
Lena terbangun dari tidurnya, dia mengerjapkan matanya yang silau karena matahari yang masuk dari celah gorden disana. Dia membuka matanya dengan lebar saat tahu kalau dia tidak berada didalam kamarnya.
"Tunggu. dimana ini? kenapa aku ada disini?" pikir Lena. namun tiba-tiba terlintas di benaknya kalau tadi malam dia melakukan aktivitas ranjang bersama seorang lelaki. "Ohh aku tahu. tadi malam aku pasti sudah tidur dengan Kevin." gumam Lena senang.
Matanya melihat sekeliling dimana bajunya bertebaran dan juga sebuah jas yang ia yakini itu milik Kevin juga tergeletak disana. bahkan saat dia mengedarkan pandangan dipintu kamar mandi, dia mendengar suara gemericik air. dia yakin kalau Kevin pasti sedang mandi.
Dia berdebar saat tahu Kevin telah selesai mandi. Namun saat pintu kamar mandi terbuka, pintu kamar hotel mereka juga terbuka secara bersamaan. dan masuklah Key yang memasang muka marahnya.
"Kevin, apa yang kamu lakukan dengan kakakku?" tanya Key marah.
"Key.. aku mohon, dengarkan penjelasanku. ini tidak seperti yang kamu pikirkan sayang." kata Kevin memohon.
"Lalu kenapa kalian bisa satu kamar bahkan kakakku bisa dalam keadaan telanjang di atas ranjangmu?" tanya Key lagi.
"Ini memang seperti yang kamu kira Key. maafin kakak." Lena mengeluarkan suaranya.
"tutup mulutmu ya Lena. aku tak pernah sudi menyentuhmu kalau kamu tak memberiku obat semalam." kata Kevin dengan nada penuh penekanan.
"Kevin, kamu pikir aku akan merusak hubungan kalian? kamu sendiri yang menggodaku semalam. kamu sendiri yang bilang kalau kamu mencintaiku dan sudah tak mencintai Keysha. lalu kenapa ini jadi salahku?" kata Lena dibuat seolah dia yang paling terluka.
"Apa katamu? kamu bilang sama dia kalau kamu sudah tak mencintaiku? lalu kenapa kamu masih mau menikahiku dua bulan lagi? lalu aku kamu anggap apa? Ha!" kata Key mulai marah dan menangis.
__ADS_1
"oke aku akui aku memang tidur dengannya tadi malam. tapi aku juga masih mencintaimu Key." kata Kevin.
Bagus kamu mengakuinya Kevin. Sebentar lagi akan lebih menarik. batin Lena.
"Cukup Kevin. mulai sekarang sudah tak ada lagi hubungan apa-apa diantara kita. kau bisa puas bermain bersama dia, atau bahkan menikahinya. karena dua bulan lagi kamu akan membutuhkan mempelai wanita." kata Key lalu pergi keluar kamar.
Melihat Key pergi, Kevin pun mengejarnya. Namun mereka tidak pergi ke parkiran melainkan ke kamar sebelah setelah apa yang dianggap ini sudah sesuai rencananya.
"Sayang, maafin aku tadi bentak kamu." kata Key yang langsung memeluk Kevin.
"Sudah gak usah merasa bersalah. justru aku yang minta maaf karena mungkin kamu akan jauh darimu setelah ini." kata Kevin membelai lembut wajah istrinya yang masih memeluknya itu.
"kenapa minta maaf, justru aku yang berterimakasih sama kamu, karena dengan ini aku pergi dari rumah dan aku bisa tinggal di apartemen lagi sama Junior dan Oma. aku udah kangen banget sama Junior." kata Key.
"iya sayang. aku pulang dulu. kamu hati-hati ya sayang." kata Key berpamitan dan langsung ******* bibir Kevin dengan lembut.
Setelah melihat Key pergi, Kevin pun kembali ke kamarnya dengan akting sedikit murung. Lena yang melihat Kevin masuk kekamar juga melihatkan wajah yang memelas.
"Kevin aku minta maaf, aku merusak hubungan kalian. tapi jujur aku cinta sama kamu Kevin. Aku berkata seperti tadi karena takut kalau aku hamil, aku akan hamil diluar nikah. bahkan aku akan ditinggalkan olehmu yang sebentar lagi akan menikah dengan Key." kata Lena sambil memeluk Kevin.
"Kamu tenang aja. aku akan bertanggung jawab kepada kamu. aku akan batalkan pernikahanku dengan Keysha. sekarang kita pulang dulu." kata Kevin sambil melepaskan pelukannya dan memungut jasnya.
__ADS_1
Lena yang mendengar apa yang diomongkan Kevin pun semakin tersenyum bahagia. dia tak pernah menyangka kalau rencananya akan semulus ini. kini dia bisa melangkah lebih jauh untuk menjadi istri Kevin.
***
Kevin dan Lena sampai di apartemen. disana sudah ada Key yang berkemas. Lena yang melihat itupun tersenyum senang. namun dia kembali memasang muka kasihan.
"Key, kamu mau kemana? kamu jangan pergi. ini rumah kamu." kata Lena seolah mencegahnya pergi. "tapi kalau kamu pergi, maka aku akan lebih cepat menjadi nyonya dirumah ini." bisiknya tepat ditelinga Key, membuat Key membesarkan matanya.
"Biarkan dia pergi sayang. sekarang rumah ini jadi milikmu. dia gak ada hak untuk tinggal disini." kata Kevin kepada Lena.
Sungguh akting yang bagus calon suamiku ini. tau gitu kita ambil jurusan akting saja ya. siapa tahu dapat piala Oscar. batin Keysha.
"tapi kan kasihan Keysha." kata Lena yang sudah bergelayut manja di lengan Kevin. "lagipula ini kan rumahnya. anggap saja ini sebagai hadiah kalian putus. aku saja yang pergi dan tinggal dirumah kamu." kata Lena bersemangat.
Mendengar itu Kevin langsung membulatkan matanya dan melihat kearah Key. Key langsung menggelengkan kepalanya.
"Jangan! kamu tetap disini. aku gak sudi barang punyaku dipakai oleh mantanku." kata Kevin seolah dia protektif.
"baiklah. aku ikut kamu aja sayang." kata Lena. "kalau begitu maafin aku ya Key. kamu tahu kan pintu keluar ada disana?" kata Lena arogan.
Key pun keluar dengan memasang muka masamnya. dia langsung bergegas menuju parkiran, namun langsung menunggu didepan mobil milik Kevin. sedangkan Kevin langsung berpamitan juga dengan alasan ingin ke kantor. dan Lena pun percaya - percaya saja.
__ADS_1
"ahh.. akhirnya aku yang menjadi nyonya dirumah ini. dan sebentar lagi aku akan menjadi nyonya keluarga Lin. hahaha!" kata Lena.