Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 28


__ADS_3

Selepas bertemu dengan Chanyeol, Zie menuju ke arah parkiran untuk bertemu dengan Han Sung. Mereka berjanji akan bertemu disana sebelum pesta malam itu selesai dan semua sis2a wajib memasuki gedung yang sudah di atur oleh guru. Gedung selatan untuk para siswa cewek dan utara untuk siswa cowok.


"Bagaimana? Apa Chanyeol akan memulangkanmu ke Sydney?" tanya Han Eung yang terlihat khawatir.


"Tidak." ucap Zie dengan senyum manisnya.


"Syukurlah. Aku takut kalau kamu akan pergi." ucap Han Sung sambil memeluk Zie.


"Walaupun Chanyeol tidak menyuruhku untuk kembali ke Sydney, tapi kan nanti setelah lulus aku juga akan kembali ke Sydney." ucap Zie.


"Tapi setidaknya tidak sekarang." ucap Han Sung mempererat pelukannya.


"Ehh, tapi Chanyeol meminta persyaratan jika ingin aku tetap disini sampai lulus." ucap Zie.


"Persyaratan?" kata Han Sung ketika melepaskan pelukannya.


"Iya, syarat." ucap Zie.


"Emangnya apa syaratnya? Tuh anak ya, gak bisa apa bikin sahabatnya tuh seneng?" gerutu Han Sung.


"Ya udah kalau gak mau bantu Chanyeol, berarti malam ini pertemuan terakhir kita." ucap Zie seolah-olah dia tengah merajuk.


"Oke oke.. aku ikut bantu. Emangnya apa syaratnya?" tanya Han Sung.


"Syaratnya gampang kok. Tinggal bantu Chanyeol deket sama Gladis. Udah itu aja." ucap Zie.


"Jadi cupid?" tanya Han Sung.


"Iya jadi cupid. mau kan?" ucap Zie.


"Baiklah. Asal dia tidak menyuruhmu untuk kembali ke Sydney." ucap Han Sung.


"Tapi nanti aku juga bakal kembali ke Sydney. Orang tuaku pasti panik karena aku pergi gitu aja. Kakakku juga pasti nyariin." ucap Zie.


"Memangnya kamu pergi ke Korea tidak bilang-bilang keluargamu?" tanya Han Sung.


"Bagaimana aku mau bilang kalau tiba-tiba aku terbangun sudah di pesawat. Bahkan rambutku saja sudah berwarna seperti ini. Sebelumnya warna rambutku bukan seperti ini. Bahkan aku harus memakai nama yang susah di sebutin seperti ini." ucap Zie.


"Memangnya nama asli mu siapa?" tanya Han Sung.

__ADS_1


"Ailee." ucap Zie singkat. "Tapi kamu harus diam saja ya. Sembunyikan dari siapapun perihal nama asliku." lanjut Zie.


"Baiklah gadisku. Kalau begitu sekarang kita kembali ke gedung masing-masing. Pasti pestanya sudah selesai." ucap Han Sung.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Bye." ucap Zie yang sudah hendak berlari menuju ke gedung selatan namun tangannya di tahan oleh Han Sung.


"Kenapa langsung pergi gitu aja sih pacar. Ada yang ketinggalan nih." ucap Han Sung sembari mengerucutkan bibir nya. Namun Zie tidak. paham juga dan hanya menatap Han Sung bingung.


"Haih... ini lho yang ketinggalan." ucap. Han Sung lalu dengan secepat kilat dia mencium Zie. Sedikit melum*t untuk merasakan manis bibir Zie. Zie yang awalnya kaget kini tangannya sudah berada di leher Han Sung. Sedangkan Han Sung semakin mendekatkan tubuh mereka dengan memeluk erat pinggang Zie.


"Ehm...."


Mendengar seseorang berdehem seketika itu juga Han Sung dan Zie langsung saling memisahkan diri. Ternyata orang yang berdehem tadi adalah Chanyeol. Chanyeol hanya tersenyum menahan tawanya karena berhasil mengerjai Han Sung dan Zie. Sedangkan muka Zie sudah dia sembunyikan pada dada bidang Han Sung. Muka Zie pasti sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Ya, kenapa ngumpet? Mana nih Zie yang cerewet?" ucap Chanyeol yang kini sudah tertawa keras.


"Lo mah ganggu aja bro." kata Han Sung.


"Suka-suka gue dong ya." kata Chanyeol. "Lagian ya Hans, lo lupa? Zie kan masih jadi tunangan gue." goda Chanyeol sambil menaik turunkan alisnya.


"Ya! Chanyeol!" teriak Han Sung karena merasa sebal di goda oleh Chanyeol.


"Hahahaha... muka lo udah kaya angry bird. Udah sono, Zie lo masuk duluan. Daripada ke grebek guru disini lo pada. Untung gue yang lihat bukan guru." ucap Chanyeol.


"Bye bye pacar..." teriak Han Sung.


"Cie pacar cie.. Makan tuh pacar. Gue kirim Zie besok ke Sydney ****** lo." ledek Chanyeol.


"Yah jangan dong Chan. Hidup mati gue tuh." ucap Han Sung yang menurut Chanyeol begitu lucu. Ternyata seorang Han Sung bisa juga ya bersikap seperti itu.


"Lo bisa juga ya bucin. Kemarin aja ngatain gue bucin sama Gladis. Sekarang lo ngalamin juga kan?" ledek Chanyeol.


"Oke oke gue salah. Gue gak akan ngeledek lo bucin lagi. Tapi jangan kirim Zie ke Sydney ya." ucap Han Sung.


"Hmm..." hanya deheman yang menjadi jawaban dari Chanyeol.


"Ya! Park Chanyeol! Serius ngapa." kata Han Sung memanggil nama lengkap Chanyeol dengan berteriak.


"Park Chanyeol? Mana?" tanya seseorang di belakang mereka.

__ADS_1


"Gla-Gladis?" ucap Han Sung gagap.


"Ohh ini, tadi Han Sung tengah telfon sama Park Chanyeol." ucap Chanyeol sendiri yang kebetulan Han Sung tengah memegang hpnya.


"Ohh... kirain kalau ada Park Chanyeol beneran." ucap Gladis.


"Lo tahu, Park Chanyeol?" tanya Han Sung.


"Iya gue tahu. Tapi gue gak lihat mukanya. Karena dia tadi pakai topeng." ucap Gladis.


Han Sung dan Chanyeol pun menarik nafasnya. Berarti Gladis tidak mendengar bahwa tadi Han Sung itu memanggil nama Chanyeol. Penyamaran Chanyeol masih aman.


"Ohh gitu. Jangan bilang lo masuk ruangan labirin tadi sebenarnya bersama dengan dia?" tanya Chanyeol mengalihkan perhatian.


"Iya, tapi dia justru malah ngilang. Hais.. Tapi ya sudahlah. Gue ke gedung selatan ya. Sebentar lagi semuanya disuruh tidur." ucap Gladis lalu pergi dari sana.


"Jadi tadi lo ngajak Gladis dengan nama asli lo?" tanya Han Sung setelah Gladis pergi menjauh darinya.


"Iya. Tapi pas sampai di jantung labirin, gue lepas topeng karena gue pikir dia masih lama. Gak tahunya dia lihat muka asli gue. Ya untungnya dia gak ngeh juga sama pakaian gue. Jadi tadi dia percaya aja kalau Park Chanyeol dan Chan Lin itu orang yang berbeda." ucap Chanyeol.


"Hais... ini aneh-aneh aja." ucap Han Sung geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu Chanyeol.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2