
"Lin Yu Ra." teriak Woodz dan Gloria yang merasa mempunyai nama Korea itu pun langsung menengok ke arah dimana Woodz berada.
"Om... kenapa Om berada disini?" tanya Gloria.
"Om mau jemput kamu sayang. Daddy kamu tadi bilang kalau dia gak bisa jemput kamu jadi Om yang menjemput kamu." ucap Woodz.
"Yah.. gak jadi ke taman bermain dong." ucap Gloria lesu dengan menunduk.
"Siapa bilang? Hari ini Om mau ajak kamu ke taman bermain. Tanpa Daddy kamu, apa kamu mau?" tanya Woodz.
Dia berharap anaknya itu mau menerima ajakannya. Dengan begitu dia akan merasa bahagia sekali hari ini bisa bersama dengan Gloria seharian.
"Sungguh? Boleh kah Om?" tanya Gloria berbinar.
"Tentu saja. Om akan menuruti semua apa pun yang Yu Ra mau." ucap Woodz.
"Makasih Om." ucap Gloria seketika memeluk Woodz.
Woodz untuk pertama kalinya bisa memeluk Gloria, dia sungguh bahagia sekali. Woodz pun membalas pelukan itu. Seketika mereka langsung menyudahi adegan pelukan itu dan langsung berangkat menuju taman bermain. Namun sebelum itu Woidz membelokkan ke sebuah makanan cepat saji karena dia yakin kalau Gloria pasti lapar.
"Kita makan dulu ya. Biar nanti saat kamu main berbagai wahana, kamu tidak kelaparan." ucap Woodz dengan lembut.
"Baik Om. Aku juga udah lapar sekali." ucap Gloria sambil mengelus perutnya.
Mereka pun jalan sambil bergandengan tangan. Saat sampai di sebuah meja, Woodz pun langsung memerankan makanan untuk Gloria. Dua buah subway, kentang goreng dan minumnya cola untuk Woodz, jus orange untuk Gloria.
"Dihabisin ya makanannya sayang. Biar kuat nanti." ucap Woidz sambil mengelus puncak kepala Gloria.
"Siap Om.. Nyam..." ucap Gloria sambil memakan subway nya.
Setelah kenyang makan, Woodz kembali membawa Gloria ke mobil dan segera melaju ke sebuah taman bermain. Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai disana. Dan Gloria pun langsung berlari kesana kemari dengan riangnya. Sampai matanya berhenti menatap sebuah kostum lucu.
"Om... ayo beli itu. Langsung kita pakai." ucap Gloria menarik tangan Woodz masuk ke sebuah toko yang dimaksud oleh Gloria.
Selang beberapa menit, akhirnya Woodz dan Gloria keluar dengan memakai pakaian yang lucu. Kostum kelinci paskah untuk Gloria dan kostum Dinosaurus untuk Woodz. Terlihat lucu sekali. Mereka benar-benar anak dan ayah yang begitu mirip.
__ADS_1
"Wah... cantik nya anak itu."
"Ayahnya tampan sekali. Apakah dia duda?"
"Aku mau dong jadi ibu tirinya."
Ucap para pengunjung muda yang melihat kearah Woodz dan Gloria. Mata mereka menatap terpana akan ketampanan Woodz. Terlebih Woodz begitu sayang kepada Gloria. Memperlihatkan sisi kebapakan nya.
"Om.. ayo naik itu." ucap Gloria memperlihatkan sebuah wahana rollercoaster yang tak terlalu besar karena di design untuk anak-anak. Berbeda dengan rollercoaster yang berada di sampingnya, wahana rollercoaster yang seram karena selain panjang juga tinggi dan khusus untuk dewasa.
"Ayo sayang." ucap Woodz menggendong Gloria agar tak lepas dari genggaman tangannya.
Gloria terlihat begitu senang menaiki wahana itu. Dia dan Woodz berteriak saking senang nya. Sebenarnya bagi Woodz wahana ini tak ada apa-apa nya karena dulu seumuran dengan Gloria dia sudah menaiki yang dewasa. Dengan kekuasaan keluarga Lin, mana berani pihak wahana melarangnya.
Tapi, karena kini dia naik bersama dengan anaknya, rasanya lebih menyenangkan dibanding dulu saat dia naik yang besar. Setelah puas naik rollercoaster, Gloria menarik tangan Woodz ke tempat bermain yang bisa mendapatkan hadiah.
"Om, aku mau boneka itu satu buat di kamarku. Di Korea aku tak punya boneka." ucap Gloria yang memang tak di perbolehkan oleh Nana untuk emnbawa boneka di rumahnya.
"Bain tuan Putri. Om akan menangkan banyak hadiah untuk kamu." ucap Woodz yang semenjak tinggal di Busan, bisa menembak karena diajari oleh Seung Woo.
Dor.. dor.. dor..
"Lagi Om. yang banyak."
"Siap sayang.."
Dor dor dor dor dor dor dor....
Bunyi tembakan yang banyak disana. Dan penjaga stand pun sampai dibuat melongo karena skill dari Woodz yang begitu hebat. Selain karena Woodz diajari oleh Seung Woo, dia dari umur dua puluh empat sudah bisa menembak saat dia mengikuti wakil dulu bersama Yong Jin.
"Wah... Om banyak sekali.. terimakasih Om." ucap Gloria senang mendapatkan banyak sekali hadiah boneka. Sampai-sampai dia bingung mau bagaimana bawanya.
"Tuan, saya bayar anda tolong bantu saya bawa boneka ini di mobil saya ya." ucap Woodz sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dengan nominal yang lumayan banyak hingga akhirnya sang pemilik stand itu dengan senang hati membantu Woodz. Akhirnya mobil Woodz pun penuh dengan boneka.
"Hari ini sampai disini dulu ya sayang. Sudah sore soalnya. nanti kamu di cariin oleh Mommy kamu." ucap Woodz.
__ADS_1
"Baik Om. Ayo kita pulang." ucap Gloria yang langsung masuk ke dalam mobil Woodz.
Selama perjalanan Woodz memperhatikan bahwa Gloria kelelahan karena saking senang nya bermain. Dan benar saja, baru lima menit di dalam mobil Gloria sudah tertidur. Woodz yang tak tahan dengan kesunyian mobil pun langsung menyalakan sebuah lagu lewat HP nya. Lagu nya pelan agar tak membuat Gloria terbangun.
Butu waktu satu jam lebih untuk sampai di rumah dikarena kan jarak yang jauh di tambah jalanan macet karena jam pulang kerja. Woodz langsung menepikan mobilnya di depan rumah Jin-young. Disana sudah ada Jin-young yang melayani ocehan Nana karena tak membawa pulang Gloria dengan nya.
"Nah itu dia Gloria udah pulang." ucap Jin-young saat mengetahui Woodz pulang dengan membawa Gloria yang tertidur di depakannya.
"Siapa yang suruh lo bawa anak gue? mau culik lo ya?" tanya Nana namun Woodz tak memperdulikan nya.
"Bro, dimana kamar Gloria? dia kecapekan ini." ucap Woodz kepada Jin-young.
"Sudah sini gue aja." ucap Nana merebut Gloria dari pelukan Woodz dan langsung pergi gitu aja ke dalam.
"Makasih ya bro udah kasih gue waktu buat deket sama anak gue. Ohh iya, itu di dalam mobil gue ada boneka milik Gloria. Dia yang minta." ucap Woodz.
"Ohh tunggu, biar gue panggil pembantu dulu buat ambilin bonekanya." ucap Jin-young.
Akhirnya setelah semua boneka Gloria sudah dibawa masuk ke dalam rumah, Woodz pun pamit dengan hati senang nya. Dia tak henti melengkungkan bibirnya. Bahkan saat masuk kedalam rumah dia hanya tersenyum dengan lebarnya sampai tak melihat bahwa keluarganya tengah berkumpul bersama.
"Mama, itu uncle Woodz kenapa ya Ma? Kok dia senyum senyum sendiri? Pakai kostum aneh lagi." ucap Junnie.
"Lagi bahagia kali." jawab Ela yang tahu kenapa Woodz bisa bertingkah seperti itu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.