Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 53


__ADS_3

Los Angeles College of Music.


"Nah gitu dong semangat. Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya. lo tidur gih jangan jadi kelelawar. night." ucap Chanyeol menutup telfonnya ketika melihat Freya berjalan semakin mendekatinya.


Freya tersenyum tat kala melihat tempat duduk yang di duduki oleh Chanyeol. Freya pun berjalan semakin menghampirinya. Terlihat Chanyeol sudah memesan dua minuman untuknya dan Freya.


"Bagaimana? Apa urusannya sudah selesai?" tanya Chanyeol sambil menyodorkan minumannya ketika Freya duduk di depannya.


"Makasih Oppa. Sudah, baru saja urusan ku semuanya selesai. Barusan kulihat Oppa tengah bertelfonan, dengan siapa? Cewek Oppa yang di Korea ya?" goda Freya.


"Ohh, ini sama Hans. Park Han Sung, anaknya Uncle Jason. Kamu tahu kan?" tanya Chanyeol, siapa tahu kalau Freya tidak ingat bahkan tidak tahu tentang Han Sung dan Jason alias Jin-young.


"Hans? Bukannya mereka ada di Venezuela ya? Aku pernah bertemu sekali dengan mereka. Aku mengenali kalau dia Hans, tapi mungkin dia tidak tahu siapa aku. Bahkan kalau tidak salah kala itu malah Hans menggodaku dengan kak Bright. Mungkin dia kira aku kekasihnya kak Bright." ucap Freya.


"Dulu mereka memang tinggal di Venezuela. Tapi sudah dua tahun lebih berlalu mereka tinggal di Korea." ucap Chanyeol menenggak habis sisa minuman di gelasnya.


"Ohh begitu. Apa ada hal yang penting?" tanya Freya.


"Ohh tidak. Dia hanya menelfon karena kesepian. Soalnya selama ini hanya aku yang mau berteman dengan dia yang trouble maker." ucap Chanyeol.


"Baiklah, terserah kata Oppa saja. Ohh ya Oppa, mau berangkat sekarang ke toko bukunya? Atau Oppa masih mau keliling melihat kampus?" tanya Freya.


"Sekarang juga gak papa. Biar nanti pas masih sore ke tempat yang kamu inginkan." ucap Chanyeol.


"Baiklah kalau begitu, mari kita berangkat." ucap Freya sambil menghabiskan minuman dalam gelasnya lalu berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Chanyeol.


Kini Chanyeol dan Freya sudah berada di dalam taxi menuju ke toko buku terbesar yang sering di kunjungi oleh Freya. Toko buku itu sangat besar dan banyak sekali buku dari seluruh dunia. Toko buku itu juga toko buku terlengkap di kota ini.

__ADS_1


Selama berada di dalam taxi, Chanyeol dan Freya kembali berada dalam keheningan. Sekalipun mereka tak ada topik untuk berbicara. Chanyeol dan Freya masing-masing fokus pada pandangan mereka yang mengarah ke luar jendela. Mereka berkelana dengan pikiran masing-masing. Mereka saling diam tanpa kata dan saling tak ingin memulai pembicaraan.


Lima belas menit kemudian, mereka akhirnya sampai di toko buku yang dimaksud oleh Freya. Toko tersebut selalu dalam keadaan ramai. Baik yang hendak membeli buku, atau sekedar membaca di perpustakaan umum yang berada di lantai atasnya. Chanyeol bisa melihat banyak anak sekolah di sana meskipun mereka tidak memakai seragam seperti orang Korea. Tapi dia bisa mengetahui dari wajah mereka yang terlihat masih begitu muda.


Freya dan Chanyeol masuk ke dalam toko, mereka berpencar untuk mencari buku yang mereka butuhkan. Lalu mereka akan kembali lagi setengah jam kemudian ke tempat di mana mereka berpencar. Yaitu tepat berada di samping kasir. Karena kalau tidak seperti itu, mereka akan saling mencari. Tapi ujungnya mereka pulang saat toko mau tutup. Karena tempat yang luas membuat mereka bisa saja tidak bisa saling melihat.


Dan benar saja, setelah setengah jam mereka memilih, mereka bertemu di dekat kasir. Banyak sekali buku yang Chanyeol beli. Karena dia benar-benar belum menyiapkan buku satupun untuk bahan referensi nya nanti. Makanya dia sekarang membeli buku banyak sekali. Karena dia tahu kalau pelajaran di bidangnya membutuhkan banyak referensi.


Freya lebih dulu mentotal jumlah biaya yang harus dia keluarkan untuk membeli semua buku yang dia ingin kan itu. Saat Freya hendak mengeluarkan kartu debit nya untuk membayar bukunya, Chanyeol lebih dulu mencegah dan memasukkan kembali kartu debit milik Freya.


"Jadikan satu denganku saja. Semua totalnya berapa." ucap Chanyeol yang langsung menaruh buku yang akan dia beli di meja kasir.


"Tapi Oppa, aku juga bisa membayarnya sendiri." ucap Freya yang merasa tak enak jika Chanyeol yang membayarnya.


"Udah, biar Oppa saja yang membayarnya. Kamu simpan uangmu saja. Anggap saja ini hadiah dari Oppa buat kamu. Karena kamu menemani Oppa hari ini dan juga mengajak Oppa jalan-jalan." Ucap Chanyeol dengan senyumnya. Dia mulai membiasakan diri untuk lebih dekat dengan Freya layaknya kakak dan adik seperti dia dekat dengan Scarlett.


Setelah menyelesaikan pembayaran semuanya, merekapun kembali mencari taxi untuk menuju ke tempat yang di maksud oleh Freya. Freya terlihat sangat antusias sekali ketika dia tahu bahwa dia ingin pergi ke tempat yang dia suka. Dia begitu semangat karena sudah lama sekolah sejak dia terakhir kali ke tempat ini. Dan itupun selalu sendiri. Tapi untuk kali ini dia mengajak Chanyeol. Dia bahkan dulu belum pernah mengajak Scarlett.


Itu karena dia sudah sering sekali kemana-mana sendiri. Makanya dia jarang sekali mengajak Scarlett jalan-jalan. Toh tiap dia pulang ke Los Angeles, Scarlett selalu sibuk dengan dunianya sendiri. Dunia Scarlett dan Freya itu sungguh berbeda. Scarlett cenderung lebih suka mengikuti arus yang tengah tren di kalangan anak muda, dan juga yang tengah booming di internet.


Tapi kalau Freya, lebih memilih mencari waktu dan tempat yang pas untuk mencari hal baru yang memang belum pernah sekalipun itu terjadi di hidupnya. Bahkan kadang Scarlett menjulukinya gadis masa lalu karena kurang updatenya Freya. Namun Freya tak pernah memperdulikan nya karena ini adalah style dan gayanya untuk menjalani hidup. Dia lebih suka mencari hal baru daripada harus mengikuti arus yang tengah terjadi. Dia lebih memilih menciptakan tren baru daripada menikmati tren yang sudah di buat orang lain.


Dua puluh menit sudah perjalanan mereka akhirnya sampailah mereka di suatu tempat yang tak asing bagi Chanyeol. Tempat itu sungguh mirip dengan negaranya. Korea. Chanyeol kaget dengan tempat ini. Dulu dia pernah mendengar tempat ini, namun dia tidak percaya kalau tempat ini benar-benar ada. Dan barulah dia percaya hari ini setelah melihatnya sendiri dengan mata kepalanya sendiri. Dia jelas berdiri di hadapan sebuah komplek yang benar-benar mirip seperti di Korea. Tempat ini di sebut Korea Town. Di sepanjang jalan ini, terdapat banyak sekali restoran khas Korea. Bahkan suasana yang di suguhkan pun benar-benar seperti berada di Korea.


"Aku pernah mendengarnya bahwa ada Korea town di Los Angeles. Tapi aku tidak pernah mencari kebenarannya. Aku menganggapnya hanya hoax atau cuma sekedar seperti pasar malam yang berpindah-pindah saja. Baru kali ini aku percaya setelah melihatnya sendiri ada di depan mataku sendiri. Aku seperti melihat kampung halamanku." ucap Chanyeol saat mereka mulai berjalan jalan di sepanjang jalan di sana.


"Aku juga baru tiga tahun yang lalu menemukan tempat ini. Padahal aku sudah tinggal di Los Angeles bersama keluarga Scarlett. Tapi dulu aku sama sekali tidak tahu kalau ada tempat seperti ini di sini. Saat aku menemukannya pun aku langsung jatuh cinta dengan tempat ini. Tempat ini lebih terlihat asli lagi karena banyak orang Korea yang tinggal di sini dan memakai bahasa Korea." ucap Freya yang selalu kagum dengan tempat ini.

__ADS_1


"Apa kamu pernah mengajak yang lainnya kesini?" tanya Chanyeol.


"Belum. Sekalipun aku belum pernah datang kesini bersama orang lain. Oppa orang pertama yang ku ajak kesini. Selain Oppa, belum pernah ada orang lain yang ku ajak kesini." ucap Freya jujur.


"Wah, seharusnya kamu kesini mengajak Om dan Tante. Mereka pasti akan suka kesini karena banyak restoran asli orang Korea disini. Apalagi untuk Om yang setahuku sudah dari umur dua puluh dua tahun merantau ke luar negeri. Pasti kalau Om kesini, dia akan teringat dengan kampung halamannya." ucap Chanyeol.


"Benarkah? Hmmm... kalau begitu bagaimana dengan sabtu ini? Sabtu ini kita bisa mengajak mereka untuk kesini bersama. Dan kita juga bisa memesan makanan di restoran terbuka. Jadi seakan-akan kita tengah mengadakan piknik. Atau kalau Oppa mau membawa makanan hasil masakan Oppa sendiri juga bisa. Kita bisa berpiknik di tanah lapang yang luas itu."ucap Freya sambil menunjukkan dimana tanah lapang yang di maksudnya. Ternyata Freya sudah begitu familiar dengan tempat ini.


"Boleh juga. Nanti malam kita omongkan ke Om. Semoga Om dan tante mau." ucap Chanyeol menyetujui apa yang menjadi pikiran Freya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2