Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Park Jin-young And Yuna Scene 07


__ADS_3

Jin-young dan Yuna sudah sampai di rumah Jin-young. Sampai disana tangan Yuna basah dengan keringat karena saking gugupnya. Dia takut bertemu dengan mertuanya. Dia takut mertuanya tak suka kepadanya. Dia takut mertuanya akan membandingkannya dengan mantan kekasih dari Jin-young yang ia yakini seluruh keluarga Jin-young pasti sudah mengetahuinya. Dan itu membuat mental Yuna sedikit down. Bagaimanapun dia hanya istri pelampiasan Jin-young.


"Ohh.. Jason... anak eomma.." ucap Joanna kepada anaknya.


"Maaf Eomma, aku lama perginya bahkan tak memberi kabar." ucap Jin-young kepada ibunya itu.


"Tak apa nak. Minggu kemarin Yong Jin berkunjung kesini bersama Ela, dia berkata bahwa kamu begitu terpukul atas kematian Vin's, eomma paham. Sekarang ayo masuk, kamu pasti lelah karena perjalanan jauh." ucap Joanna.


"Emm.. eomma, aku kesini dengan seseorang. perkenalkan ini Yuna eomma, dia...." ucapan Jin-young terpotong ketika Joanna menyambut Yuna.


"Ohh, ini sekretaris baru kamu?" tanya Joanna.


Yuna merasakan ada yang mengganjal saat Joanna berucap seperti itu. Jadi selama ini Jin-young belum memberi tahu kepada keluarganya bahwa mereka sudah menikah? Yuna berpikir demikian. Dan apa tadi, sekretaris baru?


"Maksud eomma sekretaris?" tanya Jin-young.


"Kemarin lusa Bo Reum kesini. Dia bilang kalau dia berhenti bekerja di perusahaan kamu. Katanya kamu yang menyuruhnya karena kalian akan fokus pada pernikahan nanti. Jadi kamu memperkerjakan Yuna sebagai sekretaris pribadi kamu. iya kan?" ucap Joanna.


"Eomma... dia itu bukan..." lagi-lagi ucapan Jin-young terpotong, kini ucapannya terpotong oleh Yuna.


"Benar Nyonya, saya sekretaris Tuan Jason. Senang bertemu dengan anda Nyonya." ucap Yuna sambil menunduk. Dia tersenyum manis sekali. Namun siapa sangka di balik senyum itu ada perasaan yang begitu sakit di relung hatinya.


"Omo... cantik sekali senyummu. Kamu juga begitu sopan dan lembut. Pasti nanti yang menjadi suami kamu akan beruntung." ucap Joanna.


Tanpa dia tahu bahwa suami dari gadis yang dia puji itu adalah anaknya sendiri. Jin-young melihat ekspresi Yuna, tak ada rasa sedih atau tidak suka sama sekali. Yuna begitu hebat menyembunyikan itu. Senyumnya terlihat begitu alami. Berbeda dengan apa yang Jin-young rasakan saat ini. Entah kenapa rasanya dia ingin marah kepada eomma nya yang dengan teganya berkata bahwa Yuna itu hanya sekretaris nya.


"Ohh iya Jason, nanti Bo Reum akan kesini. Kamu ajak dia jalan gih. Kasihan dia kesepian semenjak kamu masih fokus dengan Vin's." ucap Joanna membuat hati Yuna sekali lagi menjerit.


Yuna tersenyum sambil melihat kearah Jin-young yang hanya diam menatap Yuna dengan ekspresi yang tak bisa di bacanya. Joanna membawa Yuna ke sebuah kamar tamu kecil yang bahkan jika Bo Reum berkunjung pun dia di suruh berada di kamar Jin-young. Sekarang justru istri sah Jin-young harus tidur di kamar tamu yang kecil.


"Nyonya, dapurnya dimana ya Nyonya? Saya ingin memasak untuk Nyonya. Rasanya Nyonya pasti jarang sekali makan masakan korea karena sudah terlalu lama di luar negeri." ucap Yuna ingin mengambil hati mertuanya itu.


"Benar sekali. meskipun aku memasak masakan Korea disini, tapi karena sudah lama berada di luar negeri, rasanya sudah tak seenak dulu." ucap Joanna.


Akhirnya Joanna mengajak Yuna ke dapur. Bertepatan dengan Bo Reum yang tengah duduk berhadapan di ruang tamu bersama Jin-young. Bo Reum menatap penuh kemenangan kepada Yuna. Namun Jin-young sekalipun tak merespon Bo Reum seperti dulu lagi.

__ADS_1


"Ohh Bo Reum, kamu sudah datang nak. Ayo ikut eomma ke dapur. Yuna ingin memasak masakan korea." ucap Joanna.


Bo Reum beranjak dari sana. Lalu mengikuti Yuna dan Joanna ke dapur. Yuna masih diam saja. Sampai di dapur dia lalu mengeluarkan bahan makanan yang dibawanya tadi dari Korea. Dia membawa Kimchi yang sudah di buatnya kemarin. Bisa di pastikan rasanya enak sekali nanti. Yuna memasak dengan senyumnya.


"Ohh.. eonni, mian. Bukan seperti itu masaknya. Nanti rasanya hambar." ucap Yuna saat melihat Bo Reum memasak.


"Aku biasanya memasak seperti ini. dan rasanya selalu enak." ucap Bo Reum kekeh pada pendiriannya. Sebenarnya dia tak bisa memasak. Dia hanya sering melihat dari daring tentang cara memasak. Dan dia hanya bisa membuat ramyeon.


Kali ini dia berusaha membuat kimchi jjigae. Namun menurut Yuna cara masaknya salah dan juga proporsi bahannya juga salah. Namun karena Bo Reum kekeh akhirnya Yuna membiarkannya saja. Butuh waktu satu jam sampai Kimchi Jjigae masakan Bo Reum selesai.


"Selesai." ucap Bo Reum dengan bahagianya memperlihatkan hasil masakannya kepada Jin-young dan Joanna.


"Kamu masak selama ini hanya bisa menyajikan satu menu saja?" ledek Jin-young. Entah kenapa sejak saat itu dimatanya kualitas Bo Reum sudah menurun.


Selang beberapa menit, Yuna datang denganembawa banyak makanan. Ada kimchi jeon.



Ada bibimbap.




Ada samgyetang.



Ada Bulgogi beef juga.



Dan jangan lupakan kimchi yang harus selalu ada di meja makan. Melihat ini semua mata Joanna dan Jin-young berbinar. Mereka menatap makanan begitu menggoda di depannya seperti menahan lapar selama seminggu. Belum juga Joanna menyendok makanan itu, Cassie datang sendirian dari rumah suaminya.


"Wah... ada pesta apa nih? tumben masak masakan korea." ucap Cassie.

__ADS_1


"Ini semua masakan Yuna, sekretaris Jason yang baru." ucap Bo Reum dengan bangganya memperkenalkan istri sah Jin-young sebagai sekretaris.


Bo Reum berpikir bahwa Cassie belum tahu. Padahal selama ini Nana selalu berhubungan baik dengan Cassie. Cassie tahu semua nya setelah Nana sehat. Dia memberi tahu semuanya. Bahkan Cassie datang ke rumah karena mendengar dari Nana bahwa kakak iparnya datang. Tapi dia tak menyangka bahwa akan ada Bo Reum yang berkata seperti itu kepada eomma nya. Cassie memilih duduk di samping Yuna yang tersenyum begitu polos kepadanya. Benar apa yang dikatakan oleh Nana. Bahwa senyum kakak iparnya itu begitu polos sekali.


Semuanya pun makan bersama. Karena desakan dari Bo Reum, akhirnya semuanya makan masakan Bo Reum terlebih dahulu. Yuna menatap makanannya setelah mencicip masakan Bo Reum. Rasa makanan itu benar-benar hambar. Dia menunduk menyembunyikan rasanya. Namun tidak untuk Cassie.


"Apaan ini. Gak ada rasanya sama sekali." ucap Cassie dan di benarkan oleh Jin-young.


"Benar. Hambar. Dek, kamu makan masakannya Yuna coba, enak banget lho." ucap Jin-young yang sudah menyuap Bulgogi kesukaannya yang selalu di buat Yuna untuk Jin-young. Yuna pun tersenyum.


"Iya benar enak. Eomma, cobalah." ucap Cassie sambil terus menyendok samgyetang nya.


"Hmm... enak, iya enak. rasanya Korea banget." ucap Joanna yang sebenarnya tak enak jika harus bilang bahwa masakan Bo Reum itu hambar.


Bo Reum pun ikut memakan masakan Yuna. Dan dia hanya terdiam karena tak bisa menyembunyikan ke enakannya. Dia justru berkata bahwa masakan Yuna itu biasa saja.


"Biasa, enakan masakanku." ucap Bo Reum.


"Kalau gitu habiskan lah sendiri kimchi jjigae mu itu." ucap Cassie sambil menyodorkan semua kimchi jjigae nya kepada Bo Reum.


Bo Reum yang dari awal memang belum memakan masakannya pun mengambil satu suap besar. Namun seketika dia menampakkan ekspresi datar bahwa benar masakannya itu hambar. Dia pun menunduk tak bisa melihat wajah yang lainnya. Dia kalah satu langkah di belakang Yuna yang bahkan umurnya belum genap dua puluh tahun.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2