepung dan telur di dapur. mereka membuat roti dengan hati riang. bahkan kini mama Rina pun ikut membantu.
Setelah satu jam berlalu, Key pun selesai dengan brownis buatannya sesuai arahan Rina, bahwa hanya ada 5 apartemen dilantai ini, jadi dia hanya membuat 6.yang satu untuk dirumah.
Key mulai memberi ke kamar nomor 201 dan 202. kini saat dia mengetuk pintu nomor 203,dia kaget bukan main karena yang membukanya dua cowok tampan.
"e.. nae ileum-eun Keysha ibnida. naneun indonesia chulsin-ibnida. insalo ppang-i yeogi issseubnida. (perkenalkan nama saya Keysha. saya dari Indonesia, ini ada Roti sebagai salam kenal, semoga kalian suka)" kata Key malu-malu.
"Omo, hangug-eoneun yuchanghabnida. (bahasa koreamu fasih sekali). tapi tak apa, kami bisa sedikit bahasa Indonesia. nama saya Jin-young." kata Cowok yang mengaku Bernama Jin Young. "dan ini Jackson."
"Halo!" kata Jackson sembari Ber-aegyo.
"emm kalau gitu saya permisi dulu."
"terimakasih" kata Jin-young sambil tersenyum. Key hanya bisa menjawab dengan senyuman juga. iya yakin sekali bahwa mukanya sudah memerah sekarang.
Kini dia kembali berjalan menuju pintu nomor 205. namun tanpa sadar dia mendengar seseorang meminta tolong dari dalam. dengan refleks dia membuka pintu masuk ruangan itu dan melihat seorang nenek tua yang terjatuh.
"Astaga Oma!" kata Key yang langsung memapah nenek-nenek tersebut dan duduk dikursi.
__ADS_1
"Oma, naega ama dangsin-ui apateue deul-eogassdamyeon mian haeyo (maaf kalau saya lancang masuk apartemen anda). aduh apalagi sih bahasa koreanya ya? " kata Key yang tiba-tiba bahasa koreanya hilang. namun justru disambut gelak tawa sang nenek.
"ohh kamu anak baru dari keluarga Roy yang dari Indonesia ya? kamu gak usah pakai bahasa Korea. nenek disini bisa bahasa Indonesia, karena nenek besar disana. bahkan dilantai ini, semuanya bisa bahasa Indonesia karena nenek yang ajarkan walaupun belum begitu fasih." kata nenek itu.
"maaf oma, Key tidak tau." kata Key malu. "tapi sekali lagi maaf oma key sudah lancang masuk apartemen oma." lanjutnya.
"kamu tenang aja, justru kalau tak ada kamu, oma gak tau gimana jadinya nanti. oma yang berterima kasih sama kamu seharusnya. ohh iya nama kamu siapa tadi?" tanya oma.
"nama saya Keysha oma, panggil aja Key. ohh iya oma, ini Key bikin roti buat oma, sebagai salam kenal oma dari saya. semoga kita bisa bertetangga dengan baik oma." kata Key dengan senyum yang begitu manis.
"Aduh kamu gak usah repot-repot begini. tapi sebelumnya, maaf ni ya nak Key, bukan maksud oma mau ikut campur, tapi apa kamu sedang ada masalah dengan suamimu?" kata oma pelan.
"suami? aduh oma, key belum punya suami." jawab key dengan tertawa.
"lalu kenapa kamu bisa hamil?"
Duaaarrrr....
Mendengar pertanyaan oma, key seperti tersambar petir. dia baru datang hari ini dan baru bertemu sekarang dengan oma, kenapa oma bisa tahu kalau dia hamil? padahal keluarga Rina juga baru aja tahu.
"darimana oma tahu kalau Key sedang hamil oma?" kata Key menunduk.
"key, oma sudah tua. oma sudah tahu gimana ciri-cirinya orang hamil itu. kamu bilang kamu belum bersuami, lantas ini anak siap?" kata Key.
"emm.. kalau Key cerita yang sebenarnya apa oma masih mau nerima Key sebagai tetangga oma?" kata Key pelan.
"ceritakanlah semunya nak." jawab oma lembut.
Akhirnya Key menceritakan semuanya. mulai tentang keluarganya dan masalah tentangnya dihotel itu yang menyebabkan dia hamil dan diusir.
"sungguh kejam orang tuamu itu nak. apa salahnya memang kalau anak perempuan? anak oma itu satu laki-laki satu perempuan. tapi semua oma bikin sama. namun sekarang oma hanya punya 3 cucu laki-laki. apa kamu mau jadi cucu perempuan oma?" kata oma.
"apa oma mau menerima key yang sudah rusak ini oma?" kata key sendu.
__ADS_1
"kenapa tidak? bukannya semua dimata Tuhan itu sama ya?" perkataan terakhir oma inilah yang membuat Key menangis. hingga oma tak tahan dan memeluknya.