Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Cassie Days 4


__ADS_3

Sore harinya, Vin's bangun dalam keadaan tubuh sudah segar karena bangun tidur tadi dia langsung mandi. Dia pun ingin berjalan-jalan di sekitaran komplek. Vin's memakai jaket bertudung hitam dan memakai masker.


"Kakak mau kemana?" tanya Ela yang terlihat habis memandikan baby Junnie.


"Kakak cuma mau jalan ke taman sebentar sayang. Kakak tadi udah tanya Jin-young kalau disekitar sini ada taman. Gak lama kok. Gak jauh-jauh juga." ucap Vin's.


"Ya udah kalau gitu kakak hati-hati ya. Bawa HP kan? nanti kalau gak tahu jalan baiknya diem aja ditempat itu biar di jemput. Soalnya Ela gak bisa nganter. Ini baby gak ada yang ngurus. Yang lain lagi ikut sibuk ke gedung pernikahan." ucap Ela.


"Iya dek tenang aja. Aku bakalan baik-baik saja kok." ucap Vin's.


Vin's pun langsung mengambil sepeda yang diparkur di depan rumah kaca Joanna. Vin's bisa menebak itu pasti sepeda yang sering di pakai Joanna untuk mengantar bunga jika jaraknya hanya dekat. Vin's pun mulai menggenjot pedal sepeda dengan pelan sambil menikmati pemandangan.


Dikejauhan terlihat pegunungan yang begitu indah memanjakan mata. Tiba-tiba saja ad abila yang menggelinding hingga tak sengaja ditabrak akhirnya dia pun oleng dan jatuh ke tanah.


"Aduh.. mister.. mister tidak apa-apa?" ucap seorang wanita membantu Vin's yang terjatuh.


Wanita itupun langsung mengambil bola dan mendekati anak kecil yang ketakutan itu. Anak kecil itu menunduk dihadapan Vin's dan wanita itu.


"Hayo bilang apa?" tanya wanita itu lembut.


"I'm sorry uncle." ucap anak kecil itu pelan namun masih terdengar ditelinga Vin's.


Vin's pun mengangguk karena dia masih terpaku dengan suara lembut kan menenangkan gadis yang memakai dress kebesaran itu. Namun dari belakang saja terlihat begitu cantik. Apalagi nanti kalau wanita itu melihat kearah Vin's. Entah kenapa Vin's merasakan ada letupan di hatinya ketika mendengar suara itu.


"Oke, lain kali hati-hati. Ini aunty bawa coklat buat kalian. dibagi sama yang lain ya." ucap wanita itu lalu membuat anak itu pergi dari hadapannya. "anda tidak apa-apa tuan?" ucap wanita itu sambil memutar matanya.


Vin's terpaku karena ternyata wanita yang menolongnya tengah hamil besar sekali. Tapi Vin's tak bisa melihat seperti apa rupa wanita itu karena wanita itu juga memakai masker sepertiku.


NANA POV


Sore ini aku merasa males banget dirumah. Para karyawan juga sudah pada pulang karena pekerjaan hari ini tidak begitu banyak. Terlebih besok toko tutup karena untuk menghormati pernikahan Cassie.


Akhirnya akupun mengambil dress kebesaran yang selalu nyaman ku pakai ketika hamil. Aku berjalan-jalan sebentar di taman. Tiba-tiba aku merasakan cukup mual karena mencium bau yang entah asalnya dari mana.


Kuputuskan untuk masuk ke swalayan untuk membeli masker dan beberapa camilan untuk anak-anak yang biasanya main di taman.


"Hello Cantik.." sapa pegawai mini market itu.

__ADS_1


"Hello Jhos..." sapaku balik.


Selama aku ikut berbaur di komplek ini, aku menang tidak pernah memberitahu nama asli ku kepada orang lain selain keluarga eomma Joanna dan karyawan ku. Dan Cassie memberiku saran jika ada yang mengajak berkenalan, pakai aja nama cantik. Maka setiap ada yang bertanya namaku, aku bilang, panggil aja aku cantik tanpa embel-embel miss atau nona.


"Tumben jalan-jalan, cantik." ucap Jhos.


"Bosen dirumah." jawbaku seadanya.


"Udah ini aja? gak nambah apalagi?" tanya Jhos.


"udah itu aja."


"Baiklah kalau begitu, ini totalnya." kata Jhos sambil memperlihatkan struk belanjaan ku.


"Jhos.. itu kan hanya untuk masker ku. Makananku gak kamu struk?" tanyaku karena aku melihat yang tertera disana hanyalah jumlah harga masker ku saja.


"Tak apa. Aku tahu, itu nanti akan kamu berikan kepada anak-anak yang disana kan? anggap aja aku ikut beramal. Dan itu juga untuk baby kamu yang sebentar lagi akan lahir. Meskipun kamu pendatang, tapi sikapmu lebih baik daripada orang asli." ucap Jhos memuji ku.


"Terimakasih Jhos. untung kamu anaknya pemilik toko ini. Kalau tidak kamu bisa di pecat." ucapku yang tahu latar belakangnya. Namun hanya aku. Dia tidak memberitahu kepada siapapun selain aku.


"Hahaha tak apa. biar kamu cepat menikah. Cassie aja sudah mau menikah." ucapku.


"Ohh iya besok nikahan Cassie. Kamu mau gak datang bareng aku?" tanya Jhos.


"Boleh asal kamu tidak malu membawa wanita hamil." ucapku dengan tertawa.


"Biar aku tidak ditanyain kapan nyusul." ucapnya dengan cengiran.


"Tapi imbalannya coklat ya." kataku.


"beres..."


"ya sudah, udah sore Jhos. Aku pulang dulu ya." pamit ku.


"Ya udah hati-hati ya cantik." katanya.


Akupun pergi dari tokonya. Saat perjalanan pulang aku melihat ada orang yang terjatuh terkena bola dari anak kecil itu. Aku pun menolongnya. Setelah menolongnya dan sedikit menasehati anak itu, aku lalu memberikan coklat yang tadi diberi Jhos. Aku pun berbalik ke orang yang tergabung melihatku itu.

__ADS_1


"Anda tidak apa-apa tuan?" tanyaku.


Mataku menatap mata yang tak asing bagiku. Jantungku berdegup sangat cepat. Tapi sebisa mungkin aku menguasai perasaanku agar tak terlihat olehnya. Mungkin hanya orang yang mirip saja. Tidak mungkin sama.


Autrhor POV


"Tuan...." ucap Nana yang melihat Vin's masih terpaku menatap perut Nana. Nana pun melihat kemana arah Vin's meluhat. Dan ternyata meluat perutnya.


Mereka berdua sama-sama tak tahu bahwa mereka saling mengenal bahkan saling mencintai.


"Ahh.. saya tidak apa-apa. hanya tergores sedikit." ucap Vin's.


"Ahh.. mari sini tuan. saya olesi obat. kebetulan saya habis beli obat merah dan juga plester luka." kata Nana.


Vin's pun menurut saja. Dan dengan cekatan Nana membersihkan luka Vin's. Vin's pun terpaku dibuatnya. Vin's masih belum tahu dia Nana. Begitu juga Nana yang tak tahu bahwa dia Vin's. Tapi selamanya hati mereka tak bisa dibohongi.


Hati yang masih terpaut akan cinta satu sama lain. Terlebih rasa rindu yang meletup diantara kedua yang begitu dalam. Namun Nana segera menepis pikiran bahwa yang berada di depannya itu bukanlah Vin's tapi orang lain. Dua tak ingin dianggap sebagai wanita hamil yang gila.


Sedangkan Vin's meneliti setiap tubuh Nana. Tubuh yang sudah membesar karena kehamilannya. Vin's jadi teringat Nana yang sebenarnya ada di depannya.


"Jika istriku masih ada, mungkin kehamilannya sudah sebesar ini. Dan akan menjadi hati-hati bahagiaku dengannya menunggu kelahiran sang buah hati." gumam Vin's namun ternyata masih dapat didengar oleh Nana.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2