Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. One Heart.


__ADS_3

Nana menyusuri jalan sambil terus menangis. Dia kembali teringat dulu ketika melihat Vin's tengah berciuman dengan wanita lain. Sekarang dengan mata kepala sendiri dia juga melihat Jin-young tengah bersama wanita lain. Bahkan tadi dia melihat tampilan Jin-young yang tengah bertelanjang dada.


Nana meraih tisu yang berada di dashboard mobil, namun karena sedikit jauh, tisu itu justru malah jatuh ke kakinya. Nana sedikit menunduk namun tak bisa meraihnya. Hingga akhirnya dia menundukkan kepalanya dan meraih tisu itu. Namun naas, karena dia tadi sempat menunduk pada saat mengambil tisu, dia jadi tidak melihat bahwa ada lampu merah di depan. Dia juga lupa menyetel dalam mode drive otomatis.


Nana yang telat mengerem mobilnya yang berkecepatan sedikit tinggi membuatnya menabrak dengan kencang mobil di depannya hingga menimbulkan benturan yang amat kencang di kepalanya.


"Glo.. glo.. gloria.." Nana sempat menyebut nama anaknya hingga pada akhirnya pandangannya pun gelap. Dia tak sadarkan diri.


Seketika tempat kejadian langsung menjadi pusat tontonan banyak orang yang lewat di persimpangan jalan itu. Tak lama juga ada mobil polisi dan juga ambulans yang datang untuk mengevaluasi korban.


"Sayang, kenapa ini macet. Itu di depan juga ada suara sirine." ucap Bo Reum yang terlihat khawatir.


"Ada kecelakaan mungkin." ucap Jin-young enteng. Dia tak berpikir bahwa itu Nana. Hingga akhirnya Bo Reum nekad keluar dari mobil dan berlari meninggalkan Jin-young yang memanggilnya. Hingga Jin-young pun berlari mengejar Bo Reum.


Saat sampai di TKP berapa kagetnya Jin-young yang melihat Bo Reum tengah memeluk Nana yang tak sadarkan diri. Nana terlihat menyeka air matanya. Jin-young merasa sungguh berhati malaikat calon istrinya itu. Padahal selama ini dia selalu mengalah jika Jin-young mendahulukan kepentingan Nana dan Gloria.


"Sayang ayo bawa Kak Nana ke rumah sakit." ucap Bo Reum di sela isak tangisnya.


"Ya sudah ayo cepet kamu ikut ambulannya biar aku bawa mobil kesana." ucap Jin-young.


Lalu Bo Reum ikut ambulans sedangkan Jin-young kembali ke dalam mobilnya dan langsung menghubungi orang rumah. Dia yakin bahwa sebelum mengikutinya Nana pasti sudah menyuruh Gloria untuk berada di rumah Yong Jin.


📲 Halo Bro ada apa? (tanya Yong Jin setelah mengangkat telfon dari Jin-young.)


📱Gloria ada di tempat lo?


📲 Iya dia ada di tempat gue. Emangnya ada apa?


📱Gue minta tolong, jagain Gloria sebentar. Gue ada perlu di rumah sakit. Nana kecelakaan parah barusan.


📲 Apa!? Ya udah oke. Gue akan kesana. Lo yang tenang. Biar Gloria disini sama kakek neneknya.


📱Oke. Thanks ya.

__ADS_1


Akhirnya Jin-young pun langsung kembali fokus untuk perjalanan ke rumah sakit. Kebetulan Bo Reum juga sudah mengirim alamat rumah sakit yang dituju ambulans yang membawa Nana. Tak butuh waktu lama, Jin-young sudah sampai di Rumah sakit Seoul.


"Gimana Nana sayang?" tanya Jin-young kepada Bo Reum yang tengah menunggu di depan UGD.


"Masih ditangani oleh dokter yang. Kita mesti menunggu. Kamu udah kabarin yang lainnya?" tanya Bo Reum.


"Sudah, nanti Yong Jin dan yang lain akan kesini. Sementara Gloria mereka biarkan bersama kakek nenek." ucap Jin-young.


Mereka menunggu setengah jam sampai pada akhirnya Yong Jin, Ela dan Woodz datang bersama untuk mengetahui keadaan Nana. Dari ketiganya, hanya Woodz yang menampilkan ekspresi yang sungguh tak bisa di tebaknya. Sedangkan Yong Jin dan Ela sedikit terlihat kekhawatiran nya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Ela yang baru aja datang.


"Masih ditangani oleh dokter." ucap Jin-young.


Ela yang melihat kekhawatiran Bo Reum pun langsung mendekati Bo Reum dan memeluk gadis manis itu. Langsung saja Bo Reum menangis kencang seketika.


"Jika, jika, jika aku tidak memanggil kak Jin-young untuk datang ke apartemen, mungkin Kak Nana tak akan memergoki kita. Dan dia tak akan kecelakaan seperti ini. Ini semua kesalahanku eonni..." ucap Bo Reum di sela tangisnya yang kencang.


"Sudahlah, semua sudah garis dari Tuhan. Kamu tak bisa menyalahkan dirimu begitu saja. Semuanya sudah menjadi takdir dari sang kuasa." ucap Ela memberi kesabaran.


Akhirnya lampu operasi telah mati yang menandakan bahwa operasinya sudah selesai. Semuanya bernafas lega. Kecuali Woodz yang masih menampakkan ekspresi nya yang datar dan tak bisa di mengerti oleh yang lain. Entah itu ekspresi sedih, khawatir atau apa mereka tak tahu.


*


*


*


Sudah seminggu Nana dibawa ke ruang rawat biasa. Gloria sudah boleh menjenguk Mommynya. Namun tak di bolehkan untuk menginap di rumah sakit. Untungnya dia anak yang tidak rewel jadi dia mengerti apa maksud dari yang dikatakan oleh para orang tua yang tak memperbolehkan dia menginap di rumah sakit.


Selama seminggu ini juga yang tak pernah beranjak dari sisi Nana ialah Bo Reum. Dia masih terus merasa bahwa dialah yang menjadi penyebab Nana kecelakaan sampai tragis seperti ini. Sedangkan yang lain bergantian menunggu Nana. Jika hanya ada waktu luang saja mereka menunggunya.


Namun hari ini semuanya terlihat menunggu Nana. Bahkan Woodz pun ikut menunggu Nana. Dia sempat duduk di samping brangkar Nana hingga menggenggam tangan Nana saat yang lain tengah terlelap di sofa ruangan.

__ADS_1


"Na... bangunlah. Aku rindu suaramu. Aku rindu denganmu. Aku memang ingin pergi dari kehidupanmu, tapi aku tak mau melihatmu seperti ini. Aku akan bahagia jika melihatmu sehat dan bahagia. Bukan melihatmu terbaring seperti ini. Aku janji, jika kamu sadar nanti, Aku tak akan dekat dengan Gloria lagi. Karena itu kan yang kamu tak suka dari aku seorang Woodz?"gumam Woodz lirih.


Namun tiba-tiba dia merasakan sakit yang amat sakit di perutnya. Dia memegang perutnya. Entah kenapa perasaan sakit itu semakin kuat. Woodz bahkan sampai bersujud di lantai karena saking sakitnya.


"E... Ela... " Rintihnya dengan sedikit merangkak agar Ela bangun.


Untungnya Ela langsung bangun dan melihat Woodz yang tengah kesakitan. Ela langsung menghampiri kakaknya dengan khawatir setelah membangunkan suaminya terlebih dahulu. Hingga akhirnya Bo Reum dan Jin-young ikut bangun.


"Kak, kakak kenapa?" tanya Ela khawatir.


"Sakit la... sa.. kiit..." ucap Woodz yang sudah tak kuat dengan rasa sakitnya pada akhirnya diapun pingsan.


Yang lain pun langsung memanggil dokter dan perawat untuk membawa brangkar ke ruangan itu agar jika Woodz ikut dirawat, maka dia juga dirawat diruangan itu saja. Agar memudahkan bagi yang menunggu.


"Gimana keadaan kakak saya dok?" tanya Ela.


"Kelihatannya parah. Dilihat dari dia yang bahkan merasakan sakit saat disentuh perutnya, bahkan ketika dia menutup matanya pun kelihatannya ini penyakit yang serius. Akan kami periksa dulu kepastiannya keseluruhannya. dan segera kami akan memberitahukan kepada keluarga anda." ucap dokter itu.


"Bahkan Nana sakit, kamu pun ikut sakit kak. Segitu sehatinya kalian." batin Ela.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2