Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 58


__ADS_3

"Hans.." ucap Chanyeol sambil memegang pundak Han Sung. Han Sung pun yang mengenali suara Chanyeol pun langsung mendongak menatap wajah Chanyeol.


"Chanyeol, lo ngapain disini?" tanya Han Eung yang khawatir akan keselamatan Chanyeol karena Chanyeol menyusul kesini. Chanyeol pasti tadi sempat menjadi incaran orang jahat itu.


"Gue kesini karena lo lah. Karena siapa lagi? Lo yang pergi ninggalin pesan tapi tak memberitahu ada apa sebenarnya. Dan lo tahu gak, tadi gue di ikutin oleh orang tak di kenal saat dari rumah lo. Sekarang lo cerita ke gue semuanya sampai gue jelas." ucap Chanyeol duduk di samping Han Sung.


Han Sung pun menarik nafas panjang lebih dahulu sebelum menceritakan semuanya kepada Chanyeol. Han Sung bercerita dari awal sampai akhir persis seperti yang di ceritakan oleh asisten pribadi Jin-young. Tanpa ada yang terlewat barang sepatah kata pun.


Chanyeol yang mendengarnya pun tak kuasa menahan amarahnya. Tangannya terkepal. Rasanya ingin sekali dia memukul lelaki biad*b itu. Untuk pertama kalinya dia mendengar bahwa di dunia ini ada lelaki yang tidak mempunyai hati karena tega membunuh anaknya sendiri demi harta.


"Kenapa tidak memberi tahu Papa atau paman Yong Bin?" tanya Chanyeol kepada asisten pribadi Jin-young yang berada di depannya.


"Maaf tuan muda, kami tidak berani karena kami juga takut kalau keluarga anda akan kena imbasnya. Tuan besar yang melarang kami untuk memberitahukan kabar ini kepada keluarga anda Tuan Muda. Itu semua karena Tuan takut kalau keluarga anda ikut menjadi incaran lelaki biad*b itu." ucapnya kepada Chanyeol.


Chanyeol pun terdiam. Tapi diamnya dia, dia menjadi teringat akan perkataan Papanya sebelum Yura meninggal. Papanya mengancam akan menghancurkan keluarga Jin-young jika dia tidak mau menuruti kemauan papanya untuk kuliah di Harvard dan meneruskan usaha papanya. Chanyeol takut kalau masalah ini ada sangkut pautnya dengan itu. Oleh karena itu Chanyeol pun segera beranjak dari duduknya, berjalan keluar dan segera menelfon Yong Jin. Tak butuh waktu lama, dalam deringan kedua Yong Jin pun mengangkatnya.


"Apa yang papa lakukan dengan keluarga Han Sung?" tanya Chanyeol to the point tanpa bertele-tele.


^^^"Apa yang papa lakukan? Papa tidak melakukan apapun itu. Papa sudah sepenuhnya mendukung semuanya yang kamu mau. Papa sadar kalau selama ini papa salah. Jadi papa tidak ada berbuat apapun seperti yang papa ancam ke kamu waktu itu." ucap Jin-young dari seberang. ^^^


"Tapi kenapa keluarga Han Sung menjadi seperti ini? Kenapa Pa?" tanya Chanyeol.


^^^"Seperti ini, seperti apa maksudmu? apa yang terjadi dengan keluarga Jin-young?" tanya Yong Jin. ^^^


Belum sempat Chanyeol menjawab, Chanyeol mendengar teriakan dari ruang rawat Joanna. Bahkan Yong Jin pun juga mendengar nya. Yong Jin juga heran kenapa di tempat Chanyeol ada orang yang berteriak keras sekali seperti itu.


"Ingat ya Pa, kalau apa yang terjadi dengan keluarga Han Sung adalah Papa yang menjadi dalangnya, selamanya aku tidak akan pernah memaafkan papa." ucap Chanyeol tegas. Namun perkataan itu lebih tepatnya sebuah ancaman.


Chanyeol segera mengakhiri telfon itu. Dia lalu berlari ke arah bangsal dimana Joanna di rawat. Ternyata semua orang di sana sudah menangis. Mereka mengerumuni Joanna yang sudah tak bernyawa. Nenek Joanna mereka sudah pergi meninggalkan mereka dengan sebuah luka yang menganga di hati mereka.


...***...

__ADS_1


San Francisco.


Yong Jin yang tengah berada di kantornya pun menjadi uring-uringan karena telfon tak jelas dari anaknya itu.


"Ini anak kenapa sih. sudah jarang telfon, sekalinya telfon malah marah-marah gak jelas seperti ini. Apa sih memangnya yang terjadi dengan keluarga Jin-young?" gerutu Yong Jin di dalam kantornya setelah Chanyeol menutup telfonnya. Namun semua itu terjawab sudah ketika asisten pribadi nya datang dengan membawa sebuah berita besar yang membuatnya kaget.


"Tuan, gawat Tuan. Gawat. Tuan Jin-young Tuan." ucap asisten nya yang terengah-engah karena berlari dari luar ke kantor tuannya itu. Dia menunjukkan sebuah video dari berita lokal di tangannya. Yong Jin pun melihat isi dari berita itu. Dan, begitu dia mendengar isi berita itu, tangannya langsung lemas karena kaget.


......Breaking news. Pengusaha terbesar di Venezuela, Park Jin-young tengah mengalami masa kelamnya. Perusahan yang di bangun atas nama Jason tersebut di ambang kebangkrutan. Orang kepercayaannya membawa kabur uang perusahaan yang berjumlah milyaran dollar. Di kabarkan semua usahanya terpaksa di tunda dan meninggalkan banyak hutang. ......


...Bertepatan dengan itu, adik perempuannya, Madam Cassie di panggil oleh polisi karena di tuduh melakukan pembunuhan berencana terhadap dua anaknya yang bernama Calvin dan Dirly dengan mendorong mobil mereka ke jurang. Namun sebelumnya Madam Cassie membuat kedua anaknya tertidur di bawah pengaruh obat tidur. ...


...Selain itu, Nyonya Joanna, Ibunda dari Tuan Park Jin-young juga tengah koma di rumah sakit karena menjadi korban penikaman di kediamannya karena berusaha untuk melawan dua orang perampok yang berusaha merampok kediamannya. ...


...Konfirmasi terakhir dari juru bicara Tuan Park Jin-young mengatakan bahwa Nyonya Joanna telah menghembuskan nafasnya hari ini waktu setempat setelah berjuang melawan sakit setelah operasi. ...


Sampai di situ Yong Jin paham apa yang terjadi dengan keluarga Jin-young. Dia juga paham kenapa Chanyeol bisa semarah ini. Tapi dia masih tidak tahu alasan apa yang menjadi dasar di balik kekacauan di keluarganya itu.


"Saya dan sekretaris pribadi Tuan Park Yong Bin sudah mencari semua informasinya. Dan ternyata selama ini suami Nyonya Cassie adalah seorang mafia. Dan dia bisa menjadi psychopath hingga membunuh anaknya seperti ini dan melimpahkan semuanya terhadap istrinya karena anak sulungnya Tuan Muda Calvin tak sengaja mengetahui identitasnya dan mengetahui rencananya untuk menyerang Tuan Jin-young. Dia mencoba untuk menyadarkan Tuan Dawn tapi ternyata dia malah mendapatkan balasan seperti ini."ucap Nam Ju Wan.


"Jadi Yong Bin sudah tahu tentang berita ini?" tanya Yong Jin.


"Saat hendak berangkat kerja pagi hari tadi, Tuan Yong Bin menyempatkan untuk bertemu tuan muda ketiga di kamarnya karena tuan muda ketiga tidak ikut sarapan bersama. Namun yang dia dapatkan justru tulisan tangan tuan muda ketiga di kertas memo yang tertempel di daun pintu kamar tuan muda ketiga. Tuan muda ketiga mengatakan pada memo tersebut bahwa dia akan pergi ke Venezuela. Karena Tuan Yong Bin penasaran ada apa gerangan yang membuat tuan muda ketiga pergi ke sana secara mendadak, Tuan Yong Bin pun mencari tahu dan mendapatkan ini." ucap Nam Ju Wan.


"Kalau begitu bagaimana Yong Bin melakukan ini? Dia lebih berpengalaman dengan Mafia karena anaknya. Bright yang bekerja sebagai FBI." ucap Yong Jin.


"Tuan Yong Bij berkata bahwa Tuan Muda Bright tengah dalam perjalanan ke Venezuela untuk membantu tuan Jin-young." ucap Nam Ju Wan.


"Kalau begitu siapkan pesawat, aku akan menyusulnya ke sana." ucap Yong Jin yang sudah beranjak dari duduknya.


"Mohon maaf tuan. Sebaiknya anda jangan pergi ke sana. Karena target Dawn adalah seluruh keluarga yang bersangkutan dengan Tuan Jin-young. Lebih baik anda memantaunya dari sini saja. Tuan Yong Bin membiarkan Tuan Muda Bright ke sana karena Dawn tak tahu kalau Tuan Muda Bright adalah anaknya tuan Yong Bin. Tuan Bright tidak pernah memakai nama koreanya. Apalagi Tuan Yong Bin tidak pernah mempublikasikan anak lelakinya." ucap Nam Ju Wan.

__ADS_1


"Tapi Chanyeol, anakku ada di sana. Dia pasti juga menjadi incaran lelaki biad*b itu." ucap Yong Jin yang emosi dan juga khawatir akan keselamatan anaknya.


"Tuan tenang saja. Saya sudah mengerahkan anak buah untuk ke sana dan menyamar sebagai orang-orang yang bisa terus berada di samping keluarga Tuan Jin-young. Saya mengirimnya atas nama saya. Saya yakin Dawn tidak akan tahu itu." ucap Nam Ju Wan.


"Baiklah.Kalau begitu semua ku serahkan kepadamu. Aku akan menyuruh orang untuk mengontrol perusahaan Jin-young di Korea. Sedangkan yang di sini aku bisa mengintrolnya dair kantorku." ucap Yong Jin.


"Baik tuan. Untuk perusahaan yang di sini juga sudah ada asisten Hans yang menghandle semuanya. Dia juga sudah membuat antisipasi jika orang itu merebut perusahaan itu." ucap Nam Ju Wan.


"Bagus. Tapi kamu juga harus merahasiakan ini dari Ela. Jangan sampai dia tahu. Aku tidak mau dia berbuat nekad nantinya." ucap Yong Jin yang khawatir istrinya akan nekad karena mendengar anaknya berada di sana.


"Anda tenang saja Tuan. Nona muda tengah mengalihkan perhatian Nyonya." ucap Nam Ju Wan.


"Terimakasih, kamu bukan hanya lama menjadi asisten pribadiku, tapi juga sudah menjadi anggota keluarga ku. Paham apa yang selalu aku lakukan." ucapnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2