Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Jin-young in Korea


__ADS_3

Hari ini Jin-young terpaksa harus meninggalkan Venezuela untuk terbang ke Korea. Bukan tanpa alasan dia ke Korea karena ingin mengundang para saudaranya khususnya keluarga besar Park dan Lyn untuk menghadiri acara pernikahan Cassie yang akan di laksanakan dua minggu lagi.


Jin-young mendarat sampai di Korea pukul satu siang waktu setempat. Dia langsung menuju ke kantor perusahaan Yong Jin setelah memesan taxi. Saat sampai di depan kantor perusahaan Yong Jin, dia menggeret kopernta masuk ke dalam perusahaan.


Tidak seperti pertama kali dia kesana yang harus menunggu di lobi. Kini dia akan langsung di antar memakai lift khusus untuk langsung naik ke ruangan Yong Jin.


Lagi-lagi sebelum dia masuk kedalam lift, dia berpapasan dengan Ela yang juga hendak memasuki lift dengan membawa banay kembarnya.


"Halo mama muda. godain aku dong." ucap Jin-young tepat di telinga Ela membuat sang empunya terlonjak kaget.


"Ya Tuhan.! Kak Jin-young" pekik Ela. "Kakak kapan datang?" tanyanya lagi setelah menggamit tangan Jin-young di lengannya.


"Baru aja sampai langsung kesini. Ehh ngomong-ngomong posisi kita kaya gini malah kelihatan kaya keluarga kecil ya. aku papanya kamu mamanya." ucap Jin-young sambil tersenyum.


"Hem... kaya ada roman-roman ingin berkeluarga nih." ucap Ela saat mereka masuk kedalam lift.


"Bagaimana tidak. aku seorang lelaki normal La." bela Jin-young.


"Iya gue tahu kamu emang normal kak. Tapi emangnya ada yang mau sama kamu kak? Buktinya sampai sekarang masih single." ejek Ela.


"Karena belum nemu yang srek La. giliran udah nemu yang srek udah cinta mati ehh si doi lagi bunting anak dari suaminya." ucap Jin-young saat pertama kali mereka keluar dari lift dan melaju ke ruangan Yong Jin.


"Ohh lagi bunting.. ehh.. apa kamu bilang kak? Bunting!? kakak suka sama istri orang?" tanya Ela yang begitu penasaran dengan kisah cinta Jin-young.


Perkataan Ela barusan bertepatan dengan masuknya mereka keruangan Yong Jin yang juga sudah ada Vin's disana. Yong Jin dan Vin's yang mendengarnya pun turut kaget atas penuturan Jin-young.


"Apa bener yang dikatakan Ela? Lo suka sama wanita bersuami? Pebinor dong lo." kata Vin's.


Bukannya menjawab, Jin-young justru kaget mendengar suara Vin's disini. Dia kaget karena dia berpikir bukanlah seharusnya Vin's berada di Amerika? Kenapa sekarang tengah berada di Korea?


"Lo kenapa disini Vin's? Bukannya lo ada di San Francisco? Terus bini lo? Masih di New York apa ikut lo pulang ke Korea?" tanya Jin-young.


Namun Vin's justru malah hanya diam dan menatap sendu kepada Jin-young. Ela yang paham langsung membawa salah satu anaknya kedalam pangkuan Vin's. Cuma baby twins lah yang bisa membuat Vin's melupakan istrinya meski barang sejenak.

__ADS_1


"Emm.. uncle Vin's, Papa ayo makan dulu. Ini mama udah bawain makanan yang banyak lho. uncle Jin juga ikut ya." ucap Ela kepada Jin-young untuk ikut saja tanpa bertanya.


Melihat dari tatapan mata Ela Jin-young yakin bahwa ada yang tak beres dengan Vin's. Jin-young pun akhirnya hanya diam tak menanyakan apa-apa lagi terhadap Vin's. Namun suasana tak menjadi canggung karena tingkah lucu baby twins yang selalu mengundang tawa. Seperti saat mereka tengah menertawakan baby minky yang makannya belepotan sampai mengotori karpet, tiba-tiba mereka mendengar suara dari arah meja kerja Yong Jin.


Ssrraaaakkk...


Seluruh kertas yang sudah ditata oleh Yong Jin dengan rapi ditarik oleh baby Junnie karena ada pita yang menjuntai. Ternyata pita itu pembatas buku. Untung saja buku dan kertas itu tidak menjatuhiBaby Junnie.


"Kayanya Papa memang harus lembur malam ini." ucap Yong Jin sambil menghela nafasnya.


"Hahahaha mirip banget sama waktu kecil kamu dulu bro." ucap Jin-young.


"Iya, dulu diantara kita bertiga kan lo yang paling rese. Ingat gak dulu waktu kita main bareng lo pernah numpahin minuman di laptop bokap gue? untungnya gak sampai mati." ucap Vin's membenarkan omongan Jin-young.


"Iya kah kak? kok aku gak tahu kalian senakal itu." ucap Ela yang tak tahu apa yang mereka bicarakan sambil memegangi baby Minky. Sedangkan baby Junnie sudah berlari kesana kemari tapi tetap diawasi oleh Ela yang duduk di karpet.


Ya mereka berempat duduk di karpet karena memang enak untuk mengawasi para baby yang sudah menganggap kantor Yong Jin seperti kamar bermainnya. Kertas yang berserakan tadi di beresin oleh Nam Ju Wan.


"Ya gimana lo mau tahu kalau lo masih dalam perut dek?" Ucap Vin's tertawa.


"Ehh... tapi aku jadi ingat deh. Dulu waktu aku kelas tujuh, aku masih sering nangis tuh di sekolah. Aku masih ingat, hampir tiap hari aku mendapatkan coklat di loker ku dengan tulisan semangat. Kalau gak salah initial nya Park JY apa Park YJ ya, lupa aku." ucap Ela tiba-tiba membuat mereka bertiga para lelaki kaget.


"Bagaimana kamu bisa ingat itu sayang? itu sudah lama sekali lho." ucap Yong Jin yang terlihat salah tingkah.


"Habis dia cinta pertamaku. Ya meskipun aku tak tahu seperti apa orangnya. Tapi aku begitu berterimakasih kepadanya. Kalau bukan karena dia mungkin aku tak bisa seberani ini." ucap Ela dengan ekspresi yang seperti mengingat kembali kenangan itu.


"Hahahaha... Lo mau tau gak dek siapa orang yang ngasih coklat itu?" kata Vin's.


"Emang siapa orangnya?" tanya Ela penasaran.


"Tuh yang sekarang udah jadi suami lo, La." kata Jin-young.


Mendengar itu, Ela pun memandang suaminya yang berada di sampingnya. Ela tersenyum tidak menyangka bahwa selama ini orang yang dulu memberinya coklat itu orang yang sekarang sudah menjadi suaminya.

__ADS_1


"Jadi, apakah kamu bisa memberi penjelasannya suamiku?" ucap Ela dengan terus menatap Yong Jin dengan tatapan menggoda.


Bukannya menjawab, Yong Jin justru menarik badan Ela untuk lebih mendekat lalu mendekap nya dan mencium Ela didepan Jin-young dan Vin's dengan begitu mesra. Ciuman yang awalnya hanya sebuah kecupan berubah menjadi ******* yang begitu menggairahkan. Jin-young dan Vin's pun salah tingkah.


"Jin, gue bawa Minky ke kantor gue ya." ucao Vin's yang tak mau terus berada di sana.


"Gue juga bawa Junnie beli ice cream ya bro." ucap Jin-young yang langsung keluar mengikuti Vin's.


Sedangkan yang dipamiti justru melepas pagutannya lalu menuju pintu dan menguncinya. Yong Jin kembali mendekati Ela. Tanpa banyak bertanya, Ela paham dengan situasi sekarang. Ela tersenyum sambil mencium bibir Yong Jin. Melepaskan satu persatu kancing baju Yong Jin dan juga sabuk dan resleting celana Yong Jin.


"Nakal ya sekarang." ucap Yong Jin yang tak kalah panas tangannya merangsek masuk mencari celah dari dress yang Ela kenakan. Tangannya menuju kewanitaan Ela. dari satu jari menjadi dua jari, dari dua jari menjadi tiga jari. Permainan Yong Jin membuat Ela merem melek mendesah nikmat.


"Akhh... biarkan aku yang diatas sayang." ucap Ela inisiatif.


Ela sebenarnya jarang sekali bertingkah aktif. Namun jika sekalinya dia bertingkah aktif diatas Yong Jin, maka yang ada permainan ini tak akan selesai dalam waktu satu jam.


Dan benar saja. Selama tiga jam nonstop Yong Jin menggempur Ela di dalam kantornya. Yong Jin bahkan sampai membatalkan meeting hari ini. Baby twins untungnya tidak rewel bersama para uncle nya.


Yong Jin menghajar Ela di berbagai tempat dengan berbagai gaya. Di karpet, di sofa, di meja kerjanya, bahkan berdiri di samping jendela besar yang ada di ruangannya. Pokoknya siang ini harinya Yong Jin meneguk nikmat dari tubuh istri kecilnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2